Di Benua Canglan, kekuatan tidak diukur dari kerja keras—tapi dari kemurnian darah yang mengalir sejak lahir. Tian Xue, dibuang sejak bayi karena dianggap tak berdarah, dibesarkan di neraka tambang bawah tanah.
Namun altar itu tidak menolaknya. Ia hanya tak sanggup menampung keagungan Garis Darah Naga Purba yang telah lama dihapus dari sejarah.
Kini, dengan sekutu tak terduga di sisinya dan rahasia dunia yang jauh lebih luas dari yang pernah diketahui empat klan agung, Tian Xue melangkah menuju panggung yang akan mengguncang seluruh tatanan Benua Canglan—satu takhta sekaligus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Resonansi Inti Naga
Meskipun Tian Xue telah memicu gejolak Garis Darah Naga Purba hingga ke batas maksimal Tingkat 4, jurang perbedaan tingkat kekuatan di antara mereka tetap terasa teramat curam.
SREEEEEEKKKKK!
Sebuah sabetan mendadak dari kaki depan Void Beast meluncur secepat kilat, menghantam dada Tian Xue sebelum pemuda itu sempat memutus momentumnya. Benturan keras itu melontarkan tubuhnya deras menabrak tanah granit!
"Cikh..." Tian Xue meringis tipis, setetes darah segar merembes keluar dari sudut bibirnya.
Sejauh ini, tidak peduli berapa kali cakarnya menggores sambungan cangkang keras sang musuh, Tian Xue sama sekali belum menemukan titik lemah dari entitas Peringkat 6 tersebut.
Belum sempat ia kembali menegakkan kuda-kudanya, bayangan raksasa telah menutupi tubuhnya dari atas. Kaki tajam Void Beast kembali melesat menancap lurus ke bawah!
BOOOOOOOOOOMMMMMMM!
"Aaaakh...!"
Tian Xue meringis kesakitan tatkala tumpuan batuan di bawahnya hancur. Hantaman itu begitu brutal hingga memaksa darah kental memuntah dari tenggorokannya.
"Tian Xue...!" teriak Lu Shi dari kejauhan. Wajah gadis itu memucat pasi, namun kepungan ratusan anakan serangga humanoid di sekelilingnya menahan geraknya untuk mendekat.
BOOM! BOOM! BOOM!
Void Beast Peringkat 6 itu meraung liar, memukulkan kaki-kaki bajanya ke tubuh Tian Xue secara bertubi-tubi. Kendati tubuh pemuda itu telah terlapisi sisik naga pekat dan ditopang kemampuan regenerasi alami Naga Purba, rentetan hantaman berkekuatan mutlak tersebut perlahan meretakkan pertahanan fisiknya dan menyebarkan rasa sakit yang teramat sangat ke seluruh organ dalamnya.
Tiba-tiba...
WUSH! WUSH! WUSH!
Langkah-langkah kaki berkecepatan tinggi bergema masuk ke area celah tebing. Vael bersama barisan petarung pilihan Half-Kirin akhirnya tiba di lokasi!
Namun, detik saat mata Vael menangkap sosok serangga raksasa berukuran empat meter yang sedang menyiksa Tian Xue, langkah kaki gadis Kirin itu seketika terhenti kaku. Wajah cantiknya memudar tanpa sisa warna.
"Ma-mana mungkin..." bisik Vael, suaranya bergetar hebat oleh rasa teror.
Selama bertahun-tahun Suku Half-Kirin bertahan di garis depan Benteng Timur, mereka tidak pernah tahu—bahkan tidak pernah membayangkan—bahwa ada Void Beast berukuran sebesar ini, apalagi yang menduduki Peringkat 6!
"Tingkat 6... Ini benar-benar monster tingkat tinggi!" seru salah satu prajurit Kirin dengan tubuh gemetar.
Namun, menyadari Tian Xue yang sudah terdesak tak berdaya di bawah incaran sang Void Beast, Vael segera menepis ketakutannya. Genggaman tangannya pada gagang senjata mengencang hingga memutih.
"Jangan diam saja! Bantu mereka!" raung Vael membakar semangat barisannya. "Maksimalkan seluruh energi kalian! Serang bersama!"
"UOOOOOOOO!"
Tanpa membuang waktu lagi, puluhan petarung pilihan Half-Kirin langsung memicu gejolak garis darah Kirin di tubuh mereka secara bersamaan. Pendar cahaya elemen berhamburan terang, dan dalam satu komando, mereka menerjang serentak memuntahkan serangan terbaik untuk memutus siksaan Void Beast terhadap Tian Xue!
BOOOOOOOOOOMMMMMMM!
Serangan serentak dari puluhan petarung pilihan Suku Half-Kirin meledak bersamaan di punggung Void Beast. Benturan beruntun itu berhasil memaksa raksasa Peringkat 6 itu menghentikan injakan brutalnya ke tubuh Tian Xue.
Namun, belum sempat prajurit Kirin bernapas lega...
GHRRRRRRRR!
Kabut hitam korosi yang teramat pekat mendadak memancar keluar dari pori-pori cangkang Void Beast tersebut! Konsentrasi racunnya berkali-kali lipat lebih kental dibanding yang pernah melingkupi medan perang utama, mengikis batuan granit di sekitarnya hingga meleleh menjadi lumpur hitam.
"Mundur! Semuanya mundur!" teriak Vael panik seraya melompat ke belakang bersama barisannya.
Tian Xue mencoba bangkit dari tanah, namun kaki tajam sang Void Beast kembali mendarat menekan dada dan bahunya, menguncinya rapat ke atas tanah.
