NovelToon NovelToon
Pemakan Manusia

Pemakan Manusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Misteri / Horor
Popularitas:57.7k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Jangan dekat rawa itu!"

semenjak banyak yang meninggal karena memasang jebakan ikan di malam hari, rawa kecil itu di jauhi oleh banyak orang karena sudah banyak yang meninggal dunia.

Apa yang sudah terjadi?
Siapa penghuni rawa kecil itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Luka yang sama

Semua warga menjerit ketakutan saat melihat Nolan yang keluar dari dalam air itu membawa tubuh Lena di atas pundak dia, semua orang masih berharap bahwa Gadis itu bisa selamat dan kemungkinan bisa bernyawa sehingga mereka datang mendekat dan ternyata setelah melihat keadaan Lena maka mereka menjadi ketakutan serta tidak berdaya seperti ini.

Robekan yang ada pada bagian perut sehingga menimbulkan aroma membusuk yang cukup kuat walau Lena baru meninggal tadi subuh, namun tetap saja ini semua membuat mereka tidak tahan dengan bau itu sehingga sebagian langsung menjauh dan menutup mulut, namun sebagian lagi masih penasaran sehingga mereka tetap saja datang mendekat untuk melihat.

Pak Lurah seakan mau pingsan karena dia juga sama sekali tidak menyangka kalau Lena akan mengalami nasib yang sangat buruk seperti ini, bagian perut luka lebar dan itu tentu saja membuat usus yang ada di dalam mulai terburai sehingga sebagian sudah mulai rusak karena terendam dengan air.

Nolan dan Arya masih memperhatikan dengan seksama karena mereka merasa sangat familiar dengan luka yang telah tergores pada perut gadis itu, tidak ada rasa takut di dalam diri mereka berdua karena hal itu adalah hal yang biasa sehingga para warga yang ada di sana menatap mereka dengan tatapan yang berbeda-beda.

''Seperti luka yang sangat rapi dan tidak ingin di ketahui banyak orang.'' ujar Pak Lurah pelan sekali.

''Tapi aku tidak tau ini luka untuk membunuh atau karena ingin menyakiti agar kita semua melihat luka yang Lena alami.'' Pak RT memiliki pikiran yang berbeda.

''Kan aku juga tidak tahu ini luka karena apa, tapi yang jelas di dalam Rawa itu pasti ada seseorang yang sangat jahat kan.'' Pak Lurah menatap Arya dan Nolan secara bergantian.

''Untuk sekarang kami belum mengetahui dia itu berjenis Apa karena dia menghilang begitu saja dari pandangan mata.'' Arya berkata pelan karena dia memang belum bisa mengetahui dengan sangat jelas.

''Waduh, berarti ini sangat berbahaya dan tidak bisa kalau kita terus dekat dengan rawa itu.'' Bu Ita sudah ketakutan karena rumah dia memang ada di dekat sini.

''Benar, nanti yang ada para warga yang tinggal di dekat Rawa itu malah jadi korban juga.'' Kopsah kembali membuka suara setelah lama terdiam.

Jelas ini semua menjadi ketakutan tersendiri untuk para warga yang ada di sekitar sana dan mereka tidak mau bila nanti sampai menjadi korban iblis yang kejam itu, bagaimana cara mereka harus menghindari namun yang jelas untuk sekarang mereka tidak bisa bila terus berdekatan dengan rawa yang terasa begitu angker.

''Ini kenapa sekarang semakin parah saja, kalau memang kalian percaya bahwa Purnama itu dukun maka silakan saat ini suruh dia untuk menangani masalah setan itu!'' Melda kembali datang dan berteriak. Melda kembali datang dan berteriak keras

''Eh bangsat, kini kau datang lagi dan berani mencari masalah dengan kami ya!'' Kopsah tampak begitu kesal karena dia dapat lawan.

''Apa kau?!'' Melda malah menantang.

''Kau di sini orang baru sehingga tidak bisa kalau bersikap angkuh seperti itu, Padahal aku tahu kalau kau itu adalah makhluk yang tidak berguna!'' Kopsah menunjuk wajah Melda dengan sangat kasar Karena dia sudah emosi juga sekarang.

''Diam!''

Arya membentak keras pada mereka berdua karena saat ini pikiran dia sedang kacau dan berusaha mencerna apa yang telah terjadi, Namun kedua penggosip handal itu malah sibuk berdebat satu sama lain sehingga membuat Arya meledak begitu saja kepada mereka dan tidak peduli dengan orang yang ada di sekitar rawa saat ini.

''Apa yang kalian dapatkan?'' Purnama datang di antara semua warga yang ada di sana.

