Mina bertemu dengan Nic saat masih duduk di bangku SMA. Gadis itu tidak pernah menyangka akan jatuh cinta kepada sosok Pria yang berumur sepuluh tahun lebih tua darinya. Tak bertepuk sebelah tangan, Nic ternyata juga menaruh hati pada sosoknya yang sederhana.
Namun, saat mereka hampir bersama, sebuah kesalah pahaman membuat Mina memilih menjauh dari kehidupan Nic. Hingga, Tiga tahun kemudian dia harus kembali bertemu dengan Nic dan terjebak dalam ikatan pernikahan.
Jungkir balik kehidupan mereka menjadi cerita tersendiri.
_
_
_
Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21 : Lelaki Bucin Jilid 1
Mendengar cerita Juna tentang kondisi Mina, Nic langsung berdiri dan pergi begitu saja dari Garald club tanpa berpamitan ataupun mengucapkan satu patah kata kepada dua sahabatnya.
"Dia ke sini tadi bersama siapa?" tanya Juna setengah heran melihat Nic yang sampai berlari keluar dari club.
"Siapa lagi? Aku yang menjemputnya, dasar anak itu," jawab Axel sambil menyeringai geli. "Sudah sepuluh tahun dari kecelakaan itu tapi dia masih tidak mau membawa mobil sendiri!"
"Bukan masalah tidak mau, dia tidak sanggup," ujar Juna sambil menatap Axel yang terlihat menekuk keningnya.
"Bukankah kecelakaan itu bukan salahnya? Nic hanyalah korban."
Sekarang giliran Juna yang melipat keningnya mendengar kalimat sahabatnya itu, dengan pengalamannya sebagai seseorang yang berkecimpung di dunia kesehatan manusia, Juna mulai menjabarkan pendapatnya.
"Bagi Nic korban yang sebenarnya dalah dua nyawa yang dibuat melayang dalam kecelakaan itu, dia masih berpikir kejadian nahas itu adalah kesalahannya. Nic juga sempat koma karena peristiwa itu selama dua minggu, dua alasan itu cukup menjadi dasar kenapa sampai sekarang dia masih tidak berani duduk dibelakang kemudi, itu artinya dia memiliki trauma psikis."
Axel terpaku mendengar analisis yang diberikan Juna, sambil menenggak minumannya Axel berseloroh, "Tapi syukurlah dia tidak trauma berhubungan dengan wanita."
Terbahak, Juna memukul pundak Axel yang berumur tiga tahun di atasnya itu, "Tentu saja dia tidak trauma, tapi parah dia sekarang menyukai gadis belia.
Sementara dua sahabatnya masih sibuk membicarakan dirinya, Nic tergesa menuju rumah sakit menggunakan taksi. Laki-laki itu bahkan meminta sang sopir untuk menambah kecepatan agar bisa segera sampai ke sana.
***
Setibanya di rumah sakit, Nic langsung menuju meja informasi untuk menanyakan dimana kamar Mina dirawat. Namun, perawat tidak mau memberitahu Nic karena hari sudah larut malam. Kecewa, laki-laki itu duduk di kursi tunggu sambil memandangi ponselnya. Tidak mungkin juga baginya untuk menghubungi Mina.
Akhirnya dengan rasa cemas bercampur kecewa, Nic memilih pergi dari sana. Menghubungi Monica, Ia meminta sekretarisnya itu untuk mencari informasi siapa pemilik pabrik mi yang membuat Mina sampai masuk rumah sakit.
Tanpa Nic duga di halaman rumah sakit ia bertemu dengan Sara, kakak Evan itu kaget sekaligus lega saat berpapasan dengan ibu tiri dari gadis yang disukainya.
"Oh calon ibu mertua," ucapnya menyapa Sara.
Mendengar laki-laki pemilik ABI TV itu memanggil namanya dengan sebuatan calon ibu mertua, Sara melebarkan bola mata dan mengerutkan alis matanya.
"Sedang apa kamu di sini?" tanya Sara mencoba bersikap biasa ke Nic. Wanita yang sempat rendah diri karena sang anak disukai seorang pria kaya raya itu mulai bisa bersikap percaya diri.
Bukankah dia yang menyukai anakku? jadi posisiku lebih berkuasa dari semua harta yang dia miliki. Bisik Sara dalam hati dengan nada yang dibuat mirip dengan pemeran antagonis yang ada di sinetron kesayangannya.
"Saya dengar Mina sakit tante, saya kesini ingin melihatnya tapi perawat meminta saya kembali besok pagi," adu Nic.
"Ikut tante!" ucap Sara yang langsung berjalan masuk ke dalam rumah sakit. Nic tersenyum lega, mengekor wanita yang dipanggilnya calon mertua itu dengan perasaan bahagia.
