NovelToon NovelToon
Suami Dinginku

Suami Dinginku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:371.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ansifa

Disarankan untuk membaca "Cold Woman Itu Istriku" terlebih dahulu sebelum membaca ini.


Sebuah kisah dari Daniel Nandra Sharman pria dingin nan tampan pemegang dua perusahaan besar sekaligus dengan dua jabatan berbeda harus menikah dengan wanita yang mengaku telah mengandung anaknya padahal ia sama sekali tidak pernah melecehkan atau menyentuh wanita manapun. Termasuk wanita tersebut, ia mengenalnya saja tidak.


Khanza Adelia Dinata, perempuan cantik yang berasal dari keluarga kurang mampun. Ia merupakan tulang punggung bagi keluarganya. Orang tuanya yang sudah berumur memaksa dirinya untuk bekerja keras tapi dua kali ia harus dipecat gara-gara seseorang. Ia memiliki dua adik laki-laki, adik bungsunya menderita sakit ASMA membuatnya harus ekstra kerja keras untuk adiknya. Suatu ketika sakit adiknya kambuh dan dia sedang tidak memegang uang sama sekali begitu juga dengan kedua orang tuanya.

Ide gila nan kotor muncul di kepalanya begitu saja, dengan cara kotor ia menjebak seorang pria yang telah membuatnya kehilangan pekerjaan menikahinya maka kemungkinan dengan begitu perekonomian keluarganya terjamin dan adiknya tidak akan kesusahan menerima pengobatan.

Apakah harapannya itu akan sesuai dengan apa yang ia perkirakan sebelumnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ansifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Walaupun tadi Daniel sempat pergi dengan kesal serta tidak sopan. Tapi kini dia kembali lagi ke rumah orang tua Khanza, tentu saja dia datang untuk menjemput Khanza pulang.

Jangan menganggap ini keinginan dia sendiri, ini ia lakukan karena ia tidak mau mendapatkan masalah dengan Dena. Kalau dia tidak datang menjemput perempuan licik itu, ia pasti mengadu pada Dena.

"Dimana Khanza bu,?" ucap Daniel yang masuk begitu saja kedalam rumah saat melihat ibu Khanza yang duduk di ruang tamu.

"Khanza ada nak Daniel, kamu datang lagi. Ibu kira kamu akan langsung pulang" ucap Nur berdiri melihat Daniel.

"Tidak"

"Duduk dulu, " ucap Nur memegang tangan Daniel menyuruh pemuda itu untuk duduk.

"Tidak usah, ibu panggilkan saja Khanza." tolak Daniel.

"Ibu mohon nak, duduk dulu" lagi Nur masih bersih keras menyuruh Daniel duduk.

Daniel memperhatikan perempuan paruh baya itu yang sedikit kerutan diwajahnya menandakan usianya yang tidak muda. Entah kenapa hatinya tergerak untuk duduk saat melihat mata memelas perempuan paruh baya didepannya itu.

"Ibu minta maaf ya sama kamu Daniel, maafin ibu" ucapnya sendu.

Daniel bingung kenapa harus minta maaf coba.

"Kenapa minta maaf, anda tidak ada salah denganku"

"Ibu minta maaf atas nama Khanza nak, ibu telah gagal mendidik putri ibu yang tega menjebak mu" Nur menitihkan air matanya sembari memegangi tangan Daniel

"Itu bukan salahmu, itu salah anakmu. Jangan menyalahkan dirimu sendiri" ucap Daniel yang menatap tak tega pada mertuanya.

"Walaupun begitu, ibu jug.."

"Sudahlah bu, itu bukan salahmu. Jangan menangis di depanku, aku tidak bisa melihat seorang ibu yang menangis"

"Kamu anak yang baik Daniel, ibu..ibu semakin merasa bersalah denganmu maaf maafin anak ibu" Nur menangis ditangan Daniel dia menciumi tangan pemuda tersebut.

Melihat itu seakan membuat hati Daniel tergerak,

"Sudahlah jangan begini, kenapa kau yang minta maaf dengan mencium tanganku seperti ini. Aku hanya seorang pemuda sedangkan dirimu lebih tua dariku, seharusnya aku yang mencium tanganmu. Berhentilah menangis" ucap Daniel dengan lembut serta menenangkan.

"Mamamu pasti bangga denganmu Daniel, karena kamu memperlakukan seorang ibu dengan baik"

"Rasanya aku ingin bertemu dengan Mamamu," ucap Nur menghapus air matanya.

