Bebas dari tuduhan konspirasi penculikan yang dirancang mantan kekasihnya, Michaela Hokked (24) memilih mati demi melepaskan diri dari masa lalu yang busuk.
Namun, takdir memiliki selera humor yang kejam.
Pelariannya menuju Los Angeles hancur bersama taksi yang ia tumpangi dalam kecelakaan maut yang meremukkan wajahnya.
Enam bulan koma dan melewati enam
Kali operasi wajah, Michaela terbangun dengan rupa baru: wajah cantik milik Cecilia Lynch, wanita bermata teduh yang kecelakaan bersamanya.
Kini, Michaela terjebak sebagai 'Cecilia' di hadapan Killian Vale-Knight (28 th) pria berkuasa yang mengaku sebagai kekasih jarak jauh Cecilia.
Tanpa kecurigaan, keluarga miliarder itu menghujaninya dengan kasih sayang yang tak pernah ia miliki.
Namun, kenyataan pahit menghantam: Cecilia asli tewas dalam keadaan hamil, Mencuri identitas Cecilia adalah tiket kebebasannya, atau justru awal dari labirin misteri yang mematikan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
025
Killian Vale-Knight mengepalkan tangannya begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih, mengeluarkan bunyi gemertak yang mengerikan dan menggema di sudut-sudut kamar VIP yang sunyi.
Ketegangan di dalam ruangan itu begitu pekat, seolah sebilah pisau tak kasatmata sedang menguliti kewarasan mereka satu demi satu.
Sejujurnya, di lubuk hatinya yang paling dalam, Killian merasakan gelombang kekecewaan yang teramat besar menghantam dadanya.
Kekecewaan itu diarahkan pada Michaela.
Wanita itu sejak awal tidak jujur kepadanya.
Mengapa dia harus menyembunyikan identitas aslinya?
Mengapa dia membiarkan dirinya dipanggil dengan nama Cecilia Lynch sejak di rumah sakit dan bahkan melangkah bersama menuju altar suci tanpa mengucapkan sepatah kata pun tentang siapa dia sebenarnya?
Sedari awal, rencana Killian memang sudah digariskan dengan darah dan dendam.
Dia berniat menikahi "Cecilia Lynch" setelah wanita itu sadar dari koma dan menjalani keberhasilan operasi wajah.
Pernikahan itu awalnya dirancang bukan sebagai istana kebahagiaan, melainkan sebagai sangkar emas tempat dia akan menyiksa dan membalas dendam atas pengkhianatan Miliaran dolar yang dilakukan nya.
Walaupun, Killian tidak bisa membohongi nuraninya bahwa ada benih cinta yang aneh yang tumbuh di dalam hatinya selama mengamati wajah tertidur wanita itu di bangsal rumah sakit selama Enam bulan itu.
Namun, demi apa pun di dunia ini, hal yang membuat Killian menyesal setengah mati atas kekasaran dua hari lalu—hal yang akhirnya mengurung kembali seluruh kebencian dan keegoannya—adalah karena satu jawaban mutlak: penyerahan suci istrinya di hari pertama mereka resmi menjadi suami istri.
Hari pertama mereka, di mana Michaela menyerahkan seluruh jiwa dan raganya dengan ketakutan namun penuh kepasrahan, telah merubah segalanya.
Penyerahan mutlak itulah yang membuat Killian, yang awalnya dipenuhi kabut benci, mendadak bertekuk lutut dan bertambah cinta.
Michaela telah menjaga kesucian dirinya hanya untuk pria yang menjadi suaminya, sebuah fakta biologis yang langsung menghancurkan segala asumsi Killian bahwa wanita di ranjangnya adalah seorang pelacur sindikat.
Sekarang, setelah melihat Cecilia Lynch yang asli berdiri di dekat pintu—masih dengan tanda kemerahan yang pekat dan berantakan di lehernya akibat melayani pria hidung belang lain—kepala pria dewasa seperti Killian langsung bekerja dengan sangat logis.
Skenario di otaknya seketika menegaskan satu kebenaran: Killian tidak mencintai wanita di ranjangnya karena wajah Cecilia.