Namun, senyuman Nic seketika sirna saat mendapati sang sepupu sudah berada di dalam kamar gadis yang disukainya.
"Bagaimana bisa kamu ada di sini?" tanya Nic dengan raut wajah tidak suka. Aku saja dilarang perawat membesuk tadi.
"Kakak lupa? Aku kan pacar Mina."
Ucapan Gaga menampar Nic. Mina yang duduk bersandar di ranjang dengan wajah yang masih layu hanya bisa melempar pandang ke arahnya.
"Kalian berdua sudah melihat Mina kan? sekarang kalian bisa pulang!" titah Sara.
Nic dan Gaga terlibat adegan saling tatap, Gaga mencebik kesal sementara Nic memalingkan mukanya seolah muak akan kehadiran anak dari tantenya itu.
***
Nic melonggarkan dasinya, Ia merasa kepanasan saat Monica berkata bahwa pemilik pabrik produsen mi yang membuat Mina sampai masuk rumah sakit sangat sibuk sampai tidak bisa ditemui.
"Katakan pada sekretarisnya jika bosnya tidak mau menemuiku, aku akan memboikot semua iklan mi itu bahkan semua iklan makanan yang diproduksi perusahaannya akan aku buat haram tampil di ABI TV juga stasiun TV manapun," ucap Nic lantang.
"Tapi Pak bukankah itu akan merugikan stasiun TV kita?" Monica mencoba mencegah aksi reaksioner sang atasan, meskipun ia sadar Nic tengah murka karena penolakan adalah satu hal yang tidak bisa bos besarnya itu terima.
"ABI TV tidak akan bangkrut hanya karena kehilangan iklan dari satu perusahaan, pokoknya aku mau bertemu dengan pucuk pimpinan perusahaan itu, paham?"
Monica hanya mengangguk kemudian keluar ruangan, gadis itu sampai menggigiti map yang tengah Ia pegang meratapi permintaan sang bos yang selalu sukses membuat dirinya kerepotan.
Mengingat bahwa dia seharusnya menyerahkan map berisi dokumen yang tengah ia pegang ke atasannya, Monica pun kembali masuk ke dalam ruangan Nic.
"Apa sudah dapat kabar?" Tanya Nic yang langsung berdiri dari kursinya.
Ya ampun Pak baru saja saya keluar belum ada tiga menit. "Maaf belum Pak, saya hanya ingin menyerahkan dokumen ini ke bapak."
Monica sedikit mundur ke belakang setelah meletakkan dokumen yang berada di tangannya ke atas meja Nic. Ragu, Monica mencoba memberanikan diri untuk bertanya ke sang atasan kenapa dirinya sampai bersikukuh harus bertemu langsung dengan pimpinan tertinggi perusahaan mi yang bernama PG Factory.
"Gadis yang aku sukai sampai masuk rumah sakit karena produk mi pedas yang dibuat pabrik itu jadi pimpinan perusahaan itu harus bertanggung jawab, aku ingin melayangkan protes secara langsung kepadanya."
"Hah? apa pak?" Monica tak percaya dengan kalimat yang baru saja Ia dengar, mimik keheranan yang ia pasang di wajahnya membuat Nic semakin kesal.
"Mon, apa kamu sudah tidak punya cicilan? apa kamu ingin berhenti menjadi sekretaris ku sekarang juga?"
Pertanyaan Nic sukses membuat Monica ketakutan, gadis itu menundukkan kepalanya meminta maaf kemudian berjanji akan kembali dengan kabar yang Nic inginkan.
***
Sore harinya, Nic terlihat masuk ke dalam sebuah restauran Mediterania yang sebelumnya telah dipesan oleh sang sekretaris. Beberapa jam yang lalu Monica masuk ke dalam ruangannya untuk menepati janjinya kembali setelah mendapat informasi yang Nic kehendaki.
"Diirektur PG Factory produsen mi instant itu bernama Tuan Skala Prawira, saya sudah berhasil membujuk sekretarisnya agar memberitahu Tuan Skala bahwa anda ingin bertemu langsung dengannya, kami sudah menjadwalkan pertemuan anda berdua nanti sore, nama tempat dan waktunya akan saya kirimkan melalui pesan di aplikasi chat bapak.
"Berapa umur Pria bernama Skala itu?"
"Dia seusia dengan anda."
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
...Jangan lupa jejaknya...
...LIKE...
...KOMEN...
...VOTE...
...RATE BINTANG 5...
...Jangan cari aku! aku mau nyusul Nic sama Skala siapa tahu setelah bertemu mereka jadi jatuh Cinta sama aku....
...🤪...
ada dewa anaknya bu dewan,ada aqilla dan adara anaknya bu Erin istrinya raja minyak pak rhoma klo gak salah hihihiiiii