"Mamaku sudah tiada,"

"Maaf, Ibu tidak tahu" mendengar hal tersebut membuat rasa bersalah muncul di hati perempuan paruh baya tersebut.

"Tidak apa"

"Kamu bisa menganggap ibu sebagai ibu kandungmu Daniel, karena kamu anak ibu juga bukan hanya Khanza" lirih Nur entah mengapa melihat mata dingin menantunya itu membuat ia mengucapkan hal itu. Karena ia melihat kesedihan teramat dalam pada mata itu dan kurangnya sebuah kasih sayang.

Daniel hanya terdiam saja mendengarnya, dia menatap perempuan di depannya saat ini. Sungguh kah ucapan perempuan itu padanya atau ini hanyalah trik dari keluarga perempuan licik ini untuk mengeruk keuntungan darinya semata.

Tapi kenapa ucapan itu terdengar tulus di telinganya saat ini.

"Ibu aku sudah siapkan makan malamnya" ucap Khanza yang baru keluar dari dapur. Dia cukup terkejut karena melihat Daniel yang duduk disebelah ibunya dan melihat ibunya yang tampak menangis memegang tangan pria itu.

"Loh ibu kenapa nangis," ucap Khanza yang melihat sang ibu buru-buru mengusap air matanya.

"I..ibu nggak Pa-pa, ayo kita makan malam. Kalian makan disini saja ya baru setelah itu pulang. Ayo nak Daniel makan dulu baru pulang"

"Tidak usah, aku makan di jalan saja" tolak Daniel dan langsung berdiri.

Khanza langsung berjalan cepat menghampiri Daniel.

"Tidak baik menolak ajakan orang tua, makan disini saja" bisik Khanza memegang lengan Daniel.

"Lepas," lirik Daniel menatap tangan Khanza yang menggandeng tangannya.

"Ayo Daniel makan disini saja" ucap Nur memohon.

"Ya" Daniel perlahan melepas tangan Khanza.

"Terimakasih karena tidak menolak ajakan ibuku" ucap Khanza menatap Daniel

Daniel hanya diam saja dan berjalan mengikuti perempuan paruh baya itu kemeja makan saat ini.

………………

"Kau serius ini kamarmu, ini bukan kamar mandi" Daniel benar-benar terkejut saat masuk kedalam kamar Khanza yang begitu kecil serta banyaknya baju yang tergantung layaknya seperti kamar mandi.

"Iya ini kamarku, maaf jika membuatmu tidak nyaman. Tapi jangan meledek ruangan ini" ucap Khanza.

"Aish orang tuamu memang gila dan tambah gilanya lagi kenapa Marco brengsek itu harus datang kesini dan menyuruhku menginap di rumah kumuh ini" sengit Daniel merasa kesal, pandangannya masih menilai di dalam kamar tersebut.

Benar Marco tadi datang, entah kenapa dia datang. Dan menyuruh Daniel untuk tidur di rumah mertuanya. Lagi-lagi ia melihat sorot mata memohon dari Ibu Khanza melihat itu membuatnya merasa tidak tega entah kenapa dia begitu. Sorot matanya mengingatkannya pada Dena dan Mamanya.

"Kau tidak boleh begitu, Papa Marco kan itu Papa mu" ucap Khanza, gara-gara perkataan Khanza itu membuyarkan lamunan Daniel saat ini.

"Jangan menceramahi ku"

"Aku tidak menceramahi mu, dia Papamu Daniel"

"Bisa diam, lupakan dia. Sekarang aku harus tidur dimana hah"

"Tentu saja di tempat tidur" ucap Khanza enteng sambil menunjukkan jarinya kearah tempat tidur.

"Tempat tidur kecil itu, kau gila. Kau menyuruhku tidur di situ dan kau tidur dimana hah"

"Aku juga tidur disitu denganmu" ucap Khanza sambil tersenyum.

"Wanita gila, tidak sudi aku tidur denganmu"

"Terserah, aku tidak perduli kau mau atau tidak yang jelas ini rumahku. Jadi aku yang berhak tidur disitu. Kalau kau tidak mau ya sudah, tidur ditempat lain." ucap Khanza dengan enteng dan dia langsung naik keatas tempat tidurnya yang kecil.

"Hahhh, menyebalkan" erang Daniel kesal.

"Marco brengsek, dasar brengsek" Daniel terus saja mengumpati Papanya.

Dia tidur disini gara-gara Marco datang tadi, menyebalkan memang.

"Hei, kena Azab baru tahu rasa. Dia Papamu" ucap Khanza dari atas tempat tidur menatap Daniel yang hanya diam melihatnya.

