NovelToon NovelToon
The Dark Lord

The Dark Lord

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Vampir
Popularitas:555
Nilai: 5
Nama Author: Saasaa

Arthur Fabian Kell adalah vampir yang dianugerahi kekuatan terlarang dari Lucifer. Bukannya dipuja, ia justru dibenci oleh klannya sendiri dan ditolak oleh ayahnya, pemimpin Dark Moon.

Saat sang ibu mengorbankan nyawanya demi menyelamatkannya, Arthur berubah menjadi sosok kejam yang hidup hanya untuk membalas dendam. Untuk menyempurnakan kekuatan hitamnya, ia harus meminum darah manusia yang diberkahi.

Setelah berabad-abad menunggu, Arthur akhirnya bertemu Sonja, gadis yang memiliki darah tersebut. Namun, alih-alih membunuhnya, ia justru jatuh cinta.

Kini Arthur harus memilih, menyempurnakan dendamnya atau mempertahankan satu-satunya orang yang mampu menghidupkan kembali hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saasaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria Aneh

Gadis mungil yang mengenakan kemeja biru tua berlengan pendek dengan setelan jeans berwarna hitam itu terlihat begitu sibuk. Dia bergerak ke sana kemari melayani setiap pengunjung yang mendatangi kafe.

Kafe itu sudah memiliki banyak pelanggan, jadi selalu ramai. Senyum tipisnya tidak pernah lepas dari bibir Sonja. Semalam dia tidur dengan begitu pulas tanpa dikunjungi mimpi buruk yang biasa hadir. Itu karena semalam ada Arthur, pria yang merupakan kekasihnya. Sonja sangat heran kenapa mimpi itu tidak mendatangi Sonja setiap kali Arthur bersamanya.

Walaupun mereka sudah lama bersama, tapi Sonja selalu menjaga batasannya. Gadis itu tidak akan menyerahkan mahkotanya sebelum ada ikatan pernikahan di antara mereka. Ajaran Bibi Carmen selalu dia ingat. Untungnya Arthur mau mengerti.

“Jangan melamun, kau mau Pak Tua itu ceramah,” terdengar suara pelan serupa bisikan dari belakang sehingga membuat Sonja menoleh.

Gadis itu tersenyum pada Andrian yang juga terlihat sedang sibuk melayani para pengunjung. Pak Tua yang dimaksud Andrian adalah Tedy, atasan mereka. Padahal Tedy belum setua itu, tapi rekan kerjanya selalu saja memanggil Tedy dengan sebutan Pak Tua.

Hari pun sudah mulai sore, Sonja mulai bersiap-siap untuk pulang. Hari ini Tedy tidak menyuruhnya untuk lembur. Bosnya itu berkata, “Ini adalah malam minggu.” Jadi, dia sengaja menyuruh Sonja pulang cepat.

Pengertian sekali bukan.

“Cepatlah keluar. Pria aneh mu itu sudah menunggu,” ujar Andrian yang sedang mencoba menggoda Sonja.

Lagi-lagi Sonja hanya tersenyum tipis, dia sudah tahu siapa yang dimaksud oleh Andrian. Lalu Sonja pun keluar dari kafe dan langsung menghampiri pria yang sedang bersandar dengan memasang ekspresi datar dan dingin khas Arthur. Kekasihnya itu selalu terlihat tampan walaupun tanpa senyum yang menghiasi wajahnya.

Pria yang dijuluki aneh oleh Andrian itu menatap datar ke arah wajah manis Sonja, yang saat ini sedang berjalan pelan untuk menghampirinya. Sonja membalas tatapan datar itu dengan senyum manis. Andrian benar, kekasihnya ini memang pria aneh. Sonja kembali teringat pertemuan pertama

Flashback on

Malam itu ketika Sonja baru saja pulang dari kafe, dia harus lembur dan pulang larut malam, tanpa sengaja, Sonja melihat seorang pria yang tak lain adalah Arthur, sedang mengisap darah seorang gadis yang sontak membuat Sonja langsung berteriak karena melihat pemandangan mengerikan yang ada di hadapannya itu. Karena suara teriakan Sonja, Arthur menghentikan aktivitasnya, lalu dengan cepat pria bertaring itu menghampiri Sonja.