''Mayat Lena ada di dalam air, kau lihat lah luka dia itu.'' suruh Arya sambil menatap Purnama dengan sangat tajam.

''Hah!'' Purnama langsung tersentak tidak percaya ketika memperhatikan luka yang ada di tubuh gadis itu.

''Huhuhuuuu tolong berikan bantuan kepada Lena agar kita semua bisa tahu siapa yang sudah membunuh dia, Mbak Pur!'' Ani menangis karena dia sangat kehilangan Lena.

''Ani, tolong kau minggir dulu ya biar luka Lena itu diperiksa sama Mbak Purnama.'' Nolan berkata lembut kepada gadis yang sedang menangis itu.

Andro segera menarik tangan Ani agar dia sedikit menjauh agar Purnama bisa melihat bagaimana luka yang tengah dialami oleh Lena itu, dia harus memperhatikan dengan seksama dan Arya memperhatikan wajah Purnama yang terlihat begitu kaget dan dia tentu saja tidak menyangka kalau hal itu akan terjadi di depan mata dia saat ini.

"Ini luka sangat mirip dengan apa yang telah kau buat ketika masih menjadi jahat!" Arya berbisik tepat di telinga sang kakak.

''Pasti dia mempelajari cara ini dengan cukup lama sehingga terlihat begitu mirip dan sama sekali tidak ada beda.'' Purnama juga setuju dengan hal itu.

''Ini bila orang yang tidak percaya dengan dirimu maka akan langsung menuduh bahwa kau memang adalah pelaku.'' Nolan berkata dengan sangat serius.

''Hanya ada dua kemungkinan dan saat ini aku sudah mendatangi salah satu diantara mereka, kita lihat saja siapa yang bergerak paling cepat maka dia yang akan menjadi.'' ujar Purnama tanpa ada basa-basi lagi.

''Dua ular dalam agensi kita itu bisa menjadi tersangka salah satu atau bahkan kedua-duanya mereka adalah tersangka utama.'' Nolan berkata dengan sangat serius.

'' Bagaskara tidak mungkin melakukan hal seperti itu karena dia adalah Panglima ular sejak dulu!'' Purnama langsung membela karena dia jelas tidak terima dengan ucapan Nolan.

Panglima ular adalah member kesayangan dia sejak dulu hingga sampai saat ini, karena hanya Panglima ular itu saja yang bisa memahami Bagaimana perasaan dia dan ketika Purnama sedang berduka maka dia yang selalu ada untuk menemani dan tidak pernah meninggalkan walau hanya sebentar saja, jadi jelas kepercayaan Purnama untuk Panglima ular tidak akan pernah goyah sedikit pun.

Selamat sore, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
Betri Betmawati
hebat sekali tipu muslihat nya, kmna lagi Andini disembunyikan
Betri Betmawati
Melda itu kenapa coba ngk suka aja SMA orang
aneh betul dia
Betri Betmawati
ketua nya sembunyi dimna belum keluar?
naferia curiga SMA siapa ya🤔🤔
Yeyet Rohaeti
semangat thor bikin cerita baru nya,aku selalu menunggu karya ² baru mu.
Betri Betmawati
bikin penasaran aja ketuanya siapa?
Nana jg kok bisa masuk lumpur bukan nya td menghajar melda🤔🤔
Yeyet Rohaeti
kasian Nana kecebur di rawa.
putri wahyu
ketipu lg🥺 iblisnya bener2 licik😒
Yeyet Rohaeti
penasaran sekali aku ini, siapa sih iblis nya, pinter kali bikin gaduh agensi nya mba pur 😄😄
Apriyanti
kata nya Melda memang sekutu nya iblis berduri,,terimakasih Thor Uda bikin cerita baru lg,semoga tambah suksest trus karya² kak author 🙏🙏🥰
Apriyanti
siang jg thor,,apa munkin yg Kiara lihat pun Bagaskara yg palsu biar Kiara membenci si panglima tersebut
neni nuraeni
hadeeh si Melda jgn" kamu nyugih lgi abisnya sombongnya minta ampun,,, 👌 Mak siap tak baca yg ngono😁
istrinya_kimseokjin
aisss melda dri awal aku dh curiga ma kmu, emng kmu lh y yg mmbwa iblis itu
putri wahyu
ok siaap meluncuurr...
Eli Rahma
wis lah pasti melda ada sangkut pautnya dgn iblis rawa...
Eli Rahma
mlipiirrr...ahhh
Nurr Tika
jangan" melda penyembah iblis berduri itu
Nurr Tika
lanjut thor
Tri Lestari
siap meluncurkan dan meramaikan
human
jadi inget purnama sebelum insaf suka makan jeroan orng
human
ternyata ikan jg suka sawit🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!