SREEEEEEKKKKK!
Kabut korosi pekat mulai merembes masuk, mengikis dan membusukkan lapisan sisik naga serta garis darah Tian Xue sedikit demi sedikit. Rasa panas membakar menyergap pembuluh darahnya.
Namun, tepat saat racun itu berniat menghancurkan tubuhnya...
DEG!
Sebuah denyutan gaib yang teramat nyaring bergemuruh di kedalaman dada Tian Xue.
Bukannya hancur, inti naga di dalam tubuhnya justru bergetar hebat—teresonansi secara mendalam dengan energi purba yang terkandung di dalam kabut korosi tersebut! Tubuh Tian Xue seakan berubah menjadi pusaran penyedot raksasa, menyerap kabut hitam racun itu secara paksa ke dalam pembuluh darahnya!
Srrr-CRACK!
Pendar aura keemasan bercampur hitam pekat bergejolak liar. Luka-luka parah di sekujur tubuhnya beregenerasi dengan kecepatan gila yang tak masuk akal. Serat-serat otot yang robek menyatu kembali dalam hitungan detik!
Dan seketika...
SRAK!
Kedua tangan Tian Xue yang berselimutkan Cakar Naga Purba bergerak cepat, mencengkeram erat kaki raksasa milik Void Beast yang sedang menindih dadanya!
SHIIIIIIII! SHIIIIIIII!
Void Beast Peringkat 6 itu berdesir murka, mencoba menekan seluruh bobot tubuhnya untuk meremukkan Tian Xue.
Namun, Tian Xue justru mulai mendorong balik!
KREEEEKKKK!
Gigi-gigi Tian Xue mengatup rapat. Perlahan tapi pasti, pemuda itu menegakkan kakinya, mendorong naik kaki raksasa sang monster dari atas dadanya!
BOOOOOOOM!
Dengan satu hentakan tenaga murni yang amat dahsyat, Tian Xue melempar dan mendorong Void Beast raksasa itu hingga terpelanting mundur beberapa meter!
Batuan tebing bergetar hebat tatkala monster Peringkat 6 itu menyeimbangkan posisinya.
Kini, aura yang memancar dari sekujur tubuh Tian Xue terasa teramat berbeda dari sebelumnya. Cakar Naga Purba di kedua tangannya tidak lagi hanya diselimuti Hukum Kekacauan (Chaos), melainkan teranyam rapat dengan pusaran energi korosi hitam yang mengerikan!
Tian Xue menyunggingkan seringai tipis yang dingin.
Pertarungan di celah tebing ini rupanya memberi manfaat tak terduga baginya. Meski level kultivasi garis darahnya belum menembus Peringkat 5 secara menyeluruh, penyerapan energi korosi ini telah mendongkrak daya tempur fisiknya melonjak tajam hingga ke puncak Peringkat 5!
WUSH!
Tanpa memberi musuh waktu untuk bereaksi, Tian Xue memicu kecepatannya. Bayangan tubuhnya melesat ke udara, melayang sejajar persis di hadapan kepala sang Void Beast!
"Hantaman Gempa Naga!"
BOOOOOOOOOOMMMMMMM!
Pusaran energi terdistorsi berbalut Hukum Chaos dan racun korosi meledak telak... menghantam lurus ke salah satu mata menyala milik sang Void Beast!
CRAAAAK!
Ledakan dari Hantaman Gempa Naga itu melubangi cangkang pelindung di wajah sang Void Beast, menghancurkan sepasang mata merahnya hingga memuntahkan cairan lendir hitam berbau busuk!
Monster Peringkat 6 itu meraung kesakitan, tubuh raksasanya limbung menghantam dinding tebing hingga memicu runtuhnya puing-puing batu granit.
Di tempatnya berdiri, Lu Shi tertegun kaku. Pedang Sembilan Nyawa di tangannya terkulai tipis. Mata gadis rubah itu membelalak tak percaya menyaksikan bagaimana Tian Xue—yang beberapa detik lalu hampir hancur terinjak—kini berdiri tegak di udara dengan pendar aura racun hitam yang membungkus Cakar Naganya.
"Monster..." bisik Lu Shi, tenggorokannya tercekat. "Lelaki ini... dia bukannya sekarat, tapi justru memanfaatkan racun korosi itu untuk memperkuat dirinya sendiri?!"
Tidak jauh dari sana, Vael dan puluhan prajurit Half-Kirin menatap pemandangan itu dengan napas tertahan. Keheningan mencengkeram barisan mereka. Rasa teror terhadap Void Beast Peringkat 6 seketika tergantikan oleh rasa takjub yang teramat sangat pada sosok pemuda berambut hitam di hadapan mereka.
"Membalikkan keadaan di bawah gempuran Peringkat 6..." Vael bergumam pelan, dadanya berdesir hebat. "Siapa sebenarnya dia...?"
Namun, sebelum sorak gembira sempat meletus dari mulut para prajurit Kirin...
GHRRRRRRRRRR!
Dari balik reruntuhan tebing yang tertutup cairan racun, sang Void Beast yang kehilangan matanya mendadak menghentakkan delapan kakinya secara liar ke tanah. Cangkang di sekujur punggungnya memerah menyala bagaikan besi tempaan neraka!
Sensasi ancaman kematian yang jauh lebih mengerikan melingkupi celah tebing utara.
Tian Xue menyipitkan matanya, merasakan gejolak energi yang hendak meledak dari dalam tubuh sang Void Beast. Monster itu... bersiap memicu ledakan
lumayan bandar siap nampung ceu