NovelToon NovelToon
Jatuh Cinta Pada Mahluk Legenda

Jatuh Cinta Pada Mahluk Legenda

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:812
Nilai: 5
Nama Author: DeeSCe

Keiko selalu menganggap legenda hanyalah cerita pengantar tidur.

Saat pulang ke desa terpencil tempat neneknya dimakamkan, ibunya memaksa ia membawa sebuah jimat pelindung dan memperingatkannya agar tidak mengucapkan sembarang permohonan selama Festival Dewa Kucing.

Bagi Keiko, semua itu terdengar konyol.

Di tengah festival yang dipenuhi lampion, topeng kucing, dan kisah-kisah tentang Bakeneko, ia hanya tertawa.

"Aku bahkan bersedia menikah dengan Bakeneko kalau memang mereka benar-benar ada."

Ia tak pernah menyangka, candaan itu didengar oleh sesuatu yang telah menunggu selama ratusan tahun.

Sejak hari itu, batas antara mitos dan kenyataan mulai menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeeSCe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menanti Pulang

Malam telah larut ketika Keiko kembali ke apartemen rooftop miliknya.

Tiit

Suara pelan dari smart lock terdengar Begitu pintu terbuka, Keiko masuk sambil membawa beberapa kantong belanja di kedua tangannya lalu meletakkan seluruh belanjaannya di atas meja makan.

Malam itu ia memang sengaja mampir ke supermarket sebelum pulang.

Selain beras, sayuran, telur, susu, dan berbagai kebutuhan dapur untuk persediaan beberapa hari ke depan, ada pula beberapa bungkus makanan kering, makanan kaleng, serta camilan kucing yang memenuhi salah satu kantong belanja.

Keiko mulai membereskannya satu per satu

"Besok kubuatkan ikan panggang untukmu." ucapnya sambil menyimpan ikan itu ke dalam kulkas, lalu melanjutkan membereskan barang-barang lainnya

Menyapu Lantai, merapikan bantal sofa yang sedikit bergeser, melipat selimut tipis yang tergeletak begitu saja, lalu mengelap meja makan yang sebenarnya masih cukup bersih. Satu demi satu pekerjaan kecil itu selesai tanpa terasa.

Baru setelah semuanya rapi, Keiko menjatuhkan tubuhnya ke sofa. "Haaah..." Ia mengembuskan napas panjang sambil menyandarkan kepala, pandangannya berkeliling ke seluruh rumahnya. Ruang tamu tampak lebih bersih, dapur kembali rapi, dan tak ada lagi kantong belanja yang berserakan.

"...Hhaahh," Keiko berkedip pelan. "Yang pulang besok... kan cuma seekor kucing."

Beberapa detik ia terdiam, lalu tawa kecil lolos begitu saja. "Kenapa aku sampai beres-beres rumah begini..." Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Capek..."

Meski begitu, senyum kecil di wajahnya tak juga menghilang.

***

Ruangan yang semalam hanya diterangi lampu kini mulai dipenuhi cahaya matahari. Alarm berbunyi tepat saat matahari mulai menghangatkan langit Aoyama.

Keiko segera bangun. Hari ini tidak ada jadwal ke stasiun radio karena hari ini adalah hari liburnya.

Setelah merapikan tempat tidur, ia langsung menuju dapur. membuat sarapan untuk nya dan memanggang ikan untuk shiro, seketika aroma ikan panggang mulai memenuhi rumahnya. Keiko membolak-baliknya dengan hati-hati hingga kedua sisinya matang sempurna.

"Hm..."

"Harumm."

Ia tersenyum kecil pada dirinya sendiri.

Begitu ikan itu matang, Keiko memindahkannya ke atas piring dan membiarkannya beberapa saat hingga tidak lagi terlalu panas.

"Selesai... " sambil melirik jam yang ada ditangannya "Sudah waktunya menjemputmu."

Pagi itu udara Tokyo terasa sejuk.

Ia berjalan menyusuri trotoar yang sudah begitu dikenalnya beberapa hari terakhir. Beberapa pejalan kaki sesekali berpapasan dengannya.

