NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Bayaran

Menjadi Istri Bayaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / Selingkuh / Nikah Kontrak / Obsesi / Chicklit
Popularitas:360.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Imas Gustina

Harap bijak dalam membaca.

seorang wanita muda yang harus berjuang untuk kesembuhan ayahnya dan biaya kuliahnya ia rela bekerja sebagai kencan bayaran.

Dia hanya mau menemi mereka jalan dan sekedar senang-senang dengan tamannya. saat itu ia harus berkencan dengan lelaki yang sangat tampan tapi sangat cuek. bahkan wajahnya terlihat dingin dan kaku. Berbagai hal tak terduga pun terjadi. Dia bertemu dengan sosial laki-laki yang tiba-tiba mengajaknya menikah?

Yeri menyetujui permintaan itu. Hanya demi yang dia rela menjadi istri kontrak seorang tuan muda kaya. Namun, dalam perjalan pernikahan banyak sekali godaan. Saat binih-binih cinta mulai muncul. Masa lalu datang mengacaukan semuanya. Pihak keluarga menentang hubungan, dan Adik yang diam-diam, mencintai Yeri.

Seperti apa kisah mereka? Apa hubungan mereka hanya sebatas kontrak? Atau, berlanjut lebih jauh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imas Gustina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pikiran kotor

“Permisi tuan, maaf tuan, oma tidak bisa datang. Tuan di minta untuk segera pulang.” Kata Hans. Dia menundukan kepalanya. Itu sudah jadi kebiasaan Hanssaat erbicara dengan bosnya.

Arga menghentikan pekerjaannya. Dia menatap ke arah Hans. Lalu, mengangkat tangan kanannya. Kedua matanya melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Kurang 1 jam lagi, semua karyawan akan pulang. Dan, hanya beberapa karyawan yang pstinya memilih untuk lembur agar bisa segera menyelesaikan pekerjaannya.

“Baiklah, bilang pada oma jika aku akan segera pulang.” Kata Arga.

“Terus aku bagaimana?” Tanya Yeri. Sedari tadi Yeri hanya diam. Duduk bersandar sembari menatap ponselnya. Seperti biasadia selalu melihat media sosialnya. Yeri punya banyak penggemar di social media. Dia terkenal sebagai wanita kencan bayaran dengan upah paling mahal satu malam. Bahkan ada yang memintanya untuk berkencan dengannya selama 1 bulan. Mereka tau Yeri dari akun media sosialnya.

Yeri sangat professional dalam pekerjaannya. Sekarang banyak sekali yang mengirimkan pesan padanya untuk menemaninya kencan selama bebrapa hari. Mungkin hanya untuk di kenalkan pada teman. Atau, keluarga. Entah kedepannya gimana. Yeri begitu baik berdandan seperti wanita sosialita. Dia terlihat seperti wanita yang begitu elegan di setiap penampilannya.

“Hans, aku mau mulai besok siapkan ruangan khusu untuknya. Dan, siapkan beberapa pekerjaan yang belum selesai padanya. Aku mau lihat dia bisa bekerja atau tidak.”

Yeri menghela napasnya. Dia memutar matanya malas. Dan, beranjak duduk tegap. Meletakkan ponselnya di atas meja. Yeri duduk menyilang. Menatap wajah Arga tanpa rasa canggung lagi.

“Aku tidak mau bekerja disini. Lagian, kenapa kamu memaksa aku harus bekrrja disini. Di kontrak pekerjaanku hanya menjadi istri bayaranmu, bukan menjadi pekerja kantoran,” ucap Yeri.

“Kamu tidak mau?” Tanya Arga.

“Tidak!” tegas Yeri. “Aku maih mau jadi wanita bayaran. Lumayan pendapatanklu jauh levih tinggi. Sehari aku bisa dapat 2-5 juta. Dan, aku kerja di kantor. Aku hanya dapat uang bulanan,” gerutu Yeri. Dia mengerutkan bibirnya.

