NovelToon NovelToon
Aku Buat Suamiku Menyesal

Aku Buat Suamiku Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam
Popularitas:79.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

“Kalau bukan karena gajiku, kamu nggak akan bisa makan enak, Ningsih!”

Tujuh tahun menikah, Ningsih rela meninggalkan dunia bisnis demi mendukung karier suaminya. Ia mengurus rumah, membantu pekerjaan Hendra dari belakang layar, bahkan diam-diam menjadi otak di balik kesuksesan pria itu tanpa sepengetahuannya.

Namun semakin Hendra berada di puncak, semakin besar pula egonya.
Tak ada yang tahu, pria yang dipuji semua orang itu sebenarnya tidak akan menjadi siapa-siapa tanpa Ningsih.

Sayangnya, pengorbanan tulus itu justru dibalas dengan hinaan, pengkhianatan, dan wanita lain.

Sampai akhirnya Ningsih lelah.
Ia berhenti membantu. Dan sejak saat itu, kehidupan Hendra mulai runtuh perlahan.

Barulah Hendra sadar, perempuan yang selama ini ia rendahkan ternyata adalah alasan dirinya bisa berdiri di puncak.

Penyesalan memang selalu datang terlambat.

Saat Hendra ingin kembali, Ningsih justru memilih pergi dan membalas sakit hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 33

"Sudah kubilang tidak, ya tidak! Sudah, pergi sana! Kamu benar-benar mengganggu ketenanganku, Mas!" usir Ningsih.

Cengkeraman tangan Hendra perlahan melonggar karena sentakan kuat Ningsih. Pria itu mengepalkan kedua tangannya dengan sangat kesal, rahangnya mengeras menahan malu sekaligus cemburu yang membakar dada.

Ia merasa harga dirinya runtuh diinjak-injak di depan gerbang rumah ini.

"Kamu jangan menyesal ya, Ningsih! Lihat saja nanti!" ancam Hendra dengan napas memburu.

Sebelum melangkah pergi, Hendra sempat menoleh tajam ke arah mobil mewah yang masih terparkir. Matanya menangkap sosok Satria yang duduk tenang, sedang meliriknya balik dengan tatapan dingin, datar, dan penuh penghinaan seolah-olah Hendra hanyalah seekor lalat pengganggu.

Hendra mendengus kasar, lalu membalikkan badan dan berjalan cepat meninggalkan kediaman Ningsih dengan kekalahan telak.

Setelah bayangan Hendra menghilang di kegelapan jalan, Ningsih menghela napas panjang untuk menenangkan dadanya yang kembang kempis. Ia berjalan mendekati mobil Satria, tepat saat kaca jendela mobil itu turun secara otomatis.

"Maaf, Satria. Ada sedikit gangguan di depan rumah saya tadi," ucap Ningsih, suaranya kembali datar meski gurat kelelahan tidak bisa disembunyikan dari wajah cantiknya.

Satria menatap Ningsih lekat-lekat, lalu sedetik kemudian ia mengembuskan napas panjang sembari memegangi lehernya sendiri. "Ya, gangguan tadi memang sangat luar biasa. Sangat mengganggu, sampai-sampai membuat tenggorokanku mendadak kering sekali."

Ningsih mengernyitkan dahi, menatap pria di dalam kursi roda itu dengan bingung.

"Memangnya apa hubungannya pertengkaran saya dengan tenggorokanmu yang kering?"

Satria mendongak, memasang wajah polos yang dibuat-buat. "Tentu saja ada hubungannya. Menonton drama siaran langsung secara gratis di depan gerbang malam-malam begini ternyata membutuhkan energi besar. Aku haus, Ningsih."

Ningsih hampir saja mendengus mendengar alasan tidak masuk akal itu.

"Satria, di dalam mobil mewahmu itu pasti ada fasilitas pendingin dan air mineral, bukan? Jangan bilang kamu tidak punya minum."

"Air mineral di mobilku sudah habis. Lagipula, aku tidak mau air mineral biasa sekarang," tolak Satria cepat, matanya melirik ke arah pintu rumah Ningsih yang terbuka sedikit.

"Lalu kamu mau apa?" tanya Ningsih mulai gemas.

