NovelToon NovelToon
Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Lari Saat Hamil
Popularitas:241.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Dia seorang pria tua, Elena. Tapi dia sangat kaya dan royal. Tugasmu hanya melayaninya satu malam dengan mata tertutup."

Setelah kabur dari rumah tanpa uang dan tanpa tujuan, Elena menerima tawaran yang seharusnya tidak pernah ia ambil. Satu malam dan bayaran yang cukup untuk menyelamatkan hidupnya.

Namun malam itu meninggalkan sesuatu yang tidak pernah Elena duga.

Elena Hamil.

Demi melindungi bayinya, Elena melarikan diri ke Indonesia.

Tujuh tahun kemudian, takdir membawanya bekerja di sebuah perkebunan teh yang ternyata adalah milik Leonard—miliarder misterius yang selalu bersembunyi di balik topeng dan penampilan seorang pria tua yang rapuh.

Sementara itu, Leonard masih terus mencari keberadaan Elena, satu-satunya wanita yang sentuhannya tidak memicu penyakit alergi langka yang selama ini membuatnya menjauhi semua orang.

Saat kebenaran mulai terkuak, mampukah Elena menjaga rahasianya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 17

Napas Elena masih memburu saat ia tiba di gerbang perkebunan teh. Keringat membasahi pelipisnya, namun rasa lelahnya seketika tergantikan oleh rasa gondok yang luar biasa.

"Lho? Mbak Elena cari anak kecil yang bajunya rapi kayak bos itu ya? Dia sudah pulang dari tadi, Mbak. Diantar sama Joni pakai mobil mewah," lapor satpam perkebunan sambil menyeruput kopi hitamnya.

Elena mengusap wajahnya kasar, mendengus panjang. "Sia-sia aku lari dari ujung jalan macam dikejar anjing rabies. Harusnya aku tidak terlalu khawatir pada bocah genius itu. Dia bahkan lebih pintar bertahan hidup daripada aku," gumamnya kesal.

Karena hari sudah malam, Elena memutuskan untuk langsung pulang.

Di tengah jalan, ia baru teringat jika di rumah tidak ada makanan apa pun, apalagi kulkas mereka isinya cuma botol air putih dan sisa lipstik Bella yang meleleh.

Ia pun mampir ke sebuah warung makan sederhana di pinggir jalan.

"Bu, beli ayam gorengnya tiga, ya. Sama oseng tempe dan sayur lodeh," pesan Elena sambil menyodorkan beberapa lembar uang ribuan.

Sambil menenteng kantong plastik kresek hitam berisi lauk pauk, ia melanjutkan perjalanan pulangnya. Masalah Noah yang lidahnya kelewat sultan dan tidak suka makanan pinggir jalan, biarlah itu jadi urusan nanti.

"Tinggal kubilang ini ayam organik dari peternakan Paris, beres," batin Elena cuek.

Saat langkahnya menyusuri jalan setapak yang membelah kompleks perkampungan, langkah Elena terhenti. Di depan sebuah pos ronda, kerumunan warga tampak berdesak-desakan, berkerumun membentuk lingkaran rapat seperti sedang menonton topeng monyet.

Jiwa emak-emak kepo Elena seketika meronta. Penasaran, ia pun mendekat dan mencolek lengan seorang ibu berdaster batik di barisan belakang.

"Ada apa ya, Bu? Kok ramai-ramai begini? Ada pembagian sembako gratis?" tanyanya antusias.

"Bukan, Mbak Elena!" sahut ibu itu heboh. "Itu lho, ada pemuda bule tampan banget! Matanya biru terang, hidungnya mancung kayak perosotan TK! Tapi kasihan, dia sedang kesakitan di tengah sana."

Elena mengerutkan kening. "Kesakitan? Habis dipukuli preman?"

"Bukan! Kulitnya mendadak gatal-gatal memerah semua! Bentolnya sejempol-jempol! Warga kan niatnya mau bantu memapah, eh dia terus berteriak histeris. Ya mana bisa ditolong kalau disentuh saja tidak mau? Sombong banget itu bule!" sungut si ibu gemas.

Elena berdecak heran. "Aneh sekali. Sudah kesakitan kok tidak mau disentuh? Memangnya dia terbuat dari kaca?" gumamnya.

Karena rasa penasarannya sudah di ubun-ubun, Elena menyibak kerumunan dengan tenaga ekstra.

"Misi, Pak! Misi, Bu! Numpang lewat!"