“Bsagaimana jika aku memberimu 2 juta sehari, tapi dalam waktu 3 bulan kita menikah. Jika kamu bisa membuat aku tertarik denganmu, aku bisa memberikan black card milikku padamu,” ucap Arga. Mendengar hal itu Yeri menautkan kedua alisnya secara bersamaan. Kedua bola mata Yeri begerak memutar, berpikir jawaban apa yang akan di katakana pada Arga. Yeri mengehal napasnya kasar. Dia bangkit dari duduknya. Kedua kaki jenjang itu melangkah perlahan. Mendekati Arga yang masih duduk di tempatnya.

Arga memutar duduknya. Kedua mata itu menatap wajah Yeri.

“Hans, keluarkah!” pinta Arga.

“Baik, tuan!” Hans segera melangkahkan kakinya pergi. Setelah mendengar suara pintu yang sudah tertutup kembali

“Oke, baiklah. Tapi ingat aku tidak mau bekerja di kantor.” Tegas Yeri.

Arga menganggukan kepalanya pelan. "Oke, baiklah!" jawabnya santai. Dia membenarkan posisi duduknya senyaman mungkin. Laku kembali menatap Yeri hang masih berdiri tepat di depannya.

 

"Ingat, jangan menyentuhku." Yeri menekankan suaranya.

"Lagian siapa juga yang mau menyentuhmu?" Arga menarik kedua alisnya ke atas secara bersamaan.

"Aku juga tidak mau menyentuh dada datar sepertimu?" kedua nata Yeri melebar sempurna.

"Apa katamu?" geram Yeri. Melangkah semakin dekat.

"Lihatlah tubuhmu, tidak ada baginya sama sekali. Memangnya apa yang akan aku sentuh darimu?" kata Arga. Kedua mata Arga menatap dari ujung kaki sampai kepala Yeri.

Yeri menggerak kesal. Dia melotot tajam. Ingin sekali menampar mulutnya. Tapi, dirinya sudah terhampar lebih dulu statusnya. Dirinya hanyalah orang biasa. Tidak akan menang melawan orang berduit.

Yeri mencoba untuk sabar. Dia menarik napasnya beberapa kali. Lalu membalikkan badannya.

"Kamu mau kemana?" Arga menarik tangan Yeri. Hingga tubuh wanita itu terbalik dan jatuh tepat di atas pangkuannya. Arga memega g bagian depan tubuh Yeri. Dan, tangan kiri memegang punggungnya.

Yeri terdiam, kedua mata itu membulat seketika. Jemari tangannya tanpa sengaja menyentuh dada bidang Arga.

"Astaga, tubuhnya berbentuk." gerutu Yeri dalam hatinya.

"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Arga.

Yeri terdiam, saat dia dan Arga saling menatap beberapa detik. Je dua nata mereka bersamaan menunduk. Arga ya pa sengaja menyentuh bagian dada Yeri. Dia Mencengkeramnya beberapa detik. Yeri sempat bingung. Kesekian kalinya mereka saling menatap satu sama lain.

"Aaaa..." teriak Yeri sangat keras. Dia beranjak bangkit. Menepis tangan Arga dari dadanya.

"Kamu sengaja?" kesal Yeri.

"Apaan?" tanya Arga.

"Kamu menyentuhku?" geram Yeri Berdengus kesal. Rahangnya mulai menegang. Yeri mengepalkan kedua tangannya sangat erat. "Bukanya kamu tidak ingin me tentangku. Kamu bilang dadaku datar? Kenapa kamu menyentuhnya? Meskipun datar kamu juga tertarik, kan?" oceh Yeri.

Arga menutup bibir Yeri. Dia menarik tangan Yeri, hingga tubuh Yeri jatuh di pangkuannya untuk kedua kalinya.

