NovelToon NovelToon
Menikahi Suami Sahabatku

Menikahi Suami Sahabatku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Tamat
Popularitas:182.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bareta

Hati siapa yang tidak hancur saat mengetahui kalau calon suami sahabatnya adalah kekasih yang selalu bicara cinta padanya, apalagi pernikahan mereka karena Dina hamil.

Milea memilih pergi karena Arkan memilih diam, tidak memberikan penjelasan apa-apa.

5 tahun kemudian takdir mempertemukan mereka kembali bahkan Dina yang ternyata sudah tiada meninggalkan wasiat untuk mereka berdua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bareta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak Siapa ?

“Tante Mili,” suara seorang bocah perempuan membuat langkah Milea terhenti.

Wanita yang berjalan di depan Milea ikut berhenti dan menoleh menatap asistennya.

“Kamu kenal Emilia dari mana ?” tanyanya dengan alis menaut.

Milea mengernyit dan langsung menggeleng. Millea tidak merasa mengenal bocah perempuan itu.

Baru 2 bulan Milea kembali ke Jakarta, itu pun karena mama Lili sakit dan papa Heru memintanya kembali ke Jakarta, tinggal lagi bersama mereka dan mencari pekerjaan di ibukota.

Papa Heru bilang sudah cukup waktu 5 tahun untuk melarikan diri dan menghapus kenangan tentang Arkan dan Dina.

Apalagi usia Milea sekarang sudah lebih dari duapuluh tahun, harus sudah lebih matang dan menganggap kejadian Arkan dan Dina hanya pelajaran hidup yang sangat berharga di masa remajanya.

Atas referensi sepupunya, Milea diterima bekerja menjadi asisten pribadi seorang wanita berusia 30 tahun yang sudah memiliki nama di bidang fashion design.

Belum sempat bocah itu berlari menghampiri Milea yang sudah bersiap pergi dengan Arumi, bossnya, seorang pria seumuran dengan Arumi, menggendong bocah itu dari belakangnya lalu menciumi wajah Emilia membuat bocah itu tertawa kegelian.

“Ya ampun, mirp banget,” Milea menggumam dan langsung menutup mulutmya saat Arumi kembali menoleh sambil mengernyit.

“Apa dan siapa yang mirip ?” tanya Arumi dengan alis menaut.

“Bocah itu… eh maksud saya Emilia dengan pria yang menggendongnya. Tanpa diperkenalkan pun semua orang pasti langsung tahu kalau mereka adalah ayah dan anak.”

Arumi diam saja dan tersenyum saat Emilia dan pria itu mendekatinya.

“Hai mommy,” sapa Emilia sambil mengulurkan tangannya dan akhirnya berpindah ke dalam gendongan Arumi.

“Daddy nakal karena masih suka menciumiku sampai wajahku basah dan aku kegeleian,” Emilia menggerutu dengan bibir mengerucut.

“Itu artinya daddy sayang sama kamu, bocah nakal,”

Arumi menoel hidung Emilia yang sengaja dikerucutkan.

“Dengan siapa kamu datang kemari ?” tanya Arumi yang langsung melirik ke arah lobby dan melihat babysitter Emilia berjalan mendekat ke arah mereka.

“Tante Mili,” Emilia kembali memanggil Milea yang masih kebingungan. “Akhirnya aku bisa menemukan Tante di kantor Mommy.”

Milea mengerutkan dahi namun berusaha tersenyum. Sungguh ia belum pernah sekalipun bertemu Emilia.

“Aku pinjam handphone Mommy,” Emilia mengulurkan kedua tangannya yang ditumpuk. “Mau telepon oma,” lanjut Emilia sebelum Arumi bertanya.

“Untuk apa ?” mata Arumi menyipit.

“Nanti aku ceritakan sama Mommy,” sahut Emilia dengan gaya seperti anak abege saja.

“Mau telepon oma siapa ?” tanya pria yang tadi menggendong Emilia. Ia baru saja berbincang dengan pria muda yang Milea tebak adalah asisten pria ini.

“Oma Heni, Dad.”

“Biar daddy sambungkan.”

Emilia mengangguk dan kembali menatap Milea sambil tersenyum bahagia.

“Ini,” pria yang dipanggil daddy itu memberikan handphone miliknya.

