NovelToon NovelToon
Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau

Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Komedi
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

"Bagaimana jika kau tahu rahasia kehancuran dunia, tapi kau tidak boleh memberitahu siapa pun?"

Di masa depan, Wei Changqing adalah legenda tertinggi dunia persilatan—sang Mata Pedang Hijau yang ditakuti sekaligus dihormati. Namun gelar itu tak ada artinya ketika ia berdiri di atas puing-puing dunia yang hancur oleh perang agung, memeluk jasad wanita yang setia menantinya hingga akhir hayat.

Mengorbankan seluruh tingkat latihannya, Changqing memutar balik roda waktu dan terbangun di dalam tubuh mudanya yang berusia 19 tahun. Kembali menjadi pendekar mentah yang belum memiliki reputasi apa pun.

Kali ini, tujuannya hanya satu: Mencegah perang berdarah itu terjadi dan menyelamatkan wanita yang ia cintai.

Namun, merubah takdir memiliki harga mahal. Setiap peristiwa yang ia cegah melahirkan musuh baru yang lebih mengerikan. Lebih buruk lagi, demi menyatukan sekte-sekte yang egois agar tidak saling berperang, Changqing mungkin harus menelan fitnah terbesar dalam sejarah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 : Terobosan Gerbang Pendekar Tinggi

Tiga hari berlalu sejak kepulangan rombongan Sekte Lembah Bambu Biru. Halaman utama sekte masih ramai oleh kunjungan utusan dari berbagai sekte tetangga yang datang membawa hadiah untuk menjalin persahabatan dengan sang sekte juara turnamen.

Namun di lereng bukit barat, Taman Obat Luar tetap mempertahankan keheningannya yang damai.

Gemercik air mata air mengalir tenang melintasi parit bambu. Aroma daun ginseng salju memenuhi udara pagi.

Di bawah naungan pohon tua di tepi parit, Wei Changqing duduk bersila di atas batu datar. Pedang besi hitam kusamnya tergeletak melintang di pangkuannya.

Di depannya, Baii Ling sedang menuangkan teh herbal rebusan bunga ke dalam cawan tanah liat.

"Silakan diminum, Kakak Guru," ucap Baii Ling sambil menyodorkan cawan teh dengan kedua tangannya.

Changqing menerima cawan teh hangat itu, menyesapnya secara perlahan. Ia menatap muridnya yang kini tampak begitu sehat, cerah, dan penuh tata krama.

Di dalam keheningan taman obat, pikiran seorang legenda berusia delapan puluh tahun itu mulai mengevaluasi seluruh bidak catur takdir yang telah ia geser sejak hari pertama.

‘Pertama... Akar Perang Ketiga,’ batin Changqing memandang Baii Ling. ‘Gadis kecil ini dulunya disiksa di bawah tanah Kota Lembah Hitam dan menjelma menjadi Iblis Wanita Darah Dingin yang membantai ribuan pendekar di masa depan. Kini, benih pengabdian telah berakar di hatinya. Akar perang ketiga telah resmi berakhir.’

Changqing meletakkan cawan tehnya ke atas batu.

‘Kedua... pertemuan dengan Shen Yue di Lembah Anggrek,’ ingatannya melayang pada wajah gadis yang memberi salep teratai salju di bawah rembulan. ‘Aku berhasil menahan diri untuk tidak merusak takdirnya terlalu cepat. Untuk saat ini dia aman di Sekte Teratai Salju.’

‘Dan ketiga... Akar Perang Kedua,’ mata hitam Changqing sedikit menyempit. ‘Konspirasi Surat Palsu yang seharusnya meledakkan perang darah antara Klan Teratai Darah dan Sekte Pedang Langit di malam penutupan turnamen telah berhasil kupatahkan. Wakil Ketua Gao Tianhao telah dilumpuhkan oleh Grandmaster Mu Tianchou.’

Changqing menghela napas panjang. Tiga langkah awal di kehidupan ini telah sempurna seratus persen.

