NovelToon NovelToon
Perangkap Cinta CEO Licik

Perangkap Cinta CEO Licik

Status: tamat
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:766.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: riri_923

Jatuh hati pada seorang kasir di salah satu cabang Marmart milik nya? Mungkin hal ini akan menjadi lelucon di kalangan kelas atas.

Tapi salahkan paras dan perilaku gadis mungil itu yang terlewat menggemaskan di mata seorang Marvin Cargius Adam's pria berkarisma serta berpendidikan yang harus menggunakan cara kotor nya demi mendapatkan gadis pujaan nya.

*Sequel dari "Don't Touch My Baby!". Jangan lupa baca season satu nya🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri_923, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 3. Pertemuan

Mata elang milik Marvin terus mengamati garis tak beraturan di layar ipad-nya, sudah ada tujuh cabang yang pria itu kunjungi untuk melakukan riset pemasaran.

Jam pun sudah menunjukkan pukul tujuh malam tetapi masih ada satu cabang yang harus ia kunjungi.

"Apa kau sudah memberitahu manajer di cabang Japantown bahwa aku akan berkunjung?"

"Semua manager Marmart di kota ini sudah mengetahui nya melalui email yang di kirimkan pagi tadi, sir"

Mendengar itu Marvin menghela napas. "Hubungi manager Japantown apa dia sudah memberitahu para karyawan nya atau belum. Jika belum jangan sampai mereka tau"

Rio melirik bingung sang bos melalui kaca. "Memang nya kenapa sir?"

"Aku muak melihat para karyawan itu berlomba mencari muka dan aku tidak bisa menilai pelayanan mereka jika mereka mengetahui siapa aku"

Rio mengangguk, memang benar di tujuh Marmart sebelum nya ketika Marvin memasuki tokoh itu pasti para karyawan akan langsung menyambut nya. Entah bagaimana jika bukan diri nya yang datang, apa akan di sambut juga atau tidak.

"Saya akan menghubungi nya, sir"

Rio pun mulai mengutak-atik handphone nya, menghubungi seseorang yang di minta oleh Marvin.

Sedangkan Marvin sendiri kini mulai menyandarkan punggung nya dan menaruh ipad di tangan nya, mengistirahatkan tubuh nya sejenak.

"Manager di dalam Japantown sudah memberi pengumuman sejak pagi tadi bahwa anda akan berkunjung, sir"

Mendengar ity Marvin berdecak kesal, sebelum akhirnya napas nya kembali teratur kala mendengar Rio kembali bersuara.

"Tetapi dia bilang akan mengeluarkan pengumuman baru tentang anda yang tidak jadi berkunjung karena sudah terlalu malam"

Marvin mengangguk tanda setuju. "Oh iya, kurangi penyaluran produk oatmeal di cabang Haight-Ashbury dan Nob Hill. Seperti nya penduduk di sana tidak terlalu menyukai produk itu hingga banyak stok yang berujung expired"

"Baik sir"

*

Setelah memakan waktu sekitar tiga puluh menit, kini Marvin dan Rio telah sampai di cabang terakhir kota San Francisco.

Rio masih dengan style formal nya sedangkan Marvin sudah melepas jas nya dengan lengan kemeja yang di gulung sebatas siku.

Kedua pria itu memasuki Marmart tersebut dan benar saja tidak ada sambutan seperti tujuh Marmart sebelum nya.

Memang wajar saja, karena di setiap gedung Marmart sangat luas di tambah banyak orang yang tentu nya sedang berbelanja di toserba itu.

Marvin mengedarkan pandangan nya mengamati setiap cela Marmart ini seperti sebelum nya. Para karyawan sangat sibuk melayani customer, menjelaskan sesuatu di bagian barang elektronik sisi kanan Marvin.

"Hm, bagus" Gumam Marvin mulai melangkah.

