NovelToon NovelToon
AKU BERTRANSMIGRASI?

AKU BERTRANSMIGRASI?

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Chicklit / Tamat
Popularitas:201.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Widya_Kim02

Bertransmigrasi?

Satu kata yang mampu membuat Nala, mengumpat di tempat. Dia yang awalnya membenci tokoh utama pada sebuah novel karena bunuh diri akibat diselingkuhi mengakibatkan dirinya bertransmigrasi ke tubuh Carissa.

bagaimanakah jika Nala, si gadis super aktif mengubah hidup Carissa yang flat menjadi lebih heboh dan mengejutkan sekeluarga serta teman-temannya.

Ikuti kisah Nala yang akan mengubah alur hidup Carissa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widya_Kim02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21| Membuka hati

Ini adalah minggu ketiga pada awal semester. Abian sendiri sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian masuk universitas ternama.

Di kelas baru, Carissa duduk menatap cerahnya langit pagi. Sialnya adalah dia ditunjuk oleh Cakra untuk menjadi anggota osis. Carissa sudah mati-matian menolaknya, tetapi Cakra tetap keras kepala, sementara dua temannya menertawai Carissa.

   "Car, di panggil Cakra. Katanya mau ngurus siswa baru. Semangat, ya awokawok!" ledek Dina dengan mengedipkan mata sebelahnya.

Carissa berdecih kesal, dia menggebrak meja lantas berjalan menuju ruang osis. Setibanya di sana, dia disambut dengan banyaknya siswa baru. Bersamaan dengan dia menerobos melewati siswa baru itu, Cakra hanya tersenyum pasrah.

Setelah semua anggota osis berkumpul, mereka mulai memberikan beberapa pengumuman. Mulai dari ujian pemilihan kelas dan untuk MOS.

Carissa sebagai seksi pengambilan gambar hanya duduk sembari mengetuk-ketuk meja menggunakan jari telunjuknya.

   "Bosan banget!"

   "Sebelum itu, kita akan pergi ke aula. Kakak ingin tahu selama tiga minggu kalian berada di lingkungan sekolah Hasanudin ini, apakah ada kakak osis yang kalian sukai dan benci."

Mereka akhirnya beralih pada ruang aula dan sudah duduk dengan rapi. Buku pun telah mereka siapkan. Carissa menguap, seseorang tiba-tiba memukul bahunya.

   "Ck! Ganggu orang nguap aja lo," kesalnya. Orang itu adalah Gama, dia terpilih menjadi osis lagi kali ini.

   "Nah, silahkan menuliskan nama kakak yang kalian sukai dan benci, jangan lupa sertakan alasannya."

Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Cakra kembali bersuara. Dia masih menjabat sebagai ketua osis karena masih belum ada kandidatnya untuk pemilihan berikut.

    "Jika sudah selesai, bawa bukunya ke depan. Nanti kak Carissa dan kak Gama yang memeriksanya."

Mereka berbaris dengan rapi dan memberikan buku tersebut pada Carissa. Ada yang tersenyum, cuek dan cenderung cari perhatian.

Carissa membuka satu-persatu buku-buku itu termasuk Gama. Sesekali dia terkejut ketika ada nama ya didaftar tak disukai dan rata-rata itu anak perempuan, sedangkan anak cowo lumayan banyak yang menyukainya.

Carissa kembali berdecih dan meletakan buku itu dengan tidak mint. Gama tertawa, tetapi ditahan. Takut jika Carissa akan menghajarnya.

Setelah sesi itu, Carissa meminta izin ke Cakra untuk kembali ke kelas. Pasalnya Carissa melupakan kameranya yang berada di dalam tas dan harus mengambil gambar. Dia berlari seperti orang kesetanan dan kembali dengan mengkalungkan kamera tersebut ke lehernya.

Setelah mengambil gambar, dia beralih menatap Cakra yang sepertinya banyak para siswa baru mengangguminya. Carissa tersenyum, dia bersyukur bahwa ada orang seperti Cakra yang mau menyukainya.

Setelah confes waktu itu, Cakra terkadang perhatian pada Carissa, menunjukan bahwa dia masih menyukai gadis itu.

   "Gue juga harus bisa buka hati buat Cakra. Nggak adil kalau cuma dia doang yang perjuangin cinta gue, gue juga mau berjuang. Kali ini nggak boleh gagal!" batinnya dengan tersenyum menatap Cakra.

