mengisahakan perjalanan seseorang yang bernama Atika yang berkuliah diluar negri.
bagamana ceritanya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurpadillah Ramadani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS.19 Maafkan Kakak
Serangkai puisi dari author
****
Memang tak setiap hari ada kebahagian
Kata-kata yang terucap tak selalu indah
keinginan yang selalu ada tak selalu tergapai
Tak semua do'a menjadi nyata
Tak semua pagi menjadi tawa
****
Setelah kepulangan teman-teman Fathir, dia memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Tatapi, ketika dia melihat pintu kamar Atika terbuka dan memunculkan wajah seseorang yang baginya itu menggemaskan, ia langsung menghampirinya.
Dikamar Atika terlihat Mahar sedang membereskan baju atika yang berantakan.
Mahar yang melihat seseorang muncul dari belakang pintu langsung beranjak mendekati.
"Oh kak Fathir! " dengan senyuman tipis terurai dibibir Mahar
"Iya aku disini, mau melihat keadaan Atika" sambil berjalan menuju tempat tidur Atika
"Oh baik lah kak"
"Kalau gitu aku duluan dulu" Mahar seakan tahu, bahwa Fathir saat ini tidak ingin diganggu dengan adiknya, karena waktu dekat ini, Fathir jarang sekali berbicara dengan Atika.
****
Fathir membelai rambut Atika seakan dia mendapakan kesedihan yang begitu dalam. Mata Fathir tersorot pada pipi Atika yang lebam akibat tamparan dari Chelo, yang membuat dirinya merasa bersalah karena tidak bisa menjaga adiknya dengan baik. Padahal selama ia di indonesia sebelumnya tidak ada yang berani melakukan itu kepada adiknya.
"Sakit yah?" tanyanya pada orang yang tengah tidur didepannya itu. Sambil membelai pipi Atika.
"Maafkan kakak Tika, maafkan kakak"
" Gak bisa lindungin kamu"
"Andai aja tadi aku agak cepat, pasti bisa lindungin kamu. Andai tadi gak saling bercanda sama teman kakak, pasti gak kaya gini," ucapnya yang masih membelai rambut Atika.
"Aku memang gak becus jaga kamu Tika!... Memang benar yang kamu katakan kakak itu gak ada apa-apanya," ucapnya membenarkan kata-kata Atika yang selalu dia lontarkan ketika marah dan ketika lagi muncul kejahilannya. Tapi dia selalu mengelak, malahan menyebutkan semua yang dia punya.
"Em... Memang kakak gak ada apa-apanya," ucap Atika, dengan mata yang masih tertutup.
"Astaga nih anak, coba aja gak sakit sudah kuketok kepalanya" umpatnya dalam hati.
"Eh kamu sudah bangun Tika!" memberikan senyuman tipis seakan terpaksa, tapi ia tidak memperlihatkannya.
"Ah kakak, jangan lebay deh. Kan Atika cuman luka kecil. Lebay amat kata-katanya," ucap Atika dengan raut wajah yang sedikit meledek.
"Dasar nih anak, gak bilang makasih saat di khawatirin " umpatnya sekali lagi dalam hati.
"Aish sudah lah. Dikhawatirin juga dianggap lebay. Mending keluar aja, dari pada disini gak dihargai 😑," ucapnya sambil mendengus kesal akan perlakuan Atika kepadanya.
"Eh kakak kok cepat gitu, tadi Tika cuman bercanda, ngapain dikasih masuk dalam hati😁" sambil meraih tangan Fathir. Agar kakinya berhenti melangkah keluar kamar.
"Kak temanin tika disini aja, kakak kan disini jarang ada dirumah. Paling diluar terus." ucapnya yang masih duduk dikasur dan membenarkan posisinya.
"Iya maafin kakak. ka6kak sebenarnya kalau keluar pasti mampir kerumah Aqlan atau rumah Maysal. Kakak cuman sering pergi ke situ doang kok"
"Kakak ngapain disitu?.... Gak mungkin kan cuman ngerjain tugas kuliah doang? " sambil menyelidiki raut wajah Fathir. Dia ingin mengetahui adakah kebohongan yang dibicarakan kakaknya itu.
"Gak itu aja. Kakak juga cash iman kakak dirumah Aqlan. Hahahahah," ucapnya dengan diselingi tawa, baginya kata-kata yang ia lontarkan terdengar lucu, dan pasti Atika tidak tahu apa maksudnya. Dan benar saja, Atika tidak tau apa yang dimaksud kakaknya
"Cash iman? "
"Iman mau di cash? " dengan daut wajah yang sedikit bingung akan pemaparan kakaknya
"Hahahah kamu itu polos atau memang gak tau sih .. Hahahah"
"Kakak itu, masa iya iman di cash"🙄
"Astgfirullah Tika. maksud kakak itu, kakak kerumah Aqlan buat tambah iman kakak. Itu maksud dari cash iman..Hahahah polosnya adikku ini😂" sambil mengacak rambut
adiknya.
"Oh gitu, coba kasi jelas kek. Mana ngerti kalau pake bahasa yang kaya gitu kakak. "
"Iya, iya nanti kakak gak gitu lagi janji 😁✌"
*****
"Oh iya,, Tika baru ingat. Aqlan itu ustadz yah, bagus tuh kakak tambah ilmu sama ustadz muda seumuran lagi"
"Memang bagus"
"Kalau mau ikut belajar bilang aja sama kakak. Aku ada hari tertentu belajar sama Aqlan"
"Tapi kan Tika gak pake hijab kak, Tika juga merasa belum pantas kak"
"Terus kapan kamu merasa pantas Tika? "
"Adekku ini, kapanpun kita mau belajar. Pantaskah diri kita atau tidak, yang penting niat belajar itu benar-benar. Terus emang kalau belajar agama, memang harus orang yang pakai hijab? Semua orang butuh proses buat merubah diri menjadi lebih baik Tika. Orang yang baik aja awalnya dia mungkin yang paling buruk, tapi kalau dia ingin belajar giat dan benar-benar mau berubah pasti ada hasilnya"
"Ingat gak ada usaha yang menghianati hasil Tika" Atika masih mencerna apa yang diucapkan kakaknya sebelum iya membenarkannya.
"Ok minggu depan, ikut kakak belajar sama Aqlan. Ikutkan juga, Mahar," ucapnya sebelum keluar dari kamar Atika.
.
.
.
.
.
.
.
Assalamu'alaykum all
salam dari authour..
yang sudah mampir makasih yah dan jangan lupa like, komen, dan vote. kritik authornya jika ada yang salah penulisan atau kata-kata, nanti authornya bisa belajar dari kesalahan
Wassalamualaikum 😘
tinggalin jejak jg di Novelku yaa ASIYAH AKHIR ZAMAN 🥰
cinta pak bos hadir😘
mampir yuk kak
semangat teruss💪
jangan lupa mampir yaa ke karya ku yang berjudul My bad boy friend yaahhh terima kasih
salam dari
jodoh yang tertunda
cinta dalam ikhlas
salam manis dari JUST TO MET😘
Boleh banget mampir "AJARI AKU MENCINTAIMU DENGAN IMAN"
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
mampir balikk ke novel ku ya.
mampir juga ya ke novel ku
Salam "Kasih Yang Tertunda & Detektif Cinta Anti Cinta"