NovelToon NovelToon
Jalan Abadi Sang Pengembara

Jalan Abadi Sang Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Wuxia
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Shen Yu hanyalah seorang pemburu yatim piatu dari desa terpencil yang setiap hari hidup dalam hinaan. Takdirnya berubah saat ia memperoleh warisan Menara Dewa Kuno, peninggalan terakhir Sekte Dewa Kuno yang telah dimusnahkan.

Di balik kekuatan itu tersembunyi rahasia kematian kedua orang tuanya dan konspirasi Dua Belas Sekte Besar yang menguasai dunia kultivasi.

Dengan tekad membalas dendam, membangkitkan kembali Sekte Dewa Kuno, dan mencapai puncak kultivasi, Shen Yu memulai perjalanan untuk menjadi True God.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tinju Penghancur Langit

​Empat aksara kuno berdarah memancarkan cahaya keemasan yang teramat menyilaukan di dalam ruang kesadaran pikiran Shen Yu.

​[Tinju Penghancur Langit]

​Begitu formula teknik pembantaian tingkat dewa itu menyatu dengan memorinya, ribuan visualisasi bayangan gerakan siluet emas mendadak muncul silih berganti di dalam kepalanya.

​Setiap ayunan pukulan dari bayangan tersebut sebenarnya tampak teramat sederhana dan lugus. Namun, setiap kali kepalan tangan itu menghantam udara bebas, dampaknya begitu tirani—sanggup meruntuhkan barisan gunung purba, membelah lautan luas menjadi dua, bahkan menciptakan distorsi riak yang mengguncang kubah langit.

​Shen Yu tanpa sadar memejamkan kedua kelopak matanya, memasuki kondisi meditasi yang mendalam. Jiwanya secara otomatis mulai meniru dan mengikuti setiap jengkal ritme gerakan di dalam penglihatannya.

​Satu pergeseran langkah kaki...

Satu tarikan napas kosmik...

Satu pelepasan tinju tunggal...

​Wuuuung!!!

​Aliran energi Qi Kekacauan Purba di dalam tubuh fisiknya mendadak bergolak liar, mengalir deras memutari jalur meridian tersembunyi yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

​Roh Menara yang menyaksikan perubahan drastis pada tubuh Shen Yu seketika memasang wajah serius. "Luar biasa... Anak ini langsung memasuki kondisi Pencerahan Instan hanya dalam satu kali lihat!"

​Tie Shan menganggukkan kepalanya dengan khidmat, guratan kekaguman tersirat jelas di wajah kekarnya. "Bakat pemahaman spiritualnya berada di tingkat monster, jauh melampaui seluruh kalkulasi dugaanku."

​Namun, baru beberapa fraksi detik Shen Yu mencoba memanifestasikan gerakan tinju tersebut di dunia nyata...

​Bukkk!

​Tubuh Shen Yu mendadak tertekuk. Ia jatuh berlutut dengan kedua lutut menghantam keras lantai batu arena, disusul oleh tetesan darah segar berwarna merah pekat yang mengalir deras dari sudut bibirnya yang robek.

​"Uhuk... Uhuk! Apa... apa yang terjadi?" tanya Shen Yu seraya terengah-engah parah, dadanya terasa seperti terbakar.

​Tie Shan melangkah mendekat, menatapnya dengan pandangan serius. "Teknik Tinju Penghancur Langit adalah warisan tirani absolut. Level esensi energinya terlalu besar dan berat untuk ditampung oleh kapasitas tubuh fisik alam Body Tempering Tingkat Keduamu yang sekarang. Jika kau keras kepala memaksakan diri meluncurkannya secara penuh saat ini... seluruh struktur tulang dan 108 meridianmu akan langsung meledak hancur dari dalam!"

​Shen Yu menyeka noda darah di bibirnya dengan punggung tangan, lalu menyunggingkan sebuah senyuman tipis yang sarat akan tekad baja. "Uhuk... Kalau begitu, konklusinya kembali menjadi sangat sederhana, Paman. Aku hanya perlu menempa tubuh kurusku ini hingga menjadi seratus kali lipat lebih kuat dan keras!"

​Tie Shan tersenyum lebar penuh kepuasan mutlak mendengarnya. "Hahaha! Itulah jawaban bermental baja yang ingin kudengar dari seorang kultivator sejati!"

​Wush! Tie Shan melambaikan tangannya ke depan. Sebuah objek batu berbentuk bulat berwarna hitam legam sebesar kepalan tangan mendadak melayang keluar dari udara kosong. Permukaan batu hitam itu dipenuhi oleh guratan retakan emas kuno yang terus berdenyut ritmis seperti detak jantung.

