NovelToon NovelToon
Teman Dekat

Teman Dekat

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Epik Petualangan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:836
Nilai: 5
Nama Author: Rohos Otaku

Agnes hanya bisa memperlakukan Kelvin sebagai teman.. Begitu juga Kelvin.. Mereka benar hanya berteman biasa.. Bukan sebagai sahabat... Tidak bersapa saat di sekolah.. Tapi Agnes bisa saja keluar masuk rumah Kelvin seenaknya layaknya rumah sendiri... Bagaimana bisa??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohos Otaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karna Pekerjaan

Keesokan harinya.. Kelompok medis sudah mulai menyiapkan tugasan masing-masing.. Mereka terlihat sibuk karna rumah sakit itu baru saja didirikan..

" Kom. Dr. Ag.. Kol. KV ingin ketemu.." salah satu suster dari kamp sebelumnya..

" Katakan saya sibuk..." tegas Agnes...

" Saya hanya ingin ketemu sebentar..." Kelvin bicara saat sudah memasuki ruang Agnes..

" Haaahh.." Agnes duduk dengan meluruskan badannya lalu menghembus napasnya...

" Maafkan saya kom.. Saya pergi dulu.." suster itu buru-buru pergi...

Kelvin mengunci pintunya lalu menutup tirai ruangan Agnes.. Karna yang ada di luar ruangan sedang melihat ke dalam ruangan Agnes...

Kelvin melihat Agnes memakai gelang yang dia berikan lalu berjalan dan berdiri di samping meja Agnes.. Agnes berdiri tepat di hadapan Kelvin..

" Ternyata kamu masih memakainya.." sambil melihat rantai yang di pakai Agnes dengan ukiran KV... Agnes hanya diam melihat wajah Kelvin..

" Apa aku membuatmu marah??" lalu mendekatkan tubuh mereka hingga tidak ada jarak seinci pun...

" Aku sering menunggumu datang.. Tapi hanya orang-orang yang aku tidak kenal datang bergantian..." lalu perlahan memeluk Agnes...

" Ternyata masih hangat seperti dulu.." Agnes bergumam lalu memeluk Kelvin..

" Haaahhh.. Apa aku sakit?? Jantungku tidak normal..." Kelvin bicara karna bisa merasakan sendiri degupan jantungnya yang kencang tidak seperti biasanya..

" Ternyata aku masih bisa mendengarnya.. Degupan yang tidak asing.. Kehangatan yang tidak asing.." Agnes bicara sambil menutup matanya dan meletakkan telinganya di dada Kelvin...

" Kamu kurusan.. Apa kamu kurang makan??" tanya Kelvin..

" Aku makan.. Hanya saja aku tidak punya selera makan yang baik.." jawab Agnes...

" Apa kamu mau tidur di tempatku malam ini?? Atau aku ke tempatmu..." tanya Kelvin..

" Enggak.. Aku biasanya hanya tidur di sofa.. Aku sudah tidak kenal apa itu kasur.."

" Lalu kita bisa tidur di atas sofa di kamarku.." jelas Kelvin lagi...

" Akan kupikirkan.. Jadi kamu bisa keluar sekarang sebelum aku memukulmu..." lalu mendorong Kelvin.. Kelvin tersenyum lalu membuka tirai ruangan dan keluar dari ruangan Agnes...

" Let.. Apa Kom dan Kol punya hubungan?? Mereka sepertinya dekat..." tanya suster yang ada di samping Monica...

" Mereka teman.. Teman dekat yang enggak bisa dijelasin.. Hanya mereka yang tau apa hubungan mereka sebenarnya.." jelas Monica...

Tiba-tiba.. Ada suara pria yang berteriak..

" Let.Dr Monica!! Kom. Dr Agnes!! Di mana kalian berdua hah?? Aku datang.. Maafkan aku datang telat!!" sambil membuka tangannya lalu menutup matanya.. Beberapa saat kemudia tiada yang datang... Karna Monica buru-buru sembunyi.. Lalu Agnes juga sedang sibuk dengan pekerjaannya...

" Oh.. Maafkan saya.. Saya Kap. Dr Randy.. Saya baru bisa datang hari ini.. Apa ada yang namanya Let. Dr Monica?? Apa tidak ada??" sambil berjalan menuju ke belakang Monica karna bisa melihat dari cermin ruangan obat-obatan..

