NovelToon NovelToon
Luka Chelsea

Luka Chelsea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:29k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Sejak bayi, Chelsea tumbuh dalam pelukan keluarga yang memberinya cinta tanpa batas.

Tanpa sadar ... Chelsea mencintai satu orang yang tak seharusnya ia cintai. Sampai sebuah rahasia menghancurkan semuanya.

Sayangnya, orang yang paling ia cintai memilih untuk mempercayai kebohongan. Chelsea pergi dengan hati yang hancur dan berjanji untuk kembali sebagai kebanggaan keluarga.

Dia bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri sendiri. Saat semua kebenaran terungkap
El baru sadar bahwa dia telah kehilangan seseorang yang selalu mencintainya.

Namun di saat yang sama, seseorang datang membawa cinta yang selama ini diam-diam ia simpan, Al. Akankah Chelsea membuka hatinya kembali? Atau memilih meninggalkan semua luka di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Sepuluh

“Mom … kalau Mommy masih menyayangi aku …” Suara Chelsea pecah. “Aku mohon .…”

Ia menarik napas panjang, mencoba menguatkan dirinya sendiri. “Kabulkan satu keinginanku ini, Mom.”

Hana menatap anak yang ada di hadapannya dengan perasaan yang tidak bisa dijelaskan. Ada rasa ingin mempertahankan, ada rasa takut kehilangan, tapi di sisi lain Hana tahu … Chelsea bukan sedang pergi karena tidak mencintai mereka.

Chelsea pergi karena ia sedang mencoba menemukan dirinya sendiri.

Hana mengusap pipi Chelsea yang basah. “Apakah tidak ada pilihan lain, Nak?” tanya Hana pelan. Suaranya penuh harapan. “Apakah harus seperti ini?”

Chelsea terdiam. Pertanyaan itu sederhana, tapi membuat dadanya terasa semakin sesak, karena sebenarnya ia juga tidak ingin pergi.

Rumah ini adalah tempat pertama yang membuatnya merasa dicintai. Tempat pertama yang membuatnya mengenal dan tahu bagaimana rasanya memiliki keluarga. Tempat pertama yang membuatnya percaya bahwa dirinya berharga.

Tapi setelah semua yang terjadi malam ini, Chelsea merasa ia harus melakukan sesuatu. Bukan untuk melarikan diri, tapi untuk membuktikan sesuatu.

“Tidak ada, Mom,” jawab Chelsea akhirnya.

Hana menutup matanya sejenak. Mendengar jawaban itu membuat hatinya sakit.

“Kenapa kamu harus sejauh ini, Nak?”

Chelsea tersenyum kecil. Senyum yang penuh luka.

“Karena aku ingin membuat Mommy dan Daddy bangga.”

Hana menatapnya.

“Aku ingin membuktikan kalau didikan Mommy dan Daddy tidak salah.”

Air mata Chelsea kembali mengalir. “Aku ingin membuktikan kalau anak yang Mommy dan Daddy besarkan selama ini bisa menjadi seseorang.”

Chelsea menggenggam tangan Hana erat. “Aku ingin punya sesuatu yang benar-benar aku capai sendiri, Mom.”

Suaranya terdengar bergetar. “Aku ingin ada sesuatu dari diriku yang bisa aku banggakan.”

Hana tidak mampu berkata apa-apa. Selama ini ia selalu melihat Chelsea sebagai gadis kecil yang harus dilindungi. Gadis kecil yang dulu datang dengan mata penuh ketakutan dan butuh perlindungan.

Tapi malam ini, Hana melihat bahwa anaknya sudah tumbuh dewasa. Anaknya sedang mencoba berdiri dengan kakinya sendiri.

Walaupun caranya membuat hati Hana terluka. Akhirnya wanita itu menarik Chelsea ke dalam pelukannya.

“Baiklah .…”

Chelsea membeku. “Mom?”

Hana memejamkan mata menahan air mata. “Mom akan kabulkan.”

Tangis Chelsea langsung pecah.

“Tapi .…” Hana memeluknya lebih erat. “Mom minta satu hal.”

Chelsea mengangguk kecil di dalam pelukan Hana. “Apa pun, Mom.”

“Jangan berubah. Pergilah kalau itu memang pilihan kamu. Kejar apa yang ingin kamu kejar. Buktikan apa yang ingin kamu buktikan.”

Hana mengusap rambut Chelsea. “Tapi jangan pernah berpikir kamu bukan bagian dari keluarga ini.”

Suara Hana mulai bergetar. “Kamu tetap putri kecil Mommy.”

Chelsea menangis semakin keras.

“Kamu tetap anak yang dulu Mommy tunggu pulang setiap sore.”

Hana tersenyum di tengah air matanya. “Kamu tetap anak yang dulu tidur di kamar Mommy karena takut petir.”

