NovelToon NovelToon
Mak Comblang Cilik

Mak Comblang Cilik

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Anak Genius
Popularitas:49k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Keisya Mahardika hanya punya satu keinginan sederhana, yaitu memiliki seorang mama.

Sayangnya, ayahnya, Arya Mahardika, adalah CEO dingin yang lebih mencintai pekerjaannya daripada urusan hati. Sampai suatu hari Keisya bertemu Alya di kantor ayahnya, wanita baik hati yang langsung ia pilih menjadi calon mamanya.

Sejak saat itu, dimulailah berbagai misi rahasia sang mak comblang cilik untuk mendekatkan mereka berdua.

Di balik rencana-rencana kecil yang lucu dan menggemaskan, perlahan dua hati yang sama-sama terluka mulai saling menemukan.

Tapi apakah cinta bisa benar-benar tumbuh dari ulah seorang anak kecil?Atau justru sang mak comblang cilik harus menerima bahwa tidak semua keinginan bisa menjadi kenyataan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

Usai makan malam, suasana rumah besar itu perlahan menjadi lebih tenang. Alya menggendong Keysa naik ke lantai atas, menuju kamar gadis kecil itu yang dihiasi warna-warna pastel dan boneka-boneka di setiap sudut. Lampu tidur berbentuk bintang sudah dinyalakan, menciptakan cahaya hangat yang lembut di seluruh ruangan.

Alya membantu Keysa mengganti bajunya dengan baju tidur, menyisir rambutnya dengan sabar, lalu membaringkannya di atas ranjang yang empuk. Ia duduk di tepi ranjang, membuka buku cerita bergambar yang diambil dari rak. Dengan suara lembut dan penuh kesabaran, Alya mulai membacakan cerita pengantar tidur.

Satu cerita selesai. Keysa masih membuka mata, tersenyum, dan meminta yang lain. Alya mengangguk, lalu membaca cerita kedua. Namun, setelah halaman terakhir ditutup, gadis kecil itu masih belum tertidur. Ia hanya berbaring miring, menatap Alya dengan mata yang berbinar di bawah cahaya lampu tidur.

“Aunty nda dicaliin mamanya ya?” tanya Keysa tiba-tiba, suaranya pelan.

Alya menggeleng sambil tersenyum. “Tidak, Sayang. Aunty sudah bilang kalau Aunty main ke rumah Keysa malam ini.”

Keysa mengangguk paham. Ia terdiam sejenak, lalu berbicara lagi dengan wajah yang tiba-tiba murung. “Maaf ya… dali kemalin Key cudah lepotin Aunty telus. Key cuma mau melacakan cepelti teman-teman Key. Meleka cering celita, kalau mau tidul celalu dibacain celita cama mamanya. Tapi Key nda. Oma kalau bacain celita nda campai habis, pasti tidul duluan. Kalau Papa nda cempat. Papa celalu cibuk.”

Suara Keysa semakin pelan di akhir kalimat. Matanya menatap ke samping, seolah malu mengakui perasaannya sendiri.

Alya merasa dadanya sesak. Ia segera menarik Keysa ke dalam pelukannya, memeluk gadis kecil itu erat-erat. Satu tangan mengusap punggung kecilnya dengan lembut. “Aunty nggak merasa direpotkan, Sayang. Sama sekali tidak. Aunty sayang sama Keysa. Aunty senang bisa bacakan cerita untukmu"

Keysa membenamkan wajahnya di dada Alya, mengangguk kecil. Napasnya mulai lebih tenang, seolah kata-kata itu sedikit meredakan rasa sepi yang selama ini dipendamnya.

Di balik pintu yang sedikit terbuka, Arya berdiri diam. Sejak tadi ia datang untuk mengecek putrinya, tapi berhenti saat mendengar percakapan mereka. Ia tidak masuk, hanya berdiri di kegelapan koridor, mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut putrinya.

Tanpa terasa, air matanya menetes. Arya mengusap wajahnya kasar, mencoba menahan emosi yang tiba-tiba meluap.

Selama ini Keysa selalu terlihat ceria di hadapannya. Selalu tersenyum, selalu bercerita dengan semangat, jarang sekali mengeluh. Arya mengira putrinya baik-baik saja. Ternyata di balik semua keceriaan itu, Keysa memendam rasa rindu yang dalam, terhadap sosok ibu yang membacakan cerita sampai selesai, yang hadir sepenuhnya di malam hari.

