Di bunuh oleh ayah kandung nya sendiri di pesta ulang tahun nya yang ke 21 tahun. Ketika Queen Anabelle membuka mata, jiwanya menempati raga putri ke empat kekaisaran Lythonsen. Anabelle Lythonsen.
Tidak hanya berbagi wajah dan nama. Nasib keduanya juga sama mirisnya. Mati di tangan ayah kandung mereka sendiri.
...
Putri ke empat yang di rumorkan tidak bergun4 yang bahkan tidak bisa berkultivasi, selalu mendapat perlakuan buruk dari orang-orang. Bahkan seorang pelayan rendah berani menghina dan melayangkan tangan.
Namun, kali ini jiwa dalam raga itu adalah Queen Anabelle, genius dokter di abad 21.
"Jika di kehidupan sebelumnya aku selalu menyelamatkan nyawa seseorang, bagaimana jika sekarang waktunya mempermainkan nyawa seseorang?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bella Bungloon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
"Aku bertanya, mengapa tiba-tiba cuaca yang indah mendadak menjadi gelap gulita?" Anabelle melangkah keluar dari paviliun nya.
Seorang wanita muda mengerutkan keningnya tidak mengerti. Langkahnya mendekat ke arah Anabelle.
"Apa maksud Anabelle? Cuaca terlihat bagus hari ini." Ucap wanita muda itu, Nona Eleina Dhorhan.
Anabelle bersedekap dada, kemudian mengeluarkan aura kekuatan nya. Menekan tekanan udara. Membuat Eleina tidak seimbang dan jatuh di hadapan nya.
"Aku tidak berharap kau akan memberiku salam hingga bersujud seperti itu, Eleina. Tapi, jika kau ingin itu tidak apa. aku menghargai nya."
Eleina menahan kesal nya. "Anabelle aku–"
"Meski kita berteman, aku harap kau tidak melupakan siapa di antara kita, Eleina. Ingatlah siapa aku, siapa kamu." Tekan Anabelle.
Eleina merasakan tekanan yang kuat. Bahkan untuk berdiri, dia tidak bisa.
"Sial, jal4ng ini pasti sedang mempermainkan ku."
Eleina tersenyum paksa. "Yang Mulia, mohon ampuni saya. saya mengaku salah karena tidak sopan pada Anda."
Anabelle tersenyum tipis. Kemudian mengadah menatap langit yang nampak cerah.
"Kau ingin tahu, mengapa aku mengatakan cuaca indah berubah gelap gulita? Itu karena kamu merusak pandangan ku terhadap cuaca saat ini, Eleina Dhorhan."
Mersa tekanan tidak sekuat tadi, Eleina bangkit berdiri. "Apa maksudmu? Aku benar-benar tidak mengerti. Apakah Yang Mulia membenci saya?"
"Tidak juga. Aku hanya malas melihat mu."
Eleina mengepalkan tangannya di masing-masing sisi. Bibirnya terus ia paksakan tersenyum.
"Maaf aku telah mengganggu hari baik Anda Putri ke empat. Namun, kedatangan ku hari ini karena aku mendengar kabar tentang mu. Yang Mulia, aku senang mendengar kau telah bisa berkultivasi."
"Jelas dia tidak senang dengan kabar itu, Tuan. Wanita munafik, wanita munafik!" Teriak Bee kesal.
Anabelle terkekeh. "Benar, aku bisa berkultivasi. Apakah menurut mu aku perempuan yang paling di berkati Dewa? Bukan hanya mewarisi kecantikan para Dewi, tapi juga kekuatan."
Annabelle sengaja menyerang ke arah Eleina, membuat wanita itu tersungkur. Matanya langsung melotot ke arah Anabelle.
"Apakah kau sengaja?" Teriaknya marah.
Raut Anabelle berubah dingin. "Pantaskah kau berbicara dengan nada seperti itu dengan anggota keluarga kekaisaran? Bukankah kau tidak percaya aku bisa berkultivasi? Aku hanya menunjukkan nya padamu, sahabat ku."
Eleina menahan amarah.
"Jal4ng ini! Aku ingin membvnvhnya."
Eleina kembali bangun berdiri.
"Yang Mulia, aku mendengar jika Anda akan bertunangan dengan pangeran Axelo Audrey? Apakah itu benar?" Tanya Eleina.
"Benar."
"Sial, j4lang ini sungguh beruntung. Benarkah dewa memberkati nya?!" Marah Eleina dalam hati.
"Yang Mulia, selamat untuk semuanya. Ini adalah hadiah kecil dariku untukmu." Eleina memberikan sebuah kotak hadiah untuk Anabelle.
Anabelle menerima kotak tersebut.
"Tuanku, hadiah itu adalah barang bekas Eleina, dia selalu memberikan barang bekas untuk anda." Ujar Bee.
Anabelle tersenyum melihat kotak tersebut, kemudian memberikan kembali pada Eleina.
"Sayang, aku tidak ingin menerima nya."
Eleina kembali menahan kesal nya.
