NovelToon NovelToon
Mantan, Balikan Yuk!

Mantan, Balikan Yuk!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Dosen
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Kesalahan yang dilakukan Azalea Calista membuat suaminya kecewa dan berakhir ingin menceraikannya. Namun demi cinta yang tumbuh di hati Alea, dia bertekad untuk mengejar kembali cinta sang suami.

Sayangnya Alea harus kehilangan Fathan karena laki-laki itu pergi tanpa berpamitan. Hingga suatu hari, keduanya kembali dipertemukan dalam keadaan berbeda.

Akankah mereka kembali bersama atau justru memilih saling melepaskan bersama pasangan baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12 - Terluka

Panggilan itu menghangatkan hati Fathan, dadanya merasakan getaran yang sulit dijelaskan.

Langkah kecil Azka menghampirinya dan secara tiba-tiba memeluk kakinya. "Papa, atu tangen papa. Jangan pelgi lagi, mama cedih atu juja cedih."

"Hei sayang, siapa yang kamu panggil papa?" Bu Rima berjongkok menatap lekat bocah menggemaskan di depannya.

"Ini papa atu, papa mama juja," celetuknya polos.

"Eh bukan, dia bukan .." ingin mengelak tapi melihat tatapan Azka membuatnya diam mematung.

Bu Rima makin intens menatap keduanya silih berganti. "Wajah kalian ..."

"Hmm sayang, salim dulu sama nenek." Alea meraih Azka agar terlepas dari Fathan.

Anak itu menurut dan Bu Rima tersenyum mengusap kepalanya, kemudian berdiri.

"Bu aku titip anak ini dulu, ada hal yang harus aku bicarakan sama Alea." Fathan meraih tangan Alea membawanya pergi dari sana, lebih tepatnya menjauh dari rumahnya.

Merasa cukup jauh, Fathan melepaskan genggaman tangannya.

"Maksud kamu apa bawa anak itu kesini? Terus apa tadi, kenapa dia nyebut saya papa? Jangan gila kamu Alea, jangan jadikan anak orang lain pancingan supaya saya kembali sama kamu, gak akan mempan. Saya yakin semua ini akal bulus kamu untuk menjebak saya lagi kan? Sama seperti dulu kamu menjebak saya, bedanya sekarang kamu bawa anak orang lain."

"Aku gak sedang menjebak kamu Mas, dia memang anak kamu kok, masa sama anak sendiri gak punya ikatan batin sih? Aneh kamu."

"Anak? Hahaha kamu gunakan anak orang lain untuk mendekatiku, kamu bilang dia anakku atau justru dia anak haram kamu."

Plak.

Ucapan Fathan keterlaluan, ia marah anaknya disebut anak haram. Wajahnya merah terlihat emosi, matanya berkaca-kaca kecewa.

Fathan mematung, pipinya panas dan tamparan itu cukup keras membuatnya berpaling ke samping.

"Serendah itukah aku dimana mu?" lirih Alea kecewa.

Lalu Fathan kembali menatap Alea.

Deg.

Wanita di depannya menangis terluka karenanya, hatinya risau, gelisah merasakan sesak.

"Dulu aku memang salah, tapi bukan berarti aku mengobral tubuhku pada pria lain. Kamu lupa siapa yang sudah mengambil kehormatan aku? Kamu Fathan! KAMU! Apa setelahnya aku keluyuran gak jelas? Tidak, setiap hari aku selalu ada disamping kamu. Aku tidak sekotor itu Fathan! DIA ANAKMU, ANAK KANDUNG KAMU! BENIH YANG KAMU TINGGALKAN SAAT MALAM DIMANA KAMU MEMBERIKU TALAK!" Tangis Alea pecah, terisak sesak dengan tangan menutupi wajahnya.

Dia salah sudah nekat merebut Fathan dari pacarnya, memaksa pria itu agar mau menikahinya, bahkan tak punya hati menjadikannya bahan taruhan, tapi soal kehormatan ia hanya menyerahkannya pada Fathan.

"Gak mungkin." Fathan mundur satu langkah, melangkah lemas belum percaya sepenuhnya.

"Apa yang gak mungkin hah?" Alea mendongak dengan derai air mata membasahi pipi putihnya. "Hampir setiap hari kita melakukannya dan saat kamu menceraikan aku, aku sedang hamil 7 Minggu, yang artinya anak itu anak kamu!"

Pernikahan keduanya baru 2 bulan dan tanpa Alea sadari ternyata dia sudah mengandung benih Fathan, artinya kejadian 2 bulan lalu langsung menghasilkan calon anak.

Alea mendorong tubuh Fathan. "Kamu jahat! Kamu egois! Kamu ninggalin aku dijalan sendirian dibawah guyuran hujan! Menceraikan aku tanpa mendengar penjelasanku, pergi gitu aja disaat aku hamil. Aku gila, aku sakit memikirkan kamu."

"A-alea .. A-aku .."

"Dan sekarang dengan mudahnya kamu bilang Azka anak haram? DIA BUKAN ANAK HARAM! Aku masih bisa terima kamu hina tapi aku tidak terima anakku kamu sebut anak haram!" Dengan kasar Alea menghapus air matanya, hatinya terlanjur sakit, terlanjur kecewa atas apa yang di ucapkan Fathan.