"Aku mau segelas teh hangat buatan pemilik PT Adiwangsa. Katanya, teh di rumah ini rasanya sangat menenangkan," modus Satria dengan senyuman tipis yang sangat menawan, lalu mengedipkan sebelah matanya.

Ningsih berkacak pinggang menghadapi tingkat keahlian modus pria berkursi roda ini.

"Satria, ini sudah hampir jam sembilan malam. Tidak sopan menerima tamu pria di jam seperti ini, apalagi kita tidak ada urusan bisnis lagi."

"Aku tidak meminta bertamu sampai pagi, Ningsih. Aku hanya meminta hak kemanusiaanku sebagai sopir yang sudah mengantarmu pulang dengan selamat. Masa kamu setega itu membiarkan pria lumpuh seperti aku pulang ke rumah dalam keadaan dehidrasi?" sahut Satria dengan memelas.

Ningsih memutar bola matanya malas, benar-benar tidak habis pikir. Pria ini adalah ceo tangguh yang ditakuti di dunia bisnis, tapi kenapa di depannya malah berubah menjadi sangat manja dan penuh taktik seperti ini?

Melihat Satria yang memang sudah mengantarnya dan tidak berniat buruk, hati Ningsih akhirnya melunak juga.

"Bisa saja ya alasanmu," cibir Ningsih, meski ada sedikit senyuman yang tertahan di sudut bibirnya. Ia melangkah mundur dan membukakan pintu gerbang lebih lebar. "Ya sudah, masuklah. Tapi ingat, hanya untuk segelas teh hangat. Setelah itu kamu harus langsung pulang."

Mata Satria seketika berbinar cerah penuh kemenangan. "Siap, Ibu Bos. Perintah dilaksanakan."

Satria meminta supir membantunya turun, menekan tombol pada kursi roda elektriknya, meluncur pelan memasuki halaman rumah Ningsih dengan senyuman lebar di wajah tampannya.

*

*

Begitu Ningsih membuka pintu rumah, suasana hening malam langsung terpecahkan oleh suara langkah kaki kecil yang bergegas menuruni anak tangga.

"Mama! Mama udah pulang?" pekik Luna dengan wajah riang.

Bocah perempuan itu berlari kecil, mengabaikan fakta bahwa ia masih mengenakan piyama bermotif beruangnya.

Ningsih yang melihat putrinya langsung berlutut, menyambut pelukan hangat dari Luna.

"Sayang, kok belum tidur? Ini sudah jam sembilan malam lewat, lho."

Luna mengerucutkan bibirnya manja, lalu menenggelamkan wajahnya di leher Ningsih.

"Nungguin Mama pulang. Luna nggak bisa tidur kalau nggak dibacain dongeng dulu sama Mama."

"Hmm, anak pintar tidak boleh manja seperti ini. Mama kan sedang sibuk sekali akhir-akhir ini di kantor. Luna harus belajar tidur sendiri, ya?"

"Luna ngerti kok, Ma. Tapi..." Kalimat Luna mendadak terhenti.

Sepasang mata indah milik bocah itu perlahan beralih dari Ningsih, menatap lurus ke arah sosok pria tampan yang sedang duduk tenang di atas kursi roda elektrik tepat di belakang mamanya.

Luna mengerutkan dahinya, lalu berbisik lirih sambil menarik-narik ujung blazer Ningsih.

"Ma, om itu siapa? Kenapa dia pakai kursi roda?" tanya Luna dengan penasaran.

Ningsih seketika kikuk. Ia berdiri tegak, mencoba menyusun kalimat yang tepat agar putrinya tidak salah paham.

"Dia—"

"Kenalkan, aku Satria. Calon papa baru kamu," potong Satria dengan sangat tenang, terdengar begitu santai tanpa beban seolah-olah ia baru saja mengucapkan salam biasa.

Deg!

Ningsih seketika menoleh ke arah Satria dengan mata yang membelalak sempurna karena syok. Rahangnya hampir saja jatuh ke lantai.

"Satria! Apa-apaan sih kamu?! Jangan bicara sembarangan di depan anak kecil!" melototlah Ningsih habis-habisan dengan wajah yang mendadak memerah antara marah dan salah tingkah.