Semua yang ada di ruangan itu hanya tersenyum melihat tingkah Randy..

" Kamu mau sembunyi buat apa bego!!" lalu mendorong kepala Monica.. Monica kaget lalu memegang kepalanya..

Tidak lama kemudian Agnes keluar dari ruangannya membawa file dokumen..

" Hei.. Kom. Dr Ag.. Aku sering mendengar namamu.. Apa kamu juga merindukanku??" Randy datang ingin mendekati Agnes..

Monica berdiri.. Lalu semua suster dan dokter juga terdiam... Belum sempat Randy mendekat.. Agnes menendang kaki Randy lalu memukul kepala Randy dengan file yang di bawanya...

" Kamu pikir bisa seenaknya datang telat?? Karna kamu sudah sampai uruskan ini.." lalu memberikan file dokumennya kepada Randy.. Lalu menuju ke ruangannya.. Monica tertawa kecil kepada Randy...

Beberapa saat kemudian Agnes berhenti lalu melihat lagi ke arah Randy...

" Selamat datang!! Dasar gila!! Jangan terlalu berisik juga.. Kerjain tuh.. Lalu laporin..." Agnes menunjuk ke arah Randy lalu masuk ke ruangannya.. Dapat dilihat semua yang ada di ruangan medis menghembus napas mereka dengan perlahan...

" Hehehe.. Emang enak?? Siapa suruh lho.. Datangnya udah telat malah bertingkah.. Di marahin tuh.. Hehehe..." Monica tertawa

" Sakit tauk.. Apa dia emang sekeras itu?? Aku pikir hanya rumor-rumor aja.." sambil memegang kepalanya lalu tersenyum... Monica memeluk Randy sesat lalu menepuk-nepuk belakang Randy...

" Kamu beruntung kap.. Karna enggak di tampar kayak Kol.KV.. Hehehe.." suster yang ada di samping Monica tertawa...

" Eeeess.. Pasti sakit tuh..." sambil memegang pipinya... Lalu memulai pekerjaan mereka sendiri...

Keesokan paginya Agnes turun dengan berpakaian seragam yang lengkap.. Lalu keluar dari halaman rumah yang didirikan khusus untuk tentara medis yang berposisi menuju ke gedung medis..

Agnes sering memakai seragamnya yang lengkap tetapi sudah dikenal suka melipat lengan baju seragamnya keatas hingga paras bawah siku...

" Pagi Kom. Dr Ag.. Apa butuh bantuan?? Apa mau saya hantarkan saja ke gedung medis??" tanya kap Dirga...

" Saya jalan saja!!" tegas Agnes

" Wahh.. Dingin sedingin es batu yang enggak bisa dipecahin..." mengusap dadanya sambil bergumam..

" Sebetulnya dia emang seperti itu dari dulu.. Sejak SMA..." jelas Kelvin yang berdiri di belakang Dirga...

" Waahh ngagetin aja kol.. Selamat pagi kol.. Tapi kalau saya boleh nanya.. Kenapa Kom. Dr Agnes menampar anda saat pertma kali datang kesini?? Apa anda mantannya??" tanya Dirga..

" Bukan mantan.. Dia hanya teman dekatku saja.. Dia menamparku karna mau memberikan obat.. Itu saja..." jelas Kelvin..

" Eesss pasti pedes banget tuh kol..." sambil memegang pipinya..

" Pagi Kom. Dr Ag.." sapa suster dan dokter yang sudah ada di ruangan media.. Agnes hanya mengangguk sambil tersenyum lalu menuju ke ruangannya...

Setelah gedung medis yang didirikan mulai beroperasi.. Terkadang pasien dari luar yang tinggal di sekitar dan berhampiran kamp datang untuk meminta rawatan..

Ponsel Agnes berbunyi.. Agnes mencari ponselnya di dalam laci mejanya karna dia sering menyimpan ponselnya di sana... Agnes menyambut panggilan ponselnya...

" Kom. Dr Ag.. Apa kami bisa membawa pasien yang sedang cedera parah ke sana??"

" Di mana kalian menemukannya??"

" Di pantai 500meter dari tenda patroli di sempadan.. Sepertinya dia seorang nelayan... Karna perahunya karam dan meledak..."