Sama sekali bukan karena wajah itu.
Jika dipikirkan kembali dengan kepala dingin, Killian menyadari bahwa dia jatuh cinta pada perbedaan besar yang ditunjukkan istrinya semenjak mereka menginjakkan kaki di penthouse.
Sikap tangguh Michaela yang bahkan tanpa ragu mengangkat guci untuk mengancam nya, dan di hari pertama mereka menikah untuk ikut membantu Mommy nya didapur, membersihkan mansion setelah Sarapan, cara wanita itu memasak dengan cekatan, dan bagaimana dia bertingkah laku—semua itu adalah wujud kepribadian yang sangat berbeda dengan Cecilia yang dia kenal lewat telepon.
Sikap sederhana, mandiri, dan apa adanya itulah yang membuat Killian sadar akan perbedaan besar, dan tanpa sadar telah membuat dirinya mencintai apa yang ada pada diri istrinya saat ini.
Jika cintanya didasarkan pada wajah, dia pasti sudah merasa jijik sekarang melihat ada dua wajah yang sama di dalam ruangan ini.
Namun tidak.
Justru dia merasa muak melihat Cecilia asli, dan ingin terus memeluk Michaela Sejak Awal.
Killian mencintai Michaela karena wanita itu sederhana, tangguh, dan menerima dirinya apa adanya, bahkan di saat dia memperlakukannya seperti monster.
Jika di masa lalu dia bisa mencintai sosok "Cecilia" hanya melalui suara telepon tanpa pernah bertemu langsung, maka tidak sulit bagi Killian untuk melabuhkan seluruh sisa hidup dan cintanya pada Michaela Hokked—wanita yang sejak awal sudah menyerahkan seluruh kehormatan dan takdirnya di atas ranjang pernikahan mereka.
...oOo...
Namun, kedamaian batin yang baru saja dirumuskan oleh logika Killian seketika hancur berkeping-keping saat sebuah suara dingin kembali menginterupsi.
Konflik besar yang sesungguhnya baru saja dimulai di dalam ruangan itu.
Gabriella Margareth, yang masih berdiri dengan keangkuhan seorang anak petinggi Madam's Roses, menatap Michaela dengan pandangan yang perlahan berubah dari keterkejutan menjadi tatapan yang dipenuhi oleh sinisme yang menyakitkan.
Kesalahpahaman di kepala Gabriella telah mengakar terlalu dalam, dan egonya menolak untuk melihat adiknya sebagai korban yang malang.
"Jadi... ini adalah akhir dari sandiwaramu, Micha?" ucap Gabriella, suaranya terdengar sangat tajam, meluncur bagai anak panah beracun yang langsung menembus dada Michaela.
Michaela mendongak, menatap kakak kembarnya dengan mata yang basah oleh air mata.
"Gaby... apa maksudmu? Aku tidak bersandiwara..."
"Cukup, Michaela!" potong Gabriella tanpa belas kasihan.
"Jangan berlagak bodoh di hadapanku! Kesalahpahaman ini... itu artinya kau sengaja memanfaatkan situasi kecelakaan itu, bukan? Kau tahu wajahmu hancur, dan kau dengan sengaja membiarkan pria kaya ini mengiramu sebagai Cecilia agar kau bisa keluar dari kemiskinanmu di San Francisco!"
Kalimat-kalimat menyakitkan itu keluar begitu saja dari mulut Gabriella, sebuah tuduhan keji yang sama sekali tidak bisa diterima oleh harga diri Michaela Hokked.
Gabriella tertawa sumbang, menunjuk ke arah Killian lalu kembali menatap adiknya.
"Kau sungguh murahan, Micha. Kau rela menikah dengan pria yang tidak akan mencintai mu–pria yang merancang pembunuhan terhadap sahabatku, hanya demi hidup mewah di Los Angeles? Kau mengorbankan namamu, mengorbankan ayah yang mencarimu setengah mati, hanya untuk menyerahkan dirimu pada seorang Knight yang menganggapmu sebagai barang balas dendam? Kau tidak lebih dari seorang pelacur identitas yang haus akan harta!"