Arya menunduk, mengepalkan tangan di sisi tubuhnya. Rasa bersalah menggerogoti dadanya. Ia terlalu sibuk. Terlalu fokus pada pekerjaannya dan melindungi Keysa dari luar, sampai lupa bahwa di dalam hati gadis kecil itu masih ada ruang kosong yang belum terisi.

Di dalam kamar, Alya masih memeluk Keysa, mengusap rambutnya pelan sambil berbisik kata-kata menenangkan. Dan di balik pintu, Arya berdiri dalam diam, membiarkan air matanya jatuh tanpa suara.

*

*

Setelah memastikan Keysa benar-benar terlelap, Alya dengan hati-hati bangkit dari tepi ranjang. Ia merapikan selimut hingga menutupi dada gadis kecil itu, mengecup keningnya sebentar, lalu melangkah keluar. 

Klek

...

Pintu kamar ditutupnya pelan sekali, hampir tanpa suara.

“Keysa sudah tidur?”

Suara Arya tiba-tiba terdengar dari belakang, membuat Alya terlonjak kaget. Ia cepat-cepat menoleh, tangan masih memegang gagang pintu.

Arya berdiri di ujung koridor yang redup, wajahnya sulit ditebak di bawah cahaya lampu dinding yang lembut. Hanya matanya yang terlihat sedikit sembab, seolah baru saja menahan sesuatu.

Alya menatapnya kesal karena dikagetkan. “Iya, sudah tidur,” jawabnya singkat, masih mencoba menenangkan detak jantungnya.

Arya mengangguk pelan. Ia melangkah mendekat, tapi berhenti beberapa langkah di depan Alya. Untuk beberapa detik, ia hanya diam, menatap pintu kamar putrinya yang baru saja ditutup. Bahunya terlihat lebih berat dari biasanya. Napasnya dalam dan lambat, seolah sedang menahan beban yang baru saja menindih dadanya.

“Aku mendengar semua cerita Keysa” ucap Arya akhirnya, suaranya rendah dan serak. Ia tidak langsung menatap Alya. Matanya masih tertuju ke pintu kamar Keysa.

Alya terdiam. Ia tidak menyangka Arya berada di situ sejak tadi. Kata-kata itu membuat suasana di koridor yang sunyi terasa lebih berat.

Arya menghela napas panjang, lalu akhirnya menoleh. Matanya yang biasanya tajam kini terlihat lelah dan penuh rasa bersalah. “Selama ini aku pikir dia baik-baik saja. Dia selalu ceria di depan aku. Selalu ketawa, selalu cerita tentang sekolah, tentang boneka, tentang apa saja. Aku tidak pernah tahu dia diam-diam merindukan sesuatu yang sekecil itu… dibacakan cerita sampai selesai sebelum tidur.”

Suaranya bergetar di akhir kalimat. Arya mengusap wajahnya kasar, mencoba menyembunyikan emosi yang masih tersisa.

 "Aku gagal sebagai ayah. Aku terlalu fokus melindungi dia dari luar, sampai lupa bahwa di dalam hatinya masih ada ruang kosong yang aku tidak isi.”

Alya menatap pria di hadapannya dengan lembut. Ia ingin mengatakan sesuatu, tapi Arya sudah lebih dulu melanjutkan.

“Terima kasih,” ucapnya pelan, kali ini menatap langsung ke mata Alya. “Karena kamu mau mengisi ruang kosong itu. Meski hanya semalam. Meski hanya membacakan dua cerita. Tapi buat Keysa, itu sangat berarti.”

Keheningan kembali menyelimuti koridor. Hanya suara AC yang samar terdengar. Arya menelan ludah, lalu berbicara lagi dengan nada yang lebih tenang, meski masih penuh perasaan.

“Ayo, aku antar pulang.”

Alya mengangguk pelan. Ia bisa melihat jelas bahwa di balik sikap dingin dan berwibawa yang biasa ditunjukkan Arya, malam ini pria itu sedang rapuh. Alya merasa semakin dekat dengannya, bukan karena godaan atau canda, tapi karena luka yang sama-sama mereka rasakan demi seorang gadis kecil yang sedang tertidur di balik pintu.

Saat menapaki di tangga terakhir, oma Margaret mendekati mereka.

"Kamu sudah mau pulang? Tidak mau menginap di sini aja?" tanya oma Margareth.

"Tidak tante, terima kasih. Dari kemarin malam saya belum pulang, kasihan mama sendirian di rumah" tolak Alya lembut.