Begitu sampai di barisan terdepan, Elena seketika melotot sempurna. Jantungnya seakan berhenti berdetak selama beberapa detik. Kantong kresek berisi ayam goreng di tangannya nyaris saja jatuh ke tanah.

Di tengah pos ronda itu, seorang pria jangkung sedang berjongkok membelakangi kerumunan sambil memegangi lehernya yang memerah.

Dan saat pria itu menoleh sedikit...

"Astaga naga!"

Wajah pria itu sungguh luar biasa mirip dengan Noah! Struktur rahangnya, ketegasan garis wajahnya, dan yang paling membuat Elena lemas adalah sepasang mata biru laut itu.

Sama persis dengan milik putranya!

Pria itu tampak sangat menderita, napasnya sedikit terengah karena alerginya kambuh hebat.

Tanpa berpikir panjang, insting Elena langsung mengambil alih. Ia berkacak pinggang dan menatap warga yang masih asyik menonton.

"Bapak-bapak, Ibu-ibu! Tolong menyingkir semua! Beri jalan! Jangan ditonton saja!"

"Lho, kamu ini siapa kok main usir saja, Mbak?" protes salah satu bapak berpeci.

"Saya istrinya!" bohong Elena dengan lantang dan wajah tanpa dosa.

Kerumunan seketika riuh.

"Oh, istrinya toh! Syukurlah kalau istrinya sudah datang. Neng, tolong urus suaminya dengan benar dong! Menyusahkan orang saja dari tadi! Pakai teriak-teriak tidak mau disentuh segala, sok kecakepan banget!" gerutu bapak yang lain dengan nada jengkel.

"Iya, Pak, Bu... maafkan suami saya ya. Maklum, dia memang agak kurang waras kalau belum minum obat. Maaf ya," ucap Elena kikuk, membungkuk sopan pada warga yang akhirnya mulai membubarkan diri sambil mengomel.

Setelah warga pergi, Elena melangkah mendekati Leonard yang masih berjongkok menahan gatal.

"Hei, Mas Bule. Sudah aman. Warganya sudah pergi. Ayo ikut aku berteduh," ucap Elena. Tanpa ragu, ia mengulurkan tangannya dan menyentuh pundak Leonard.

Leonard yang sedang stres berat langsung tersentak. Kepalanya masih menunduk, tapi suaranya menggelegar penuh amarah.

"Singkirkan tanganmu! Sudah kubilang jangan sentuh aku!!"

Elena memutar bola matanya dengan sangat malas, lalu menarik tangannya kembali.

"Heh, Tuan Arogan! Kalau kamu tidak mau disentuh, terus bagaimana caranya aku memapahmu berdiri? Pakai bluetooth? Atau aku harus menyeretmu pakai tali tambang?!" semprot Elena tidak kalah ngegas.

"Pokoknya jangan sentuh aku! Kulitku bisa melepuh kalau terkena bakteri dari manusia bar-bar!" teriak Leonard masih keras kepala, tangannya terus menggaruk lengannya yang memerah dari balik jas mahalnya yang kini sudah kusut masai.

Mendengar dirinya disebut manusia bar-bar, rahang Elena langsung mengeras. Urat kesabarannya yang memang tipis seketika putus.

"Sabar, Elena! Untung saja tampan!" batin Elena mencoba menenangkan diri.

"Menyebalkan sekali sih jadi laki-laki! Banyak tingkah!" omel Elena berkacak pinggang. "Ya sudah! Aku tidak akan menyentuh kulit sucimu itu! Sekarang berdirilah sendiri! Setidaknya kita obati dulu lukamu ini sebelum kamu mati konyol karena gatal di pinggir jalan kampung!"

Leonard mendongak, menatap Elena dengan sepasang mata birunya yang tajam namun berair karena menahan alergi.

"Kamu mau membawaku ke mana?!"

"Ke rumahku! Jaraknya cuma lima puluh meter dari sini!" jawab Elena ketus.

Leonard terdiam sejenak, lalu akhirnya mengangguk pasrah. Sebenarnya, ia sangat benci berada di situasi konyol ini.

Sejak tadi ia sudah mencoba menghubungi ponsel Joni puluhan kali, namun nomor asistennya itu mati total. Tentu saja Leonard tidak tahu jika Joni saat ini sedang meringkuk kesakitan di mobil akibat tendangan maut Bella.

