NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara
Popularitas:28.9k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Benar-benar Pergi/ Kuretisasi Tiana Ketahuan

     Beberapa saat setelah kepergian Ardana, Nayra menangis sejadi-jadinya. Sentuhan dan perhatian kecil yang tidak pernah ia rasakan selama ini, tiba-tiba menghampirinya disaat hatinya punya tekad kuat untuk pergi.

     "Jangan buat hati Nayra goyah, Mas? Kenapa tidak kemarin-kemarin seperti ini? Oh...Nay tahu, semua Mas Arda lakukan karena Mas Arda mau menikahi Tiana. Dan, sekarang Mas Arda ingin ambil hati, Nay? Tenang saja Mas, Mas bisa menikahinya bahkan bukan hanya siri."

     Nayra segera bergegas ke atas setelah tangisannya reda. Ia tidak mau tekad dan keputusannya goyah, hanya karena perhatian kecil Ardana tadi. Ia harus sesegera mungkin pergi dari rumah ini.

     Tatap mata Nayra sendu, air matanya kembali menetes deras saat ia menatap rumah itu untuk yang terakhir kali.

     "Selamat tinggal Mas Arda," gumamnya seraya menutup kaca mobil grab yang ia tumpangi.

     Di jok samping teronggok tas jinjing dan koper ukuran sedang yang ia penuhi dengan beberapa potong baju dan barang penting miliknya.

     Mobil itu segera pergi meninggalkan depan rumah Ardana yang menyimpan banyak kenangan. Mungkin hanya kenangan sedih yang Nayra rasakan, sebab selama ini ia merasa tidak pernah dicintai.

     "Selamat tinggal Mas Arda, semoga kamu bahagia," gumamnya seraya mematikan ponselnya untuk menghilangkan jejak.

     Air mata itu kembali turun semakin deras, saat ia mengingat kedua orang tuanya dan orang tua Ardana. Di sini Nayra merasa sangat berdosa, sebab pergi tanpa sepengetahuan mereka.

***

     Ardana tiba di kesatuannya. Setelah apel pagi, ia menuju ruangannya. Di dalam ruangan itu, kesibukan dimulai.

     "Letnan Arda, kemarin sore Komandan memanggil Anda. Sayangnya Letnan sedang bertugas ke RSAU. Sepertinya ada hal penting yang akan disampaikan Komandan," lapor salah satu rekan Ardana berbaju ASN, tidak lupa memberi hormat.

     "Oh ya? Ada hal apa ya?" gumamnya bertanya-tanya.

     "Apakah, saya disuruh menghadap?" tanya Ardana.

     "Sepertinya begitu. Tapi, hari ini Komandan tidak ada," ujar rekan Ardana sembari sibuk dengan lembar kerja di atas mejanya.

     Ardana berpikir keras, ada apa Komandan sampai mencarinya?

     Siangnya setelah jam istirahat, Ardana segera meluncur ke RSAU, masih terkait Tiana. Sebelum ia ke ruangan Tiana, Ardana mampir dulu ke ruangan Dokter Arkana.

     Dokter Arka menyambut Ardana seperti biasa. "Bro, gimana-gimana?"

     Di dalam ruangan dokter Arka, tidak ada lagi suasana formal, mereka menyapa layaknya di luar kantor.

     "Ya...seperti inilah. Aku masih menjalankan tugas dengan baik, termasuk tugas darimu."

     "Bagus. Ini, rekam medis pasien spesialmu, Bro," ujar dokter Arka seraya menyerahkan map rekam medis milik Tiana.

     Ardana membuka map rekam medis milik Tiana, ia sedikit penasaran dengan sakit yang sering Tiana alami terkait reproduksi yang pernah salah satu perawat sampaikan padanya dua hari lalu.

     "Lalu, sakit fisik yang diderita pasien Tiana itu apa?" tanyanya.

     "Kamu bisa cari tahu di dalam rekam medis itu, Bro." Dokter Arka memberi petunjuk seraya tangannya sibuk meraih tumbler minum.

