Jodoh itu rahasia Allah. Takdir juga Allah yang menentukan. Tidak ada siapapun makhluk di dunia ini yang tau selain Dia.
Alea Widya Laksono (35 tahun) dinyatakan telah sembuh usai tiga tahun menjadi pasien di rumah sakit jiwa. Di usianya yang semakin bertambah, kedua orang tuanya cemas karena jodoh tak kunjung datang untuk putri mereka.
Suatu hari Alea akhirnya pasrah untuk menerima perjodohan yang disodorkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria yang berasal dari kalangan militer. Lelaki itu bernama Mayor Prabu Rasyid Wicaksono (38 tahun) yang berstatus duda tanpa anak.
Konon kabarnya, pernikahan Mayor Prabu sebelumnya harus kandas karena masalah ranjang. Desas-desus beredar bahwa sang suami yang menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) tersebut menderita impo_ten.
Apakah benar faktanya seperti itu? Benang merah seperti apa yang pada akhirnya mengikat takdir antara Mayor Prabu dengan Alea.
Simak kisah mereka.💋
Bagian dari Novel : Permata Hatiku🍁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 - Minta Hadiah
Bu Ratu pulang dengan perasaan sebal. Ia tak ada perasaan apapun sama Prabu. Hanya saja hatinya terlalu penuh iri dan dengki.
Pada siapa ?
Tentu saja pada Alea.
Padahal Alea baru beberapa hari tinggal dan bergabung menjadi ibu Persit di kesatuan serta area tempat tinggal yang sama dengannya. Namun, Bu Ratu menemukan fakta pahit karena banyak ibu Persit di sana yang ternyata menyukai Alea.
Bu Ratu merasa pamor atau ketenaran dirinya berkurang di komplek tersebut sejak kedatangan Alea.
Di antara ibu-ibu Persit yang tinggal di sana, Bu Ratu sering mendapat pujian karena paling cantik dari segi wajah dan postur tubuhnya. Usut punya usut, Bu Ratu saat masih muda pernah mengikuti kejuaraan gadis sampul sebuah majalah ternama yakni Aneka Joss. Walaupun ia hanya sebatas finalis dan gagal menjadi juara.
Ia juga punya background pendidikan kuliah dan lulus sebagai sarjana (S1) dari kampus negeri ternama di Bandung.
Rasa sombong yang ada di dalam dirinya membuat Bu Ratu haus validasi dari lingkungan sekitar. Alhasil setiap ada orang baru yang muncul di sekitarnya lalu terlihat menon_jol melebihi dirinya, Bu Ratu seketika iri dan tak suka.
Kelembutan dan keramahan Alea ternyata mampu membuat ibu Persit lainnya saat ini dekat dengan istri Prabu tersebut.
"Baru juga jadi istri komandan, sok cantik banget! Pasti tadi dia sengaja duduk di depan teras cuma buat te_pe-te_pe doang ke prajurit-prajurit muda di sini!" batin Bu Ratu penuh tuduhan alias fitnah buruk untuk Alea.
Te_pe (tebar pesona).
☘️☘️
"Mas Prabu mau mandi dulu atau makan?" tanya Alea seraya tersipu malu. Pipinya tampak memerah.
Alea tak menyangka saat tadi Bu Ratu berpamitan, tangan Prabu merangkul erat pinggangnya. Tubuh Alea mendadak berdesir atas sentuhan in_tim perdana Prabu sebagai suaminya. Apalagi hal mesra itu dipertontonkan di depan Bu Ratu.
Alea merasa disayang, dicintai dan poin yang paling penting yakni merasa terlindungi oleh Prabu. Walaupun juga terbesit rasa canggung dan malu. Namun, Alea lebih merasa nyaman dan aman.
Prabu jelas melihat semburat merah yang saat ini terpampang nyata di wajah Alea. Prabu tersenyum tipis.
"Aku mau mandi dulu baru kita makan bersama di meja makan. Setelah itu, kalau kamu gak sibuk kita lanjut pesta kecil di kamar."
"Pesta kecil?"
"Hem,"
"Pesta merayakan apa, Mas?" tanya Alea terdengar heran dan coba mengingat tanggal-tanggal penting antara dirinya dengan Prabu.
