Bella Oceana adalah istri kedua dari Alan Elvis. Alan menikahi Bella karena Tevy sudah tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai istri untuk melayani Alan. Tevy sudah lumpuh sejak tiga tahun terakhir karena kecelakaan. Karena alasan tersebut, Alan menikah lagi dengan wanita yang ia kenal dari sebuah restaurant. Karena pada saat itu Bella adalah Manager Restaurant tersebut. Pernikahan Alan dengan Bella tentunya tidak di ketahui oleh Tevy. Alan sangat menyayangi Tevy, ia tidak akan sampai hati jika harus mengatakan hal yang sejujurnya kepada istrinya. Namun Alan juga pria normal yang membutuhkan sentuhan wanita. Sudah satu minggu ini sikap Tevy begitu berbeda kepada Alan, menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggal terlalu lama. Tentu saja sikap Tevy membuat Alan serba salah karena ia juga harus bekerja dan tentunya menemui Bella, istri keduanya. Setiap Tevy mulai menyentuh tubuh Alan, yang terbayang dalam benaknya adalah wajah Bella, desahan Bella, dan juga erangannya diatas ranjang. Dan itu semua membuat Alan memiliki hasrat berlebih untuk bersama dengan Bella. "Sayang, aku pikir kamu udah gak bergairah, ternyata sentuhanku masih bisa membuat kamu seperti ini" ucap Tevy Seketika mata Alan terbuka, ia menyadari jika yang sedang menyentuh miliknya bukanlah Bella, melainkan Tevy istri sahnya sejak tujuh tahun ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3
Meskipun kesal karena Alan pulang terlambat, namun Tevy tidak ingin membuat Alan semakin merasa bersalah karena sikapnya yang kekanakan.
Tevy menatap Alan yang sedang berjalan menuju tempat tidur, kemudian mematikan lampu kamar mereka.
Bukan ucapan selamat malam, Tevy justru menggoda Alan dengan menyentuh miliknya.
"Sayang, kita harus istirahat. Aku capek, dan besok aku harus berangkat pagi-pagi untuk menyelesaikan masalah di kantor" ucap Alan
Tevy seketika menarik tangannya, Tevy menangis karena suaminya tidak mau disentuh olehnya lagi.
Alan tidak tahu jika Tevy sedang menangis, karena suasana kamar mereka sudah sangat gelap.
Alan tertidur dengan pulas, dan memang benar dia terlalu lelah. Lelah karena harus bercin-ta dengan Bella hingga berkali-kali.
.
.
Pagi ini Alan bangun lebih awal, dia segera mandi lalu bersiap untuk ke kantor. Dan seperti biasa setelah Alan siap, beberapa orang yang mengurus Tevy mulai masuk kemudian membantu Tevy untuk mandi dan bersiap.
Alan sudah menunggu Tevy di meja makan, tidak lama kemudian Tevy turun bersama dengan beberapa orang yang di tugaskan Alan untuk menjaga Tevy.
"Pagi sayang" ucap Alan
"Kok ada laptop di meja makan?"
"Iya, ada sedikit masalah"
"Hmm, ya sudah. Kita makan dulu"
"Kamu mau makan apa?"
"Roti aja"
Tevy bersikap dingin kepada Alan karena Alan menolak sentuhannya tadi malam, sementara Alan ia tidak merasa jika Tevy sedang bersikap dingin saat ini kepadanya.
Setelah mengambilkan sarapan untuk Tevy, Alan kembali fokus dengan makanannya, dan saat Tevy hendak membuka mulut untuk bicara, ponsel Alan berdering.
Nampak nama seseorang yang Tevy kenal sedang menelfon, Alan mengangkat telepon itu kemudian bicara beberapa menit dan telepon selesai.
"Sayang, aku harus segera ke kantor. Sudah di tunggu beberapa orang" ucap Alan yang langsung berdiri dan mencium kening Tevy.
Alan masih tidak menyadari semua sikap Tevy, sementara Tevy yang merasa kesal, ia melempar sendok yang ada di dekatnya. Semua pembantu dirumah Alan sudah terbiasa dengan sikap tevy, mereka memaklumi karena Tevy pasti merasa frustasi dengan keadaannya.
Berbeda dengan Tevy yang sedang dilanda amarah, Bella justru menikmati paginya dengan olahraga yoga. Setelah di rasa cukup, Bella kemudian menuju kamar mandi untuk segera mandi dan bersiap untuk menunggu kedatangan Alan.
"Pagi sayang, aku gak bisa mampir karena ada masalah di kantor. Love you" - Alan
"It's okay sayang. Love you too" - Bella
Karena Alan sedang sibuk, Bella memutuskan untuk keluar rumah hari ini. Bella memilih celana panjang, dan baju tanpa dengan model turtleneck.
Setelah itu, Bella mulai merias wajahnya supaya terlihat lebih fresh, kemudian ia memilih koleksi tas mewahnya, dan ia memutuskan menggunakan tas berukuran kecil.
Bella mendengar ponselnya berdering, ia segera meraih ponselnya yang masih berada di meja rias.
"Halo Ma" - Bella
"Bella, kamu kok sudah seminggu gak ngabarin Mama, kamu apa kabar?" - Santi
"Iya Ma, lagi sibuk banget soalnya. Maaf ya Ma" - Bella
"Gimana kerjaan kamu? Semua baik-baik aja kan?" - Santi
"Baik kok Ma. Cuma lagi hectic aja akhir-akhir ini" - Bella
"Ya sudah gak apa-apa kalau memang begitu, kapan kamu bisa pulang. Papa sama Mama kangen banget sama kamu" - Santi
"Tunggu ya Ma, aku ajuin cuti dulu. Aku usahakan bulan depan bisa pulang" - Bella
"Iya nak, Mama tunggu ya" - Santi
Telepon di matikan, Bella menatap layar ponselnya. Ia menyadari jika akhir-akhir ini memang jarang memberi kabar kepada orangtuanya.
Helaan nafas Bella, seperti memberi isyarat jika ia memiliki beban besar yang tidak bisa ia ceritakan.
Tidak ingin berlarut dalam kesedihan yang sedang Bella rasakan, ia segera meninggalkan rumah lalu menuju pusat perbelanjaan.
Jarak rumah Bella ke psat perbelanjaan tidak terlalu jauh, ia hanya perlu waktu 15 menit untuk sampai.
"Hey baby, I went to the Mall today because I was bored at home" - Bella
Ketika membaca pesan Bella, bibir Alan seketika tersenyum. Meskipun Bella hanya istri kedua, tapi Bella tidak pernah melupakan hal-hal kecil tersebut.
Berbeda dengan Tevy, dulu sebelum Tevy lumpuh ketika ia ingin pergi ke suatu tempat, ia tidak pernah mengatakan apapun kepada Alan, meskipun Alan melarang Tevy akan tetap melakukannya.
"I will send you the money, enjoy baby" - Alan