​"Pegang dan bawa batu ini di tanganmu," perintah Tie Shan.

​Shen Yu mengulurkan tangan kanannya secara terbuka, menerima jatuhnya batu hitam misterius tersebut. Namun, tepat pada fraksi detik ketika permukaan batu itu menyentuh telapak tangannya...

​DUUUMMM!!!

​"Sialan!" teriak Shen Yu.

​Bobot berat yang teramat ekstrem mendadak menghantam lengannya secara instan, menyeret paksa seluruh tubuh Shen Yu hingga terjerembab jatuh menelungkup di atas lantai batu arena.

​"Batu... batu keparat apa ini?! Berat sekali!" geram Shen Yu, wajahnya memerah menahan beban gila.

​"Benda di tanganmu itu bernama [Batu Bintang Bawah Tanah]. Meskipun ukurannya hanya sekecil kepalan tangan, namun bobot mentah yang dikandungnya mencapai angka lima ribu jin!" sahut Tie Shan seraya menyilangkan kedua tangan kekarnya di depan dada dengan angkuh.

​Mata Shen Yu seketika membelalak sempurna penuh horor. "Lima ribu... jin?!"

​"Benar. Dan mulai detik ini juga, batu lima ribu jin itu tidak boleh lepas satu milimeter pun dari sentuhan tubuh fisikmu. Kau harus membawanya saat berjalan, membawanya saat berlatih, bahkan membawanya saat kau terpaksa bertarung hidup dan mati di luar sana nanti!"

​Shen Yu menggertakkan rahangnya kuat-kuat, mengerahkan seluruh sirkulasi energi fisik Body Tempering Tingkat Keduanya hingga batas paling maksimal. Otot-otot di sekujur tubuhnya menegang ekstrem, dan pembuluh darah di lehernya menonjol keluar. Dengan susah payah dan gemetar hebat, ia memaksakan dirinya untuk kembali bangkit berdiri tegak di atas kedua kakinya.

​Gebruk! Butiran keringat dingin langsung membanjiri seluruh baju robeknya.

​Tie Shan menganggukkan kepalanya puas melihat keteguhan fisik sang pewaris. "Bagus! Ingat hal ini, Shen Yu. Jika suatu hari nanti kau sudah memiliki kapasitas untuk melepaskan teknik Tinju Penghancur Langit dalam kondisi tubuhmu sedang memikul Batu Bintang ini... maka daya hancur pukulanmu akan meningkat berkali-kali lipat melampaui hukum alam!"

​BOOOOMMMM!!!

​Belum sempat Shen Yu menstabilkan napas beratnya, sebuah suara ledakan yang jauh lebih mengerikan kembali berdentum hebat dari arah lantai dasar menara. Jarak getarannya kali ini terasa teramat dekat.

​Roh Menara memejamkan sepasang matanya sejenak untuk memindai perimeter bawah, sebelum akhirnya berkata dengan nada suara yang teramat berat dan cemas:

​"Situasi telah mencapai titik nadir, Shen Yu... Anjing-anjing pemburu itu... mereka kini telah resmi menapakkan kaki mereka di area aula lantai dasar menara!"

​Shen Yu mencengkeram erat Batu Bintang lima ribu jin di tangan kanannya, sorot mata hitamnya perlahan-lahan berubah menjadi sedingin es kutub.

​"Waktuku untuk bersembunyi... ternyata sudah benar-benar habis."

​BOOOOM!!!

​Getaran destruktif dari arah lantai dasar bergerak semakin masif dan tidak terkendali. Dinding-dinding Aula Ujian Kekuatan terus memuntahkan serpihan debu dan bongkahan batu kecil yang berjatuhan di sekitar arena.

​Roh Menara menatap ke arah bawah dengan sorot mata yang dipenuhi kecemasan mendalam. "Saat ini sudah ada tujuh orang kultivator elit dunia atas yang berhasil menembus masuk ke dalam menara. Dan di barisan paling depan... dipimpin langsung oleh pria berjubah ungu tua si pemburu bayangan ranah Foundation Establishment!"

​Cuh! Tie Shan mendengus kasar, hawa perak meletus dari kepalan tinjunya. "Jika tikus-tikus jubah ungu itu berani melangkahkan kaki kotor mereka menginjak Lantai Ketiga ini... aku sendiri yang akan meremukkan seluruh tempurung kepala mereka hingga menjadi bubur batu!"

​Roh Menara segera menggelengkan kepalanya dengan wajah suram, memotong antusiasme tersebut. "Jangan bertindak bodoh, Tie Shan! Kau harus ingat batasan hukum kuno tempat ini! Kalian semua saat ini hanyalah fragmen roh penjaga yang terikat kontrak menara. Otoritas kalian mutlak tidak akan pernah diizinkan untuk melangkah keluar meninggalkan lantai domain masing-masing!"

