NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Ruang Ajaib / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:506.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

Li Zie melangkah masuk sendirian dengan jubah hitamnya yang berkibar. Setiap langkah yang ia ambil meninggalkan jejak uap panas di lantai kayu yang membeku. Di dalam ruangan, ia melihat beberapa tabib tua tergeletak pingsan di sudut ruangan, tubuh mereka hampir membeku karena mencoba mengobati sang pria.

"Ck, amatir. Mereka mencoba melawan racun ini dengan obat herbal biasa, itu sama saja menyiram api dengan minyak," batin Li Zie meremehkan.

Li Zie mendekat ke ranjang giok. Pria di sana yang ia duga sebagai pangeran atau bahkan lebih tampak seperti patung es yang sempurna. Meski nampak sekarat, ketampanan pria itu justru terlihat kian mistis di bawah cahaya remang-remang.

Rambut hitamnya tersebar di bantal, kontras dengan kulitnya yang seputih porselen. Yan yang tampan ternyata tidak ada apa-apa di banding pria yang hampir membeku itu.

Li Zie mendekatkan wajahnya, Mata Dewanya berputar perlahan, menembus lapisan kulit sang pria hingga ke sumsum tulangnya.

"Kau beruntung aku sedang butuh emas hari ini, Pangeran Tampan...." bisik Li Zie dengan suara aslinya yang lembut sesaat, sebelum kembali ke suara serak kakek-kakeknya. "Karena jika bukan aku, besok pagi kau hanya akan jadi bongkahan es penghias taman."

Li Zie mengangkat tangannya, dan tiba-tiba suhu di sekitar telapak tangan Li Zie memanas hingga udara di sekitarnya mendistorsi.

Li Zie segera membuang jauh-jauh rasa kagumnya. Di depan pasien, ia bukan lagi gadis pemburu emas, melainkan seorang dokter profesional. Ia menarik napas dalam, membiarkan energi qi panas mengalir ke ujung jari-jarinya.

"Yan, bawa semua tabib pingsan itu keluar. Jangan biarkan siapa pun masuk, atau nyawa tuanmu akan melayang karena gangguan energi!" perintah Li Zie tanpa menoleh. Yan hanya bisa mengangguk patuh dan segera menyeret para tabib yang sudah tak sadarkan diri keluar.

Kini hanya ada Li Zie dan pria misterius itu.

Li Zie menggerakkan tangannya ke udara kosong, dan dalam sekejap, sebuah gulungan kain berisi deretan jarum perak muncul dari ruang dimensinya. Jarum-jarum ini bukan jarum biasa masing-masing telah ditempa dengan energi spiritual.

Zat! Zat! Zat!

Tangannya bergerak secepat kilat. Ia menusukkan jarum ke titik Hegu dan Neiguan untuk menstabilkan detak jantung yang hampir berhenti. Mata Dewanya terus bekerja, memantau pergerakan kristal es di dalam pembuluh darah sang Pangeran.

"Kau harus bertahan, Pangeran," bisik Li Zie serius.

Li Zie mengambil jarum terpanjang, mengaliri jarum itu dengan energi api murni hingga ujungnya membara kemerahan. Dengan presisi seorang ahli bedah, ia menusukkannya tepat di titik Tiantu di bawah tenggorokan. Begitu jarum masuk, terdengar suara desis halus, uap dingin yang membeku mulai mencair dan keluar dalam bentuk kabut hitam dari pori-pori kulit sang pria.

Dahi Li Zie bersimbah keringat. Mengendalikan suhu ekstrem ini menguras banyak energinya. Ia segera mengeluarkan botol kecil berisi air spiritual murni. Ia tidak meminumkannya, melainkan meneteskannya pada pangkal jarum-jarum yang tertancap. Air itu meresap masuk, mengikuti jalur jarum dan mulai menghancurkan racun es dari dalam.

Pria di atas ranjang itu mendadak tersentak. Dadanya naik turun dengan kasar. Matanya yang semula terpejam rapat, perlahan terbuka.

Mata pria itu berwarna gelap, dalam, dan tajam, meskipun saat ini nampak berkabut karena rasa sakit. Hal pertama yang ia lihat adalah sosok kakek tua dengan wajah cemong yang sedang menatapnya dengan sangat intens.