Deretan toko yang mulai membuka usahanya juga tampak lebih ramai dibanding biasanya. Tak sampai sepuluh menit berjalan kaki, bangunan klinik hewan itu sudah terlihat di ujung jalan.

Keiko berhenti sejenak di depan pintu masuk. Ia menarik napas perlahan. Hari ini Ia tidak datang untuk menjenguk.

Melainkan Ia datang untuk membawa Shiro pulang.

Senyum kecil pun mengembang di wajahnya. Keiko mendorong pintu kaca klinik, lalu melangkah masuk.

Tringg!!

Bel berbunyi pelan saat pintu kaca klinik terbuka. Seorang perawat yang sedang berjaga langsung mengenali Keiko.

"Selamat pagi, Keiko-san."

"Selamat pagi."

Keiko membalas dengan senyum hangat. "Saya datang untuk menjemput Shiro." Perawat itu mengangguk.

"Dokter sudah menunggu. Silakan ikut saya."

Keiko mengikuti langkah perawat menyusuri lorong menuju ruang pemeriksaan. Tak lama kemudian, dokter yang merawat Shiro keluar sambil membawa map berisi catatan medis.

"Selamat pagi, Keiko-san."

"Selamat pagi, Dokter."

Dokter tersenyum tipis. "Kondisi shiro jauh lebih baik.. Luka di bahunya sudah kering, untuk berjaga sebelum tidur bisa di oleskan salep ya. jangan biarkan dia menjilati luka nya "

Keiko mengembuskan napas lega. "baik dokter..."

Dokter menyerahkan beberapa bungkus obat beserta selembar petunjuk. "Obatnya diminum sesuai jadwal seperti yang tertulis di sini..Lalu tiga hari lagi, mohon dibawa kembali untuk kontrol."

Keiko menerima semuanya dengan kedua tangan.

"Baik, Dokter."

Dokter menutup map di tangannya.

"Oh, satu lagi."

"Pagi tadi kami sudah memandikannya setelah memastikan kondisinya aman. Area luka tetap kami lindungi agar tidak terkena air."

Keiko tersenyum "Terima kasih banyak."

"Kalau begitu..." Dokter mempersilakan Keiko mengikuti langkahnya menuju ruang rawat. "Silakan jemput anggota keluarga Anda Keiko-san "

Dokter membuka pintu ruang rawat. Begitu melangkah masuk, pandangan Keiko langsung tertuju ke salah satu kandang di dekat jendela. Shiro sudah terjaga.

Bulu abu-abunya kini kembali bersih dan lembut, berkilau diterpa cahaya matahari pagi yang masuk melalui jendela.

Saat mata mereka bertemu, Kedua telinga Shiro langsung tegak. Ia segera berdiri dan berjalan mendekati pintu kandang.

"Meong..."

Suara pelannya terdengar, jauh lebih lembut daripada saat terakhir Keiko meninggalkannya. Senyum Keiko seketika melebar "Selamat pagi shiro, Kau kelihatan jauh lebih segar."

Shiro menggosokkan pipinya ke pintu kandang, seolah sudah tidak sabar untuk keluar. Dokter membuka pengunci kandang.

"Pelan-pelan ya."

Baru saja pintunya terbuka, Shiro melangkah keluar tanpa ragu. Ia langsung menghampiri Keiko. Gadis itu berjongkok, lalu mengulurkan kedua tangannya.

Shiro mendekat dan membiarkan tubuhnya diangkat dengan hati-hati. Begitu berada dalam pelukan Keiko, ia segera menyandarkan kepalanya di bahu kanan wanita itu.

Matanya perlahan terpejam. Keiko mengusap lembut punggungnya "ayo ..Kita pulang shiro."

###

Tidak butuh waktu lama untuk bisa sampai ke blok apartemen keiko, hanya butuh beberapa menit, Keiko dan Shiro tiba di depan sebuah gedung apartemen tua. Keiko masih menggendong Shiro dengan sangat hati-hati.

"Nah, Shiro..." bisik Keiko. "Ini gedung apartemenku."

Shiro mengangkat kepalanya, memandang bangunan beberapa lantai yang berdiri kokoh di hadapan mereka.