Satria tidak merasa bersalah sedikit pun. Ia justru memajukan kursi rodanya hingga sejajar dengan Luna, lalu mengulas senyum paling ramah yang ia miliki.

"Halo, Luna. Namamu indah sekali, secantik orangnya."

Luna yang awalnya bingung, perlahan malah mendekati Satria tanpa rasa takut. Kecerdasan turunan dari Ningsih membuat bocah itu langsung mengamati Satria dari atas sampai bawah.

"Om beneran calon papa baru Luna? Om tidak sedang membohongi anak kecil, kan?"

"Tentu saja tidak. Om selalu serius dengan ucapan Om," jawab Satria sembari mengedipkan sebelah matanya ke arah Luna.

"Satria, cukup! Jangan bicara aneh-aneh lagi pada Luna atau aku tendang kamu keluar dari rumah ini sekarang juga!" ancam Ningsih, benar-benar gregetan dengan tingkat kepercayaan diri Satria yang sudah berada di luar batas normal ini.

1
Nice1808
@Senja dah baca kak🤭🤭
Nice1808
wah parah nawang dan ibunya tega bnget membuang hendra ke panti sosial, kasian kau hendra itu karma mu, moga dipanti kau bisa berkembnag walaupun diatas kursi roda🥺🥺
tinie
eeh aku belum tau udah ada 2bab yg beli ku baca😁😁
tinie
padahal Hendra termasuk pintar dlm marketing
jika bener bener mau tobat
mka saat di panti nanti coba buka website
jualan apa gitu🤔🤔
kan bisa dpt penghasilan
asale tidak korupsi lgi
tinie: nah itu dia
tobatan sambel dia
bukan tobatannasukha😁
total 2 replies
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Nawang, sudah ditolong malah ngelunjak, dasar jalang 😂😂
Amiera Syaqilla
hi
Senja: Halooo
total 1 replies
Nice1808
karyawan nya kayak kerja di club malam🤣kena mental lari trbirit2😀
dasar satria nyicil melulu kapan lunasnya😀
Nice1808: 😡😡😡untung ada ningsih dtg🤣
total 2 replies
tinie
nyicil siang ,malam
pagi dan sore🤣🤣🤣
bengek bengek
Sukliang
menarikk
Yuliaya
kayanya tadi Hendra sempet ngomong di telpon dan manggil Ningsih deh
Yuliaya
hehehe ini pasti piring kaleng ya?
Senja: Iya kaleng
total 1 replies
tinie
gimana rasanya dihina pasangan sendiri😌😌
dului kau congak menghina Ningsi h habis habisan
nah sekarang orang lain yang menghinamu
Dede Maesaroh
karma sakit kan
irala
nawang nawang....Sifat SmS ny dihilangkan dong..kirain kemaren tu udah sadar..nerima suaminy apa adanya..eh pas lihat bg sat bisa jalan dan berdiri tegak..tu kelakuan kumat lagi...
Nice1808
nawang mau jadi pelakor🤣gak mungkin bisa krna ningsih pernah disakiti jadi dia dah tau alasan murahan mu nawang, fokus pada klurga dan kandungan mu aja, seblom kau jadi gembel krna rasa iri mu pada ningsih🤣
Sri Rahayu
bener2 ya Nawang ga kapok, ga tau malu godain suami kakaknya😡😡😡...bener tu Satria blokir no nya🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Nice1808
uluh2 satria mau lembur bikin baby🤣🤣,nawang kau salah cari perhatian ma satria dia bukan laki2 brengsek🤣🤣🤣
tinie
penghalang kecilma gampang tinggal kasih jajanan es cream sama jalan jalan
beres
yang resek justru yang tua
🤣🤣🤣
MamDeyh
Astaga Nawang kamu kok gk tobat.. Kamu pikir Ada Satria bakal kepincut modelan kamu😄
Senja: tobat sambel mak hoho
total 1 replies
tinie
jangan lembur pak di cicil aja
malam ,pagi
KLO siang untk kerja
maka sore juga bisa 🤣🤣🤣🏃🏃🏃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!