Ketika langit malam berkedip dan suara mekanis yang dingin bergema di benak miliaran manusia, Bumi tidak lagi sama. Kiamat tidak datang membawa api dari neraka atau wabah mematikan, melainkan sebuah layar biru transparan yang melayang di udara.
Era damai telah dihancurkan oleh "Sistem". Manusia secara paksa ditarik ke dalam arena kelangsungan hidup semesta, di mana monster bermunculan dari bayang-bayang dan hukum rimba menjadi satu-satunya aturan. Beradaptasi, berevolusi, atau mati.
Yudha, seorang mekanik penyendiri yang lebih nyaman berbicara dengan mesin daripada manusia, secara tidak sengaja meretas anomali sesaat sebelum kiamat dimulai. Berkat sebuah kubus hitam misterius yang ia temukan di pasar loak, Sistem salah mengidentifikasinya dan memberikannya kelas yang belum pernah tercatat dalam sejarah integrasi: Mekanik Kosmik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23: Papan Peringkat Berdarah
Pagi pertama setelah penanaman Inti Pengendali Wilayah terasa sangat berbeda. Udara di dalam Tatanan Besi Hitam terasa segar, bebas dari bau belerang dan darah yang biasanya terbawa angin kiamat.
Cahaya matahari pagi memantul pada dinding benteng yang kini berubah wujud menjadi paduan logam hitam pekat tanpa sambungan. Di dalam barikade, para pekerja kasar terbangun dari tidur paling nyenyak yang pernah mereka rasakan semenjak dunia runtuh. Goresan luka kecil, rasa pegal di tulang, dan kelelahan mental mereka sirna tanpa bekas, terhapus oleh efek pemulihan mutlak dari wilayah tingkat satu tersebut.
Di dalam bengkel utamanya, Yudha duduk tenang di atas sebuah kursi logam yang ia bentuk semalam. Matanya terpejam, kesadarannya terhubung langsung dengan sistem jaringan terpadu dari Inti Pengendali Wilayah.
Sebagai Penguasa Wilayah, otaknya kini berfungsi layaknya pusat komando. Ia bisa merasakan setiap pergerakan di dalam radius satu kilometer bentengnya. Ia bisa "melihat" aliran energi yang mengisi ulang Menara Lontar Elektromagnetik, dan ia bisa memantau kondisi fisik setiap orang yang telah bersumpah setia pada Tatanan Besi Hitam.
Yudha membuka matanya, lalu memanggil layar antarmuka Sistem. Ia ingin melihat hasil dari pembantaian di pusat kota semalam.
Sebuah panel transparan muncul, menampilkan Obrolan Regional yang dipenuhi kepanikan luar biasa.
[Garda_Depan]: Mundur! Semua orang yang masih hidup di alun-alun, segera mundur! Tempat itu adalah jebakan! Ribuan monster mesin keluar dari bawah tanah!
[Anonim_991]: Fraksi Darah Besi hancur! Ketua mereka terbelah dua oleh manusia berkepala serigala! Jangan pergi ke reruntuhan itu!
[Ratu Merah]: Terlalu banyak darah... Kami kehilangan separuh pasukan penyihir kami hanya untuk keluar dari pintu depan. Siapa pun yang memicu alarm bawah tanah itu benar-benar gila.
Yudha tersenyum dingin. Sesuai perhitungannya, pasukan penjaga kuno itu telah membantai mereka yang serakah. Fraksi Darah Besi yang sempat menyombongkan diri kini hanya tinggal nama.
Ia kemudian beralih ke halaman Papan Peringkat Regional. Papan itu telah berubah drastis hanya dalam satu malam. Banyak nama dari posisi dua puluh besar menghilang, menandakan bahwa mereka telah tewas di dalam reruntuhan.
Namun, yang paling menarik perhatian Yudha adalah kemunculan papan peringkat baru di sebelah daftar individu.
[Papan Peringkat Fraksi Wilayah Sektor 7]
Tatanan Besi Hitam - Peringkat Wilayah: 1 (Inti Tingkat Epik) - Penguasa: Yudha
Serikat Langit Putih - Peringkat Wilayah: 0 (Belum memiliki Inti) - Penguasa: Dirgantara
Lingkaran Merah - Peringkat Wilayah: 0 (Belum memiliki Inti) - Penguasa: Ratu Merah
Keberhasilan Yudha menanamkan Inti Pengendali membuat nama Tatanan Besi Hitam terpampang megah di puncak daftar, dengan status kepemilikan wilayah yang belum bisa disaingi oleh kelompok mana pun.