Emilia menerimanya dengan wajah berbinar dan meminta turun dari gendongan Arumi.

Bocah itu mendekati Milea dan langsung menggandeng jemari asisten Arumi yang masih kebingungan.

Tangan mungilnya menekan tombol pengeras suara pada layar handphone.

“Oma, ini Mili. Aku sudah menemukan Tante Milea sesuai pesan oma. Tante Milea kerja sama Mommy.”

“Mili nggak salah kan ?”

“Mili sudah menyalakan pengeras suara. Oma bisa ngomong langsung sama Tante Milea.”

Emilia mengangkat tangannya setinggi mungkin, memberikan isyarat pada Milea untuk berbicara menggunakan handphone pria yang dipanggilnya daddy itu.

“Milea ? Kamu benar Milea ?”

Suara yang terdengar akrab itu membuat Milea mengerutkan dahi. Ia tidak terlalu yakin karena sudah lima tahun tidak mendengar suara itu.

“Iya saya Milea, Bu,” sahut Milea sedikit terbata saat Emilia mendesaknya untuk menjawab pertanyaan omanya.

“Ini Tante Heni, Lea. Mamanya Dina.”

Milea langsung membelalakan matanya, tidak percaya kalau akan langsung berbincang dengan mamanya Dina setelah 5 tahun menghindari semua yang berhubungan dengan Dina dan Arkan.

Melihat Milea masih tercengang, Emilia yang mulai merasa pegal menurunkan tangannya.

“Oma tenang saja, Tante Milea nggak akan kemana-mana. Aku akan minta Mommy dan Daddy untuk menjaga Tante Mili supaya tidak pergi lagi. Sekarang tanganku sudah pegal memegangi handphone daddy.”

Entah apa yang dikatakan omanya, Emilia mengangguk-angguk lalu menutup sambungan teleponnya dan mengembalikan benda pipih itu pada pemiliknya.

Milea masih tercengang hingga tidak peduli saat Arumi menatapnya sambil mengerutkan dahi.

“Milea, Milea,” Arumi mengibaskan tangannya di depan wajah Milea membuat gadis itu langsung gelagapan.

“Maaf, Bu,” Milea tersenyum kikuk karena tidak enak pada bossnya.

“Kenalkan dulu ini suami saya,” Arumi menunjuk pada pria yang dipanggil daddy itu.

“Jadi ini asisten baru istri saya ? Perkenalkan nama saya Henri, satu-satunya pria yang mencintai dan dicintai Arumi,” ujar pria tampan itu tertawa sambil melirik istrinya yang langsung memukul bahu Henri sambil melotot.

“Dasar pria gombal,” cebik Arumi.

Henri hanya tertawa, merangkul bahu Arumi dan langsung mencium pipi wanita kesayangannya.

Milea langsung membuang muka karena merasa tidak enak menyaksikan kemesraan suami istri itu sementara Emilia menghela nafas sambil menggelengkan kepala dan melipat kedua tangannya di depan dada.

“Mas !” pekik Arumi dengan suara tertahan. “Ini kantor, jangan aneh-aneh.”

Lagi-lagi Henri hanya tertawa dan melirik Emilia yang menarik-narik celananya.

“Kata oma dilarang cium-cium di depan umum kecuali cium anak kecil kayak Mili.”

Henri langsung menggendong kembali bocah kecil itu dan menghujaninya dengan ciuman membuat Emilia memekik sambil tertawa.

Milea sempat bingung dengan status Emilia. Kalau bocah itu anak Arumi dan Henri, kenapa memanggil Tante Heni dengan sebutan oma terdengar akrab, bukan sekedar asal kenal saja.

Setahu Milea, Dina hanya punya satu kakak laki-laki dan bukan Henri yang ada di depannya.

“Apa mereka begitu mirip ?” tanya Arumi dengan nada sedikit menggumam membuat Milea reflek sedikit mencondongkan badannya.

“Maksud Ibu yang mirip itu Emlia dan Pak Henri ?”

Terlihat Arumi mengangguk membuat Milea tersenyum.

“Tentu saja wajar kalau seorang putri mirip dengan ayahnya.”

”Masalahnya Emilia bukanlah anakku dengan Mas Henri,” Arumi menoleh ke arah Milea yang kembali dibuat melongo.