"Selamat datang di Marmart, ada yang bisa saya bantu tuan?" Sapa salah satu seorang karyawan yang seperti nya sedang luang.

"Saya akan melihat-lihat terlebih dahulu" Jawab Marvin.

"Baik tuan, selamat berbelanja" Karyawan perempuan itu mengulas senyum nya sebelum akhirnya berlalu menyapa seseorang di belakang Marvin yang baru saja memasuki Marmart ini.

Senyum tipis menghias wajah Marvin, yang seperti ini yang ia suka. Dimana para karyawan tidak sibuk mencari muka dan bekerja sesuai ketentuan yang ia terapkan di setiap Marmart-Nya.

Kaki nya kembali melangkah, melakukan riset barang-barang di dalam nya berbekal mata dan ingatan nya serta mengamati para karyawan yang tengah menjelaskan produk-produk rumah tangga pada customer di hadapan nya.

Hingga akhirnya langkah Marvin terhenti saat melihat seorang perempuan yang memakai seragam karyawan Marmart itu tengah berjongkok di sebuah rak makanan dengan tangan yang mencoba meraih sesuatu di bawah sana.

Entah karena dorongan apa, Marvin pun ikut berjongkok dan mengintip ke bawah sana. "Mencari sesuatu nona?"

Mendengar suara bariton nan serak itu berada tepat di samping telinga nya membuat perempuan itu terjengkat kaget hingga kepala nya membentur kening Marvin.

"Shh.." Ringis pelan Marvin yang terduduk di lantai seraya mengusap kening nya.

"Astaga, maafkan saya tuan..!!" Panik nya seraya membungkuk berkali-kali.

Melihat itu Marvin pun bangkit dan berdiri menjulang di hadapan perempuan mungil yang saat ini tengah menundukkan kepala nya.

"Maafkan saya tuan, saya tidak sengaja" Ujar nya lagi.

"Olivia Shannon, cashier" Gumam Marvin membaca name tag perempuan itu yang berhasil mengundang tatapan dari sang pemilik nama.

"Maafkan saya tuan, saya benar-benar tidak sengaja. Jangan laporkan pada atasan saya" Ujar Olivia dengan wajah memelas nya.

Marvin tertegun menatap wajah, ralat. Marvin terfokus pada mata teduh itu hingga membuat bibir nya bungkam.

Dan hal itu pun mampu membuat Olivia ketar-ketir karena tatapan pria di depan nya begitu tajam.

"Olivia!" Panggil seseorang yang berada di belakang Marvin.

Sontak Olivia pun memiringkan kepala nya guna melihat seseorang yang memanggil nya.

"Cepat kembali ke kasir jika sudah selesai merapihkan barang nya" Lanjut wanita yang memanggil nama Olivia.

"Baik" Jawab perempuan itu.

Setelah nya mata Olivia pun kembali tertuju pada pria dengan wajah tanpa ekspresi nya.

"Sekali lagi maafkan saya tuan, saya harus berjaga di kasir dan jika nanti ada yang tuan perlukan bisa memanggil saya" Ujar sopan Olivia dengan tubuh yang kembali membungkuk hormat.

Setelah nya perempuan itu pun langsung berjalan menuju kasir tak lupa sebelum melangkah ia mengulas senyum nya. Meninggalkan Marvin dengan mata nya yang mengikuti setiap langkah mungil Olivia.

"Mine.."

*

Menaruh minuman yang ia pilih ke meja kasir, mata Marvin pun terfokus pada wajah serius perempuan di sebrang meja kasir itu yang tengah menatap komputer.

"Ini saja, apa ada yang lain?" Tanya perempuan itu sebelum mengangkat pandangan nya.

"Hm itu saja" Sahut datar Marvin.

Cepat-cepat Olivia pun menscan kode pada produk tersebut hingga muncul lah jumlah uang yang harus di bayarkan oleh pria di depan nya.