Tiba-tiba, suara mekanis Sistem berdenging keras, tidak hanya di telinga Yudha, tetapi di seluruh wilayah markasnya.
[Peringatan Wilayah!]
[Pancaran energi dari Inti Pengendali Wilayah (Tingkat Epik) telah menarik perhatian entitas di sekitar.]
[Ujian Takhta diaktifkan: Gelombang Binatang Buas akan menyerang wilayah Anda dalam waktu 30 Menit.]
[Estimasi Jumlah Musuh: 500+ Entitas (Tingkat 2 hingga Tingkat 5).]
[Tujuan: Pertahankan Inti Pengendali. Jika wilayah hancur, Inti akan terlepas kembali.]
Suara sirine bahaya yang melengking bergema dari tiang-tiang logam di halaman pabrik, sebuah fitur otomatis dari benteng baru tersebut.
Di luar, kepanikan sesaat melanda para pekerja. Namun, sebelum teriakan ketakutan sempat meledak, Lin Tian dan Lin Chen sudah berdiri di tengah halaman. Wibawa kedua murid inti itu yang setajam pedang langsung membungkam kepanikan.
"Semua pekerja kasar, masuk ke dalam gedung penyimpanan dan kunci pintu baja!" teriak Lin Tian dengan suara menggelegar yang diperkuat oleh tenaga murninya. "Bara! Bawa kelompokmu ke atas tembok pertahanan utama! Jangan ada yang gemetar!"
Pintu bengkel utama bergeser terbuka.
Yudha melangkah keluar. Rompi zirah tulang putihnya memantulkan cahaya matahari pagi, sementara Lengan Baja Peleburnya mendengung pelan, urat-urat merah di permukaannya mulai menyala. Aura es yang membekukan jiwa memancar dari setiap langkahnya.
Seluruh orang di halaman seketika terdiam dan menundukkan kepala.
"Kalian mendengar pengumuman Sistem," ucap Yudha datar, suaranya mencapai telinga semua orang tanpa harus berteriak. "Lima ratus monster sedang berlari ke arah gerbang kita. Bagi kelompok lemah di luar sana, ini adalah kiamat. Tapi bagi Tatanan Besi Hitam..."
Yudha menatap Lin Tian, Lin Chen, dan Bara secara bergantian. Senyum pembantaian yang mengerikan tersungging di wajahnya.
"...ini adalah layanan pesan antar kristal energi. Ini adalah panen raya pertama kita."
Bara, yang awalnya pucat pasi membayangkan lima ratus monster, tiba-tiba merasakan darahnya mendidih mendengar ucapan sang Ketua. Rasa takutnya tergantikan oleh fanatisme buta. Jika Ketua Yudha mengatakan ini adalah panen, maka ini adalah panen!
"Bantai mereka semua!" raung Bara seraya mengangkat Gada Kejut miliknya tinggi-tinggi.
"Hidup Ketua! Hidup Tatanan Besi Hitam!" sorak pasukan penjaga, moral mereka menembus awan.
Yudha melompat dengan satu tolakan ringan, melesat ke atas tembok beton yang kini berlapis logam hitam pekat, langsung menuju ke samping Menara Lontar Elektromagnetik. Lin Tian dan Lin Chen segera menyusul, berdiri di sisi kiri dan kanan ketua mereka bagaikan dua algojo pencabut nyawa.
Dari kejauhan, kabut debu tebal mengepul ke udara. Ratusan bayangan mengerikan mulai terlihat merayap, berlari, dan melompat membelah jalanan kota yang hancur. Suara raungan mereka membuat tanah bergetar hebat. Ada serigala mutan, pengintai bersisik, hingga makhluk setinggi dua meter yang memegang pilar beton.
Mata Yudha menyipit.
"Lin Tian, Lin Chen. Aku melarang kalian turun dari tembok ini," perintah Yudha mutlak. "Hari ini, biarkan mereka merasakan kehancuran dari peradaban logam kita."
Yudha meletakkan telapak tangan mekanisnya ke dinding tembok benteng. Daya Komputasinya meledak, terhubung langsung dengan sistem pertahanan wilayah.
"Menara Lontar, lepaskan pembatas energi. Targetkan semua entitas tanpa tanda pengenal fraksi."
Lensa merah di atas menara raksasa itu menyala terang benderang. Laras gandanya mulai berputar dengan kecepatan yang memekakkan telinga.
"Mari kita mulai panennya," desis Yudha.
BZZZTTT! TRANG-TRANG-TRANG-TRANG!