NovelToon NovelToon
Ayah Untuk Anakku

Ayah Untuk Anakku

Status: tamat
Genre:Berondong / Single Mom / Tamat
Popularitas:94k
Nilai: 4.9
Nama Author: Edi Suheri

Arav, pria yang menjadi Ayah bagi anak Lisa secara tiba-tiba muncul kembali setelah 5 tahun berpisah. kehadiran yang tidak diinginkan membuat Lisa syok akan sosok laki-laki tersebut.

Masa kelam hidup yang berhasil ia lewati bersama anaknya tanpa sosok kehadiran seorang suami, tapi malah mempertemukan mereka kembali.

Akan kah Lisa menyerah atau semakin mendekati pria itu, apalagi dengan kekayaan dunia yang di tunjukkan pria itu.

"Aku membencimu Arav, aku membeci takdir yang mempertemukan kita!"

Jus Anggur (jangan lupa subcraib ya cantik)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edi Suheri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Pagi ini Arav bangun lebih cepat dari biasanya, wajahnya nampak cerah dan penuh semangat walaupun lingkaran hitam tercetak jelas di area matanya setelah semalamam tidak bisa tidur karena memikirkan Dion sama sekali tidak mau lepas dari otaknya.

Bagaimana tidak, Arav serasa masih tidak mempercayai akan takdir ini. Dia ternyata sudah memiliki anak dan sudah berusia 4 tahun. Memikirkan Dion saja membuat bibirnya tersenyum. Karena itulah semalam ia tidak bisa tidur dengan mudah karena sangat ingin segera pagi agar bisa bertemu Dion.

Arav bangun pukul 5 pagi setelah tertidur kurang lebih 2 jam, buburu ia mandi membersihkan dirinya serasa layaknya orang hampir ketinggalan pesawat. 7 menit, ingat hanya tujuh menit Arav sudah selesai dalam ritual mandi kilatnya, setelahnya buru-buru memakai pakaian apa yang ada didepan mata tanpa pikir panjang bersiap pergi.

Pak Yudi selaku sekuriti apartemen sampai terkejut melihat keluarnya mobil bos besarnya yang pagi buta menurutnya. Bahkan matahari belum terlihat tapi pria itu sudah seperti orang kesetanan ingin cepat cepat keluar apartemen.

Pak Yudi hanya mengangguk patuh membuka gerbang dengan cepat, Arav sudah mengklekson berkali-kali pertanda ia ingin segera pergi. Pak Yudi terselit dalam hatinya mau bertanya, kenapa pergi buru-buru, apa telah terjadi sesuatu. Sebelah alis pria paruh baya itu sempat naik. Namun buru-buru ia urungkan dari pada nanti dipecat. Mau kerja dimana lagi coba.

Bagaimana tidak, Arav si pria yang baru saja keluar dari apartemen itu merupakan pemilik saham terbesar di gedung apartemen yang Arav tempati tersebut. Sudah pasti bukan semua orang harus berpikir 2 kali untuk mengajak Arav berbicara.

"Ambil alih jadwalku hari ini, ganti denganmu," ucap Arav langsung tanpa basa basi. Sedangkan Zaki di sambungan telepon hanya bengong tidak tau harus apa mendengar perkataan sang bos. Pagi pagi buta menelpon dirinya hanya berkata demikian.

Arav bahkan tidak menunggu jawaban dari Zaki, ia mematikan sambungan telepon langsung, melempar ponselnya ke bangku penumpang sampingnya lalu kembali fokus menyetir sembari menekan pedal gas, agar mobil melaju kencang.

Dikarena masih pagi buta tidak sepadat jam jam kantor atau jam lainya, membuat jalan sedikit longgar dari kendaraan memudahkan Arav melaju cepat mobilnya.

Tujuan pertama Arav bukanlah ke tempat Lisa apalagi ke kantor, pria itu malah pergi ke rumah sakit menyuruh dokter untuk mereseb kan beberapa obat untuknya juga surat pernyataan sakit.