Namun, intuisi di dalam jiwanya memperingatkan bahwa ketenangan ini belumlah berakhir dari ancaman.

Meskipun perang saudara tahap awal di Lembah Anggrek berhasil dibatalkan, dalang utama di balik semua kekacauan ini—komplotan rahasia Bayangan Gerhana masih utuh dan bersembunyi di dalam bayang-bayang Benua Tianwu. Kegagalan rencana mereka di markas Sinshe Wu dan penghianat Gao Tianhao pasti sudah sampai ke telinga pimpinan markas besar komplotan tersebut.

‘Mereka pasti tidak akan tinggal diam,’ analisis Changqing dingin. ‘Jika konspirasi surat palsu pertama mereka gagal di Lembah Anggrek, mereka pasti sedang merancang gelombang konspirasi baru untuk mengadu domba faksi-faksi besar lain nya.’

Untuk menghadapi gelombang badai yang lebih besar di masa depan, Changqing menyadari satu hal krusial, ia tidak bisa terus-menerus mengandalkan Niat Pedang Nirwana dengan kapasitas fisik tubuh yang terbatas di tingkat Pendekar Menengah Tahap 5.

Saat bertarung melawan Jiang Chen yang sudah berada di Pendekar Tinggi Tahap 2 dan menundukkan Gao Tianhao seorang Pendekar Ahli Persilatan Tahap 1, otot-otot meridian fisiknya bekerja di batas maksimal. Jika ia harus berhadapan langsung dengan monster tingkat Grandmaster atau pimpinan utama Bayangan Gerhana kelak, tubuh fisiknya membutuhkan fondasi tingkatan yang lebih kokoh.

"Ling-er," panggil Changqing menatap muridnya.

"Ya, Kakak Guru?"

"Mulai malam ini, selama tiga hari ke depan, aku akan melakukan meditasi tertutup di gua batu puncak bukit herbal," kata Changqing serius. "Tolong jaga batas bawah bukit. Jangan biarkan siapa pun dari halaman utama—bahkan Zhou Hao atau Chen Wu sekalipun, naik mengganggu ketenangan puncak."

Mendengar gurunya hendak melakukan meditasi tertutup, mata Baii Ling berbinar paham. Ia tahu ini adalah tanda bahwa gurunya bersiap mendobrak batas tingkatan kekuatan baru.

"Ling-er mengerti!" jawab gadis kecil itu sambil berdiri tegak dan menepuk gagang pedang kayunya. "Aku akan menjaga jalur bukit siang dan malam!"

Changqing bangkit berdiri, menyarungkan pedang besi hitamnya. Ia menatap ke arah puncak bukit batu yang menjulang di atas kebun herbal.

Gua batu di puncak bukit Taman Obat Luar diselimuti keheningan yang sangat pekat. Di dalam gua, uap energi herbal yang naik dari ribuan tanaman di lereng bukit berkumpul membentuk kabut keputihan yang tebal dan sejuk.

Wei Changqing duduk bersila di atas batu datar spiritual di pusat gua. Pedang besi hitam kusamnya diletakkan melintang di atas kedua lututnya.

Di dunia persilatan, batas antara ranah Pendekar Menengah dan Pendekar Tinggi adalah sebuah gerbang besi besar yang memisahkan pendekar biasa dari para pendekar elite. Untuk menyeberangi gerbang ini, seorang praktisi tidak hanya perlu mengumpulkan energi dalam jumlah banyak, tetapi harus memampatkan aliran energi yang berbentuk uap gas di dalam Dantian menjadi tetesan energi cair yang jauh lebih padat dan berat.

Bagi praktisi normal, proses ini sangat berisiko merobek pembuluh darah meridian jika tidak dilakukan dengan kehati-hatian luar biasa selama berbulan-bulan.

Namun bagi Wei Changqing yang memiliki Niat Pedang Nirwana, proses kendali energi di dalam tubuhnya sebanding dengan seorang penempa pedang legendaris.

Changqing menutup matanya rapat-rapat. Di dalam jiwanya, roda esensi Teknik Pernapasan Mata Pedang Hijau diputar hingga batas seratus persen!

