NovelToon NovelToon
Liburan Terakhir Suami Dan Keluarganya

Liburan Terakhir Suami Dan Keluarganya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:175.5k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Naila Maharani, menikah selama 3 tahun hanya di jadikan pembantu gratisan di rumah nya sendiri.

Setiap tahun sang suami membawa seluruh keluarga nya berlibur ke pulau Bali saat tahun baru. Sedangkan Naila, dia tidak pernah di ajak.

Pada tahun ke tiga, Naila menyadari bahwa dia hanya di manfaat kan oleh suami nya dan juga keluarga nya.

Naila menjual rumah nya sendiri, agar mereka tidak bisa lagi pulang ke sana. Tidak hanya itu, Naila pun menyiapkan banyak kejutan untuk mereka semua.

Kejutan demi kejutan yang di berikan oleh Naila pada akhir nya membuat keluarga sombong itu hancur, ikuti kisah selengkap nya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Malam ini tiba - tiba suhu tubuh Aira panas, dia demam tinggi. Sejak tadi dia terus saja menangis dan begitu rewel nya, Yuni bingung dan tidak tahu apa yang harus di lakukan.

"Ibu, Aira badan nya panas sekali bu!" Yuni memberi tahu ibu nya.

Bu Rima mendekati cucu nya, dia menempelkan punggung tangan nya di dahi Aira. Dan benar saja, Aira demam tinggi.

"Aira demam, ayo kita bawa dia ke rumah sakit!" Ajak bu Rima.

"Bu, aku telepon mas Alan dulu ya, dia belum pulang hingga saat ini!" Ucap Yuni.

"Iya Yun, cepat beri tahu suami mu!" Bu Rima berkata pada anak nya.

Yuni segera menghubungi Alan melalui sambungan telepon, tapi tidak di jawab oleh Alan. Hingga beberapa kali panggilan Yuni, tetap saja tidak di jawab oleh Alan.

Yuni lalu mengirim kan pesan singkat pada Alan, yang isinya meminta dia segera pulang karena Aira demam tinggi.

"Bagai mana Yun?" Tanya bu Rima.

"Mas Alan tidak menjawab panggilan ku, bu!" Jawab Yuni.

"Ya udah, ibu beri tahu Rivan saja!" Ucap Bu Rima.

Bu Rima segera mengambil ponsel nya, dan dia menelepon Rivan. Saat ini Rivan juga belum pulang ke rumah.

"Hallo Van!" Ucap bu Rima sambil menempelkan benda pipih tersebut ke telinga nya.

"Hallo bu, ada apa?" Tanya Rivan dari seberang sana.

"Rivan, cepat pulang nak. Saat ini Aira demam tinggi dan halus di bawa ke dokter, dan Alak belum pulang!" Bu Rima berkata pada anak nya.

"Baik bu, tunggu sebentar aku akan pulang!" Jawab Rivan dari seberang sana.

"Iya nak, cepat kah pulang!" Bu Rima pun memutuskan sambungan telepon dengan putra nya.

Tidak berselang lama, Rivan pun tiba di rumah. Dia bergegas menemui Aira yang saat ini sedang menangis kencang.

"Ayo cepat, bersiap lah. Kita harus membawa nya ke rumah sakit, aku sudah memesan taksi!" Ujar Rivan.

Tidak lama kemudian, taksi yang di pesan oleh Rivan pun tiba. Mereka bergegas membawa Aira ke rumah sakit terdekat, Rivan sangat menyayangi keluarga nya. Dia bisa melakukan apa saja untuk mereka, tapi tidak dengan Naila.

Taksi yang mereka tumpangi tiba di rumah sakit, dan Yuni bergegas turun sambil menggendong tubuh Aira yang tengah demam tinggi.

"Suster, tolong anak saya, dia sedang sakit!" Teriak Yuni.

Seorang suster bergegas mendorong brangkar dan Yuni membaringkan putri nya di sana, suster itu bergegas mendorong brangkar itu dan membawa nya ke dalam ruangan pemeriksaan.

Sementara itu saat ini, Alan tengah bersama Lia, wanita yang menjadi istri sirih nya. Dia mendengar ponsel nya yang berdering dan dia melihat Yuni yang menelepon nya hingga berkali - kali. Tapi Alan sengaja tidak menjawab panggilan dari istri nya tersebut, Alan melihat ada satu pesan dari istri nya.

[Mas, cepat lah pulang. Aira sedang demam tinggi dan kita harus membawa nya ke rumah sakit!] Bunyi pesan yang di kirim oleh Yuni.

Alan hanya membaca nya sekilas, dia tidak berniat untuk membalas nya ataupun bergegas pulang. Dia pun melanjutkan aktifitas malam nya bersama wanita bernama Lia yang kini menjadi istri sirih nya.

Alan memang laki - laki yang tidak bertanggung jawab terhadap anak dan istri, selama menikah dengan Yuni dia tidak pernah memberikan uang pada Yuni. Bahkan semua kebutuhan Yuni dan Aira di tanggung oleh Rivan, sedangkan uang gaji Yuni sendiri masih sering di minta oleh Alan.

Bu Rima yang melihat cucu nya sakit, dia sangat marah dengan Naila. Dia menyalahkan Naila atas apa yang terjadi pada Aira saat ini, bu Rima menelepon Naila saat Aira sedang di tangani oleh dokter.

"Hallo bu, ada apa?" Tanya Naila dari seberang sana saat menjawab panggilan dari calon mantan ibu mertua nya.

"Naila, kau harus bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi pada kami saat ini!" Bu Rima berkata pada Naila.

"Memang nya apa yang aku lakukan, Bu?" Tanya Naila dari seberang sana.