Belum sempat Olivia menyebutkan jumlah yang harus di bayar, tiba-tiba saja Marvin sudah menyodorkan uang nya ke hadapan Olivia.

"Ambil kembali nya" Ujar Marvin hendak berlalu.

"Tunggu tuan, kami tidak bisa menerima uang tips"

Marvin menoleh sekilas, lalu menarik ujung bibir nya membentuk senyum. "Donasikan" Ujar nya sebelum pada akhirnya keluar dari Marmart itu.

"Astaga.." Gumam Olivia mengusap dada nya di iringi helaan napas lega nya.

"Ada apa?" Tanya Melly yang baru saja menyelesaikan proses transaksi customer nya.

"Tadi saat mencari kartu-- Astaga kartu pengenal ku!"

Tanpa melanjutkan cerita nya Olivia pun keluar dari lingkungan meja kasir itu lalu berjalan terburu-buru ke arah rak makanan ringan dimana tadi diri nya berjongkok dan berakhir membentur kening pria bermata elang itu.

"Astaga dimana kartu pengenal ku..!!" Panik Olivia saat tidak mendapati kartu tanda pengenal nya yang terjatuh ke bawah rak itu.

"Bagaimana ini? Bagaimana jika ada yang menemukan dan meminjam uang atas nama ku!!"

Olivia panik, benar-benar panik atas kecerobohan nya dan kesialan nya hari ini. Seharusnya kartu tanda pengenal itu ada di dompet nya.

Namun berhubung dompet nya bolong alhasil kartu tanda pengenal itu Olivia kantongi dan tidak sengaja terjatuh saat ia mengambil pulpen di saku.

Sedangkan di sisi lain, lebih tepat nya di dalam mobil yang masih terparkir di depan nya Marmart itu.

"Olivia Shannon, nama yang indah seindah mata nya" Gumam Marvin dengan tangan yang memegang kartu tanda pengenal perempuan bernama Olivia Shannon itu.

...****************...

1
namia khira
bagus ceritanya
Avril
😂😂
Icikiwir
Marvin thor
nobita
sepet nonton drakor
nobita: seperti nonton drakor
total 1 replies
nobita
itu bukan mencintai Marvin tapi obsesi mu terhadap Olivia
nobita
horang kaya mah bebas ya pemirsahh
nobita
itulah tandanya orang sedang jatuh cinta... diluar nurul
nobita
alur ceritanya apik thor... tulisannya juga rapi... ku suka kusuka
Alifah Azzahra💙💙
Bos mah emang banyak modusnya yah Thor 🤣🤣
Alifah Azzahra💙💙
Kasian kamu Rio punya bos bucinnya tingkat dewa 🤣🤣
Alifah Azzahra💙💙
Penguntit Mesum🤣🤣
Rahmi Mamimima
wkwk klo marvel lgsg marah pas adisty mngumpat

kalau marvin d biarin aja ,mau oliv mngumpat kyk gmn pun 🤣
Rahmi Mamimima
keren sih barra
krna dy tau, akan semarah apa dirinya jika agis anaknya
smua ayah pasti marah klo anaknya d hamili laki2 yg bkn suaminya
Rahmi Mamimima
kyknya d pkiran marvel skrg adalah oliv.krna dy kn mulai suka sm oliv sjak dy mnemukan oliv d pohon
Rahmi Mamimima
astagaa
gk marvel , gak marvin
sm2 gila
Rahmi Mamimima
lah km apa vin? gatal sm calon tunangan org 😆😆😆
Rahmi Mamimima
wkwkwkkw🤣🤣🤣

lupa klo suaminya mudah tantrum
Rahmi Mamimima
heh 🤪🤪 bisa2nya lupaa
keenakan makan sm mantan yg lain d lupakan
Rahmi Mamimima
😆 gembul jg krna hamil anakmu vin
Rahmi Mamimima
🤣🤣 gitu2 kn nurun dr klakuanmu barra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!