NovelToon NovelToon
PENDEKAR NAGA SAKTI

PENDEKAR NAGA SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Perperangan
Popularitas:38
Nilai: 5
Nama Author: Adih Supriadi

Kisah perjalanan Pendekar Naga dalam membasmi kejahatan yang di sebabkan oleh Pendekar Aliran Hitam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adih Supriadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 18

KERAJAAN RINJANI

Akhirnya sore hari Oval dan Apis sampai di perguruan Naga Langit, dengan wajah yang lega dan bahagia setelah perjalanan panjang.

"Akhirnya sampai juga bang..." ucap Apis kepada Oval.

"Rumahku istana ku... Saatnya tidur hehe..." ucap Oval.

Kuda Oval dan Kuda Apis berbelok ke kanan memasuki Perguruan Naga Langit.

Mereka disambut oleh Guru Naga Langit yang senang melihat murid-muridnya kembali dengan kondisi sehat dan selamat.

Guru Naga Langit menyambut Oval dan Apis dengan hangat, dan mereka bersalaman sebagai tanda hormat dan kasih sayang.

Kemudian, mereka menuju aula bersama untuk berbagi cerita tentang petualangan mereka.

Di aula, Oval menceritakan kejadian di Desa Lor Jaya, tentang pertarungan melawan Pendekar Kelelawar yang berbahaya.

Guru Naga Langit mendengarkan dengan seksama, dan setelah Oval selesai bercerita, Guru memberikan pesan untuk tetap waspada dan hati-hati dalam setiap situasi.

Setelah itu, Oval memutuskan untuk ke kamar untuk istirahat dan memulihkan tenaga setelah perjalanan panjang.

Sementara itu, Apis memilih untuk ke warung untuk ngopi di warung Mpok Jum, tempat favoritnya untuk bersantai dan menikmati secangkir kopi hangat.

Apis berharap bisa menikmati waktu santai setelah petualangan yang menegangkan.

"Eh Apis kemana saja, baru kelihatan?" sapa Mpok Jum ketika melihat Apis masuk ke warungnya.

Apis tersenyum dan menjawab, "Biasa, Mpok, habis dari desa yang jauh di wilayah kerajaan Jasinga."

Mpok Jum mengangguk dan bertanya, "Jauh sekali, Pis, itu... Apa yang kamu lakukan di sana?"

Apis memesan kopi dan menjawab, "Iya, Mpok, di desa itu ada Bupati yang semena-mena dan menyewa pendekar golongan hitam untuk memeras warga.

Oval dan saya ke sana untuk memberantas Bupati tersebut."

Mpok Jum mengantarkan kopi pesanan Apis dan bertanya, "Lalu gimana, Pis, sudah beres kah?"

Apis menjawab dengan singkat, "Sudah beres, Mpok."

Mpok Jum mengucapkan syukur dan kemudian berpamitan untuk ke dapur.

"Syukur deh jika begitu... Pis, Mpok tinggal ke dapur ya, mau cuci piring," kata Mpok Jum.

Apis mengangguk dan menjawab, "Ok, Mpok."

Apabila sudah sendirian, Apis menikmati kopinya sambil melihat hamparan padi di luar warung.

Apis berpikir bahwa sebentar lagi musim panen akan tiba. Tiba-tiba, Apis teringat kedua orang tuanya yang pasti akan sibuk saat panen.

Apis menerawang jauh ke masa lalu, mengingat masa kecilnya bermain di sawah dengan gembira.

Kenangan itu membawa senyum di wajah Apis.

***

Di sisi lain, rombongan 1000 pasukan yang dipimpin oleh Panglima Perang Kerajaan Kencana dan Pendekar Naga Putih telah sampai di Kerajaan Rinjani.

Mereka disambut dengan hangat oleh Raja Rinjani dan Putri Dewi Tunjang, yang tampak khawatir namun optimis dengan kedatangan pasukan tambahan ini.

Pasukan ini adalah gelombang kedua yang dikirim untuk membantu Kerajaan Rinjani dalam peperangan yang sedang berlangsung.

Pasukan gelombang pertama telah berada di medan pertempuran, dan kini pasukan kedua ini diharapkan dapat memperkuat

pertahanan dan membantu memenangkan pertempuran.

Arden dan Panglima Perang langsung mengadakan rapat dengan pihak Kerajaan Rinjani untuk membahas langkah-langkah strategis yang harus diambil untuk memenangkan peperangan.

Mereka membahas taktik pertempuran, posisi pasukan, dan rencana serangan yang efektif untuk mengalahkan musuh.

Raja Rinjani dan Putri Dewi Tunjang memberikan informasi yang berharga tentang medan pertempuran dan kekuatan musuh, sehingga Arden dan Panglima Perang dapat membuat keputusan yang tepat untuk memenangkan peperangan.