"Naila cepat kau kembalikan rumah kami, gara - gara kau menjual rumah itu. Kami harus tinggal di rumah kecil dan sempit itu, dan karena hal itu lah Aira jatuh sakit. Dasar wanita miskin, cepat kembalikan rumah kami!" Bentak Bu Rima dengan geram.

"Rumah yang mana maksud ibu? Rumah itu merupakan harta bawaan ku sebelum menikah dengan anak mu, jadi itu hak ku dan terserah jika aku mau menjual nya!" Jawab Naila dari seberang sana.

"Naila, kau sudan menikah. Dan kau tidak bisa membedakan harta istri dan harta suami, kau istri nya Rivan. Jadi apapun yang menjadi milik mu juga milik Rivan, dan sebagai keluarga nya Rivan kami juga berhak. Cepat kembalikan rumah itu!"Kembali bu Rima memaksa Naila.

"Ibu, aku dan putra kesayangan mu itu akan segera berpisah dalam waktu dekat ini, dan tinggu saja surat gugatan ku akan di kirim kan pada putra mu!" Naila berkata lagi.

"Kau dan Rivan tidak akan berpisah, sebelum kau menyerahkan rumah itu kembali pada kami. Jadi cepat lah serahkan rumah itu pada kami kembali, kau yang harus keluar dari rumah itu bukan kami!" Bu Rima semakin geram dengan sikap Naila.

"Dengar ibu mertua, sampai kapan pun kau tidak akan bisa mendapatkan apa yang menjadi milik ku. Jadi jika kalian mau tinggal di rumah yang nyaman, silahkan minta pada putra mu untuk membelikan rumah baru. Karena sampai kapan pun, aku tidak akan membiarkan kalian semua menginjak kan kaki di rumah ku lagi!" Naila berkata dengan suara tegas di seberang sana.

"Naila, awas saja Naila. Aku akan membuat hidup mu hancur, karena kau sudah berani melawan keluarga ku. Naila saat ini Aira jatuh sakit gara - gara diri mu, dan dia tidak nyaman tinggal di rumah sempit ini, cepat kembalikan rumah kami!" Kembali bu Rima berteriak pada Naila.

"Aira sakit bukan lagi urusan ku, lagi pula mbak Yuni kan ibu nya. Jadi silahkan urus saja sendiri anak nya!" Jawab Naila lagi.

Klik.

Baru saja bu Rima mau menjawab ucapan Naila, Naila sudah memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Sehingga Bu Rima semakin kesal di buat nya.

"Dasar wanita kampungan, tidak punya sopan santun sama sekali!" Maki bu Rima dengan kesal.

Bu Rima semakin membenci Naila atas apa yang menimpa keluarga ny, dia tidak menyangka wanita selemah dan sepenurut Naila kini bisa membangkang pada keluarga nya.

Dulu jangan kan membantah, bicara dengan nada tinggi saja pada diri nya Naila tida pernah. Jadi karena hal itu lah dia menganggap Naila sebagai wanita lemah yang bisa dia kendalikan.

1
Fitrian
bego fi pelihara sehh🤮🤮
Fitrian
begooo😤😤
Fitrian
emang bisa si revan pisah ama keluarga nya 🤣🤣
Lilis Sumarni
Mudah- mudahan Rivan dan ibunya suatu saat sadar juga
Raden
mampus kan diusir kau para benalu🤭
Raden
mantap nai, si mokondo kaget kaget ama keluarganyah🤭
Paula
Ceritanya muter2 ,,, diulang ulang terus
Zieya🖤
keluarga parasit.... suda menumpang hisap darah lagi...
Muft Smoker
Alhamdulillah 1 udh sdaar ,, tggal sisany yg blum sadar ,, semoga Rivan dan ibu ny menyusul ,,
Fitrian
puihhh mokondo recehan🤮🤮
Fitrian
makanya jual noh mobil beli bemo biar si mokondo dan keluarga nya tidak serakah lagi😤😤
Fitrian
cuiiiiiihhhhh ciiiiiihhhhhh puihhh cuiiiiiihhhhh 🧠🧠🐽🐽🐽
Ma Em
Alhamdulillah akhirnya Yudi sadar dgn semua perbuatan nya pada Naila tinggal si Rivan dan ibunya yg blm eling .
Ariany Sudjana
bodohnya kamu Rima, menantu kesayangan kamu itu hanya pelacur murahan 🤣🤣😂😂
Fitrian
jual mobil muuuu 🖕🖕
Fitrian
cuiiiiiihhhhh bego bin tololl seharusnya itu mobil di jual ganti dengan bemo dasar mcnya otak kurang sekiloo🤮🤮🤮🤮🤮
Yani Suryani
Yuni akhirnya sadar, jangan cari kesalahan orang lain yg tidak mereka lakukan,
Yuni kamu harus bangkit demi Aira dan dirimu sendiri, jangan sampai kamu terseret hukum kasihan Aira,cari kerja atau usaha kecil"an dulu, minta modal sama Rivan sebelum dia bangkrut, atau tabungan mu buat buka usaha sendiri jadi gak harus ningalin Aira sama orang,
Heny
Alhamdulillah rezeki gk lari kmn setelah itu urus surat cerai
Fitrian
cuiiiiiihhhhh mokondo cap kodok kurappp🤣🤣
Yani Suryani
orang bego ya gitu dulu bergelimang harta semua pada kerja gak mikir beli mobil gak mikir beli rumah yg lebih layak untuk ditinggali keluarganya,malah numpang semua pada Naila yg jelas itu hak dia, duit malah buat ngidupin kimcil,jika dia mau jadi simpanan berarti hanya uang yg dia mau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!