Jdharrr!

Udara di dalam gua batu bergetar hebat. Pusaran angin energi dari luar gua terhisap masuk secara agresif, membentuk corong badai kecil yang berputar mengelilingi tubuh Changqing.

Srrr... wuuush...

Energi herbal murni mengalir deras masuk melalui seratus delapan titik akupunktur di kulitnya. Aliran energi di dalam Dantian Changqing yang berada di puncak Pendekar Menengah Tahap 5 bergejolak.

Rasa sakit yang luar biasa menusuk tulang-tulang mudanya saat jaringan meridian fisiknya mulai diperluas secara paksa untuk menampung kepadatan energi baru. Keringat deras menetes membasahi jubah abu-abunya.

Wesh!

Sehelai Niat Pedang hijau zamrud diturunkan langsung dari kesadaran jiwanya ke pusat perutnya, bekerja bagaikan palu tempa energi raksasa yang menghantam lautan energi uap tersebut secara terus-menerus!

Tring... tring... tring!

Di bawah tekanan Niat Pedang Nirwana itu, uap energi di dalam Dantian Changqing mulai mengembun, menyusut, dan akhirnya menetes menjadi setetes demi setetes cairan energi berkilau berwarna hijau zamrud yang sangat padat!

Blammm!

Sebuah ledakan tenaga dalam murni meledak dari dalam tubuh Changqing! Kerak-kerak sumbatan terakhir di seluruh persendian tulangnya hancur larut total oleh aliran energi cair yang baru terpancar.

Seketika itu juga, sepasang mata Changqing terbuka lebar.

Wuuuush!

Dua berkas cahaya hijau zamrud meledak keluar dari kedua bola matanya, menyinari dinding-dinding gua batu yang gelap menjadi bercahaya.

Gelombang resonansi dari terobosan itu menyapu keluar dari mulut gua menuruni lereng bukit barat. Di bawah pengaruh hawa energi murni yang terpancar dari tubuh Changqing, ribuan kuncup tanaman herbal di sepanjang kebun mendadak mekar serentak di bawah sinar bulan purnama dan melepaskan aroma wangi yang mengharumkan seluruh lembah!

Di batas bawah bukit, Baii Ling kecil yang sedang duduk bermeditasi menjaga jalan setapak mendongak dengan napas tercekat. Ia merasakan gelombang hawa hangat yang sangat kuat menyapu tubuhnya, membuat aliran meridian es di dalam tubuhnya terasa semakin bersih dan segar.

Di dalam gua batu, Changqing menggetarkan bahunya perlahan. Cahaya hijau zamrud di matanya meredup, kembali tersembunyi sempurna di dalam pupil hitamnya yang kini terlihat jauh lebih bening dan mendalam.

Changqing mengepal kan telapak tangannya.

Ia merasakan tetesan-tetesan energi cair hijau di dalam Dantian-nya berputar dengan kecepatan dan bobot yang mengagumkan. Kecepatan refleks fisiknya, daya tahan ototnya, serta kapasitas pasokan tenaga dalamnya kini telah meningkat tiga kali lipat dibanding sebelum ia memasuki gua!

Ia telah resmi menembus gerbang besar dan menembus ranah Pendekar Tinggi Tahap 1.

"Akhirnya," gumam Changqing tenang sambil berdiri dari atas batu. Jubah abu-abunya berkibar halus oleh sisa-sisa angin gua. "Dengan fisik di Pendekar Tinggi Tahap 1 yang ditopang oleh pemahaman Nirwana, kini aku bisa melepaskan jurus pedang tingkat Grandmaster tanpa khawatir tulang meridianku retak menahan beban tenaganya."

***

Matahari pagi menyinari kabut tipis yang menyelimuti lereng bukit barat Sekte Lembah Bambu Biru. Aroma harum dari ribuan tanaman herbal yang mekar semalam masih tercium manis di udara pagi.

Dari arah jalan setapak puncak bukit batu, sosok Wei Changqing berjalan turun dengan langkah tenang.

