NovelToon NovelToon
Istri Cadangan Sang Mayor

Istri Cadangan Sang Mayor

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Ibu Tiri
Popularitas:56.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Tante Kei, mau nggak jadi mamanya Rafka?"
"What!! Berarti jadi Ibu Persit dong? Dan jadi bini Mayor kaku kayak kanebo?"

Mayor Satria Pramudya, 33 tahun, sudah lima tahun menduda, keluarganya sudah mendesaknya untuk menikah lagi. Sementara, Rafka, anaknya sejak lahir sudah dekat dengan adik istrinya–Keisa Azzura, 21 tahun.

"Dek, kamu yakin Kakak boleh nikah lagi?"
"Ya, boleh lah, masa dilarang. Nanti ularnya bisa karatan loh ... lama-lama menduda. Lagian, Rafka juga butuh sosok ibu."
"Kalau begitu Kakak boleh melamar Adek?"
"Eh, Apa! Maksud Kak Satria gimana?

Keisa tak menyangka kakak iparnya meminang, sedangkan ia sudah punya cowok incaran. Apalagi Satria tidak pernah mengucapkan kata cinta dan ada sesuatu...

Bagaimanakah rumah tangga Satria yang kaku menghadapi Keisha yang barbar? Belum lagi ada rahasia Satria yang tiba-tiba...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Sinyal yang Keliru

Kakak iparnya memanggilnya dengan sebutan 'Dek'. Sudah lama sekali, bahkan rasanya sudah bertahun-tahun semenjak Kak Vania meninggal, Satria tidak pernah lagi memanggilnya dengan sebutan itu. Pria itu selalu memanggil namanya secara langsung, 'Keisha', dengan nada kaku dan formal. Panggilan 'Dek' yang tiba-tiba muncul kembali malam ini terasa begitu asing, namun anehnya, menyebarkan rasa hangat yang menggelitik di dasar hatinya.

"Ih, si Kanebo Kering ini beneran konslet ya?" gumam Keisha absurd pada diri sendiri.

Menurut Keisha, dua pertanyaan itu sangat aneh karena semuanya sudah pernah dia jawab dengan jelas saat mereka makan ayam goreng di mal seminggu yang lalu. Menganggap kakak iparnya mungkin sedang kelelahan setelah dinas malam atau efek kurang tidur, Keisha memutuskan untuk membalasnya dengan gaya konyolnya yang biasa.

Keisha: Lah, Kak, kan aku udah dibilang berkali-kali, Rendra itu cuma teman sekelompok tugas kuliah! Lagian kalau aku pacaran, kenapa Kakak yang repot sih? 😜

Keisha: Terus soal nikah, kan aku, Ibu, sama Ayah udah kasih lampu hijau ukuran raksasa. Yo wis Kak, kalau memang sudah ada calonnya, kenalin aja langsung sama Ibu, Bapak, dan aku. Sekalian calon istri Kakak itu diajak pedekate sama Rafka di rumah, biar mereka saling mengenal dulu. Biar gasspoll jadi Ibu Persit baru!

Setelah menekan tombol kirim, Keisha meletakkan ponselnya kembali. Ia menunggu balasan selama beberapa menit. Tanda centang dua di sana sudah berubah menjadi biru, menandakan Satria sudah membacanya. Namun, cukup lama pria itu tidak kunjung membalas. Menit demi menit berlalu tanpa ada tanda-tanda ketikan di layar.

"Dih, dibaca doang. Dikira aku koran apa," gerutu Keisha kesal. Karena merasa diabaikan, dia memutuskan untuk mengabaikan ponselnya dan memilih melanjutkan ketikan tugas kuliahnya yang sempat tertunda.

Baru saja jemarinya menari di atas keyboard selama sepuluh menit, ponselnya tiba-tiba berdering nyaring. Layarnya menyala menampilkan panggilan masuk. Rupanya Satria tidak membalas lewat pesan teks, melainkan langsung menelepon.

Keisha menghela napas panjang sebelum menggeser tombol hijau. "Halo, Kak? Kenapa? Chat aku tadi kurang memuaskan komandan ya, sampai harus telepon langsung?" celetuk Keisha asal.

