NovelToon NovelToon
Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Miarosa

"Tanda tangani surat cerai ini atau keluargamu membusuk di penjara!"

​Difitnah atas kejahatan yang tidak dilakukannya, Flossie diusir oleh suaminya, Alfie Kincaid, ke tengah badai malam. Pria itu tidak pernah tahu, Flossie pergi dengan membawa rahasia yang terkunci rapat di dalam rahimnya.

​Lima tahun kemudian, wanita yang disangka telah mati itu kembali sebagai sosok berkuasa yang siap membalikkan keadaan.

​Saat kebenaran masa lalu mulai terungkap satu per satu, Alfie berlutut memohon kesempatan kedua. Namun, sepasang mata dingin sang mantan istri menatapnya tanpa emosi.

​Apakah Alfie sanggup membayar harga dari sebuah pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miarosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Suara dari alat electrocardiogram menjadi satu-satunya bunyi yang memecah keheningan di dalam ruang ICU yang terisolasi itu. Bau pekat cairan antiseptik menyengat indra penciuman Flossie saat kelopak matanya yang terasa seberat timah perlahan terbuka.

Berkas cahaya lampu neon di langit-langit membuat pandangannya berkunang-kunang. Flossie mencoba menggerakkan tangannya, namun rasa lemas yang luar biasa menahan tubuhnya.

Di lengan kirinya, tertancap selang infus dan kantong darah yang mengalirkan kehangatan buatan ke dalam tubuhnya yang sempat membeku.

​Kesadarannya mendadak pulih seratus persen saat ingatan malam itu menghantam otaknya. Badai, jalan yang sepi, darah yang mengalir di kakinya, dan keputusasaan di bawah guyuran hujan.

​"Anakku."

Flossie mendesah parau. Secara refleks tangan kanannya meraba perutnya yang ditutupi selimut rumah sakit.

"Tidak,Tidak, tidak, tidak!"

​Air mata seketika tumpah ruah dan membasahi pipinya yang masih bengkak. Flossie mulai menangis histeris dan mencoba mendudukkan tubuhnya secara paksa hingga kabel-kabel elektroda di dadanya nyaris terlepas.

Bunyi alarm dari mesin ECG mendadak berbunyi nyaring dan mendeteksi lonjakan detak jantung yang tidak stabil.

​"Kumohon siapa pun, katakan padaku!" jerit Flossie di antara tangisnya dan meremas kain sprei dengan putus asa.

"Bayiku, di mana bayiku?! Aku kehilangan dia!"

​Pintu kaca tebal ruang ICU bergeser terbuka dengan cepat. Xavier melangkah masuk dengan setelan jas baru yang telah menggantikan pakaian kotornya semalam.

Wajahnya tetap tenang, lurus, dan berwibawa meski gurat lelah tidak bisa sepenuhnya disembunyikan.

​"Berbaringlah jika kamu tidak ingin merobek jahitan internalmu, Flossie," ucap Xavier.

​Flossie menoleh dan matanya yang memerah menatap Xavier dengan pandangan liar penuh kepedihan.

"Siapa kamu? Di mana aku? Katakan padaku, bayiku sudah mati, kan?! Seseorang merenggutnya dariku!"

​Xavier berjalan mendekat ke sisi ranjang, lalu menekan sebuah tombol di panel dinding untuk mematikan suara alarm mesin yang bising. Ia menunduk dan menatap Flossie dengan sorot mata tajam yang menghipnotis.

​"Tenang!" kata Xavier datar namun tegas. "Bayimu tidak pergi ke mana-mana."

​Tangisan Flossie mendadak terhenti dan napasnya masih memburu tersengat rasa sakit.

"A-Apa? Apa maksudmu?"

​"Dokter mengambil risiko besar semalam. Aku memerintahkan mereka untuk memprioritaskan nyawamu yang berarti mereka harus membersihkan rahimmu jika pendarahan tidak berhenti."

Xavier menjeda kalimatnya dan membiarkan Flossie mencerna kata-katanya.

"Namun, ketahanan tubuhmu di luar nalar medis. Pendarahan itu berhenti tepat satu menit sebelum pisau bedah menyentuh rahimmu."

​Flossie memegang perutnya dengan kedua tangan yang gemetar hebat dan dadanya naik turun.

"Jadi mereka selamat? Mereka masih ada di dalam sini?"

​"Ya, tapi jangan senang dulu."

Xavier kembali bersuara dan menghancurkan momen kelegaan itu dalam sekejap.

"Rahimmu sangat lemah akibat trauma fisik yang kamu alami semalam. Kamu harus berada di bawah perawatan medis total selama beberapa bulan ke depan jika ingin melahirkan mereka dengan selamat."

​"Aku akan melakukan apa pun," sahut Flossie tanpa ragu.

"Aku akan tidur di ranjang ini selama berbulan-bulan jika perlu. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh anak-anakku."

​"Termasuk ayah mereka?" tanya Xavier memancing.

​Mendengar kata ayah, sorot mata Flossie yang semula lembut seketika berubah menjadi sedingin es. Kilasan tatapan muak Alfie di koridor rumah sakit kembali terbayang.