Di bawah pohon besar, Baii Ling yang telah berjaga selama tiga malam langsung berdiri menyambutnya dengan mata berbinar kagum.

"Kakak Guru!" seru Baii Ling menunduk hormat. "Semalam... seluruh bunga di kebun herbal mekar serentak! Apakah Kakak Guru berhasil menembus gerbang latihan?"

Changqing tersenyum hangat sambil menepuk pundak murid mudanya itu. "Berkat penjagaanmu yang rajin di bawah bukit, Latihanku berjalan lancar."

Belum sempat Changqing duduk menikmati teh pagi, suara derap langkah terburu-buru terdengar menaiki bukit. Chen Wu dan Zhou Hao berlari menghampiri mereka dari arah halaman utama sekte.

"Changqing!" seru Chen Wu dengan wajah serius. "Ada laporan patroli dari murid luar di perbatasan bukit barat pagi ini!"

"Apa yang terjadi, Kakak Senior?" tanya Changqing santai.

"Seorang pendekar wanita misterius berjubah sutra hitam dan berbekal dua belati pendek terlihat bergerak diam-diam di hutan pinus perbatasan sekte kita sejak semalam," jelas Chen Wu. "Murid patroli tidak bisa menangkap pergerakannya karena kecepatannya berada di tingkat Pendekar Tinggi! Namun... anehnya, dia tidak merusak apa pun atau menyerang patroli kita. Dia hanya mengamati gerbang sekte dari kejauhan."

Mendengar laporan itu, sudut bibir Changqing terangkat membentuk sebuah senyuman penuh arti.

‘Kau rupanya benar-benar penasaran padaku, Mu Qingxue,’ batin Changqing.

Gadis jenius dari Klan Teratai Darah itu telah menepati janji batinnya di gerbang Lembah Anggrek. Ia telah menempuh perjalanan jauh ke barat untuk mengikuti Changqing diam-diam.

"Jangan kirim regu penangkap untuk mengejarnya, Kakak Senior," kata Changqing tenang. "Pendekar wanita itu bukanlah musuh sekte kita. Biarkan dia mengamati dari hutan pinus jika itu membuatnya nyaman."

Chen Wu mengangguk paham, menaruh kepercayaan seratus persen pada setiap keputusan adik seperguruannya itu.

Changqing melangkah mendekati tepi tebing bukit barat yang menghadap ke cakrawala pegunungan luas. Angin pagi berhembus kencang, menggoyangkan dedaunan bambu biru di sekitarnya dalam tarian yang teramat indah.

Di depannya terbentang dunia persilatan yang luas.

Dalam beberapa waktu, Wei Changqing telah menorehkan keajaiban yang merombak total takdir masa depannya.

Bayang-bayang kelam di masa depan telah berhasil disembuhkan dan diubah menjadi harapan.

Namun, di balik cakrawala sana, komplotan Bayangan Gerhana masih menyusun rencana baru untuk menyebarkan gelombang konspirasi tahap berikutnya ke seluruh benua persilatan.

Changqing menatap ke ufuk timur dengan mata hitam yang menyala oleh ketajaman setitik cahaya hijau zamrud.

"Badai pertama telah kita lewati," gumam Wei Changqing tenang di bawah desiran angin bambu. "Sekarang... mari kita sambut riak yang akan mengubah arus dunia."

1
Arman Jaya
alur ceritanya bagus..
lanjutkan Thor.....👍👍🙏
Jhon
mantap thor👍
Suhartini Wahono
suka jg.....😍👍
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Jimmi
Aku sangat menyukai cerita ini😍😍😍
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Fatih Al
lanjut lagi🙏🙏
Fatih Al
mantap thor💪
Budi Xiao
Lanjut, semangat thor👍
Celestial Quill
Jangan lupa tinggalkan like, komentar, vote supaya novel ini semakin dikenal dan semangat author untuk update juga semakin besar. Terimakasih sudah membaca🙏
Fatih Al
Cerita bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!