"Kenapa kamu berteriak?" kesal Arga. "Jangan berteriak. Semua orang bisa dengar!"

Yeri menarik tangan Arga dari bibirnya.

"Biarin semua pegawainya tahu, jika bossnya adalah laki-laki mesum" gerutu Yeri, menggerakkan kepalanya. Kedua matanya menatap tanpa rasa takut.

"Lain kali, jika kamu mau menyentuhku. Jangan hina aku, bilang saja kamu mau." ucap Yeri.

"Udah, mesum, gak tau diri, beraninya hijabku sembarangan." Yeri tidak berhentinya terus mengoceh. Di lain sisi Arga terus menatap setiap mimik bibir Yeri. Dia memperhatikan gerak-gerik bibirnya.

"Sudah, belum?" tanya Arga.

"Apa?" tanya Yeri, mengerjapkan kedua matanya.

"Memangnya mau aku menyentuhmu gini?" drngan sengaja Arga menyentuh benua buah segar milik Yeri. Yeri melotot tajam menatap kedua tangan Arga yang kurang ajar dengannya.

"Singkirkan tanganmu!" pekik Yeri. Menepis tangan Arga.

Arga memegang tangan Yeri sangat erat. Kedua mata itu menatap sangat dalam. Kedua lengan kekar itu mulai memeluk tubuh Yeri. Menarik tubuhnya semakain masuk dalam delapan hangat tubuhnya. "Aku mau kamu temani aku," ucap Arga.

"Temani apa?" tanya Yeri.

"Temani tidur!" Arga menarik kedua alisnya ke atas. "Bagaimana, apa kamu mau?"

"Gila!" kesal Yeri. Dia beranjak bangkit dari pangkuan Arga. "Siapa juga yang mau tidur denganmu. Memang aku akan jadi istri bayaranmu. Tapi, ingat sesuai perjanjian. Aku tidak mau tdiru denganmu."

"Jika aku menyentuhmu?" tanya Arga. Dia tidak berhenti menatap dengan tatapan tajam. Bahkan wajahnya masih saja kaku. Tanpa ekspresi sedikitpun.

"Kenapa, bukanya kamu hilang dadaku datar?" kesal Yeri.

"Buka, biar aku melihatnya?" kedua nata Yeri seakan ingin melompat dari kerangkanya. Laki-laki di depannya mulai kurang ajar dengannya.

"Kenapa kamu diam?" tanya Arga.

"Kamu mau tidak?"

"Nggak! Dasar gila!" umpat kesal Yeri. "Otak mesum!"

"Berani sekali kamu hilang itu padaku!"

"Tapi, suatu saat aku akan membuat kamu menyerahkan dirimu sendiri." kata Arga. Menarik sudut bibirnya sinis.

1
Ros Simbolon
semakin seru.
Ros Simbolon
Buruk
Ratnasihite
Kecewa
Ratnasihite
Buruk
Jamila Jamila
ceritanya bagus tapi penasaran dengan lanjutanya
Dewi Rani
apakah tdk ada kelanjutan Thor.. semangat thor
Tuti Pujiastuti
blm ada lanjutan nya yaa
Tuti Pujiastuti
blm ada lanjutan nya yaa
Dewi Rani
episode baru nya mana thor
Bella Fitriani Jufri
yeri yg tegas dunk JD perempuan, jangan mau diinjak harga dirinya Ama cowok modelan macem arga
Wulan Ulan
Luar biasa
Wulan Ulan
Lanjut Thor
Wulan Ulan
Ceritanya makin seru aj nie Thor...
semangat terus thor
Kholifah
bgus ceritanya sangat menarik
Nur Umalah
mana lanjutnya thor
Selmi Wedita Sanam
bagus
Nella Setiawan
lanjut dongg
Sakura
kak imas cantikku. lanjut dong kak.
Adhaini Aik
lanjutannya
Darka Darka
lanjut 🥰 jangan digantung 🙏🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!