NovelToon NovelToon
GOD OF MARTIAL

GOD OF MARTIAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Lin tian seorang remaja yang tinggal bersama ayah nya seorang pemabuk. suatu hari tiba tiba ayah nya berbicara dan mengasih warisan keluarga untuk anak nya dapat berkultivasi. seperti pepatah mengatakan "di balik kekuatan hebat terdapat musuh yang kuat"
Mampu kah Lin Tian bertahan dari banyak nya musuh yang datang.
mari kita cari tau bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Penawaran dari sang Jenius

​Lin Tian menatap Token Pedang Azure berwarna perak di telapak tangan Ye Chuan. Aura dingin yang lembut dari token itu perlahan meresap ke dalam kulitnya, seolah-olah menyapa esensi Qi emas di dalam tubuhnya.

​"Ujian Seleksi Murid Baru, ya?" Lin Tian menggenggam token tersebut, lalu mengangguk kecil. "Baiklah, aku akan menerima token ini. Kebetulan aku memang berniat menuju Kota Azure Wood."

​Ye Chuan menghela napas lega, sebuah senyuman manis terukir di wajah cantiknya yang semula tegang. "Baguslah. Dengan kemampuan bertarungmu yang bisa mengimbangi Beast Peringkat 2 saat berada di Ranah Pengumpulan Qi, kamu pasti akan langsung menarik perhatian para Tetua Sekte."

​Namun, Ye Chuan tidak tahu bahwa Lin Tian sebenarnya mengalahkan beruang itu murni menggunakan kekuatan fisik dan kualitas Qi, tanpa trik atau teknik bela diri penyerang tingkat tinggi dari sekte mana pun.

​"Oh ya, Saudara Lin," Ye Chuan tiba-tiba teringat sesuatu. Dia melihat sekeliling gua yang remang-remang dengan waspada. "Saat ini racun di tubuhku memang sudah larut, tetapi kondisiku belum pulih sepenuhnya. Bisakah kita beristirahat di gua ini sampai esok pagi? Hutan Kabut Hitam di malam hari jauh lebih berbahaya karena Beast Spiritual biasanya berburu dalam kelompok."

​"Tentu. Aku juga perlu memulihkan energi," jawab Lin Tian tenang.

​Dia kembali duduk bersila di sudut gua, meletakkan pedang besarnya di samping tubuh. Tanpa membuang waktu, Lin Tian memejamkan mata dan kembali memutar pusaran Dantiannya.

​Malam itu berlalu dengan sunyi. Ye Chuan memfokuskan diri untuk menyerap sisa-sisa khasiat Pil Pembersih Sumsum kemurnian sempurna yang masih mengalir di dalam tubuhnya. Sementara itu, Lin Tian diam-diam membagi fokusnya. Di satu sisi dia mengisi kembali Dantiannya yang kosong, di sisi lain dia mempelajari bagian baru di dalam Cincin Ruang Angkasa Roh Abadi.

​Di dalam lembaran ingatan kuno klan Lin, dia menemukan sebuah teknik pedang dasar yang cocok untuk memfungsikan pedang besar di punggungnya: Teknik Pedang Tirani Sembilan Penjuru. Berbeda dengan teknik pedang Sekte Pedang Azure yang biasanya mengandalkan kecepatan dan kelincahan, teknik tirani ini mengutamakan tekanan berat, kekuatan penghancur mutlak, dan dominasi area.

​‘Satu tebasan bisa membelah gunung jika Qi-mu cukup padat,’ baris kalimat itu membuat darah kultivator di dalam tubuh Lin Tian bergejolak.

​Keesokan paginya, ketika cahaya matahari mulai menembus celah-celah semak yang menutupi mulut gua, Ye Chuan adalah orang pertama yang membuka mata. Semburat ungu racun di wajahnya telah hilang sepenuhnya, digantikan oleh aura dingin nan anggun seorang kultivator Ranah Pemurnian Meridian sejati.

​"Saudara Lin, saatnya kita berangkat," ucap Ye Chuan lembut.

​Lin Tian membuka matanya, kilatan perunggu samar menghilang dalam sekejap dari pupilnya. Dia berdiri dan menyilangkan pedang besarnya. "Mari."

​Mereka berdua berjalan keluar dari gua. Sepanjang sisa perjalanan melewati Hutan Kabut Hitam, dengan adanya Ye Chuan yang telah pulih ke kekuatan penuhnya di Ranah Pemurnian Meridian, beberapa Beast Peringkat 1 yang mencoba menghadang langsung habis ditebas dalam sekali gerakan. Lin Tian memanfaatkan momen ini untuk memperhatikan gerak-gerik dan cara kultivator sub-domain menggunakan Qi mereka.

​Tepat saat matahari mencapai puncaknya, vegetasi hutan yang lebat perlahan menipis, digantikan oleh hamparan jalan batu yang luas. Di ujung jalan tersebut, berdiri kokoh sebuah dinding gerbang raksasa setinggi tiga puluh meter yang terbuat dari batu hitam legam.

​Di atas gerbang tersebut, terukir dua huruf besar yang memancarkan kemegahan: KOTA AZURE WOOD.

​Namun, pemandangan di depan gerbang membuat Lin Tian sedikit mengernyit. Ribuan remaja dari berbagai kota kecil dan klan setempat telah menyemut, membentuk antrean panjang yang mengular hingga beberapa ratus meter hanya untuk melewati pemeriksaan penjaga gerbang. Atmosfer di sana dipenuhi oleh ambisi, ketegangan, dan aroma persaingan yang pekat. Perjalanan sejati Lin Tian di dunia kultivasi baru saja dimulai.

1
Alia Chans
Hadir Thor
cerita nya seru, like + bunga🌹 , semangat😉
Herman: mimin ucapkan terimakasih kak atas komentar nya. jangan lupa ikuti terus cerita nya. semoga gak bosen bosen ya. 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!