Pria yang melemparkan surat cerai, pria yang menuduhnya pelacur, dan pria yang membiarkannya berjalan memeluk perutnya di tengah badai malam.

​"Dia bukan ayah mereka," ujar Flossie, giginya mengatup rapat dengan amarah yang tertahan.

"Pria yang membuang darah dagingnya sendiri ke tengah badai tidak berhak menyandang status itu. Alfie Kincaid sudah mati di mataku."

​Xavier menatap perubahan emosi Flossie dengan ketertarikan yang mendalam. Wanita yang semalam tampak seperti mangsa yang rapuh sekarang menunjukkan taringnya yang tajam.

Skenario yang ada di kepala Xavier berjalan jauh lebih sempurna dari yang dia duga.

​"Bagus jika kamu berpikir seperti itu."

Xavier melangkah lebih dekat dan membungkukkan sedikit badannya hingga wajahnya sejajar dengan Flossie.

"Karena saat ini, di luar sana, suamimu sedang mengalami kegilaan yang luar biasa."

​Flossie mengernyitkan dahi. "Apa maksudmu?"

​"Satu jam yang lalu, mata-mataku memberi laporan."

Xavier menegakkan tubuhnya kembali dan berjalan menuju jendela kaca besar yang memperlihatkan pemandangan kota dari ketinggian lantai sayap barat.

"Alfie Kincaid kembali ke tempat dia membuangmu. Tim kepolisian dan tim SAR telah menyisir sepanjang aliran sungai dan mereka menemukan sepasang sandal rumahmu yang pekat oleh darahmu sendiri."

​Xavier berbalik dan menatap Flossie intens. Sorot matanya yang tajam mengunci pandangan Flossie yang mulai dilingkupi rasa bingung.

​"Polisi telah menutup kasus pencarianmu, Flossie. Dengan debit air setinggi itu dan volume darah yang tertinggal di tebing jembatan, otoritas setempat menyatakan bahwa kemungkinan hidupmu adalah nol persen," urai Xavier.

​Flossie menelan ludahnya yang terasa getir.

"Jadi Alfie mengira aku sudah mati?"

​"Benar. Dia mengira kamu telah hanyut dan membusuk di dasar sungai."

Xavier mengangguk.

"Dan ibunya, Willa Kincaid, saat ini sedang mendesak pihak kepolisian untuk segera merilis pernyataan kematianmu agar kasus dugaan percobaan pembunuhan yang mereka tuduhkan padamu bisa ditutup dengan status tersangka telah tewas."

​Flossie mengepalkan tinjunya di atas sprei. Kebencian mengalir di setiap urat nadinya.

"Mereka benar-benar ingin melenyapkanku dari dunia ini, bahkan setelah mereka membuangku."

​"Itulah sebabnya aku di sini, Flossie."

Xavier berjalan kembali ke tepi ranjang dan memberikan penawaran tak terduga yang langsung menusuk kesadaran Flossie.

"Alfie Kincaid mengira kamu sudah mati, dan dia sedang mencarimu untuk menutup kasus ibunya secara hukum. Sekarang, pilihannya ada di tanganmu. Masuklah ke dalam peti mati yang kusiapkan, pergi bersamaku ke Paris dengan identitas baru dan lahir kembali sebagai wanita yang berkuasa atau hadapi penjara dalam keadaan hamil, jika kamu memilih untuk menampakkan dirimu lagi di depan keluarga Kincaid."

1
tia
lanjut thor
sunaryati jarum
Lega Flossie dan kedua bayine selamat dan sehat
sunaryati jarum
Semoga berhasil dalam.karir dan membesarkan dua anakmu Flossie
sunaryati jarum
Jangan kesuksesan kamu terbuka Emma
sunaryati jarum
Dendammu jangan sampai.membuatmu jadi monster tapi jadi wanita tangguh yang berkualitas
sunaryati jarum
Pembalasan baru dimulai dengan.penolaksn pembelian desain
sunaryati jarum
Good job ternyata kamu punya.keahlian desain perhiasan Flossie semoga sukses dengan bimbingan Xavier
sunaryati jarum
Penyesalan kamu makin dalam.Alfie apalagi jika kebenaran tentang teh herbal dan foto
sunaryati jarum
Flossie semangat demi kedua janin di rahimmu dan membalas perlakuan Madam Willa dan Alfie
sunaryati jarum
Berarti.foto- foto editan perselingkuhan Flossie itu kerjasama Wiila dan Nadia
sunaryati jarum
Xavier mafia dan musuh Kincaid
sunaryati jarum
Kau cari sepanjang sungai sampai muara laut tidak akan ketemu,Alfie
sunaryati jarum
Ada maksud lain Xavier menolong kamu
sunaryati jarum
Setelah tidak terlihat menyesal
sunaryati jarum
Semoga bayimu kuat seperti kamu Flossie
sunaryati jarum
Akhirnya dapat pertolongan
sunaryati jarum
Kuat dan jadi orang hebat Flossie
sunaryati jarum
Kuat dan tabah semoga kau menemukan kesuksesan bersama anak yang kau kandung Flossi
sunaryati jarum
Baru mampir
Miarosa: makasih sdh mau mampir 😍
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
ditunggu lanjutannya kk 💪
Miarosa: sudah lanjut ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!