Plak!
Suara tamparan itu tidak terjadi, namun hati Michaela rasanya sudah hancur berkeping-keping melebihi hantaman fisik apa pun.
Kata-kata Gabriella benar-benar menusuk tepat di ulu hatinya, meremukkan seluruh perjuangan dan penderitaan yang dia tanggung sendirian selama Dua Puluh tahun hidupnya.
"Hentikan... aku mohon hentikan..." bisik Michaela, suaranya nyaris hilang.
Tubuhnya gemetar hebat di atas ranjang, wajahnya memucat pasrah karena tuduhan keji itu justru keluar dari darah dagingnya sendiri, orang yang selama ini hanya tau hidup Mewah, tidak pernah tau Seperti apa hidup yang ia Jalani.
Killian tidak bisa lagi menahan diri.
Mendengar istrinya dihina sedemikian rupa sebagai wanita haus harta dan murahan oleh Gabriella, singa di dalam diri pria Knight itu benar-benar mengamuk.
Dengan satu gerakan cepat, Killian melangkah maju, mencengkeram leher baju Gabriella dengan satu tangan kekarnya, lalu mendorong tubuh wanita itu dengan kasar.
"Jaga mulutmu sebelum aku merobeknya di depan dokter-dokter ini!" geram Killian, wajahnya berjarak hanya beberapa senti dari Gabriella, matanya menyala-nyala oleh amarah yang menakutkan.
"Kau tidak tahu apa-apa tentang apa yang dilalui istriku! Kau tidak berhak mengatainya murahan saat kau sendiri berdiri di sini sebagai bagian dari sindikat pelacur kelas atas!"
"Bunuh saja aku, Killian!" tantang Gabriella, terengah-engah namun matanya tetap membalas tatapan Killian dengan dendam yang membara.
"Bunuh aku di depan adikku! Biarkan dia melihat bagaimana suaminya yang agung ini membantai sisa-sisa keluarganya yang tersisa! Biarkan dia tahu bahwa dia telah menikah dengan monster yang sesungguhnya!"
Di atas ranjang, Michaela berteriak histeris melihat pertikaian itu. "Killian, hentikan! Jangan lakukan itu! Aku mohon... dia kakakku!"
Mendengar jeritan pilu dari istrinya, Killian perlahan mengendurkan cengkeramannya pada baju Gabriella.
Dia melepaskan wanita itu dengan sentakan kasar yang membuat Gabriella sedikit terhuyung.
Killian kembali mundur, berdiri tegak di samping ranjang Michaela, menggenggam jemari istrinya yang sedingin es untuk menyalurkan kehangatan dan perlindungan mutlak yang dia miliki.
"Kalian berdua," Killian menunjuk ke arah Gabriella dan Cecilia asli dengan pandangan yang penuh dengan penghinaan terdalam.
"Keluar dari ruangan ini sekarang juga sebelum aku menggunakan seluruh otoritasku untuk meratakan gedung Madam Roses malam ini juga. Jangan pernah menampakkan wajahmu lagi di depan istriku."
Gabriella mengusap leher bajunya yang kusut, menatap Michaela untuk terakhir kalinya dengan pandangan yang dipenuhi kekecewaan yang salah arah.
"Kau sudah memilih jalanmu, Micha. Jangan pernah mencariku saat monster ini bosan dengan wajah palsumu itu."
Dengan langkah yang dihentak keras, Gabriella berbalik, menarik lengan Cecilia Lynch yang asli yang masih ketakutan, lalu melangkah keluar dari kamar VIP nomor 402, meninggalkan pintu yang terayun menutup dan menyisakan badai kehancuran emosional di dalam ruangan tersebut.
Killian segera menatap Dr. Helen yang masih terpaku, memberi kode keras dengan matanya agar seluruh tim medis segera keluar dan meninggalkan mereka berdua dalam privasi yang mutlak.
itu Mischa kenapa muntah? mungkin kah hamil 🤨🤨🤨