"Baiklah, tidak mengapa. Yang Mulia, jika anda bertunangan dengan pangeran Axelo, lalu bagaimana dengan Tuan Carlos Stevn? Bukankah kalian saling mencintai?"
"Siapa Carlos Stevn?" Tanya Anabelle pada Bee.
"Dia adalah pria penari di sebuah rumah hiburan. Pria yang di rumorkan memiliki hubungan dengan pemilik tubuh asli."
Annabelle terdiam sesaat, kemudian tersenyum licik.
"Memangnya mengapa? Bahkan jika kami saling mencintai, dia tidak setara denganku yang seorang putri. Eleina, kau boleh memiliki nya."
"Yang Mulia, apa maksud Anda?"
"Hahaha... Hari ini sudah cukup. Kau boleh pergi Eleina." Setelah mengatakan itu, Anabelle melenggang masuk ke dalam paviliun nya.
Eleina terdiam di tempat, kemudian membuang kotak hadiah nya asal.
"Dasar pecundang tidak bergun4! Kau samp4h Anabelle!" maki Eleina.
"Lihat saja, aku akan membalasmu. Kau adalah samp4h, dan selamanya akan seperti itu."
...***...
"Tuan, apakah Anda yang ingin berjumpa dengan kami?"
Ney Ha bertanya mewakili beberapa teman wanitanya. Di samping nya ada Wang Doo sang suami.
Seorang pria tampan berbalik dan tersenyum ke arah Ney Ha.
"Benar, saya Jin Songhyang Li, master akademi Long Hua."
"Penyelidikan ku yang membuatku sampai di sini, tapi sepertinya aku kalah cepat dengan seseorang. Bolehkah aku bertanya, siapa orang yang telah menyelamatkan kalian?" Tanya Jin Songhyang Li.
"Seorang wanita bercadar." Sahut Ney Ha.
Pria itu terdiam, kemudian tersenyum tipis.
Jangan katakan, wanita bercadar itu seseorang yang sedang aku pikirkan. Batinnya.
...
Setelah menanyakan beberapa pertanyaan, wanita itu mulai membubarkan diri.
Namun, Jin Songhyang Li menghentikan salah satu dari mereka.
"Tunggu, Nona. Ada yang ingin saya tanyakan."
Melani, wanita muda yang sedang hamil itu mengurungkan langkah nya. Keningnya berkerut.
"Ada apa, master?" Tanyanya.
"Selama di sini, apa yang kau lihat dan dengar?"
Melani ragu menjawab nya. "Saya... Hanya melihat dan mendengar kekejaman dari mereka."
"Namun.... Yang paling kejam dan menakutkan adalah ketika pria bajingan Pulo membuka sebuah kotak yang mengeluarkan sosok aneh dan melahap para wanita dan bayi-bayi."
Jin Songhyang Li menghela nafas pelan. Sudah ia duga. Sial, dia telat lagi.
"Terima kasih atas informasinya."
Melani mengangguk, kemudian pamit pergi.
"Tuan...."
"Kita terlambat Yue Feng, sekali lagi." Sahut pria itu.
Yue Feng menunduk. "Lalu, siapa orang yang telah menyelamatkan mereka, Tuan?"
Bibir Jin Songhyang Li terangkat. "Aku juga penasaran, apakah dia wanita yang sedang aku pikirkan?"
Jin Songhyang Li memakai topeng nya. Tidak lupa mengikat rambutnya yang panjang.
"Wanita bercadar, mungkinkah itu kau Anabelle?"
...***...
"Surai yang mulia benar-benar indah, sangat lembut...." Puji Jang Hua yang sedang menyisir rambut Anabelle.
"Benarkah? Kau terlalu memuji."
"Yang Mulia, ini akan semakin cantik jika hamba menambahkan aksesoris. Hamba akan memakaikan tususk konde."
Mendengar kata tusuk konde, satu yang terlintas dalam benak Anabelle. Konde yang di berikan pria bertopeng Li."
"Tidak mungkin!"
"Ada apa, Jang Hua?" Tanya Anabelle melihat ekspresi takut dan terkejut Jang Hua.
"Yang Mulia, hamba tidak menemukan perhiasan anda satupun... Hamba mohon ampun, hamba tidak tahu tentang ini." Jang Hua bersujud.
Annabelle mengepalkan tangannya.
"Siapa yang berani mencuri di kediaman ku? Cari mati."
"Apakah tidak ada satu pun? Bagaimana dengan tusuk konde di kotak merah?" Tanya Anabelle.
Jang Hua menggeleng. Membuat Anabelle kesal dan menghancurkan kaca. Itu adalah hadiah yang di berikan Li, satu-satunya hadiah yang pernah ia terima.
"Tuanku, aku telah memeriksa sistem. Pelakunya adalah pelayan Anda sendiri." Ucap Bee.
"Hanya seorang pelayan rendahan, berani mencuri di tempat ku? Benar-benar cari mati."
"Ayo, Tuan. Beri mereka pelajaran, ini adalah salah satu misi. Karena para rendahan itu selalu mencuri barang pemilik asli tubuh." Teriak Bee membara.
"Tentu, Bee."
bahkan Dy master kultivasi hebat banget👍🏻🥰