"Perasaan, hari ini bukan ulang tahunku atau ulang tahun Mas Prabu. Apa aku lupa sesuatu yang penting hari ini?" sambungnya.
Prabu berusaha menahan tawanya saat melihat wajah Alea tampak lugu dan polos khas anak abege.
"Memang bukan tanggal ulang tahun kita," sahut Prabu.
"Terus?" Alea semakin penasaran
"Pengin minta hadiah sama kamu,"
"Hadiah?"
"Hem,"
"Aku kan udah ngasih hadiah pernikahan ke kamu. Sekarang giliran kamu," lanjut Prabu.
"Mas Prabu mau hadiah apa dariku?" tanya Alea.
Prabu hanya terdiam sembari melepas baju seragamnya begitu santai tanpa basa-basi di depan Alea. Kini Prabu hanya memakai kaos dalaman warna putih serta boxer hitam.
Alea hanya mampu menundukkan pandangannya ke lantai. Ia masih rikuh malu.
Langkah kaki Prabu menuju pintu kamar mandi. Ia berhenti sejenak di depan pintu, lalu menoleh ke arah Alea.
"Aku akan jawab dan minta hadiahnya nanti malam sebelum tidur," ucap Prabu.
Prabu lalu masuk ke dalam kamar mandi dan meninggalkan Alea yang masih bingung serta mematung.
"Mas Prabu kira-kira minta hadiah apa ya?" batin Alea. "Semoga saja enggak mahal biar bisa aku belikan," lanjutnya di hati.
☘️☘️
Malam kian larut. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Prabu pun menagih janji hadiah pada Alea.
Prabu akhirnya mengutarakan keinginannya malam ini. Alea mengiyakan karena ingin mencoba memberikan hak Prabu selaku suaminya. Alea juga berpikir malam ini sepertinya kesempatan yang bagus untuk dirinya sendiri, demi melawan rasa takutnya atas trauma masa lalu.
Terlebih Alea secara tak sengaja tau perihal Prabu mencuci celana da_lam sendiri sebanyak dua kali. Alea tau hal itu saat melihat area jemuran yang ada di belakang rumah mereka. Alea mendapati celana da_lam milik Prabu yang dalam kondisi setengah basah berjemur di sana.
Padahal seingatnya, bukan dirinya yang mencuci. Bik Sari juga tak mungkin melakukan hal itu.
Sejak menikah, semua urusan cuci-mencuci terutama perkara dala_man Prabu, yang melakukan adalah Alea. Bik Sari hanya membantu Alea untuk bersih-bersih rumah dan urusan di dapur. Sesekali Bik Sari membantu untuk menyetrika pakaian, tapi hanya milik Alea saja.
Alea sempat bingung mengenai alasan Prabu mencuci celana da_lam sendiri sebanyak dua kali. Padahal celana da_lam Prabu yang lainnya, Alea yang mencuci.
Saat pikiran Alea buntu, kala itu ia terpaksa bertanya pada kakak iparnya yakni Nanda via sambungan telepon.
"Ngom_pol. Haha..." jawab Nanda seraya tertawa cekikikan setelah mendengar pertanyaan dari Alea.
"Mas Prabu bukan Naga-anakmu yang suka ngom_pol !!" protes Alea tak terima.
Salah satu keponakan Alea yakni adik kandung Elang-Ara yang bernama Naga Damar Laksono kebetulan masih punya hobi mengom_pol di kasur.
"Ngom_pol nya Naga dan suamimu itu sebenarnya hampir sama, Dek. Cuma beda arti dan pemicu," ucap Nanda.
"Maksud Mbak?" tanya Alea kembali.
"Naga ngom_pol karena kebe_let pi_pis. Kalau Prabu ngom_pol bukan karena kebe_let pi_pis, tapi kebe_let yang lain," jawab Nanda.
"Kebe_let apa, Mbak?"
Bersambung...
🍁🍁🍁
*Sudah 3 chapter today.
*Kalau kalian suka novel Prabu-Alea, bisa kirim rating bintang lima. Nuhun...💋💋