Dirga dan Asha..
Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat duduk di bangku sekolah, Asha adalah cinta pertama Dirga begitu juga Dirga yang cinta pertama Asha.
Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka bermimpi untuk menikah suatu hari nanti.
Namun takdir berkata lain..
Orangtua Dirga menentang hubungan Asha dengan Dirga, meminta Asha untuk pergi dengan memberikan sejumlah uang kepada asha.
Asha pun pergi meninggalkan Dirga tanpa penjelasan yang jelas..
Lima tahun berlalu..
Asha kembali Ke Jakarta..
Asha berpikir semuanya sudah berubah, termasuk Dirga..
Namun takdir kembali mempertemukan Dirga dan Asha, bukan sepasang kekasih tapi Bos dan juga asisten pribadinya.
apakah mereka akan kembali bersatu ? atau justru sudah ada orang lain yang mengisi hidup mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8
Jam menunjukkan puku 17.45, waktu dimana semua orang sudah bersiap untuk pulang kerumah mereka masing-masing
Namun tidak dengan Asha, perempuan itu justru masih sibuk dengan beberapa laporan yang harus segera ia selesaikan
Beberapa kali Asha memijat tengkuk lehernya yang mulai terasa pegal, bahkan rasanya untuk mengisi air di gelasnya saja Asha enggan bangun
Dirga yang saat itu sedang keluar dari ruangannya, melihat Asha yang masih menatap layar laptopnya
" Masih banyak pekerjaan kamu ? "
Asha menoleh
" Lumayan pak, tapi tiga puluh menit lagi harusnya selesai "
Dirga masuk kedalam ruangan itu, dan mengambil gelas kosong Asha yang berada diatas meja kerjanya
" Loh Pak, gelas saya mau dibawa kemana ? "
Dirga tidak menjawab ucapan Asha, justru pria itu sudah melangkah keluar dari ruangan Asha
Saat Dirga sedang mengisi air di pantry, Reza yang kebetulan juga hendak ke pantry terkejut melihat Dirga
" Ada apa nih tiba-tiba bos gue ngisi air sendiri, mana sekretaris nya Pak Dirga ? "
" Bukan punya gue "
Reza membulatkan matanya
" Kalau ini gelas bukan punya lo, berarti gelas ini punya Asha dong "
Dirga enggan menjawab dan memilih pergi dari sana
" Dir, gelas gue isiin juga dong " goda Reza sambil tertawa lepas
Dirga membawa gelas itu keruangan Asha, meletakkan kembali gelas itu ketempat semulanya
" Makasih Pak, maaf ngerepotin "
" Saya cuma nggak mau kamu tenggorakan kamu sakit dan kamu ga masuk kerja, nanti siapa yang handle kerjaan kamu "
Dirga pun keluar dari ruangan Asha sebelum Asha menjawab ucapan Dirga.
Asha meraih gelas itu dan tersenyum tipis
....
Pukul 20.00 WIB Asha dan Dirga meninggalkan kantor..
Diperjalan pulang, tiba-tiba perut Dirga berbunyi
Asha yang mendengarpun menoleh
" Pak Dirga, lapar ? "
" Nggak "
" Tapi tadi perutnya bunyi "
" Suara mobil "
" Berarti mobilnya lapar ? "
Namun perut Dirga mengkhianati dirinya
Kembali terdengar bunyi suara perut Dirga
" Yaudah kita mampir makan dulu aja gimana pak ? Kebetulan dekat sini ada warung makan yang enak "
" Boleh "
Asha meminta Dirga untuk menghentikan mobilnya di warung tenda pinggir jalan, awalnya Dirga ragu tapi Asha meyakinkan Dirga
Dirga pun turun dari mobilnya menyusul Asha yang sudah lebih dulu masuk kedalam
" Pak Dirga duduk aja, biar saya yang pesan "
Dirga mengangguk
Tempat makan itu cukup ramai dengan beberapa pembeli, padahal tempat itu termasuk tempart sempit dan tidak nyaman
Asha yang sudah selesai memesan langsung menghampiri Dirga
" Kamu yakin makanan disini enak ? "
Asha tertawa kecil
" Yakin pak, udah Pak Dirga nggak usah khawatir "
Sambil menunggu makanan, Asha memainkan ponselnya.
Sedangkan Dirga, ia masih memikirkan ucapan Asha dan Naufal siang tadi
" Apa yang Asha sembunyikan sebenarnya ?"