​Tie Shan mengepalkan tinjunya dengan sangat kesal hingga lantai di bawah kakinya retak, namun ia tidak mampu membantah kebenaran hukum absolut tersebut.

​Shen Yu terdiam membisu di tempatnya standing, mendengarkan perdebatan itu. Ia akhirnya menarik satu konklusi logis yang kejam: Para penjaga hebat di menara ini hanya memiliki otoritas untuk melatih dan membekalinya dengan ilmu tingkat dewa, namun pada akhirnya... panggung pertempuran hidup dan mati untuk bertahan hidup melawan para penyusup di luar sana harus ia hadapi sendirian dengan kedua tangannya sendiri.

​Mereka terikat, dan dirinya adalah satu-satunya pion bebas.

​Roh Menara kini mengalihkan tatapan matanya, menatap lurus ke dalam manik mata Shen Yu dengan ekspresi yang teramat serius. "Dengarkan aku baik-baik untuk terakhir kalinya, Shen Yu. Sekte-sekte licik yang sedang mengepungmu di luar jurang saat ini... mereka sebenarnya hanyalah pion-pion kecil di permukaan. Di balik aliansi mereka... ada sesosok entitas tertinggi yang mengendalikan seluruh skenario pemusnahan ini dari balik layar."

​Shen Yu menegakkan kepalanya, matanya menyipit tajam. "Siapa nama bajingan di balik layar itu, Kakek?"

​Roh Menara menggelengkan kepalanya perlahan dengan pandangan sendu. "Tingkat kultivasimu saat ini masih terlalu rendah, Shen Yu. Belum saatnya kau mengetahui nama absolut itu sekarang. Jika aku membocorkan identitasnya kepadamu di detik ini... aku khawatir beban namanya saja sudah cukup untuk membuat hatimu dipenuhi oleh rasa putus asa yang teramat sangat."

​Shen Yu tidak memilih untuk memaksa. Sebagai seorang pemburu liar, ia tahu persis kapan harus mundur selangkah. Jika mangsanya terlalu besar untuk ukuran busur kayunya saat ini, maka memaksakan diri hanya akan berakhir menjadi bunuh diri yang konyol.

​Tie Shan kemudian melangkah maju mendekati Shen Yu. Di telapak tangan raksasanya, kini tergeletak sebilah lencana kuno yang terbuat dari tembaga hitam berbentuk kepalan tangan yang memancarkan aura superioritas.

​"Lencana ini adalah [Lencana Murid Inti] tertinggi milik Sekte Dewa Kuno di masa lalu. Taruh telapak tanganmu di atasnya dan terimalah, Shen Yu," titip Tie Shan.

​Tepat pada detik ketika telapak tangan kiri Shen Yu menyentuh permukaan logam tembaga tersebut, sebuah letupan cahaya keemasan murni meletus seketika, menyatu dan meresap masuk ke dalam pori-pori kulit tangannya. Di punggung tangan kirinya, sebuah tato simbol kepalan tangan emas sempat menyala terang selama tiga detik sebelum akhirnya tersembunyi kembali ke dalam kulit.

​"Mulai detik ini... status eksistensimu di dunia luar bukan lagi sekadar seorang pewaris menara biasa," ucap Tie Shan dengan nada suara yang teramat khidmat dan bangga. "Kau... secara resmi adalah sosok [Murid Inti Terakhir] yang membawa seluruh sisa kehormatan dan martabat dari Sekte Dewa Kuno!"

​Shen Yu menarik napas panjang, membiarkan dadanya membusung tegak. Ia mendongak menatap langit-langit menara yang berkabut, seolah-olah sepasang mata tajamnya sanggup melihat visualisasi jutaan arwah para murid dan leluhur Sekte Dewa Kuno yang telah gugur dikhianati di masa lalu.

​Dengan nada suara yang teramat pelan, namun bergetar mengandung frekuensi tekad baja yang takkan pernah bisa digoyahkan oleh apa pun, Shen Yu mengucapkan sumpah jiwanya:

​"Aku, Shen Yu... Murid Inti terakhir dari Sekte Dewa Kuno, dengan ini bersumpah di hadapan menara. Aku pasti akan mencari dan menuntut kebenaran mutlak di balik tabir kehancuran sekte ini."

​"Aku akan membalas setiap tetes darah pengkhiatan dengan pembalasan yang seribu kali lipat lebih kejam. Aku bersumpah akan tetap melindungi setiap nyawa orang yang tidak bersalah di sekitarku."