Beberapa perawat dan dokter yang bertugas mengeryit heran dengan permintaan Arav karena setelah diperiksa Arav ternyata tidak memiliki penyakit apapun, pria itu sehat walafiat dan bahkan bisa dikatakan sangat sangat sehat.

"Tapi pak anda tidak sakit apapun bagaimana bisa kami mereseb kan anda obat, kecuali vitamin," ujar sang Dokter, pria berjas putih itu merasa tak habis pikir, sudah lama ia melayani pasien baru kali ini menemukan pasien seperti Arav, orang sakit bahkan tidak mau minum obat karena rasanya pahit tapi pria didepannya ini malah kekeh minta obat.

"Bagaimana dengan maag, saya akhir akhir ini jarang sarapan pagi bukan kah itu bahaya bagi kondisi maag,"

"Apa bapak mengalami sakit perut?"

Arav mengeleng cepat. Seingatnya ia hampir tidak sakit perut kecuali diare kalau terlalu makan pedas.

"Itu berarti lambung anda sehat sehat saja pak, bapak sehat walafia." Dokter menghela nafas panjang. Sangat aneh bertemu pasien pagi ini, untung ganteng.

"Tapi saya mau, tolong dok, resepkan apa saja. Saya janji tidak akan meminta pertanggung jawab apapun kalau saya kenapa-kenapa nantinya," ujar Arav memohon.

Sang dokter tidak tau harus berkata apalagi selain mengangguk pasrah.

"Baiklah, saya akan resepkan obat pelancar siklus darah serta beberapa vitamin agar tidak mengandung efek samping."

Arav seketika mengembangkan senyuman penuh gembira. Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan buru-buru Arav melajukan mobilnya menuju apartemen Lisa, namun sebelum itu dia melakukan aksi gilanya lagi menabrak segaja mobilnya ke tiang listrik agar sedikit peyok, setelah puas dengan aksi gilanya barulah benar-benar menuju apartemen Lisa.

"Kali ini kamu tidak akan bisa mengusirku Lisa, tidak mungkin kan kamu mengusir orang sakit," gumam Arav tersenyum penuh maksud.

tok

tok

tok

Arav mengetuk pintu apartemen Lisa beberapa kali sembari mempersiapkan dirinya mengatasi Lisa kali ini. Cukup lama ia berdiri di depan pintu sesekali melirik kearah jam di pergelangan tangannya.

'Apa dia sudah pergi kantor?'

Arav mencoba berpikir tapi rasanya tidak mungkin ini masih terlalu pagi untuk ke kantor.

'Tapi bukannya ob harus datang lebih cepat dari yang lain!'

kali ini Arav merasa ragu. Arav mencoba mengetuk untuk terakhir kali namun niatnya terhenti saat melihat pintu sudah terbuka lebar.

"Uncle tampan," gumam Doin cukup terkejut namun sedetik kemudian wajahnya langsung tersenyum cerah.

Arav yang sudah mewati-wati yang buka pintu Lisa reflek ia memasang wajah sakit namun malah terhenti mendengar suara Dion.

"Dion," gumam Arav yang sama halnya juga dengan Dion.

"Uncle disini, Uncle tau rumah Dion?" Tanya Dion.

"Iya, eh tidak tidak tidak. Uncle tidak sengaja habis dari rumah sakit eh bukan Uncle habis tertabrak tiang listrik tadi jadi Uncle ingin istirahat sebentar disini ternyata rumah kamu," ujar Arav sembari menujuk kearah mobilnya yang peyok bagian depan. Tak lupa senyum pepsoden ia pasangkan sebagus mungkin. Sungguh ia tidak tau berbohong apa, kata-kata yang sudah ia susun menghadapi Lisa hilang seketika di otaknya.

Dion melihat itu segera memeriksa tubuh Arav dengan teliti, bocah 4 tahun itu memasang wajah khawatir sembari menyentuh kening Arav terlebih dahulu baru melihat lihat bagian tubuh Arav lainya, "Uncle gak kenapa-kenapa kan, kok badan uncel ndak panas?"

