NovelToon NovelToon
Reven & Ratu Perang

Reven & Ratu Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Romansa
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

RAVEN KRISHNAWARDHANA (18 tahun ) adalah putra tunggal dari keluarga pengusaha kaya yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Namun sosoknya yang angkuh, susah diatur, dan sering menghabiskan waktu untuk nongkrong bareng geng motornya.

Membuat kedua orang tua Ravan langsung menyetujui usulan perjodohan yang di usulkan rekan bisnisnya, mereka berharap dengan menikah Raven bisa berubah. Namun bukan Raven namanya jika tak menolaknya mentah-mentah, ia tidak mau terikat perasaan sama wanita manapun, ia hanya ingin menikmati masa mudanya bersama geng motornya.

Sampai suatu hari, ia bertemu Sara, murid baru yang misterius yang baru pindah dari luar negeri.

Gadis itu bernama SAVIRA AURELIA alias Sara 17 tahun. Sara, cantik pintar, ceria tapi misterius. Karena kecantikan alaminya, ia tak jarang jadi rebutan para remaja laki-laki di sekolah barunya dan itu membuat seorang Raven Krishnawardhana terpaksa menarik kata-katanya, karena kini perasaannya yang terjebak dalam pesona murid baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Setelah belanja dan menikmati makan siang bersama di luar, akhirnya Sara dan Raven kembali ke apartemen mereka. Begitu pintu terbuka, Sara langsung masuk lalu menjatuhkan tubuhnya ke sofa empuk sambil menghela napas panjang.

“Huff… ternyata cukup melelahkan juga ya mengurus keperluan rumah tangga!” keluhnya pelan sambil memejamkan mata, seolah semua tenaganya sudah terserap habis.

Raven ikut duduk di sampingnya, menatap wajah lelah istrinya dengan tatapan lembut yang sangat jarang terlihat. “Kalau kau capek, istirahat di kamar saja. Biar aku yang urus semuanya,” ucapnya dengan nada tenang namun penuh perhatian.

Sara seketika membuka matanya, menatap suaminya dengan ekspresi tidak percaya. “Kau yakin? Nanti jangan sampai salah taruh barangnya atau bikin kekacauan di dapur!"

Raven tersenyum sedikit kesal namun tetap tenang. “Jangan remehkan aku! Cuma menata barang belanjaan saja, itu hal yang sangat mudah!”

“Baiknya jangan memaksakan diri. Kau juga pasti lelah setelah berkeliling mall dari lantai satu sampai lantai atas? Lebih baik kita istirahat dulu sebentar, nanti baru beres-beres bareng aja,” usul Sara.

“Tidak usah khawatir! Serahkan semuanya padaku saja. Kau istirahat aja! Nanti kalau kau bangun, semua sudah rapi dan beres!”

Sara akhirnya mengalah sambil tersenyum tipis. “Ya sudah, atur yang benar-benar ya. Istrimu yang cantik ini mau rebahan dulu sebentar.”

“Siap, Nona!” jawab Raven sambil memberi hormat jenaka yang membuat Sara tertawa pelan.

Begitu Sara menghilang di balik pintu kamar, senyum percaya diri mengembang di wajah Raven. Entah mengapa hatinya terasa berdebar penuh semangat. “Aku harus melakukannya dengan sempurna. Nanti kalau dia lihat hasilnya, pasti dia akan bangga padaku!” batinnya bertekad dengan penuh semangat.

*

*

Di sisi lain, di dalam mobil yang melaju pelan di jalan raya, suasana justru terasa sangat mencekam. Chelsea masih mendengus kesal dengan wajah masam yang tak kunjung hilang, sementara ibunya yang bernama Maya terus menatap kosong ke luar jendela seolah sedang bergumul dengan pikiran yang sangat berat.

“Kenapa nama gadis itu terdengar begitu mirip dengan nama anak itu… ah! Pasti kebetulan mirip saja!” batin Maya bergumam tapi rasa gelisah semakin menguat.

Merasa diabaikan oleh ibunya, Chelsea makin meledak emosinya. “Ma! Kenapa Mama dari tadi hanya diam saja! Lakukan sesuatu dong untuk membalaskan dendamku pada gadis kampungan itu! Aku sangat mencintai Raven, aku tidak akan rela gadis kampung itu merebutnya dariku!”

Maya tersentak kaget lalu menoleh, menatap anaknya dengan tatapan yang tak kalah tegas. “Chelsea! Bisa tidak kau diam sebentar? Mama juga lagi pusing ini!”

“Huh! Mama memang tidak bisa diandalkan! Lebih baik aku ngadu saja sama Papa saja!” bentak Chelsea dengan kesal, lalu menghadapkan wajahnya ke arah jendela dengan menyilang kedua tangan di dadanya.