​"Dan suatu hari nanti... aku bersumpah akan memastikan bahwa panji kebesaran Sekte Dewa Kuno... akan kembali berkibar dengan angkuh di puncak tertinggi dunia kultivasi ini!!!"

​BOOOOMMMM!!! WUUUUUUNGGG!!!!!

​Tepat pada detik ketika suku kata terakhir dari sumpah Shen Yu selesai diucapkan, sebuah fenomena gaib berskala kolosal mendadak tercipta.

​Seluruh bangunan Menara Dewa Kuno dari lantai dasar hingga lantai tertinggi mendadak memancarkan pilar cahaya keemasan murni yang luar biasa masif menembus langit jurang. Dan dari titik puncak menara, suara dentangan lonceng kuno raksasa yang telah membeku selama puluhan ribu tahun mendadak berbunyi nyaring, menggema memotong hukum ruang hingga terdengar jelas keluar dari wilayah jurang:

​DOOONGGG...!

DOOONGGG...!

DOOONGGG...!

​Sepasang mata Roh Menara seketika membelalak sempurna penuh horor menyaksikan fenomena kosmik tersebut. "Celaka! Ini benar-benar bencana besar! Sumpah emosional jiwamu tadi... esensinya terlalu murni hingga memicu resonansi otomatis dan diakui secara absolut oleh inti Menara Dewa Kuno!"

​Tie Shan langsung menolehkan kepalanya panik. "Apa efek buruk dari pengakuan resonansi menara itu, Roh Menara?!"

​Roh Menara menyahut dengan wajah yang sepenuhnya suram dan bergetar ketakutan:

​"Dengungan lonceng barusan telah menyebarkan koordinat spasial tempat ini secara instan ke seluruh penjuru dunia atas! Mulai detik ini... seluruh penguasa dan master sekte di dunia kultivasi telah mengetahui satu kenyataan baru..."

​"Bahwa sosok Pewaris Sah dan Murid Inti terakhir dari Sekte Dewa Kuno... telah benar-benar lahir dan bangkit di dunia bawah!!!"

​Sementara itu, tepat di area luar retakan bumi di atas jurang...

​Para tetua agung dan ribuan kultivator elit dari berbagai aliansi sekte besar yang semula sedang bersiap mendaki turun, mendadak menghentikan seluruh pergerakan mereka secara instan.

​Mereka semua mendongak menatap pilar cahaya keemasan vertikal yang melesat membelah awan langit Pegunungan Awan Hitam, dibarengi suara gaib lonceng kuno yang menggetarkan dantian mereka.

​Tetua Agung dari Sekte Mata Surgawi seketika meletuskan tawa dingin yang teramat kejam dan serakah. "Hahaha! Bagus! Sungguh pertunjukan kebodohan yang luar biasa! Kita sekarang tidak perlu lagi repot-repot membuang waktu melacak posisinya!"

​"Jejak energi ini telah mengonfirmasi bahwa bocah pewaris pembawa sial itu berada tepat di dalam menara bawah tanah tersebut!"

​Sang Tetua Agung mengangkat sebilah pedang pusaka panjangnya tinggi-tinggi ke langit, berteriak dengan nada penuh tirani:

​"Dengarkan perintah mutlak dariku! Siapa pun di antara kalian, baik murid elit maupun faksi luar, yang memiliki kemampuan untuk membawa kepala botak Shen Yu ke hadapanku... maka detik itu juga, dia akan langsung kuangkat menjadi Tetua Agung nomor satu di dalam Sekte Mata Surgawi dengan sumber daya tak terbatas!!!"

​Wush!

​Mendengar janji hadiah fasilitas sekte yang teramat gila dan menggiurkan tersebut, sepasang mata dari ribuan kultivator aliansi di tempat itu seketika berubah menjadi merah padam, dipenuhi oleh kobaran rasa keserakahan dan nafsu membunuh yang tak terbendung.

​Pada saat yang sama, berada di koordinat ruang yang berbeda jauh di dalam wilayah Pegunungan Awan Hitam...

​Sesosok pemuda tampan berjubah putih bersih yang sedang melesat terbang di angkasa mendadak menghentikan pergerakannya di udara. Sepasang mata sedingin es kutub miliknya menatap lurus ke arah pilar cahaya keemasan di ujung cakrawala.

​Ujung bibir tampannya perlahan terangkat, membentuk seulas senyuman dingin yang teramat kelam dan sarat akan hawa membunuh. Pria muda itu membetulkan posisi pedang biru pucat di pinggang kirinya.

​"Menara Dewa Kuno... Shen Yu..." gumam pemuda itu dengan nada dingin yang memotong angin malam.

​"Akhirnya... panggung perburuan monster yang sesungguhnya... resmi dimulai detik ini di bawah pedangku, Han Lie."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!