Sonja membelalakkan kedua matanya ketika melihat Arthur yang tiba-tiba sudah berdiri di hadapannya dengan bibir yang berlumuran darah.

“Ka-kau meminum darahnya?” tanya Sonja gugup. Wajah manisnya mulai memucat. Pria mengerikan itu hanya diam mengabaikan pertanyaan Sonja. Mata tajamnya terus tertumpu pada wajah ketakutan Sonja. Perlahan gadis itu bergerak mencoba untuk menjauhi Arthur. Namun, ketika baru beberapa langkah, pria itu menarik tangan Sonja dengan kasar berusaha mendekatkan kembali tubuh mungil itu pada tubuhnya. Mendekapnya, erat.

Seketika Sonja memejamkan matanya, dia akan mati, pikirnya, Sonja enggan menatap pria kasar yang sedang memeluk tubuhnya itu. Gadis itu menegang, napasnya seolah terputus. Sonja merasakan kaku di sekujur tubuhnya sehingga ia tidak mampu untuk bergerak apalagi mengelak. Rasanya dia ingin menjerit sekencang-kencangnya.

Dia sangat ketakutan. Butiran bening itu pun akhirnya mengalir dari pelupuk mata membasahi kedua pipi mulusnya, disusul dengan isakan, yang langsung disadari oleh Arthur. Sehingga membuat pria itu melepaskan tubuh Sonja.

Sejenak Arthur terdiam, dengan sorotan tajam yang masih mengunci mata Sonja. Tangan dinginnya terulur mencoba untuk menghapus air mata gadis itu. Lalu beberapa detik kemudian, tangan dingin itu sudah tidak terasa lagi di wajah mungilnya sehingga membuat Sonja membuka matanya dengan perlahan. Dan ketika mata bulat itu terbuka.

Sepi.

Hanya Sonja seorang diri.

Pria lancang itu sudah pergi dengan begitu cepat, sampai Sonja saja tidak menyadarinya sama sekali.

Flashback off

Sejak kejadian malam itu, Arthur selalu datang setiap hari menemui Sonja. Arthur terus mengikuti Sonja ke mana pun dia pergi, sering sekali gadis itu marah dan mengusirnya tapi Arthur tak bergeming. Sampai pada akhirnya Sonja mulai terbiasa dengan keberadaan Arthur, dan entah sejak kapan? Sonja jatuh cinta pada pria dingin yang jarang sekali mengeluarkan suaranya itu. Yang Sonja tahu, saat ini dia begitu mencintai Arthur.

“Apa kau sedang membaca pikiranku? Aku pernah membaca satu buku, tertulis disana kalau vampir mampu membaca pikiran,” gumam Sonja sambil menyentuh wajah kekasihnya. “Kulitmu begitu dingin.” lanjutnya.

Sekarang ini, mereka masih berada di depan kafe tempat Sonja bekerja. Arthur masih terdiam menatap dalam wajah cantik kekasihnya tanpa berniat menjawab pertanyaan Sonja. Lalu Arthur mendekatkan tubuh mungil Sonja pada tubuhnya. “Bukankah sudah kukatakan padamu untuk menjauhi pria itu. Atau kau ingin aku yang akan menjauhkan dia darimu, Sonja?” bisik Arthur.

Sonja tersenyum tipis. Inilah sebabnya, kenapa Sonja selalu dingin pada para pria yang ada di sekitarnya. Karena pria anehnya ini sangat posesif.

“Aku sudah menjauhinya seperti yang kau mau."

“Sonja, aku yakin kau tidak akan suka jika sampai aku marah.”

“Iya baiklah, aku akan berusaha lebih menjauhinya lagi. Apa kau puas?” tegas Sonja, mengakhiri perdebatan kecilnya.

1
Firkoh
menegangkannya dapet, cepet update ya kaka author
Saasaa: Terimakasih 🙏 Update tiap hari
total 1 replies
Firkoh
ngeri banget loe thur
Firkoh
kaaaaan bener
Firkoh
ikut tegang Cuy
Firkoh
jangan2 Arthur nih pangeran kegelapannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!