" Usianya lingkungan berapa??" tanya Agnes

" Sekitar 50-an..."

" Cederanya di mana?? Dan seperti apa??" tanya Agnes lagi...

" Cederanya di kaki.. Sepertinya dia terluka karna terkena kipas perahu.." jelas Dirga.. Agnes terdiam sesaat lalu bicara

" Enggak!! Jangan bawa dia ke sini.. Aku akan menghantar team medis ke sana.." dengan tegas lalu mematikan panggilannya dan keluar menemui Randy..

" Kap. Dr Randy.. Tolong hubungi kapten Dirga.. Tanyakan lokasi mereka.. Kamu yang harus ke sana.. Jangan biarkan mereka membawa pasien itu ke tenda utama mereka.. Dan.. Jangan bawa team wanita.. Kalo bisa minta bantuan tentara lainnya... Awas.. Kalian harus hati-hati.. Nanti laporkan saja kepada saya.."

" Baik.." angguk Randy lalu menghubungi kapten Dirga... Agnes masuk semula lalu duduk dan mencari tau pulau yang berhampiran dengan tenda tentara...

Agnes menyimpan semula ponselnya ke dalam laci lalu tersadar kalo ada barangnya yang hilang...

" Di mana?? Siapa yang berani masuk ke sini?? Sialan!!" Agnes keluar dari ruangannya lalu bertanya

" Apa ada yang masuk ke ruangan saya??" tanya Agnes.. Semua yang ada di ruangan medis terdiam.."

" Kom. Dr Ag.. Tadi pagi saya yang membuka gedung ini.. Saya melihat Kol. KV yang masuk ke ruangan itu saat saya baru mulai membuka semua lampu ruangan..." jelas dari tentara yang melakukan kebersihan...

" Bajingan itu!! Apa dia mau mati!! Haaahhh.." Agnes menyumpahi Kelvin lalu masuk semula ke ruangannya...

Agnes mengambil ponselnya lalu menghubungi Kelvin... Kelvin mengangkat panggilannya..

" Yes babe?? Kamu pasti sudah tau.. Tapi udah telat begini.. Malam ini.. Datang ke rumahku.. Bawa Monica sekalian.. Karna aku akan memakaikannya sendiri untukmu..." lalu mematikan panggilannya...

" Haahh.. Dasar psikopat!!" sumpah Agnes..

" Tsk.. Tsk.. Tsk.. Pasti gelut lagi nih..." Monica bergumam

Malam yang hanya terdengar bunyi kipas, jangkrik.. Nyanyian dari tentara, dan bunyi sepatu dari tentara yang berjalan-jalan.. Kelvin, Agnes, Randy dan Monica duduk sambil minum kopi di ruang istirahat rumah Kelvin tepat di depan pintu...

" Sepertinya di sini lebih tenang.. Atau apa karna kita berempat udah ketemu lagi..." Randy bicara..

" Aku sering di hantar kesana kesini.. Terkadang aku dihantar ke luar negara karna tugas khusus.. Aku bisa bilang kalo aku enggak punya kehidupan peribadi lagi.. Setiap kali aku ke tugasan khusus.. Aku sering kirimin pesan ke papaku.. Karna emosi wanita itu sedikit lemah apalagi melibatkan anak yang dia lahirkan...." jelas Kelvin..

Mereka berbicara sepanjang malam.. Tanpa sadar Agnes sudah ketiduran di sofa.. Kelvin melihat ke arah Agnes lalu menutupi tubuh Agnes dengan selimut..

" Dia pasti capek Kel.. Dia emang terlihat keras di mata bawahannya dan di mata orang lain.. Tapi dia sering bersedih.. Menunggu selama 5tahun dan 64kali penempatan itu menyulitkan.. Tapi dia bisa melewatinya tanpa protes hanya karna satu kepercayaannya.. Bahawa kamu pasti akan datang dengan sendirinya..." jelas Randy

" Haaahhh.. Aku juga sering berusaha menemuinya.. Tapi tetap saja aku gagal.. Aku hanya berharap kalian yang akan datang..."

" Aku enggak tau apa yang terjadi atau gimana hubungan antara kalian.. Yang pasti aku sedikit merasa baik karna kalian berdua bisa ketemu.." Randy bicara lalu meletakkan kepalanya di sofa tepat samping Monica berbaring...