Chelsea tertawa kecil sambil menangis.

“Kamu tetap Chelsea yang sama.” Hana mencium kepala Chelsea. “Jangan biarkan satu kejadian membuat kamu lupa siapa dirimu.”

Chelsea mengangguk. “Mom .…”

“Iya, Nak?”

“Sampai kapan pun .…” Chelsea menelan isakannya. “Aku tidak akan pernah melupakan keluarga ini.”

Ia memeluk Hana erat. “Mom, aku sayang kalian semua.”

Hana menutup mata. Ucapan itu justru menjadi kalimat yang paling menyakitkan untuk didengar. Karena ia tahu, mungkin setelah malam ini, rumah mereka akan terasa berbeda.

Setelah memastikan Chelsea sedikit lebih tenang, Hana akhirnya keluar dari kamar. Di luar, Arsaka masih berdiri menunggu.

Begitu melihat wajah istrinya, ia langsung tahu. “Bagaimana Chelsea?” tanyanya pelan.

Hana berjalan mendekat. Ia tidak langsung menjawab. Hanya menatap suaminya dengan mata yang masih basah.

“Dia ingin pergi.”

Wajah Arsaka langsung berubah. “Apa?”

“Dia ingin tinggal sendiri setelah wisuda.”

Arsaka menggeleng. “Tidak.” Nada suaranya tegas. “Tidak mungkin.”

Hana menarik napas. “Mas .…”

“Kita tidak bisa membiarkan dia pergi begitu saja.”

“Aku tahu.”

“Dia sedang terluka, Hana.”

“Aku tahu.”

Arsaka menatap istrinya. “Kalau dia pergi sekarang, siapa yang menjaga dia?”

Hana menunduk. “Aku juga takut.”

“Lalu kenapa kamu membiarkannya?”

Hana menatap Arsaka. “Karena mungkin kalau kita melarangnya, justru akan lebih menyakitkan untuk Chelsea.”

Arsaka terdiam.

“Dia bukan pergi karena membenci kita.” Hana menahan tangis. “Dia pergi karena dia ingin membuktikan kalau dia pantas mendapatkan semua ini.”

Arsaka mengepalkan tangannya. “Dia tidak perlu membuktikan apa pun.”

“Aku tahu.”

Hana mendekat dan memegang tangan suaminya. “Kita tahu karena dia anak kita, tapi Chelsea belum bisa melihat itu sekarang.”

Arsaka terdiam.

“Dia hanya ingin merasa bahwa dirinya punya nilai.” Hana menghela napas. “Yang bisa kita lakukan sekarang bukan menahannya. Tapi mendukungnya.”

Beberapa saat Arsaka hanya diam. Ia masih tidak rela. Bagaimana mungkin ia membiarkan putrinya pergi? Putri yang bahkan bukan lahir dari darahnya, tapi mampu mengisi rumah mereka dengan kebahagiaan.

Namun melihat mata Hana, Arsaka tahu istrinya benar. Akhirnya ia mengangguk pelan. “Baiklah.”

Hana menatap suaminya itu.

“Aku setuju. Tapi aku tidak akan pernah berhenti menunggu dia pulang.”

Hana tersenyum sedih. “Aku juga.”

Malam semakin larut. Rumah keluarga Arsaka sudah benar-benar sunyi. Semua orang mencoba tidur. Tapi tidak dengan Arsaka.

Ia masih duduk di ruang kerja cukup lama, memikirkan Chelsea. Memikirkan gadis kecil yang dulu ia gendong saat pertama kali datang ke rumah mereka. Gadis kecil yang dulu memanggilnya dengan suara ragu.

"Daddy?"

Hanya satu kata. Tapi sejak saat itu, hati Arsaka sudah tidak pernah sama lagi.

Akhirnya ia berdiri. Langkahnya membawa dirinya menuju kamar Chelsea.

Pelan-pelan ia membuka pintu. Lampu kamar masih menyala redup. Chelsea terlihat berbaring membelakanginya.

Arsaka mengira gadis itu sudah tidur. Ia berjalan mendekat. Duduk di sisi ranjang. Lalu tangannya perlahan mengusap rambut Chelsea.

“Sayang .…” Suara Arsaka sangat pelan.

“Mungkin orang luar akan bilang Daddy dan Mommy bodoh.”

Ia tersenyum kecil. “Mereka mungkin berpikir kenapa kami mau menjaga dan merawat anak yang bukan darah daging kami sendiri.”

Arsaka menunduk. “Tapi mereka tidak tahu .…”

Tangannya berhenti di rambut Chelsea. “Sejak hari pertama kamu dibawa ke rumah ini…”

Suaranya mulai bergetar. “Kamu sudah merebut hati kami.”