Maya mendelik marah, namun ia segera menahan diri agar tidak memancing keributan lebih jauh. Ia kembali tenggelam dalam pikirannya sendiri, seolah ada benang kusut yang selama ini tersembunyi mulai perlahan terurai…

*

*

Satu jam pun berlalu begitu cepat. Semua barang belanjaan sudah tersusun rapi pada tempatnya masing-masing, buah dan sayuran di kulkas, peralatan makan di lemari, serta makanan kaleng dan camilan di rak penyimpanan yang bersih dan tertata sempurna.

“Akhirnya selesai juga!” seru Raven pelan dengan senyum puas yang mengembang di bibirnya. Rasa lelahnya seketika hilang melihat hasil kerja kerasnya.

Setelah membuang sampah kardus dan plastik yang tidak berguna, ia melangkah ke sofa untuk sekedar beristirahat sebentar sambil menunggu Sara bangun. Namun tanpa ia sadari, rasa kantuk yang menyeruak membuatnya pun ikut terlelap dengan kepalanya menyandar pada sandaran sofa.

Tak lama kemudian, dari dalam kamar tidur, Sara terbangun dengan perlahan. Ia merentangkan kedua tangannya untuk meregangkan otot-otot yang sedikit kaku, lalu segera meraih ponsel yang ada di sisi ranjang. “Waduh dah jam empat lewat! Aku tertidur begitu lama ternyata,” gumamnya dengan ekspresi tidak percaya. Ia segera turun dari ranjang dan melangkah cepat keluar dari kamar.

Saat pintu kamar terbuka, matanya langsung tertuju pada sosok Raven yang tertidur pulas di sofa ruang tengah.

“Raven ternyata juga tidur? Padahal tadi katanya mau yang beres-beres…” gumamnya pelan, tak berani bersuara keras agar tidak membangunkan suaminya yang terlihat sangat pulas.

Ia pun melangkah menuju dapur untuk mengecek keadaan, namun langkahnya terhenti saat melihat isi dalam kulkas yang biasanya cukup berantakan kini sudah tertata dengan sangat rapi dan rapi. Semua barang tersusun sesuai jenisnya, buah di rak atas, sayuran di rak tengah, dan makanan beku di bagian bawah.

“Jadi dia benar-benar mengerjakannya sendiri… ” bisiknya tak percaya, matanya kembali tertuju pada sosok Raven yang masih terlelap damai. Hatinya seketika terasa hangat dan sedikit tersentuh. “Kasian juga tuh anak. Pasti kelelahan sekali sampai tertidur begitu pulas.”

"Sebaiknya aku masakkan sesuatu untuknya. Nanti saat dia bangun pasti ia lapar."

Namun rasa ragu kembali menghampirinya. "Tapi masak apa ya? Aku bahkan tidak tahu makanan kesukaannya… " pikirnya bingung.

Tiba-tiba ia teringat pada seseorang yang pasti tahu segalanya tentang Raven. Dengan langkah cepat ia kembali ke kamar dan segera menghubungi ibu mertuanya melalui panggilan telepon.

“Mommy, maaf ya mengganggu waktu istirahatnya. Sara mau tanya dong, apa makanan kesukaan Raven?” tanyanya langsung pada intinya tanpa basa-basi.

Setelah mendapatkan jawaban yang jelas dan rinci, Sara segera kembali ke dapur dengan semangat baru yang membara. Ia langsung mencuci tangan dan menyiapkan semua bahan yang dibutuhkan.

Tiga puluh menit berlalu begitu saja. Aroma harum dari berbagai hidangan mulai menguar memenuhi seluruh ruangan. Sara dengan cermat menata nasi putih hangat, ayam kecap manis, ayam krispi renyah, nugget ayam gurih, dan sambal ijo pedas manis yang ia buat sendiri di atas meja makan.

“Semoga saja dia suka deh…” bisiknya berharap.

“Baiknya aku bangunkan Raven sekarang aja deh. Mumpung makanannya masih hanget."

Sara pun melangkah kembali ke ruang tengah hendak membangunkan suaminya. Namun saat tangannya hampir menyentuh bahu Raven, mata pria itu perlahan terbuka.

“Eh! Kau sudah bangun?” sapa Sara sedikit terkejut dan salah tingkah.

Raven mengerjap beberapa kali mata yang masih sedikit mengantuk, lalu hidungnya menangkap aroma masakan yang sangat menggugah selera. “Hmm… bau apa ini? Wanginya sangat sedap!” tanya penasaran sambil mengusap-usap perutnya yang sudah mulai keroncongan.

“Hemm! Tadi aku masak sesuatu untukmu. Sebagai ucapan terima kasih karena kamu sudah merapikan semua barang belanjaan dengan sangat rapi,” jelas Sara dengan suara yang penuh bangga.

