NovelToon NovelToon
Makeup His Heart

Makeup His Heart

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:574
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Aroma bedak tabur, semprotan setting spray, dan tumpukan palet warna-warni sudah menjadi dunia Yeza selama lima tahun terakhir. Sejak melepas seragam putih-abu-abunya, gadis berusia 23 tahun itu memilih jalan yang berbeda dari teman-temannya. Di saat yang lain sibuk memburu bangku perkuliahan, Yeza justru mengurung diri di kamar, menatap cermin, dan membiarkan jemarinya menari dengan kuas-kuas murah yang dibelinya dari uang jajan yang disisihkan.

​Tanpa kursus formal, tanpa sertifikat mentereng. Modal utamanya hanyalah ketekunan dan ribuan jam menonton tutorial di YouTube. Dua belas bulan pertama adalah masa-masa penuh cemoohan. "Mau jadi apa cuma coret-coret muka?" begitu bisik-bisik tetangga yang sempat mampir di telinganya. Namun, Yeza tidak berhenti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyamaran Yang Gagal

​Laura melangkah mundur, menjauh dari kerumunan kru syuting hingga sampai di koridor sepi di dekat pintu keluar darurat studio. Napasnya masih memburu akibat rasa cemburu yang membakar dada. Ia menyandarkan punggungnya pada dinding semen yang dingin, lalu dengan cepat membuka daftar kontak di ponsel pintarnya.

​Jemarinya berhenti pada sebuah nomor tanpa nama yang hanya ditandai dengan simbol tertentu. Tanpa ragu, Laura langsung menekan tombol panggil dan menempelkan ponsel itu ke telinganya.

​Hanya butuh tiga kali nada sambung sebelum panggilan itu diangkat oleh sebuah suara pria yang berat di seberang sana.

​"Halo, Nona Laura. Ada yang bisa kami bantu?"

​Laura membetulkan posisi kacamata hitamnya, memastikan tidak ada orang yang lewat di koridor tersebut. "Aku punya tugas penting untuk kalian. Dan aku butuh hasilnya secepat mungkin, sebelum matahari terbenam hari ini."

​"Katakan saja, Nona. Kami siap."

​Laura tersenyum sinis, matanya berkilat penuh dendam. "Cari tahu segalanya tentang seorang gadis bernama Yeza. Dia bekerja sebagai Key Makeup Artist pribadi Max untuk proyek film terbarunya saat ini. Aku ingin kalian menggali identitas lengkapnya, latar belakang keluarganya, riwayat pekerjaannya, dan yang paling penting... aku butuh alamat asli tempat tinggalnya sekarang."

​Di seberang telepon, terdengar suara gemerisik jemari yang sedang mengetik di atas papan ketik komputer. "Baik, Nona. Target bernama Yeza, MUA pribadi Max. Apakah ada informasi tambahan untuk mempercepat pencarian?"

​"Dia tinggal di kompleks apartemen yang sama dengan Max saat ini, tapi aku tahu itu bukan alamat aslinya. Cari tahu di mana rumah atau keluarga aslinya berada. Gunakan semua jaringan yang kalian punya. Masalah bayaran, aku akan mentransfer dua kali lipat dari tarif biasa kalian seperti biasa," ucap Laura dengan nada menuntut yang mutlak.

​"Dimengerti, Nona Laura. Tim kami akan segera bergerak. Informasi akan langsung dikirim ke surel Anda begitu semuanya siap."

​"Bagus. Jangan sampai ada kesalahan, dan ingat... jangan sampai Max atau manajernya mencium pergerakan kalian," ancam Laura pelan namun tajam sebelum langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak.

​Laura menurunkan ponselnya, lalu menatap layar yang menampilkan foto kedekatan Max dan Yeza yang ia ambil diam-diam di dalam studio tadi. Senyum licik dan penuh kemenangan terukir di bibir merahnya.

​"Kita lihat saja, Yeza..." gumam Laura dengan suara berbisik yang sarat akan ancaman. "Setelah aku memegang seluruh kartu identitas dan kelemahanmu, mari kita lihat sampai kapan Max bisa terus menjadi perisai pelindungmu."

Laura mengira penyamarannya dengan kacamata hitam besar dan topi fedora di sudut studio yang remang-remang itu sempurna. Namun, ia lupa bahwa Bram bukan sekadar manajer biasa. Pria itu sudah bertahun-tahun mengurus Max dan terbiasa menghadapi berbagai intrik, termasuk mengenali postur tubuh, gerak-gerik, dan tas desainer milik mantan kekasih Max tersebut dari kejauhan.

​Begitu adegan Max selesai dan kru bersiap untuk istirahat makan siang, Bram langsung mendekati Max di ruang tunggu pribadi, memastikan pintu terkunci rapat.

​"Max, kita punya masalah," bisik Bram serius. "Laura ada di sini. Di dalam studio. Dia memakai penyamaran, tapi aku tahu pasti itu dia. Dia sempat mengambil foto kamu dan Yeza diam-diam menggunakan ponselnya."

​Rahang Max seketika mengeras. Tatapan matanya yang tadi sempat melunak kini kembali sedingin es. "Dia benar-benar tidak tahu kapan harus berhenti," desis Max, mengepalkan tangannya. Ia tahu persis watak Laura. Wanita itu sangat manipulatif, tidak masuk akal, dan nekat jika egonya sudah terluka. Laura tidak akan menyerang dirinya secara langsung—wanita itu pasti akan mengincar Yeza.

​Saat jam istirahat tiba, Yeza pamit sebentar ke toilet dan meninggalkan ponsel serta tas kerjanya di meja rias ruang VIP. Max memanfaatkan momen singkat itu.

​Dengan gerakan yang sangat cepat dan sigap, Max meraih ponsel Yeza. Sebagai pria yang sangat protektif dan memiliki akses keamanan tingkat tinggi, Max menanamkan sebuah aplikasi pelacak berbasis GPS militer secara diam-diam ke dalam sistem ponsel gadis itu. Aplikasi itu berjalan di latar belakang tanpa memunculkan ikon atau notifikasi apa pun, terhubung langsung dengan ponsel pribadi Max.

​Cklek.

​Tepat saat aplikasi selesai terpasang, pintu toilet terbuka dan Yeza melangkah keluar. Max dengan tenang meletakkan kembali ponsel Yeza ke tempat semula, berpura-pura sedang merapikan jaketnya.

​"Semuanya aman, Yeza?" tanya Max, suaranya terdengar biasa saja, menyembunyikan rencana besar di kepalanya.

​"Iya, Max. Semua peralatan juga sudah saya rapikan untuk sesi syuting sore nanti," jawab Yeza dengan senyuman tulus, sama sekali tidak menyadari bahwa di dalam saku celananya kini terdapat sebuah perisai tak terlihat.

​Max mengangguk kecil, menatap Yeza dengan pandangan yang dalam. Di dalam hatinya, Max berjanji tidak akan membiarkan seujung kuku pun dari gadis itu terluka akibat kegilaan Laura. Silakan cari tahu tentang Yeza semaumu, Laura, batin Max tajam. Tapi begitu kamu melangkah mendekatinya, kamu akan langsung berhadapan denganku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!