“Aku dan Mas Henri belum dikaruniai keturunan padahal kami sudah menikah selama 5 tahun. Itu sebabnya sejak 2 tahun lalu, kami meminta Mili memanggil kami mommy dan daddy. Kata para orangtua, sebagai pancingan supaya cepat ketularan punya anak juga.”

“Banyak berdoa saja, Bu. Tuhan pasti akan mendengarkan permohonan yang tidak pernah bosan meminta pada-Nya lewat doa.”

Milea masih berusaha menutupi rasa penasarannya untuk mengetahui status Emilia.

Hingga akhirnya suara yang sangat dikenalnya muncul di tengah-tengah mereka.

“Maaf aku terlambat,” ujar pria itu sambil sedikit membungkukan padanya.

“Sengaja,” sindir Arumi sambil mencibir.

Belum satu jam, Milea sudah dibuat tercengang 3 kali karena sekarang harus bertemu dengan pria masa lalunya.

“Arkan,” desis Milea spontan.

“Papa,” sapa Emilia membuat Milea langsung menunduk menatap bocah kecil yang kembali menggandeng tangannya.

Papa ? Kalau Emilia bukan anaknya Ibu Arumi dan Pak Henri, berarti Emilia ini anaknya Arkan dan Dina ? Batin Milea.

“Kamu sudah kenal dengan adik saya ?” Arumi menautkan alisnya.

Belum sempat Milea menjawab pertanyaan Arumi,

bocah berusia 4 tahun itu kembali berceloteh.

“Papa, aku sudah menyelesaikan misi dari oma dan menemukan Tante Milea.”

Arkan mengabaikan ucapan Emilia. Pertemuannya dengan Milea sungguh tidak terduga meski hatinya senang karena sudah 5 tahun kehilangan jejak gadis ini.

Keduanya masih bergeming dan saling menatap dengan perasaan yang campur aduk.

“Papa, oma bilang kalau misi Mili berhasil, Mili akan punya mama karena Tante Milea yang akan jadi mama Mili.”

Sontak semuanya tercengang dan menatap ke arah Emilia yang tersenyum dengan wajah bangga sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

“Kenapa bisa begitu ?” Milea spontan bertanya dengan dahi berkerut.

Milea memikirkan ucapan Emilia yang mengatakan ia akan punya mama kalau bertemu dengan Milea. Lalu dimana Dina ?

1
Suwar Lia
lanjut
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
apa anak a henri y kn kt a mirip
Fi Fin: jangan2 anaknya si henri tuh amellia
total 1 replies
Maria Christanti
tetap semangat dlm berkarya thor.👍
Baretta: Terima kasih kak Maria Christanti
total 1 replies
Wayan Sucani
Betul kan... sudah ada clue nya...
Wayan Sucani
Takut klo Henry ayahnya Emili
tutut wahyuningsih
selalu suka sama ceritanya 👍❤️
Baretta: Terima kasih selalu kasih bintang 5 kak Tutut Wahyuningsih 😊😊🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
bunda DF 💞
bagus ceritanyaa
cetom😘😘
lutut kali torrr
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Ray
jonathan
Ray
lebih baik cari pasangan lain aja deh Milea, cari keluarga yg bisa menghargai sesama manusia.
Ditha Maherani
Novel yg keberapa yah ini?
Aku suka sama gaya penulisan Kakak.
Aku suka alur ceritanya.
Ringan tapi seru, tidak membuat pembacanya mikir keras dalam membaca. Good job kak 🥰
ayu cantik
bagus
guntur 1609
kasihan nasib emilia
guntur 1609
dasar maminya arkan setan
guntur 1609
dasar arkan gemblung
guntur 1609
ia kalau betul tu anak he dri. knp gak di test DNA sja diam2. da sar arkanaya sj yg peak
guntur 1609
apa tu anaknya hendri ya. kok bawa2 nama arumi
guntur 1609
rasain kau laku2 paok. sdh sprti tu tu pun masih gak bisa memberi kepercayaan tk calonmu
sutiasih kasih
akhirnya maknya arkhan sadar jga....
sutiasih kasih
dina... km sdh mati pun bnyk mninggalkn msalah dan krumitan org lain....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!