Mata Raven langsung berbinar dengan kegembiraan. “Benarkah? Kebetulan sekali aku juga sangat lapar nih!” Ia segera bangkit dengan cepat dan menghampiri meja makan. Matanya semakin lebar saat melihat hidangan yang tersaji di atas meja semuanya adalah menu kesukaannya sejak kecil.

“Ini… semua ini kau yang masak sendiri?” tanyanya tak percaya, menatap Sara dan sajian makanan itu secara bergantian dengan ekspresi kagum.

“Siapa lagi kalau bukan istrimu yang cantikini! Ayo cepat cicipi dan beri nilai ya!” ajak Sara sambil menarik kursi untuk suaminya duduk.

Tanpa menunggu perintah kedua kalinya, Raven segera mengambil piring dan menuangkan nasi hangat, kemudian mengambil satu potong ayam krispi yang tampak renyah, beberapa potong nugget, dan sedikit sambal ijo ke piringnya. Ia segera memasukkan suapan pertama ke mulut dan mengunyahnya dengan perlahan, seolah ingin merasakan setiap rasa yang ada.

Sara ikut menahan nafas, matanya tetap terpaku pada wajah Raven sambil menanti komentarnya dengan penuh harapan.

“Bagaimana rasanya?” tanya Sara dengan suara yang sedikit gemetar karena tidak sabar.

Raven mendongak sedikit, menatap ke arah Sara dengan tatapan yang sulit diartikan. Namun beberapa detik kemudian, wajahnya seketika memancarkan ekspresi kekaguman yang tak tertutupi.

“Ini enak banget! Pedasnya pas banget, ayam krispinya renyah di luar tapi lembut dan juicy di dalamnya, dan rasanya bahkan lebih enak dari yang sering Mommy buatkan!” puji Raven dengan tulus, bahkan mengacungkan kedua jempolnya sebagai tanda apresiasi. “Tidak kusangka kau ternyata jago memasak ya! Aku sangat suka!”

Sara tersenyum lebar hingga menampakkan gigi putihnya yang rapi. Rasanya sangat puas karena usahanya tidak sia-sia dan Raven benar-benar menyukainya.

“Benarkah kamu suka? Kalau begitu cepat habiskan saja! Nanti kalau kurang aku bisa tambah lagi!” seru Sara dengan senyum puas yang tak kunjung pudar dari wajahnya.

Bersambung....

 

1
Munas Tuti
awas lhooo Chelsea klo jatuh sakit ..
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Ayo Mark selidiki /Determined/

Ayo Sara, kumpulkan semua bukti-bukti itu/Determined/, Ku menunggu pembalasanmu pada mereka, orang yang telah membunuh keluargamu, dan juga mengambil semua hak-hak yang seharusnya menjadi milikmu/Determined//Determined/
Munas Tuti
euleuhhh meuni dikit bacanya...
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
yeayyy, akhirnya saling mengakui/Drool/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Sara takut Raven diambil Chelsea, dan Raven takut Sara dekat dengan Lucky🤭, sama-sama cemburu kalian🤭
Munas Tuti
nah looo ...sapa tuh Lucky, mau tau ajha apa mau tau banget he..he..
wo te
biasa nya up 2 sehari ko ini 1 doang udh 2 hri,,mna da libur lagi wkt tgl brpa yh lupa 🤣🤣🤣
Munas Tuti
ichh gumuz banget liat mereka berdua ....jangan pd gengsi laaah
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Sara cemburu nih, takut Raven diambil/Chuckle/
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
suka cerita nya thor, masalahnya satu demi satu di selesai kan jd nggak lama. nggak salah aq kasih bintang⭐⭐⭐⭐⭐
riniandara: Terima kasih banyak kak,
total 1 replies
Munas Tuti
weishh ketar ketir tu Sara...
Munas Tuti
lanjuuuut mbak'e...👍👍
Munas Tuti
kerennn... aku /Good/suka, banyak kejutan
Munas Tuti
ayoo siaps yaa rahasia besar akan terungkap hi..hi..
Munas Tuti
ok...cari teruss bukti2 yg nenguatkan siapa sebenarnya Sara....cmon Daven bantu Sara 💪💪
Munas Tuti
akhirnya jelas siapa Sara sebenarnya, beruntung yg merawatnya kakek kandungnya sendiri...
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
😭😭 akhirnya, ayo Sara kasih tau Kakek Don yang sesungguhnya, sebelum ia menyayangi cucu palsunya/Determined//Determined/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
tapi semoga aja Tuan Don gak ngajak tuh si benalu itu 😌, ayo Mark, kamu cari taulah lebih dalam, jangan hanya di awalnya saja /Scream/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
apakah Raven akan terkejut melihat identitas asli Sara? 🤭
Munas Tuti
gimana yaa pas makan malam nanti...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!