Cakra yang merasa di perhatikan pun menoleh dan menatap bingung Carissa. Gadis itu langsung membuang muka salah tingkah, untuk pertama kali dalam hidupnya Carissa merasakan debaran yang begitu terasa di dadanya.

Sejujurnya ketika Carissa bilang dia menyukai Zidan, jantungnya biasa saja. Mungkin itu hanya sekedar rasa kagum dan bukan rasa suka yang sebenarnya.

Jam istirahat, Carissa terlihat melangkah menuju ruang musik. Di tatapnya benda bertali yang dapat menghasilkan bunyi itu dengan lama. Setahun dia tidak menyentuh benda bernama gitar itu.

Kebetulan sekitaran ruang musik sedang sepi, karena extrakulikuler ini tidak berjalan dengan lancar. Guru yang bertanggung jawab pun sedang ambil cuti.

Carissa duduk di salah satu kursi dan menghadap langsung ke jendela, sembari tangan bermain gitar.

Lagu yang dia lantunkan terdengar oleh seseorang. Dia mendekat dan mengintip dari balik pintu.

This is me praying that

This was the very first page

Not where the story line ends

My thoughts will echo your name, until I see you again

These are the words I held back, as I was leaving too soon

I was enchanted to meet you

Please don't be in love with someone else

Please don't have somebody waiting on you

Please don't be in love with someone else

Please don't have somebody waiting on you

Lagu berakhir dengan suara tepuk tangan dari arah belakang. Carissa terkejut dan langsung menoleh. Pipinya bersemu merah kala melihat siapa yang memergoki dirinya bernyanyi.

   "Suara lo keren."

Carissa bergegas meletakan gitar ke tempatnya dan hanya tersenyum canggung.

   "Hehe, makasih. Nggak sebagus itu, kok!"

Seseorang itu mendekat dan menatap alat musik berupa piano. Dia berbakat main alat musik itu sejak duduk di bangku SD.

   "Mau coba konsultasi ke guru buat buka lagi extrakulikuler ini, nggak? Udah lama semenjak bu Indah ngambil cuti. Ruangan ini jadi berdebu sama alat musiknya juga bisa rusak lama-lama kalau nggak di pake."

   "Boleh. Siapa tau siswa baru pada tertarik sama extrakulikuler ini. Kita juga bisa ngajarin dikit-dikit."

Akhirnya keduanya keluar dari ruangan tersebut, di mana ternyata ada satu siswa baru tengah tertidur pulas di bangku paling belakang. Sayangnya acara tidurnya itu harus terganggu karena Carissa yang tiba-tiba masuk dan bernyanyi, dia juga menikmati suara gadis itu.

   "Bagus juga suaranya. Bodoamat, ah mending turu."

Setelah menemui guru, Carissa kembali ke kelas dengan wajah sedikit masam. Pasalnya saat mereka keluar dari ruang guru, keduanya dikejutkan dengan beberapa siswa baru mengerumuni Cakra. Bahkan mereka berani mendorong Carissa hingga gadis itu berdecak kesal.

Lala duduk di sebelah Carissa dan bersandar pada gadis itu.

   "Ciee, ada yang lagi cemburu!" godanya. Carissa langsung mendorong Lala agar menjauh.

   "Ngadi-ngadi, cemburu sama siapa gue?" ketusnya dengan membuang pandangannya ke arah lain.

   "Heleh. Lo kira gue gak tau? Gini-gini gue juga pinter orangnya."

   "Apasih, La. Gue cemburu sama sispa coba? Orang yang gue suka aja nggak ada."

   "Yakin? Kalau gitu gue deketin Cakra boleh, dong?" Carissa langsung mendelik ke arah Lala dengan seramnya.

   "La, inget Gibran. Gue aduin lo ke Dina biar dia cepu ke sepupunya. Nggak cukup lo sama satu cowo?"

   "Yaelah, becanda doang. Lagian lo kalo demen sama Cakra ngomong aja anjir, jangan dipendem begitu. Tau gak? Cakra udah suka sama lo dari kelas satu. Dia orang yang selalu merhatiin lo dari jauh, gue sama Dina cukup peka, kok cuma otak lo aja dongo."

   "Gue yakin seratus persen kalau Cakra itu orangnya baik. Nyatanya banyak yang confes ke dia, tapi dia tolak dengan baik-baik. Gue pernah sekali denger ada yang confes ke dia, tapi Cakra bilang kalau dia udah punya orang yang dia suka yaitu lo. Sadar, kek buk!" gemas Lala dengan mencubit kecil lengan Carissa.

   "Sakit woy!"