     "Incomplete Abortion?" gumamnya membaca jejak rekam medis Tiana beberapa hari yang lalu. Ardana mengerungkan keningnya heran.

     "Untuk lebih jelasnya tanya saja Dokter Tifany yang cantik itu, hehe," sahut dokter Arka diimbuhi tawa kecil.

     "Alah, kenapa mesti bertanya pada dokter Tifany, kamu juga pasti tahu apa itu incomplete abortion," tukas Ardana kesal.

     "Bukan apa-apa, aku takut salah menjelaskan. Lagipula, aku masih sibuk, Bro. Pergilah, temui dokter Tifany," usir dokter Arka.

     Ardana bangkit dan pamit dari ruang Ardana. Ia memang sangat penasaran, dengan kondisi sakit yang pernah diderita Tiana selain kejiwaan.

     Ardana kini sudah di ruangan dokter Tifany. Ia tidak bertanya secara langsung, melainkan berpura-pura memperlihatkan map jejak rekam medis Tiana di depan dokter Tifany.

     "Sakit fisik yang dialami pasien Tiana tempo hari, apakah erat kaitannya dengan kondisi kejiwaannya yang tergunjang, Dok?"

     Dokter Tifany meletakkan kursor sejenak, lalu menatap Ardana sekilas.

     "Bisa iya, bisa tidak. Tapi, bisa jadi sakit fisik yang dialaminya penyebab kejiwaannya sedikit terganggu, bisa saja ia trauma karena masalah itu," ujar dokter Tifany, perlahan mulai membuka tabir apa sebenarnya sakit yang dirasakan Tiana beberapa hari ini.

     Ardana masih belum paham, ia mengerutkan kening dalam.

     Dokter Tifany akhirnya menjelaskan sakit yang sering dialami Tiana beberapa hari ini apa.

      "Namanya Incomplete Abortion, kondisi rahim yang belum bersih dari sisa jaringan kehamilan atau janin, baik setelah keguguran spontan maupun prosedur kuretase yang tidak tuntas."

     "Artinya?" Ardana melontarkan pertanyaan dengan nada terkejut.

     "Artinya Nyonya Tiana pernah mengalami keguguran, dan sepertinya tidak dilakukan secara medis sehingga masih meninggalkan sisa kuretisasi yang belum bersih," terang dokter Tifany.

     "Oh ya?" gumam Ardana tidak percaya.

     "Iya. Itu makanya Nyonya Tiana sering mengalami sakit hebat di bawah perutnya," pungkas dokter Tifany mengakhiri perjumpaan mereka di ruangannya.

     "Tiana pernah hamil dan keguguran? Lalu siapa yang menghamilinya sampai ia keguguran?" Sepanjang menuju ruang perawatan kejiwaan, Ardana tidak henti berpikir.

     Ardana sudah tiba di dalam ruang perawatan Tiana. Kondisinya menurut perawat dalam keadaan stabil. Saat ini Tiana terlihat tertidur pulas. Sehingga saat Ardana tiba di sana, ia tidak mengetahuinya.

     "Kalau dia pernah hamil dan keguguran, kenapa tidak pria yang menghamilinya saja yang dipaksa dan diajaknya menikah?"

     "Akhhh...ya ampun...."

     Ardana gelisah. Dia seperti baru saja tersadar dari mimpi yang terlalu lama membuainya.

     "Mas Arda...kamu sudah di sini?" Tiba-tiba Tiana bangun, wajahnya ceria saat melihat Ardana. Tapi Ardan tidak mendekat, dia masih shock dengan penjelasan dokter Tifany tadi.

     "Maaf, Tia. Kamu masih harus istirahat, agar besok pulang sudah sangat baik," tukas Ardana tanpa senyum.

     "Dan...rencana kita itu akan segera terlaksana, kan, Mas?" sambung Tiana sambil tersenyum tipis.