" Apa selama ini ada yang aku nggak tau ? "
Dirga membatin sambil memperhatikan Asha
Tak lama pesanan mereka tiba dan penjual itu menata makanan itu diatas meja
" Terimakasih ya "
Ucap Asha
" Sama sama Neng, silahkan dimakan "
Dirga menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia melihat beberapa makanan yang Asha pesan sejak tadi
" Ini nasi uduk sama ayam goreng, sambelnya sih ga pedes kalau Pak Dirga mau coba "
" Terus ini juga ada tempe tahu, sama ada kulit dan usus goreng "
" Kamu yakin enak ini Sha ? "
" Yakin Pak, udah di makan dulu cobain "
Asha yang merasa gereget pun menyuwirkan ayam milik Dirga, dan menyuapi dengan tangannya
" Sha " Dirga terkejut
" Buka mulutnya "
Dirga menurut, dengan ragu ia membuka mulutnya
Satu suapan pun mulai masuk kedalam mulut Dirga, dan rasanya tidak seburuk yang ia pikirkan
" Enak ? "
Dirga mengangguk
" Pak Dirga bisa makan sendiri kan ? "
" Bisa "
Dirga pun meletakkan sendok dan garpu yang sebelumnya hendak ia gunakan, ia melakukan hal yang sama seperti dengan Asha
Selama makan tak banyak percakapan diantara mereka, seseali Asha melempar senyuman kepada Dirga
Setelah selesai makan dan membayar mereka segera kembali kedalam mobil
" Apa mereka ga rugi ya ? Masa makan sebanyak itu nggak sampai seratus ribu "
" Kalau mahal nanti nggak ada yang beli Pak "
" Oiya Pak Dirga, nanti saya mau mampir sebentar ke minimarket depan ya "
" Mau ngapain ? "
" Kulkas bapa itu kosong, kalau malam ini ga belanja besok kita mau sarapan apa ?"
Dirga pun hanya mengangguk
Segera Dirga melajukan mobilnya kembali .
Hingga mereka berhenti tepat di minimarket yang Asha maksudkan, Dirga ikut turun menemani Asha
Saat Asha hendak mendorong troli, Dirga justru mengambilnya dari tangan Asha
" Biar saya aja "
Asha mengangguk
Asha mulai memasukan beberapa bahan yang bisa ia masak untuk besok pagi
Asha mengambil satu persatu bahan dari rak
Saat mereka berhanti di rak coklat, tanpa di duga Dirga pun mengambil colat yang sama dengan yang Asha ambil
" Pak Dirga mau coklat juga ? "
" Hmm " Dirga mengangguk
Dirga memasukan beberapa bungkus coklat kedalam troli, ia juga memasukan susu coklat
Saat di rak mie instan, Asha mengambil beberapa bungkus untuk ia jadikan stok nantinya
" Nggak boleh, taruh lagi " ucap Dirga
" Buat saya pak "
" Justru itu, kamu ga boleh makan ini "
" Satu aja deh Pak "
" Nggak ada Asha, simpan lagi di rak "
" Masa satupun nggak boleh sih "
Ibu-ibu yang berada disamping mereka tersenyum melihat keduanya berdebat kecil
" Yaampun suaminya perhatian banget neng "
Asha dan Dirga saling bertatapan
" Bukan "
" Belum "
Jawab Asha dan Dirga bersamaan
Ibu-Ibu itu tersenyum sambil meninggalkan keduanya
" Pak Dirga ngapain jawab belum ? "
" Salah ucap "
Dirga meninggalkan Asha yang masih kebingungan
....
Asha dan Dirga pun sampai dirumah
Asha lansgung menata semua makanan di dalam kulkas
Dirga datang untuk membantu Asha
" Pak Dirga, ngapain ?"
" Bantu kamu "
" Saya bisa sendiri "
" Tapi ini rumah saya "
Asha mengangguk
Setelah semua bahan selesai disimpan, Dirga pun langsung meninggalkan Asha yang masih di dapur
Ponsel milik Asha berdering panggilan masuk dari Naufal, Asha pun pergi ke halaman belakang agar tidak mengganggu Dirga
Dirga melihat Asha keluar dari pintu dapur, perlahan-lahan Dirga mengikuti Asha
Dirga mengintip dari celah pintu yang tidak tertutup rapat, ia melihat Asha dan Naufal yang sedang melakukan panggilan vidio ia pun mendengarkan apa yang mereka bicarakan
" Udah pulang, Sha ?"
" Udah nih,baru aja sampai "
" Gimana tinggal sama mantan ? Seru nggak ?"
" Fal.. Jangan mulai deh "
" Jujur aja deh sama gue Sha, lo mulai nyaman kan tinggal sama Dirga "
" Lumayan, nggak semenyeramkan yang gue pikir "
" Fal.. "
" Ya.. ? "
" Kayaknya gue jatuh cinta lagi sama Dirga "
" Sha lo bukan jatuh cinta lagi, tapi emang dari dulu lo ga berhanti buat cinta sama dia Sha "
Tubuh Dirga membeku mendengar pengakuan itu
Jantungnya berdebar dengan cepat
Ia masih berada disana, mendengarkan apa yang keduanya bicarakan
" Sha, kalau emang lo sama dia mau balik kayak dulu lo harus ceritain ke dia Sha "
" Fal, gue udah nggak pernah berharap buat balik sama dia Fal "
" Gue cuma mau mastiin dia baik baik aja sekarang "
" Ya terserah lo deh, gue cuma bisa kasih saran aja "
Dirga semakin penasaran..
Apa yang Asha sembunyikan dari dirinya
Ada apa sebenarnya ?
...
Malam hari jam hampir menunjukkan pukul 12 malam
Dirga keluar dari kamarnya untuk mengisi air di gelasnya
Namun Dirga mendengar suara tangisan dari kamar Asha
Dirga menempelkan telinganya tepat di pintu kamar Asha
" Maafiin aku Dirga, maaf "
" Maaf karena aku nggak punya pilihan waktu itu Dir "
Dirga menundukkan kepalanya
" Sebenernya ada apa Sha, kenapa kamu nggak mau cerita sama aku ? " ucap Dirga dengan pelan