Dari seberang saluran telepon, sempat ada jeda keheningan selama beberapa detik sebelum suara berat, rendah, dan terdengar agak ragu milik Satria mengalun.

"Dek ... Kakak tidak sedang mengganggu kamu, kan?" tanya Satria. Nada suaranya terdengar sangat berbeda malam ini—tidak ada ketegasan militer yang biasa, melainkan ada sedikit nada lelah dan keraguan yang tertinggal di sana.

Keisha menghentikan ketikannya di laptop, bersandar pada sandaran kursi. "Enggak kok, Kak. Ini lagi ngetik tugas aja. Kakak kayaknya lagi galau tingkat dewa ya? Tumben banget nanyanya sensitif begini. Kalau lagi galau jangan bagi-bagi ke aku ya, Kak, kuota kegalauan mahasiswa tingkat tiga udah penuh nih. Pokoknya intinya, Kakak harus semangat cari calon istri!" kata Keisha dengan santainya, mencoba mencairkan suasana.

"Dek," panggil Satria lagi, mengabaikan gurauan Keisha. Suaranya terdengar semakin rendah. "Kakak cuma takut ... kalau perempuan itu menolak Kakak."

Keisha langsung melongo, menahan senyum gelinya. Seorang Mayor TNI AD yang biasanya memimpin ratusan prajurit di lapangan dengan gagah berani, malam-malam begini malah meneleponnya hanya untuk mencurahkan ketakutan ditolak oleh seorang wanita? Ini benar-benar pemandangan langka.

"Loh? Kok seorang Pak Mayor bisa takut ditolak sih? Kak Satria ini kan ganteng, mapan, punya usaha logistik yang sukses selain jadi tentara. Seragam Kakak aja udah bikin barisan Ibu-ibu komplek terpesona. Jangan pesimis dulu, Kak. Ambil hatinya dulu, dekati pelan-pelan," saran Keisha, memberikan wejangan layaknya seorang pakar cinta, padahal dia sendiri belum pernah berpacaran serius.

"Bukannya begitu, Dek," balas Satria, ada helaan napas berat yang terdengar di seberang sana. "Sebentar lagi Kakak akan mendapatkan tugas operasi di daerah pedalaman. Waktunya tidak banyak. Dan Kakak ... ingin langsung mengajak perempuan itu menikah saja. Kakak tidak punya waktu sempat untuk proses pacaran."

Mendengar penuturan itu, Keisha sempat terdiam beberapa saat. Dahinya kembali berkerut. "Langsung ajak nikah? Tanpa pacaran? Gila aja ini si kaku," batin Keisha heran. Di zaman sekarang, mana ada perempuan muda yang mau langsung diajak naik pelaminan tanpa ada proses pendekatan yang jelas, apalagi calon suaminya adalah seorang tentara yang akan sering meninggalkannya bertugas ke pedalaman.

"Waduh, Kak ... kalau itu sih agak berat ya," ucap Keisha, nadanya berubah sedikit lebih serius. "Di mana-mana, cewek itu butuh pendekatan dulu, Kak. Butuh tahu sifat masing-masing, butuh kenyamanan. Bukan ujung-ujungnya langsung diajak nikah tanpa persiapan mental. Apalagi Kakak mau tinggal tugas ke pedalaman."

"Karena itu, Kakak berpikir ... tampaknya dia pasti akan menolak kalau langsung diajak nikah, Dek," kata Satria. Ada nada kepasrahan yang samar di dalam suaranya, membuat hati Keisha mendadak merasa sedikit tidak nyaman tanpa alasan yang jelas. Ada rasa geregetan sekaligus penasaran yang mendalam tentang siapa sebenarnya sosok perempuan misterius yang sedang dipikirkan oleh kakak iparnya itu.

Keisha memutar-mutar pulpen di tangannya, mencoba memberikan solusi terbaik agar pembicaraan malam ini bisa segera berakhir dan kepalanya tidak ikut pusing.

"Begini aja deh, Kak. Daripada Kakak overthinking sendirian di rumah, sebaiknya Kakak coba dulu aja. Datangi perempuannya, utarakan niat Kakak dengan jujur, dan lihat bagaimana tanggapan perempuan yang ingin Kakak ajak nikah itu. Kalau sekiranya nanti dia menolak, ya berarti memang belum jodohnya Kakak. Udah, sesederhana itu aja kok. Jangan dipersulit. Tinggal cari perempuan lain. Lagian perempuan di dunia in, kan, nggak cuma satu, " pungkas Keisha telak.