Dengan kerja sama yang erat antara pasukan Kerajaan Kencana dan Kerajaan Rinjani, mereka berharap dapat mengalahkan musuh dan membawa kemenangan bagi kedua kerajaan.

Suasana Kerajaan Rinjani menjadi ramai riuh dengan kehadiran 1000 pasukan dari Kerajaan Kencana.

Para pegawai kerajaan dan para gadis tidak bisa tidak menonton para prajurit yang beristirahat menunggu tugas selanjutnya.

Mereka semua tampak kagum dengan keberanian dan kekuatan pasukan yang datang untuk membantu Kerajaan Rinjani.

Di antara para prajurit, Arden, Pendekar Naga Putih, menjadi pusat perhatian.

Dengan ketampanan dan keperkasaannya, Arden menarik perhatian banyak orang, terutama para gadis di lingkungan kerajaan.

Mereka terkagum-kagum dengan Arden yang menaiki kuda putih, seperti pangeran dari atas awan dalam cerita dongeng.

Ketampanan Arden menjadi buah bibir bagi para gadis yang berada di lingkungan kerajaan.

Mereka berbisik-bisik dan saling menunjuk Arden dengan mata yang berbinar-binar.

Arden, yang tidak menyadari perhatian yang diberikan kepadanya, tetap fokus pada tugasnya sebagai pendekar dan pemimpin pasukan.

Namun, kehadirannya di Kerajaan Rinjani pasti akan meninggalkan kesan yang mendalam bagi banyak orang.

Para gadis kerabat Kerajaan Rinjani banyak yang kagum terhadap Arden, termasuk adik-adik Dewi Tanjung, Intan dan Ani.

Mereka sedang bergosip dengan bibi mereka dan pegawai wanita lainnya tentang Arden.

"Heyy!! Ingat ya kalian semua... Arden milikku... Jangan ada yang macam-macam, awas kalau kalian berani menggoda Arden, akan ku hajar kalian..." ucap Dewi Tanjung dengan tegas terhadap adik-adiknya dan pelayan kerajaan lainnya.

Intan dan Ani hanya bisa tertawa dan menggoda Dewi Tanjung tentang rasa sukanya terhadap Arden.

Namun, Dewi Tanjung tidak bergurau dan serius dengan pernyataannya.

Setelah memberikan peringatan kepada adik-adiknya dan pelayan kerajaan lainnya, Dewi Tanjung bergegas ke ruang kerajaan untuk mengikuti rapat strategi perang bersama Raja dan Arden.

Dia ingin memastikan bahwa Kerajaan Rinjani siap untuk menghadapi musuh dan memenangkan peperangan.

Dengan langkah yang tegas dan percaya diri, Dewi Tanjung memasuki ruang kerajaan, siap untuk membahas strategi perang dengan Raja dan Arden.

"Hai Ka Arden, akhir ya kamu datang juga, saya sangat senang ketika mendengarkan kabar kamu berada dalam rombongan."

"Dan ternyata kamu ada... Selamat datang di Kerajaan Rinjani," ucap Dewi Tanjung dengan senyum yang hangat.

Arden tersenyum dan membalas sapa Dewi Tanjung.

"Terima kasih, Putri. Sudah jadi tugas saya untuk ikut membantu karena antara Kerajaan Rinjani dan Kerajaan Kencana sudah terjalin seperti keluarga," kata Arden dengan hormat.

Dewi Tanjung mengangguk dan menyapa Panglima Perang yang berdiri di samping Arden.

"Selamat datang, Panglima. Silakan masuk ke ruang kerajaan, kita akan membahas strategi perang bersama Raja," ucap Dewi Tanjung dengan ramah.

Panglima Perang membungkuk sebagai tanda hormat dan mengikuti Dewi Tanjung ke ruang kerajaan.

Arden juga mengikuti di belakangnya, siap untuk membahas strategi perang dan membantu Kerajaan Rinjani.

Dengan langkah yang pasti, mereka memasuki ruang kerajaan untuk memulai rapat yang penting.

Sementara itu, bagian dapur Kerajaan Rinjani sudah sangat sibuk dalam mengelola makanan untuk kedatangan 1000 pasukan.

Para koki dan staf dapur bekerja keras untuk menyiapkan makanan yang lezat dan bergizi untuk para prajurit.

Tidak hanya itu, di beberapa desa sekitar Kerajaan Rinjani juga diadakan dapur darurat untuk membantu menyediakan makanan bagi para prajurit.

Pasokan sayur mayur, buah-buahan segar, dan bahan makanan lainnya dipercepat untuk memenuhi kebutuhan para prajurit.

Dengan kerja sama yang baik antara dapur kerajaan dan dapur darurat, diharapkan para prajurit dapat menikmati makanan yang lezat dan bergizi, sehingga mereka dapat bertempur dengan semangat dan kekua tan yang maksimal.

Suasana dapur yang sibuk dan penuh aktivitas menjadi pemandangan yang biasa di Kerajaan Rinjani saat ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!