Arav terdiam mengaruk pelan kepalanya terasa gatal. 'Apa hubungannya badan panas sama ketabrak' nagis banget pertanyaan Dion wkwk.

"hmm itu ahhh perut Uncel, Aggrrrr ..." Arav spontan langsung menyentuh perutnya mengeluh sakit.

"Uncle kenapa? Uncle sakit pelut?" tanya Dion lagi. Arav mengangguk menginyakan.

"Uncle pasti belum salapan pagi kan, kata Mommy kalau ndak salapan pagi nanti sakit pelut, makanya Mommy selalu bikin salapan untuk Dion," kata Dion menjelaskan namun sebelah tangannya mengusap pelan perut Arav. Seperti yang biasa dilakukan Lisa kalau Dion mengeluh sakit pelut.

Arav tersenyum bahagia "Kamu pintar sekali nak," ucap Arav bangga.

"huuuffff" Dion meniup perut Arav "udah sembuh, kata Mommy halus di tiup bial cepat sembuh," sambung Dion.

Arav semakin gemas, tidak sia sia ia datang kesini.

"Uncle belum salapan kan, ayo Mommy lagi buat salapan pagi, ental uncle sakit lagi kalau endak salapan, ayo." Dion semangat menarik telunjuk Arav agar ikut dengannya masuk kedalam.

Bersambung .....

Hihihi jangan lupa likenya.

1
Jumi Saddah
ini cerita beneran end kok nda ada lanjutan nya lgi,,
Gladys Dalsiva
lisa bodoh seharusnya cepat pergi tau ada araf
Suria Zulaikha
penasaran kelanjutannya..😍
Daud Meyli
menarik
Merry Merr
Lanjut dong Thor pleaseee
Narfach Atika
lanjut donk Thor
Mulyana Clara Mustafa
bagus sekali
Nobe Bara
bagus sekali namun sayang baru beberapa bab
Evi mugihartati
bgs
Ai Hodijah
kayanya kalau ada ulet keket kaya giru perlu di gores ,biar tau diri
terimakasih up nya,semoga masih bisa bersambung dan gak lama
saya suka ceritanya
selamar bebuka dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan
Herlina Rahman
up thor sering2
Titik Supadmi
next thor...👍👍👍👍
Syahria Ria
Lama ya kak othor gak up hee apa di hp ku ya yang lama gak dapat notif ini 😁
Syahria Ria
waduh baru dapat notif kak othor maaf ya baru bisa komen 😁 wadu 😱 siapa ya yang manggil Arav 🙄 hemm pasti si uler keket karian 🤭 apa yang terjadi kalau sampai lisa tau itu tunangan Arav 🙄 bisa2 Lisa dan dion pergi jauh lagi dari Arav 🥴 haiya Arav ayo usir tuh si uler keket sebelum Lisa dan dion pergi lagi darimu pertahankan Lisa dan dion bersama mu Arav apa pun yang terjadi 😔 seandai nya mama Arav tau dan ngamok² tolong jaga lisa dan dion ya Arav kalau kamu gak mua kehilangan lagi ☺ bisa² di ambil uncle Arya 🤪😁
Reza Indra
Biasa
Reza Indra
alamat mata bawang nich.. dn kaya'nya bikin sediichh... 😥😥😥
Ai Hodijah
sakit hati lisa belum terobati,karna lukanya terlalu dalam,penderitaannya tidak sebanding dengan keadannya sekarang,anda harus siap tian dengan segala resikonya,karna andalah yang memulai duluan
💞 Adhel 💞: lanjut Thor, tetap semangat
total 1 replies
Entin Fatkurina
tetap semangat semangat semangat semangat semangat semangat
Titik Supadmi
next thor... 👍👍👍👍😍😍
Eliyah Edres
Lama ya thor nambah nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!