"Sudah tidurlah sini, muat kok ini untuk kita. Kamu mau tidur dimana kalau tidak disini. Aneh sekali kamu, seharusnya aku yang malas tidur denganmu karena kamu pasti curi kesempatan padaku"

"Cihh, tubuh tidak menggoda begitu" sinis Daniel.

"Memang tubuhku tidak menggoda tapi kalau pria normal pasti bakal tergoda dengan tubuh perempuan. Wah jangan-jangan kamu tidak normal ya?"

"Jangan asal bicara"

"Aku tidak asal bicara, kalau kamu normal pasti kamu orang yang tidak anti minum. Punya pacar tapi apa kenyataannya kamu tidak bis minum alkohol dan tidak punya pacar" ucapan Khanza terdengar meledek Daniel saat ini.

"Kau bisa tutup mulutmu,"

"Kenapa aku harus tutup mulut, kau melarang ku bicara berarti apa yang aku katakan benar dong. Oh my god aku telah salah menjebak orang berarti wahh lalu nasib anakku nanti saat tahu kalau ayahnya tidak normal tidak suka perempuan bagaimana ya" ucap Khanza menutup mulutnya melihat Daniel yang masih berdiri melihatnya.

"Jangan asal bicara kamu, kau mau bukti" ucap Daniel mengepalkan tangannya dia tidak terima dikatakan begitu.

Dengan jalan cepat dia mendekat menaikkan satu kakinya di tempat tidur dan menarik Khanza dan menciumnya. Benar dia mencium Khanza,

"Le..lepas, apa..apa yang kau lakukan" gugup Khanza melepaskan ciuman Daniel.

"Kau perlu buktikan, kemari.." Daniel menarik Khanza yang sudah memberi jarak padanya.

"Mau apa kamu,?" gugup Khanza saat Daniel tersenyum licik padanya.

"Melecehkanmu"

"Apa?"

Khanza melebarkan matanya tak percaya dengan ucapan Daniel barusan.

°°°

T.B.C

1
Rini Andriani
up
Clarazeeraa
bagus ceritanya
Uviek Ku
sdh bertahun, masih ngarep novel ini ada kelanjutannya😢🥺🥰😍
FUZEIN
Nah..tak tahu diri juga khanza ni😂😂😂
FUZEIN
Gilaaa.....nak kasihan ke tak... Sama2 gila...aishhh...jalan pintas yang meresahkan
Herta Siahaan
buktikan pada Daniel kalau khanza susah dan muntah biar Daniel mikir cara buat khanza minum tanpa harus membentak. kasihan perkembangan janin nya
Herta Siahaan
ya Ampun Daniel wanita hamil itu sensitif dan rada manja.... jdi belajar donk memahami
Herta Siahaan
sekali sekali buat khanza pingsan krna dibentak terus biar Daniel jg sadar wanita hamil sensitif dan mempengaruhi janinnya kalau dibentak terus. dan Khanza jg jgn nampak kali terlalu cinta biar Daniel lebih menghargai wanita
Yanti Santi
ceritany bagus
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
lovely
cewek gatel kpedean miskin ga tau malu c kanza ngerendahin kaum cewek nih isi novel meski tar ujungnya c authournya buat c Daniel Bucin tapi ttezap aja mnjijikan cara c kanza🥵
lovely
s kanza malu2in kaum miskin aja gak punya harga diri ngapain ngemis2 kpedean pula realnya pasti ga bakalan ada cowok baik2 k perempuan macam c kanza yang ga tau maluu🥵
lovely
dasar cewek stupid s kanza klo gue mendingan jangan mau ma s Daniel diakan tujuannya cari duit cukup minta duit tiap bulan untuk kbutuhan dia ma byinya beres ga usah menderita lebayyyy😜
Uviek Ku
sayang sekali tidak dilanjutkan 😢
Meylin
benerr s kanza ko jadi agresif ga tau malu gtu da di hina2 ma kudanil 🥴
Meylin
buatlah kanza tinggi harga diri thour jangan mau diinjak harga diri truss biar kudanil yg ngejar2 kanza
Meylin
baru kli ini gue gasuka ma tokoh ceweknya licikkk caranya ga terpuji sykurin Lo mnderita mnding pergi jauh daripada kudanil bikin Lo termehek2🥵
Meylin
klo ku jadi kanza ngapain nikah sgla🥵
Meylin
kanza salah caranya ko smpai jebakan segala😡
Meylin
terallu banyak beragumen jadi ngos2an bacanya 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!