Air mata perlahan jatuh dari sudut mata Arsaka. “Kami tidak pernah merasa rugi menjaga dan merawatmu. Kami justru merasa mendapatkan sesuatu yang sangat berharga.”

Arsaka mengecup dahi Chelsea pelan. “Kami sudah jatuh cinta padamu, Sayang.”

Chelsea yang pura-pura tidur menahan napas. Dadanya terasa sesak mendengar setiap kata Arsaka.

“Dad juga tidak bisa menyalahkan El sepenuhnya.”

Arsaka menatap wajah Chelsea. “Dia sedang kecewa. Dia melihat semuanya dari sisi yang berbeda.”

Ia menghela napas. “Tapi Daddy yakin ... suatu hari nanti dia akan menyesali ucapannya.”

Arsaka kembali mengecup rambut Chelsea. “Selamat tidur, putri kecil Daddy.”

Ia berdiri perlahan. “Kalau kamu memang memilih pergi …”

Tangannya menyentuh gagang pintu. “Ingat satu hal, rumah ini akan selalu menunggumu kembali.”

Arsaka akhirnya keluar. Pintu tertutup perlahan. Dan saat langkah kaki pria itu semakin menjauh, Chelsea membuka matanya.

Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh. Ia menutup mulutnya agar tangisnya tidak terdengar.

“Maafkan aku, Dad .…”

Suaranya hampir tidak terdengar. “Aku sayang Daddy.”

Chelsea memeluk selimutnya erat. “Cinta pertamaku .…”

Ia tersenyum kecil di tengah tangisan. “Kalau aku terlahir kembali .…”

Air matanya terus mengalir. “Aku akan meminta dilahirkan sebagai putri kandungmu.”

Malam itu, Chelsea menangis dalam diam. Ia harus meninggalkan tempat yang paling ia sebut rumah. Dan meninggalkan orang-orang yang paling ia cintai.

Namun jauh di dalam hatinya, Chelsea tahu satu hal. Sejauh apa pun ia pergi, nama Arsaka dan Hana akan selalu menjadi rumah yang tidak pernah tergantikan.

1
Manis
di sinopsis orang barunya Al,
tapi sama Noah jg gak papa🤭
Patrick Khan
celsi noah cie cie💃💃💃
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ Farhan sial betul nasib lu dapet istri sama anak tiri modelan beginian ... emak nya chelsea gak gini amat bro /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ kata keramat sudah di keluarkan siap siap langsung berubah pikiran
vj'z tri
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/ Daddy beraksi
vj'z tri
wokeh tangan kanan Dady beraksi /CoolGuy//CoolGuy/
Ida Nur Hidayati
ibu sama anak ternyata sama saja.
semoga Arsaka lebih ngek dengan tujuan mereka
ken darsihk
Yah ternyata mama sama anak sebelas dua belas sami mawon , sama 2 brengsekkkk 😠😠😠
guest1053527528
wadduuh mama dan anak sama Doong gawat ini Thor lanjut thor
Nandi Ni
oooohh..ternyata mama Dina seorang pemain rupanya,dia ngeh kalau ini sebuah jebakan.
Rarik Srihastuty
Farhan kenapa kamu selalu salah memilih istri setelah pisah dari Hana...
Enny Suhartini
Bagus Arsaka👍
Lela Angraini
peeehhh mau main" sama arsaka ya. ooohhh tidak bisa fulgosooooooooo,,kamu blm tahu saja si arsaka. sekali jentik habis kamu
Teh Yen
ank sama ibu sama" matre ternyata ,,kenapa.sih Farhan kurang beruntung yah dapet istri baik dulu kamu buang Hana yg tulus mencintaimu d sia sia kan,,.dapet Chika yg mencintaimu tanpa batas .... skrng malah dapet istri yah yg begitu huuh
Oma Gavin
dina kepedean banget rencananya berhasil sebelum saatnya tiba el sudah tau duluan kebohongan zoya dan berbalik membenci zoya
Patrick Khan
ow tidak bisa skenario bukan di emak km zoya..tp di tangan mam othor😏😏
Mama Reni: 🤣🤣🤣🫣🫣🫣
total 1 replies
Eka ELissa
gila ni anak emak sama 2 gak tau diri......
Eka ELissa
TPI jgn lupa kbusukn yg di simpan lama 2 juga bkln kbongkar juga .....🫣🫣🫣🫣
Eka ELissa
Farhan......kmu slalu pilih orang yang slah....udh ilang Hana ktmu Chika yg yaa... lumayan udh mau tobat kmu buang eh....nmu lagi gundik baru...yg sama GK bner juga ..🤣🤣🤣🤣ksian bgt kmu Farhan 🤣🤣🫣
Apriyanti
dasar emak SM anak SM nya,, lanjut thor 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!