   "Lo kalo gak mau sadar juga gue embat beneran si Cakra."

   "E-eh, jangan dong. Maruk amat lo, gue juga lagi usaha. Setiap deket dia jantung gue kek malu meledak."

Lala memutar bola matanya malas. Sudah jelas bahwa gadis ini jatuh cinta, kalau tidak apalagi alasannya?

   "Lo pokoknya harus cepet-cepet confes, sebelum hatinya Cakra tawar eh? Maksudnya sebelum dia hilang rasa sama lo."

   "Iya, bawel banget anak konda."

   "Idih, dikasih saran malah ngatain anak konda. Males, ah!"

   "Eh, iya iya Lala yang paling cantik sejagat SMA Hasanudin!"

.

.

.

Di rumah, Carissa terlihat sedang asik berbalas pesan dengan kedua temannya. Dia sesekali berteriak ketika Dina bercerita tentang keromantisan Leon, begitupun dengan Lala.

Carissa senang melihat betapa bahagia kedua temannya itu. Semoga saja memang Gibran dan Leon adalah jodoh mereka dengan begitu ketika dia nantinya kembali ke tubuh aslinya, mereka memiliki seseorang yang dijadikan sandaran dan tempat untuk berlindung setelah keluarga.

Carissa sudah memikirkan ini jauh-jauh hari. Bagaimana jika dia pergi lebih awal dan meninggalkan banyak tanda tanya pada semua orang.

Begitupun pikirannya melayang pada Cakra. Hal yang mustahil dia lakukan sekarang adalah menyatakan bahwa dia mulai menyukai pria itu. Namun, mengingat dia bukan berasal dari sana, hatinya tertampar dengan sangat keras.

Dia ingin Cakra, tetapi ingin keluarga dan kehidupan yang sebenarnya bukan di sini.

Carissa juga harus menceritakan dari mana dia berasal pada seseorang selain Keenan yang saat ini masih terpenjara akibat perbuatannya sendiri.

Carissa meletakan ponsel di atas nakas dan menatap langit-langit kamar. Telinganya langsung terngiang lagu artis luar negeri berjudul 'enchanted'.

Bayang-bayangan wajah Cakra yang tersenyum tulus tergambar jelas membuat dadanya sesak. Cairan bening mengalir dengan pasrah ke sisi kiri dan kanan bawah mata.

Pintu kamar Carissa terbuka, menampilkan Abian yang baru saja datang setelah keluar tadi bertemu teman-temannya. Dia melihat Carissa yang terisak kecil sembari menutupi mata dengan lengannya.

   "Carissa, kamu kenapa?" Abian yang begitu panik langsung berlari dan menghampiri sang adik.

Carissa spontan menghapus air matanya dan duduk.

   "Nggak. Tadi Carissa baca novel terus sad ending, jadi nangis."

Abian menatap mata sang adik tak percaya.

   "Kalau ada apa-apa, cerita ke kakak aja. Jangan di pendem sendirian."

   "Iya em ... "

Carissa menunduk, apakah dia harus menceritakannya pada Abian? Terus, bagaimana kalau Abian tak percaya dan menganggapnya gila?

Tidak. Dia harus menceritakannya agar beban dihatinya sedikit berkurang.

   "K-kak ... "

   "Ya?"

   "Carissa mau ngomong sesuatu, tapi please jangan potong pembicaraannya kalau Carissa belum selesai."

Abian nampak mengangguk, sementara Carissa sendiri sedang mempersiapkan diri, hati dan apapun itu.

Dia mulai menceritakan siapa dia sebenarnya, dari mana asalnya dan mengapa dia bisa sampai di sini. Awalnya Abian memang sulit menerima semua yang sangat tidak masuk di akal, tetapi melihat bagaimana mata sang adik menunjukan keseriusan, Abian memgangguk percaya.

   "Jadi, selama ini kamu bukan Carissa melainkan Nala?" tanyanya dan langsung mendapatkan anggukan dari gadis itu.

   "Maaf. Bukan bermaksud mau bohongi kak Abian. Carissa pernah datang ke mimpiku terus ngasih tau semuanya. Dia minta Tuhan bukan membalikan waktu ke kejadian di mana semuanya baik-baik aja dan harus jiwa orang lain yang ada di tubuhnya dan itu aku."

   "Dia juga minta tolong sama aku buat nggak ngebiarin om Wijaya nikah lagi. Carissa udah capek sama beban hidup yang dia tanggung, jadinya dia milih buat nggak balik lagi ke sini. Setelah misi untuk ngebahagiain Carissa dan ngasih ending yang sempurna, aku juga bakalan balik ke tubuh asliku."