"Tapi..." lanjut Keiko, "kalau mau ke rumahku, kita harus naik tangga di samping gedung ini."

Keiko tersenyum kecil, lalu melangkah menuju tangga luar yang mengarah langsung ke rooftop. Sesampainya di atas, ia berhenti di depan halaman kecil yang dipenuhi aneka bunga dalam pot. Di sudut rooftop itu berdiri sebuah rumah mungil bergaya sederhana yang tampak hangat.

Keiko berjongkok perlahan, lalu menurunkan Shiro ke lantai. "Kita sudah sampai."

Shiro tidak langsung bergerak. Ia lebih dulu mengangkat kepalanya, mengendus pelan udara di sekelilingnya. Sesaat kemudian, barulah ia melangkah perlahan. Pagar halaman, pot-pot bunga, meja dan kursi kayu—semuanya diendus satu per satu dengan penuh rasa ingin tahu.

Keiko hanya memperhatikannya sambil tersenyum penuh kasih. Tak lama kemudian, Shiro berhenti di salah satu sudut pagar dan menggosokkan kepalanya di sana. Keiko tertawa kecil. "Jadi sekarang kau menganggap tempat ini wilayahmu?"

Keiko berjalan menuju pintu rumah kecilnya. Di depan pintu, ia menekan beberapa angka pada panel smart lock.

Tit...

Tit...

Tit...

Bunyi pendek terdengar, disusul suara pengunci yang terbuka. Klik.

Keiko mendorong pintu perlahan, lalu menoleh. Shiro, yang sejak tadi sibuk mengelilingi halaman, kini berjalan mendekat. Senyum geli menghiasi wajah Keiko.

"Selamat datang di rumah, Shiro."

Shiro melangkah melewati ambang pintu. Begitu masuk, hidungnya kembali bekerja. Ia mengendus kaki sofa, meja ruang tamu, lalu berjalan menuju kamar tidur. Sesaat kemudian, ia muncul lagi dari arah pintu kamar mandi. Tanpa berhenti, ia melanjutkan langkahnya hingga ke dapur.

Keiko hanya mengikuti dari belakang sambil terkekeh pelan.

"Pelan-pelan," ucapnya. "Rumah ini tidak akan ke mana-mana."

Keiko berjalan ke meja makan, membuka tudung saji, aroma ikan panggang segera memenuhi dapur. Langkah Shiro yang semula masih berkeliling langsung terhenti. Kedua telinganya bergerak pelan. Ia mengangkat kepala, lalu mencium aroma yang begitu dikenalnya.

Tak lama kemudian, ia berjalan menghampiri Keiko. Tanpa bersuara, Shiro duduk rapi di dekat kakinya. Tatapannya lurus mengarah ke meja dapur. Keiko menoleh dan tersenyum geli.

"Kamu selalu sabar setiap kali aku membuatkan makanan untukmu."

Ia memotong ikan panggang menjadi beberapa bagian kecil, lalu menyusunnya di atas piring. Setelah meletakkannya di lantai, Keiko mengusap lembut belakang telinga Shiro.

"Nah... Silakan makan."

Shiro menundukkan kepala, mencium aromanya sekali lagi, lalu mulai makan dengan lahap dan gak lama piring Shiro sudah langsung kosong.

"Shiro.. kamu lapar banget yaa.. "

Keiko mengambil dispenser minum elektrik yang semalam baru dibelinya. Ia mengisinya dengan air bersih, lalu menyalakannya. Air mulai mengalir pelan, membentuk pancuran kecil di dalam mangkuk minum.

Shiro memperhatikan aliran air kecil yang terus bergerak di permukaannya. Dengan sedikit rasa penasaran, ia mendekat, lalu mulai minum.

"Mulai hari ini minuman mu di pancuran itu ya shiro. ."

Setelah puas minum, Shiro menjilat sebentar bulu di sekitar mulutnya, kemudian melangkah menuju ruang tamu. Dengan hati-hati, ia naik ke atas sofa, berputar satu kali di atas bantalan empuk itu, lalu merebahkan tubuhnya.

Keiko ikut menghampiri. "Baru makan... langsung tidur," ucapnya sambil tersenyum geli. "Dasar."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!