Sialnya lagi, niat awal Leonard berjalan kaki ke kampung ini adalah untuk mencari toko yang menjual masker atau sesuatu untuk menutupi wajah tampannya agar tidak dikenali banyak orang. Namun nahas, di tengah jalan, ada sekelompok ibu-ibu arisan yang terpesona dengan ketampanannya. Salah satu ibu itu dengan gemas mencubit pipi dan menyentuh lengannya, yang sontak memicu alergi mematikannya kambuh seketika.

"Cepat jalan! Jangan cuma melamun!" tegur Elena memecah lamunan Leonard.

"Jaga jarakmu satu meter dariku! Jangan sampai lengan bajumu menyenggolku!" ancam Leonard sambil berdiri dengan susah payah.

"Iya, Bawel! Kalau kamu pingsan nanti, aku janji tidak akan menyentuhmu! Aku bakal panggilkan truk tinja buat mengangkutmu!" sungut Elena berjalan mendahului Leonard dengan langkah menghentak.

Leonard hanya bisa menggeram tertahan.

"Wanita ini sungguh mulutnya tidak ada saringannya!" batin bos mafia itu frustrasi, terpaksa mengekor langkah Elena demi menyelamatkan diri.

Sementara Elena semakin bertanya-tanya, kenapa dua pria yang ia temui hari ini mirip sekali dengan Noah?

1
Nice1808
mimpi kau maura menginginkan leonard, yg ada kau di tendang oleh leonard atau noah🤣🤣🤣
Ratna Susianingsih
dasar nenek sihir padahal diri kamu yg ngerebut bp elena jalang teriak jalang kadang aku pengen liat Kel elena syok dan jatuh bangkrut....jadi gembel buat Julia..
Nice1808
🤣🤣🤣🤣maura kagetkan, joni doamu gk manjur tuh🤭
Nice1808
org kaya mah beda ngidam jrk jauh ttp di tempuh🤣🤣🤣
Senja: Semoga kota juga ikutan kaya jangan cuma novel aja yo mak hihi
total 1 replies
Ratna Susianingsih
iya om nnti beli rendang di kawah Merapi terus yg mknnya kamu bhuahahaaa🤣🤣🤣
Ratna Susianingsih
ya Allah thor ku ngakak🤣🤣🤣🤣🤣semangat ya papa Leon...thor tolong donk elena klo manggil Leon jangan namanya romantis donk...
Senja: Apa kak yg romantis haha
total 1 replies
tia
😁😁😁😁
MamDeyh
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
lelah
NT klu km Leon plng dari Indonesia, adakan Resepsi pernikahan mu yg mewah biar ibu tirinya Elena syok, km PK dulu topeng mu NT klu ibu tirinya Elena banyak bicara merendahkan elena km buka tu topeng mu biar pingsang lihat km Leon, supaya ibu tirinya Elena itu malu biar publik tau istri km itu elena, jgn diam aj Leon, tu Maura skrg ud iri sama elena mau merebut km,
Anita Rahayu
kapan thor kau eksekusi emak tiri yg gk tau diri ini di sel tahanan sampai mati kayak emak elena dan adik tirinya buat hidupin diri sendiri 😤😤😤😤😡😡😡😡😡😡😡😈😈😈😈😈😈
Senja: Santai kak wkwk
total 1 replies
Ida Lailamajenun
jgn" singa junior mulai launching nih😁😁
Ida Lailamajenun
setuju sih sama Bella si Jojo nya
Ida Lailamajenun
bukan nya Ele pernah bilang klu sodara tiri nya itu tukang rampas sampai pacar Ele ikut dirampas nya ini kok malah akrab yak
ceuceu
murahan banget elena,harusnya nikah dulu,jadikan pelajaran sebelumnya cukup sekali hamil di luar nikah
Senja: diluar negeri mungkin udah biasa kak🙏 maaf kalau gak sesuai ekspetasi🙏🙏
total 1 replies
ceuceu
kocag noah maen panggil papah aj/Facepalm/
Sweet Heart
Kapan Elena Dan Noah Ketemu Dengan Papa Kandungx Elena Thor. Jangan Sampe Papanya Elena Dah Mati Yahhh Dan Seluruh Hartax Elena Diambil Ibu Tirinya Elena
Lisa Halik
🤣🤣leon bersedialah kamu
Nice1808
sabar leon ntar klo dah lahir aman kok🤣🤣🤣
Nice1808
hhaahha sabar leon , menghadapi ibu hamil ada aja tingkah nya😂
Nice1808
belum dpt kejutan dah tau duluan papa singa ini🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!