"Ya sudah tidak apa-apa, mama mu pasti khawatir dari kemarin anaknya belum pulang" ucap Oma margareth. "Maaf, sudah merepotkan kamu" lanjutnya.

Alya mengangguk. Setelah berpamitan, Arya dan Alya keluar rumah. Mereka berdua masuk kedalam mobil. Perlahan mobil meninggalkan area rumah Arya.

"Kamu mau makan lagi?" tawar Arya.

Alya menoleh sambil melototkan matanya."kamu mau membuat aku gemuk ya?" kesal Alya.

Arya terkekeh, sambil mengacak rambut Alya gemas. Membuat Alya kesal.

"Selalu saja mengacak rambutku" serunya.

Drtt.....

Drtt....

Tak lama ponsel Alya kembali berdering. Dan lagi-lagi wanita itu tidak mengangkatnya.

"Sebenarnya siapa yang menghubunginya? Kenapa dia tidak mau mengangkatnya" tanya Arya dalam hati.

1
reza indrayana
😷😷😷😷
reza indrayana
Malas malas malas Malaaassss.... mMmOOochh baca lagii... 😡😡😡
reza indrayana
males banget bacanya.. tidak suka dengan tokoh zelia nichh... 😡😡😡
reza indrayana
setelah Arya dan Alya tidak jadi menikah males banget bacanya walau ada celotehan Keysa & Zara tapi di scilfol- sctola aja nich.. males banget baca tentang Arya & zelia yang gampang bermain panas tanpa ada ikatan... 🤦🏻‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
jangan zelia sudah biasa dengan banyak lelaki... 🤦‍♀️🤦🏻‍♀️🤦‍♀️🤦🏻‍♀️😡😡😡😡
reza indrayana
kenapa kisahnya jadi begini.., jadi males baca lanjutannya... 🤦🏻‍♀️🤦‍♀️🤦🏻‍♀️🤦‍♀️
reza indrayana
Bestiè datang malah di silahkan hanya tidak bawa makanan kesukaanmu Key... 😍😍
reza indrayana
Ko' tidak ada yg menjaga Keysa., 🤔🤔
Ariany Sudjana
kamu menyesal yah Alya ? dulu dikasih kesempatan untuk jadi nyonya bos, di sia-siakan, malah balik ke mantan suami. dulu naik mobil mewah, sekarang naik mobil tua 😂😂🤣🤣 tapi Arya untung besar tuh, dapat perawan, bukan janda seperti kamu
Lisa: oo ternyt Alya balik ke mantan suaminya..ngapain juga aplg dia udh tau klo mantan suaminya g prnh ngasi nafkah eh skrg diulangi lg..
total 2 replies
Ariany Sudjana
bocil aja paham, kalau mereka harus menikah dulu, baru bisa buat adik 😂😂🤣🤣
reza indrayana
air mata vebar- benar mengalir tanpa sadar nichh ... 😭😭😭
reza indrayana
keponakan itu sama setara dengan anggapan anak karena masih ada hubungan darah sekandung dengan orang tua yang melahirkan..begitupun Keysa ke Arya..walau bukan darah daging tapi darah mama Keysa sumbernya sama dari aliràn darah yang sama dari kedua orang tua mereka yaitu Oma Margaretha dn Suaminya (Opa alias papanya Arya ) .
reza indrayana
Makin seru aja nich cerita... 😥😥💙💛💙😘😘😘
reza indrayana
sedih nichh.. air mata meleleh tak terasa...
semoga Keysa baik- baik saja... 😥😥😥
reza indrayana
Semoga kuka Key tidak parah... dan tidak fatal dn segera sembuh.. ( visi misi keduamu bersama Zara belum di agendakan Key.., jangan-jangan ountynya Zara di jodohkan dengan Om Tony nichh . )🥰🥰🥰
merry yuliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
reza indrayana
Sedih dengan keadaan Key nichh.., sebenarnya mama kenapa... apakah meninggal waktu melahirkan Key... 🤔🤔😥😥😥
reza indrayana
tentang Mamanya Keysa belum muncul nich...
reza indrayana
semoga di segerakan keinginan Keeyy... 🥰🥰🥰💙💛💙😘😘😘
reza indrayana
langsung di tembak di TKP nich Keeyy... 😍😍😍
reza indrayana
Ini yang bikin menghibur para readers... 😍😍😍
Semangat melebihi Pejuang 45 Keeyy... 🥰🥰🥰👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!