Kini, giliran Satria yang terdiam di seberang telepon. Keheningan malam kembali merayap di antara saluran komunikasi mereka, menyisakan suara deru napas halus Satria yang entah kenapa terdengar begitu dekat di telinga Keisha, memicu kembali debaran halus yang lambat di dalam dadanya.

"Kakak sih ... sangat berharap tidak ditolak olehnya, Dek," ucap Satria akhirnya. Kalimat itu diucapkan dengan sangat pelan, namun memiliki penekanan emosional yang begitu dalam, seolah-olah seluruh masa depannya digantungkan pada jawaban tersebut.

Keisha menelan ludahnya dengan susah payah, merasa atmosfer kamarnya mendadak kembali berubah menjadi canggung dan penuh teka-teki yang menyesakkan. "Ya ... ya udah, makanya Kakak coba dulu aja besok-besok. Udah ah, Kak, jangan bikin Keisha ikutan pusing malam-malam begini. Aku cuma bisa kasih saran begitu aja sebagai adik ipar yang baik. Tugas akhir aku lagi banyak banget ini, bisa-bisa enggak kelar sebelum subuh."

"Baik. Maaf sudah mengganggu waktu belajarmu, Dek. Selamat malam. Jangan tidur terlalu larut," ucap Satria, kembali ke mode kakunya yang penuh perhatian sebelum akhirnya memutuskan sambungan telepon.

Keisha perlahan menurunkan ponselnya dari telinga, menatap layar yang sudah kembali menampilkan draf tugas kuliahnya. Namun, fokusnya malam itu sudah benar-benar buyar berkeping-keping. Panggilan 'Dek' yang diucapkan Satria sepanjang telepon tadi terus berputar-putar di dalam kepalanya bagai kaset rusak, meninggalkan rasa baper yang samar sekaligus rasa geregetan yang luar biasa.

Bersambung...

1
Wiek Soen
kayaknya Satria mw bilang klo sdh melamar Keisha
Wiek Soen
ternyata oh ternyata ada niat terselubung Ingrid,semoga Satria konsisten dg Keisha
Naufal Affiq
ngomong aja satria,kalau kau sudah punya pilihan calon istri,biar orang tua mu tau
Fa Yun
totalitas sekali carmuk mu Astrid
Teh Euis Tea
wahh bibit ulat bulu nih si inggrit
Mutaharotin Rotin
laaannjjuut mak ghin 🥰🥰🥰
Mutaharotin Rotin
🤣🤣🤣Ingrid caper niiih
Mutaharotin Rotin
makasih 🥰🥰🥰🥰maj ghin 🙏🙏
Ruwi Yah
Ingrid tebar pesona nih,, jangan harap satria tergoda ya
Ruwi Yah
jelas banget kalau Ingrid terpesona secara satria paket komplit
iqha_24
ulat bulu carmuk
Nar Sih
jgn bersandiwara sok rajin ingrid ,hnya untuk cari perhatiaan satria ,ngk mempan
merry yuliana
beuhhh nongol dah si ulet keket ayo key libas semua
Dcy Sukma
Mo mondar-mandir kayak setrikaan ya gkan ngaruh ke pak mayor,lawong mata hatinya udah nancep ke hati Keisha seorang🤭..
🌷Vnyjkb🌷
niat mu welekkkkkk tenan cah 🤮🤮😜😜
Nar Sih
pasti ingrid tergoda dgn satria dan pasti punya rencana yg aneh,,
Nunung Elasari
spek perempuan idaman mayor adalah neng kei 🤭
Titik Subekti
wah klihatan nich uler keket mulai aksinya
murni ali
Lanjut up nya mbak penulis makin pinisirin nihhh para emak" berdaster.
Gimana yaaa sikap ayah ibunya satria 🤭

Semangat terus author sehat selalu 💪💪🙏🙏🌹🌹
Rarik Srihastuty
ternyata inggrid datang membawa misi untuk menggaet pak duda kaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!