Sekarang dia sadar bahwa Fathan tidak sepenuhnya punya perasaan, itulah sebabnya pria itu mudah menuduhnya, mudah meninggalkannya.

"Hahaha, aku bodoh mencari kamu, terlalu bodoh jatuh cinta sama kamu, terlalu hina mengejar mu. Ok Fine, aku gak akan lagi ngejar kamu karena dari awal hatimu bukan untukku. Soal Azka, ya, kamu benar, dia anak haram, anak yang tidak pernah diakui ayah kandungnya sendiri." Terlanjur sakit, Alea memilih mundur tak akan lagi mengejar.

Dia berlari ke rumah Fathan. Disana putranya sedang duduk makan kue.

"Azka," lirihnya memeluk sang putra.

"Mana nangic." Anak itu bingung mamanya datang menangis.

"Ayo kita pulang sayang, disini kita tidak diharapkan." Dia mengambil Azka menggendongnya.

"Loh Alea, kalian mau kemana?" Bu Rima datang membawa minum, tadi minuman Azka habis dan minta minum lagi. Dia bingung melihat Alea menangis sambil menggendong Azka.

"Maaf Bu kedatangan saya kesini sudah membuat kekacauan. Saya pamit pulang dulu." Dia sedikit berlari menggendong Azka.

"Mama, papa, itu papa." Azka terus menunjuk Fathan.

"Alea, Azka." Bu Rima mengejar. "Nak ini ada apa?"

"Ayumi, antar gue pulang." Ibu satu anak itu tidak menghiraukan, bahkan dia mengabaikan tangisan Azka yang terus menunjuk Fathan.

"Papa, huaa mama itu papa."

"Le, ini." Ayumi dan Vale bingung sekaligus kaget.

"Buruan Ay, gue mau pulang!" Sentak Alea tak bisa menahan kesedihannya. "Ayo antar gue, buruan!"

"Ok, ok, ayo masuk." Ayumi tidak banyak tanya, dia meraih kunci mobilnya kemudian beranjak menuju mobil.

"Huaaa papa."

"Nak Alea, kita bicara dulu ya, Azka nangis itu," kata Bu Rima khawatir sekaligus merasa ada sesuatu diantara keduanya. Kemudian menoleh kepada Fathan yang diam mematung seperti orang linglung.

"Huaaa papa."

"DIAM AZKA! DIA BUKAN PAPA KAMU!" sentak Alea kelepasan.

"Lea kendalikan emosi lo, Azka masih kecil." Seru Vale menegur sahabatnya, dia juga meraih Azka dan untungnya anak itu mau di gendong olehnya.

Alea menunduk, dia sudah duduk di kursi penumpang menangis tersedu-sedu. Rasa bersalah muncul, "maafin mama Azka, maaf."

Merasa sudah masuk semuanya, Ayumi pun menjalankan mobilnya.

"Mama, hiks hiks atu maaf, atu gak mau papa, hiks hiks mama jangan cedih." Mendengar penuturan Azka, Alea memeluk putranya lagi.

"Maaf, maaf, mama salah, mama yang salah. Azka gak salah, mama yang salah."

Vale dan Ayumi diam membiarkan ibu dan anak itu menangis menumpahkan kesedihannya masing-masing.

"Fathan, kamu bicara apa sama Alea hah?" Setelah mobil Ayumi pergi jauh, Bu Rima menghampiri putranya, mengguncang bahu Fathan penuh emosi.

"FATHAN! KAMU DENGAR TIDAK? KAMU APAKAN ALEA?!"

"AKU GAK TAHU BU." Fathan menghindari ibunya.

"Kamu bohong! Kalian bertengkar kan? Kalian punya hubungan kan? Bilang sama ibu, Fathan!" Bu Rima mengikuti putranya ke dalam rumah.

"Fathan! denger ibu!" dia menahan pundak Fathan sebelum masuk kamar.

"Bu Fathan capek."

"Azka anak kamu kan?"

Deg.

Pria itu melihat ibunya.

"Ibu ..."

"DIA ANAK KAMU KAN? ANAK KAMU DAN ALEA! JAWAB FATHAN!"

"A-aku .."

"Jujur sama ibu, siapa Alea sebenarnya?" Bu Rima mencengkram kedua bahu Fathan.

"Bu-bukan." Fathan menghindar, sulit jujur.

"KALAU KAMU TIDAK JUJUR LEBIH BAIK IBU GAK PUNYA ANAK PEMBOHONG SEPERTI KAMU! JUJUR SAMA IBU FATHAN!"

Ancaman ibunya membuat Fathan membeku, menunduk lalu berucap, "Ma-mantan istriku."

"Apa!"

1
Liswati Angelina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭ngakak terussss
Cimit: jangan di bayangin. 😆
total 1 replies
Liswati Angelina
seru dan lucu
Liswati Angelina
La terus ayah alea ternyata bapaknya si silvi...... 🤭🤭🤭 cuma nebak thoorr🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!