"Kau..." suara pria itu terdengar parau, seperti gesekan logam.

Li Zie segera menarik kembali semua jarumnya dengan satu gerakan sapuan yang bersih. Ia kembali memasang wajah dingin dan berwibawa.

"Jangan banyak bicara. Nyawamu baru saja ditarik kembali dari Gerbang Neraka," ujar Li Zie sambil merapikan janggut palsunya yang hampir lepas karena uap panas. "Racun Es Seribu Tahun di tubuhmu sudah berakar. Apa yang kulakukan barusan hanyalah mencairkan permukaannya saja."

Pria itu mencoba duduk, namun Li Zie menahan pundaknya dengan satu tangan yang sangat kuat kekuatan seorang ahli karate dan berkata, "Diam di situ jika kau tidak ingin jantungmu membeku lagi dalam lima menit."

Begitu Li Zie merapikan peralatannya, Yan masuk dengan terburu-buru, wajahnya penuh kecemasan yang langsung berubah jadi rasa syukur saat melihat Tuannya sudah bisa membuka mata.

Li Zie berdiri, menepuk-nepuk Hanfu hitamnya yang kebesaran dengan gaya angkuh. Li Zie menatap Yan dengan tatapan tajam yang membuat pengawal kaisar itu menunduk.

"Racunnya baru mencair sedikit. Jangan biarkan dia terkena angin malam," ujar Li Zie tegas, dengan suara kakek tua petapa yang berwibawa.

1
Linda Nadi
Pengobatanya cuman akupuntur doang ya,tanpa disertai ramuan,bener"baru nemu cerita kaya gini...lain x sediakan makanan dulu sebelum mlakukan akupuntur
Linda Nadi
Baru x ini q baca cerita berbeda dari yg lain,kebanyakan cerita kultivasi tu makin kuat smakin bisa berhari"tak merasa lapar,begitu juga ilmu pengobatanya smakin lama smakin kuat smakin bisa mengendalikanya,begitu juga ruang dimensinya makin kuat orangnya smakin bertambah luas&lengkap pula isinya &takan ada habisnya juga 🤭🤣🤣🤣 ini mah ngocak perut mulu
Tri Haryanto
baguuuuuuus bangeeeet ya ampuuun
Heny Shae
zie dimana semua sikap sombong dan sok wibawamu 🤣🤣
Heny Shae
🤣🤣🤣
Sri rahayu
ternyata di dunia novel pun sama ya kalau istri kurang duit suka marah melulu 🤣🤣🤣🤣
Sri rahayu
Thor ceritamu Bagus dan di selingi kekonyolan pasti orang suka
Sri rahayu
Thor terimakasih ya sudah bikin sy tertawa terus .semoga amal ibadah author di terima karena sudah membuat banyak orang tertawa 😁😁🫰🫰
Fitria: Sama-sama, Kak.
total 1 replies
Sri rahayu
🤣🤣🤣🤣🤣 pasti terkenving kencing tuh
Sri rahayu
guru hentikan guru
Fitria: Kok author jadi ngakak ya, keinget nadanya🤣
total 1 replies
𝓬𝓱𝓪𝓵
🤣🤣🤣 bisa bisanya harga diri nmr 2
miss blue 💙💙💙
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak banget ya allah 🤣🤣🤣
Hua Hua
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hua Hua
aduh terlalu cantik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
miow 🐈🐈🐈
ini kenapa seolah2 yan bru liat kecantikan nya.... kan pas mergokin di paviliun reot pas muka nya dilap pke air spritual kasiar, yan dan feng liat terus terpesona... knp skrg yan malah kya bru pertama liat 🤭🤭🤭
Julia thaleb
Thor..
di dalam ruang dimensi simpan makanan yg banyak, saat lapeeer tinggal makan, tidak perlu bingung cari kedai nasi or restoran.
Lina Sofi
lucu bgt 🤣🤣🤣
tudehun
/Ok/
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru 🙂
Alisya Dilla
ya allah apa kh ada part yg lebih ngakak ketimbang part ini? astga ngga lemes besty 😭😭🤣🤣🤣💪
Fitria: Mungkin masih banyak sih, kk. 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!