" Kami berdua sudah berjanji kalo kami enggak akan pernah melibatkan hati dan perasaan.. Kami hanya menggunakan tubuh kami untuk memberi dan menerima kehangatan... Karna di pekerjaanku ini tidak memungkinkan untuk aku memiliki pasangan dengan layak..."

" Haahhh.. Emang sulit di ungkapkan.. Aku hanya berharap pengertian supaya bisa tetap bertahan... Apa kamu yakin sama pengertian untuk wanita??" Randy bertanya kepada Kelvin

" Tentu saja.. Kepercayaan itu bisa membuahkan pengertian.." jawab Kelvin sambil menyentuh tangan Agnes...

" Jari-jarinya tetap sama saja.. Apa karna dia sering memakai sarung tangan saat bertugas.." Kelvin bergumam lalu mencium telapak tangan Agnes...

Randy yang samar-samar melihat perlakuan Kelvin ke Agnes terlelap...

Jam menunjukkan pukul 5.45pagi.. Agnes bisa mendengar suara kebisingan dari tentara karna mereka bergantian berpatroli atau lebih tepatnya untuk tentara mereka sepertinya tidak punya berpikir untuk melelapkan mata...

Agnes melihat Kelvin yang sedang olahraga di halaman rumahnya..

" Lawan!! Lawan!! Lawan.." sorakan dari para tentara dia luar halaman rumah Kelvin..

Randy bangun untuk melihat kebisingan tersebut.. Ternyata Kelvin dan Agnes lagi gelut di halaman..

" Haahhh.. Enggak berubah juga mereka.."

" Buk.. Buk.." bunyi tubuh mereka karna memakai sepatu boots dan keduanya memakai singlet..

" Hahhh.. Haahh.. Sialan!! Ngapain kamu dari dulu enggak mau mengalah.." sumpah Agnes kepada Kelvin..

Mereka gelut lagi sampai seluruh tubuh mereka kotor karna tanah dan pasir... Akhirnya Kelvin melemparkan pisau ke arah Agnes.. Agnes sempat menangkap pisau yang dilemparkan ke arahnya..

" Hah.. Hah.. Apa kamu mau membunuhku sialan!!" Agnes maju.. Kelvin hanya mengelak lalu sempat memukul belakang Agnes..

" Apa mereka benar-benar teman dekat?? Sepertinya kolonel udah keterlaluan.. Tsk.. Tsk.. Tsk.." gumam Dirga

" Ssssrreeerrttt" bunyi pisau yang mengenai sixpack Kelvin...

" Kol. KV!!" semua tentara berteriak lalu Agnes mengangkat kedua tangannya yang memegang kain putih di tangan kanannya dan melepaskan pisaunya ke bawah...

" Ngapain mereka enggak sekalian berbunuhan aja.." Monica berdiri di belakang Randy yang duduk di depan pintu sambil melihat Agnes dan Kelvin yang sedang gelut..

Agnes membawa Kelvin masuk ke dalam rumah.. Monica pulang ke rumah mereka.. Randy pergi ke gedung medis..

" Apa yang kamu pikirkan??" Kelvin bertanya kepada Agnes yang membersihkan goresan kecil di dadanya...

" Diam!!" lalu Agnes memasukkan rantai leher Kelvin ke dalam mulut Kelvin..

" Gigit itu.. Jangan dilepasin tetap diam saja.." sambil membalut luka Kelvin..

Selesai membalutnya Agnes menurunkan singlet Kelvin.. Meletakkan kedua tangannya di dada Kelvin...

" Jangan lakukan itu lagi.. Aku ini bukan wanita yang sabar.. Aku biasa menggunakan alatan yang tajam.. Lalu tindakanku biasanya lebih cepat dari pikiranku saat aku ingin mempertahankan diri.. Kamu yang salah karna mengajarkan aku seperti itu..." sambil meletakkan dahinya di dada Kelvin...

Kelvin memegang wajah Agnes melepaskan rantainya dari gigitannya...

" Kamu bisa menolaknya kalo kamu enggak mau menerimanya.." Kelvin bicara lalu mencium bibir Agnes...

" Ini terasa hangat seperti dulu" batin Agnes bicara lalu merangkul leher Kelvin...

1
Amiera Syaqilla
hi
Rohos Otaku: Hai 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!