     Ardana menatap Tiana sekilas. "Jangan dulu pikirkan hal lain. Kamu harus segera pulih dan pulang," bujuknya terkesan perhatian. Ardana belum berani mengatakan masalah sakit yang diderita Tiana, sebab takut membuat Tiana stres kembali.

     Jam delapan malam Ardana pulang, ia sedikit lega karena pulangnya kali ini agak siang. Ia bertekad harus menemui Nayra, dan bicara padanya.

     Keadaan rumah sudah benderang dengan lampu. Ardana segera menyusur menuju ruangan favorit Nayra, dia yakin istrinya belum tidur jam segini.

     Tok tok tok.

     Pintu diketuk tiga kali, namun tidak ada jawaban. Ardana belum menyerah. Tapi sayang, masih belum ada jawaban dari dalam.

      "Ok, mungkin kamu sudah tidur dan masih menyimpan kesal padaku. Besok kita harus bicara, mumpung aku libur," gumamnya mengalah, lantas ia bergegas pergi menuju kamarnya.

    Keesokan harinya, dapur yang biasanya tercium harum makanan di jam segini, tapi kali ini harum makanan atau kopi hitam buatan Nayra, belum ada tanda-tanda dibuat.

     Ardana heran, lalu segera ke dapur. Namun, konsisi dapur lengang. Tidak ada makanan dan kopi pahit kesukaannya.

     "Nay...Nayra...kamu di mana?" carinya menuju taman belakang.

     "Nay, Nayraaaaa," ulangnya lebih kuat. Namun sayang, Nayra tidak menyahut, membuat Ardana bingung, di mana Nayra.

1
Rina
Bagus Nay biar tahu rasa si Ardana itu 😡😡😡
Arin
Akhirnya Nayra pergi juga..... Setelah berusaha menahannya menunggu perubahan dalam dirimu Arda.... Tapi makin kesini makin kesana gak ada perubahan sama sekali. Orang ingin di cintai bukan berjuang sendiri, tapi dirimu pun harus nya berusaha membuka hati.... Bukan hanya Nayra yang mencintai sendiri...
Semoga setelah ini kamu benar-benar menyesal telah menyia-nyiakan istri sebaik Nayra
Yuliana Tunru
soqp2 dgn oebyesalan mu arda bay sdh pergi dan saat kau ketemu atasan mu makin lah shok jrn tubtutan oerceraian akan kaubterima ..rasain laki2 tak bersyukur apkg klo ayah dan ibumu tau ..tak sabar q thorr
Sri Widiyarti
satu kata buat Ardana bodohnya 🤦
Hasbi Yasin
hore akhirnya nayra pergi juga rasain tuh ardana di bohongi kan sama tiana menyesal udah gk ada arti
Patrick Khan
Nayra wes minggat.. wes ndag nikah sm Orang gila sm km😂😂😂
Nar Sih
nayra pergi ardan,dia sdh capek dgn semua nya ,dan pasti kmu bakal nyesell
Nar Sih
semagatt💪kakk
Fyrly
syukurin ditinggal pergi Nayra setelah tau Tiana membohongi Ardana, biar Ardana merasakan kehilangan istri yang sangat mencintainya
Eva Tigan
lanjut kk
Wiwik widyawati
lanjut dong kak... up yg banyak banyak
Yanti Gunawan
Lanjutkn sampai Tamat thor 💖 semangatttt💖
Wiwik widyawati
semangat kakak athour.. lanjutkan aku suka cerita nya
Deas carlos Al-bara
lanjut kak...
Yanti Gunawan
Semangaaatttt thor please selesaikan sampe TAMAT end🥰💖
Yanti Gunawan
Lanjutkn donk thor jgn buat kita kecewa kn 😭😭 dh nunggu tiap hari 💖
Mega Ega
lanjut KA making seruh💪💪💪💪
Elin Lina
Lanjut kak makin seru ceritanya
Ayudya
lanjut kak
Milla
next kk
Lina Zascia Amandia: Sedang OTW, tungguin ya. Tp acc nya lama dr Noveltoon.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!