NovelToon NovelToon
Suami Yang Kau Dan Keluarga Mu Hina Adalah Pewaris Kaya

Suami Yang Kau Dan Keluarga Mu Hina Adalah Pewaris Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Demi menguji ketulusan, Aldi Pratama menyamar sebagai pria biasa selama dua tahun pernikahan. Namun, Kirana beserta keluarganya yang gila gengsi terus menghina dan merendahkannya. Batas sabar Aldi habis; ia mengungkap identitas aslinya sebagai pewaris tunggal konglomerat raksasa Pratama Group, menceraikan Kirana, dan memiskinkan keluarganya.
Kejatuhan itu seketika menghancurkan hidup Kirana—ibunya meninggal karena syok, adiknya dipenjara, dan ia harus bertahan hidup sebagai pedagang sembako miskin. Di titik nadir inilah Kirana bertobat total dan belajar bersyukur. Takdir kemudian mempertemukan mereka kembali lewat program sosial. Meski dipisahkan jurang kasta yang permanen, Aldi diam-diam memberi perlindungan rahasia karena belum bisa melupakan Kirana sebagai cinta pertamanya, sementara Kirana menjalani takdirnya dengan keikhlasan dan penyesalan abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 6: Jarak yang Mulai Terbentang

Sore harinya, jam pulang kantor telah tiba. Kirana berjalan keluar dari divisinya menuju lobi dengan langkah yang gontai.

Pikirannya dipenuhi oleh bisikan ibunya semalam dan juga rumor yang beredar di antara staf administrasi tentang bagaimana Rendy menyudutkan Aldi di ruang rapat pagi tadi.

Teman-teman kerja Kirana bahkan mulai berbisik-bisik di pantry, kasihan pada Kirana yang dianggap "salah pilih suami" dibanding mantan kekasihnya yang kini jadi penguasa.

Saat Kirana hampir sampai di pintu keluar lobi, sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam metalik berhenti tepat di depannya. Kaca mobil diturunkan perlahan, menampilkan sosok Rendy yang duduk di balik kemudi dengan senyum menawannya.

"Kirana," panggil Rendy lembut. "Pulang naik apa? Biar aku antar. Kebetulan aku ada urusan di dekat daerah rumah kamu."

Kirana tertegun sejenak. Dia menatap mobil mewah Rendy, lalu teringat pada Aldi yang biasanya mengajak dia pulang bersama menggunakan motor matic sederhana atau taksi daring jika hujan. Rasa minder dan gengsi yang belakangan ini dipupuk oleh ibunya mendadak bergejolak di dada Kirana.

"Eh... gak usah, Pak Rendy. Saya nunggu Mas Aldi," tolak Kirana, meski nadanya terdengar agak ragu.

Rendy terkekeh pelan, lalu membuka pintu mobil dan melangkah keluar, berdiri di hadapan Kirana. "Kirana, berapa kali harus kubilang? Kalau di luar jam kantor, panggil Rendy saja.

Lagipula, suamimu itu kan sedang sibuk merombak laporan keuangan yang kuberi tugas tadi pagi. Dia pasti lembur sampai malam di ruangannya. Kamu mau menunggu di lobi yang sepi ini sendirian?"

Kirana terdiam. Benar juga apa yang dikatakan Rendy. Aldi pasti akan pulang larut malam karena tugas berat dari CEO baru.

"Ayo, masuklah. Kita bisa sekadar mengobrol tentang masa lalu, atau mungkin tentang bagaimana aku bisa membantu posisi suamimu di kantor agar tidak terlalu tertekan," bujuk Rendy lagi dengan nada yang sangat manipulatif, tahu benar di mana letak kelemahan Kirana.

Mendengar janji bahwa Rendy bisa membantu posisi Aldi, pertahanan Kirana runtuh. Dia mengangguk pelan. "Baiklah... terima kasih, Rendy."

Kirana pun masuk ke dalam mobil mewah tersebut. Dari lantai tiga, di balik jendela ruang kerja keuangan yang besar, Aldi berdiri menatap ke bawah. Dia melihat dengan jelas saat istrinya masuk ke dalam mobil pria lain. Tidak ada air mata atau amarah yang meledak-ledak di wajah Aldi. Hanya ada tatapan dingin dan tajam dari seorang pewaris takhta yang sedang menilai, seberapa jauh kesetiaan istrinya akan tergadai oleh kemilau harta yang semu.

Aldi merogoh ponsel di sakunya, lalu mendial sebuah nomor yang sudah sangat lama tidak dia hubungi.

"Halo, Edi?" ucap Aldi saat telepon tersambung dengan asisten pribadinya di Pratama Group pusat. "Kirimkan tim audit internal rahasia ke PT Nusantara Mandiri minggu depan. Saya mencium ada yang tidak beres dengan latar belakang pengangkatan Rendy Wijaya sebagai CEO di sini. Lakukan dengan senyap."

"Baik, Tuan Muda Aldi. Segera dilaksanakan," jawab suara di seberang telepon dengan nada penuh hormat.

Aldi menutup teleponnya, kembali menatap jalanan kota yang mulai diguyur hujan. Badai yang sesungguhnya baru saja dimulai.

Wah, drama makin memanas nih! Kirana sudah mulai goyah dan mau diajak pulang bareng sama Rendy, sementara Aldi sudah mulai menggerakkan pion-pion kekuasaannya dari balik layar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!