   "Maaf pernah mukul kak Abian waktu itu dan berbuat seenaknya. Aku cuma orang luar yang kebetulan dapetin takdir buat bantuin Carissa."

   "Kak Abian juga sesekali lihat ke belakang, ada kak Bella yang selalu merhatiin kakak. Kak Abian selalu berpikiran kalau kak Bella cuma nganggep kakak sebagai temen padahal nggak."

   "Misi aku belum selesai, aku bakalan terus berada di tubuh Carissa. Please, kak Abian harus sembunyiin ini semua. Aku ceritain ini karena percaya kalau kak Abian bisa jaga rahasia."

Abian bergeming, dia menatap tubuh sang adik itu dengan lamat. Apakah adiknya semenderita itu sampai-sampai menyerah dan tidak ingin kembali ke tubuhnya lagi?

Bukankah dia sudah gagal menjadi seorang kakak yang baik? Harusnya dia sadar bahwa Carissa yang sekarang bukan lagi adiknya, melainkan orang asing. Seharusnya dia sadar saat sifat Carissa tiba-tiba menjadi berubah. Harusnya dia lebih peka.

Abian menangis sembari memeluk tubuh sang adik, tubuhnya gemetar membuat gadis itu menatapnya iba.

    "Tenang kak, Carissa udah maafin kak Abian, kok. Sejahat apapun keluarga ini, Carissa tetep bakalan maafin kalian."

   "Ka-kalau gitu kamu maukan jadi adikku? Kamu udah ngisi kekosongan di tubuh Carissa. Dia anak baik, selalu penurut, tetapi kenapa takdirnya begini."

    "Dia nggak pernah nyusahin siapapun dan selalu nunjukin kalau dia baik-baik aja. Ternyata dibalik itu semua, batinnya rapuh dan tersiksa. Aku udah gagal jadi kakak yang baik."

   "Nggak, kak Abian nggak pernah jadi kakak yang gagal. Kak Abian selalu berusaha yang terbaik buat Carissa, aku tau itu."

   "Setelah ini janji harus kayak biasanya. Jangan ngerasa asing, aku juga udah nganggep kak Abian kayak kakak aku sendiri. Ternyata enak punya kakak, soalnya aku anak tunggal."

    "Dan aku juga berharap, ketika aku dilahirkan kembali, semoga aku mendapatkan kakak kayak kak Abian dan saudari kayak Carissa."

Bersambung...

1
Ricka Monika
bagus banget👍🥰💞😘💐
Rana Syifa
bagus banget..sampe aku berharap ada lanjutanx...makasih kakak author udh buat cerita yg menarik, sehat selalu.. terus semangat untuk buat buat karya² yg lebih bagus lg
Rana Syifa
berharap ada lanjutanx/Heart//Heart/
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Ni Ketut Patmiari
udh pindah aja... wkwkwk ampe kaget bacanya, biasanya kan mc nya mati baru pindah
Sulati Cus
iyalah mending di cintai drpd mencintai mending di perjuangin drpd berjuang capek hayati😂
Enung Yani
kereeen
NOiR🥀
ending yg bgs
🥰PencintaDuniaHalu🤪
Luar biasa
mr. rmayy
wahh makasih yaa thorr.. dah bikin kita baperr gk nyangka yaahh ini kyaknya novel pertama yang di liat sampe habiss.. seru banget entahlah lebih ke baperr semangat yahh🤍🤟
Nur Lela
luar biasa
Muthy
hallo kak... ijin promo yahh

mampir yuk ke novel aku yang berjudul transmigrasi jiwa Lien Hua
jangan lupa like & komen
suamy🐼
kasian yatim
anca
makanya mulutmu jangan ember juga carissa,,,klo mau ngeluh dlm hati aja biar ga di dengerin org kyk keenan yg akhirnya ngancam kamu kek gtu
DewaSistem05
mau yah
DewaSistem05
orang kalau mau ngehilang untuk selamanya itu biasanya Jadi beda 180⁰
DewaSistem05
author kan tuhan nya di novel wkwkwk
DewaSistem05
tolol lu pada keluarga wijaya
DewaSistem05
Kasihan Sebagai anak remaja yang baru puber anjay puber [ bohong kok]
saya tahu perasaan clarissa karena gw juga kesel pas bapak gw selingkuh ada mak gw
DewaSistem05
gw kayanya kalau masuk ke dalam novel jadi kaya lala
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!