Namaku Anabel Putri Cahya, aku mencintai seseorang yang bernama Ferdi dian Anggara tapi sayang beribu ribu sayang, ia selalu saja cuek terhadapku. Hingga akhirnya ada seseorang yang datang, ia adalah Aldi Herdiansyah. Sejak kehadiran Aldi, aku tidak lagi merasa sedih karena setiap kali aku ingat kepada Ferdi, Aldi selalu bisa membuatku tersenyum dan lupa kepadanya. Saat hati aku sakit karena melihat Ferdi yang bermesraan dengan wanita lain. Aldi selalu menghiburku hingga aku lupa dengan rasa sakit itu dan ketika aku sudah belajar untuk melupakannya dan mencitai Aldi. Ferdi malah datang mengungkapkan perasaanya. Lalu aku harus bagaimana? Sedangkan selama ini ia selalu saja mencampakkan diriku. Salahkah jika aku memilih Ferdi? Tapi aku takut, aku takut akan menyesal dan salah pilih. Tuhan....Bantu aku.............
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Tamala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jam Tangan Mewah
Kini Anabel dan juga Ferdi sedang berada dalam perjalanan menuju Bandung. Jujur, Anabel sudah tak sabar ingin bertemu dengan Aldi, ia ingin bercanda dan bergurau lagi dengan Aldi. Ia ingin mendengar Aldi ngelawak lagi di hadapannya karena itu bisa membuat Anabel tertawa sampai sakit perut. Beberapa bulan terakhir ini Anabel dan Aldi memang jarang berkomunikasi bahkan Anabel juga sudah lupa kapan terakhir ia bertemu dengan kekasih hatinya. Selama ini Anabel berusaha untuk vidiocall Aldi tapi Aldi selalu saja merejectnya bahkan pesan yang ia kirim lewat Whatsapp pun cuman di read doang, mungkin dalam seminggu hanya dua kali di bales itupun balesannya sangat cuek sekali seperti iya, oke, aku sibuk, maaf.
Tapi Anabel selalu berfikir positif kalau Aldi memang benar benar sibuk. Sejak lulus S1 Aldi langsung kerja di puskemas sambil kuliah S2 bersama Puput. Apalagi dulu ia juga pernah beberapa kali mereject Aldi saat Aldi vidiocall dirinya, tapi Anabel mereject nya karena saat Aldi mengajak vidio call, Anabel sedang memimpin rapat dan itu sangat penting. Tapi selesai rapat, Anabel langsung vidiocall Aldi hanya saja Aldi sudah terlanjur marah dan gak mau mengangkatnya. Hubungan jarak jauh memang selalu banyak ujiannya apalagi kedua belah pihak sama sama sibuk membuat hubungan itu jadi renggang. Tapi Anabel selalu berusaha untuk selalu ada untuk Aldi tapi Aldi seakan akan menghindarinya.
Anabel juga sudah beberapa kali di kirimi foto dari nomer yang gak di kenal. Foto itu adalah foto Aldi dan puput. Di mana foto itu memperlihatkan Aldi yang sedang menyuapi Puput makan. Aldi yang sedang memegang tangan Puput, Aldi yang menatap Puput penuh Cinta, foto Aldi yang mengajak Puput Dinner, foto Aldi yang membelikan Puput gaun mewah, Foto Aldi yang naik sepeda motor bersama Puput dan puput memeluk Aldi dengan erat. Semua foto itu membuat hati Anabel sesak tapi ia lagi lagi berusaha berfikir positif. Ia yakin bahwa pacar dan sahabatnya tidak akan menghianatinya walaupun sebenarnya rasa ketakutan itu kadang muncul dalam hati dan fikriannya tapi Anabel selalu membuang fikiran negatif itu jauh jauh dan ia percaya kepada mereka. Anabel yakin bahwa Aldi sangat mencintai dirinya jadi tidak mungkin untuk Aldi menduakan cintanya apalagi dengan sahabat terdekatnya. Tapi jika itu benar benar terjadi, mungkin Anabel gak akan memaafkan mereka seumur hidup dan Anabel pastikan mereka akan menyesal seumur hidup mereka karena telah menyakiti hati Anabel.
"Bel, aku boleh tanya gak?' tanya Ferdi.
"Iya, boleh. Mau nanya apa?" tanya balik Anabel.
"Kenapa sih, kamu kog gak pakek kereta aja, atau naik bus, atau naik pesawat. Kamu kan punya pesawat pribadi atau paling gak, kamu bisa pakek sopir?" tanya Ferdi sambil melihat Anabel sekilas lalu ia fokus lagi menyetir.
"Hemm aku males Fer mau naik kereta atau bus apalagi pesawat. Aku bosan. Aku juga kurang suka jika pakek sopir. Emmm aku merasa kurang leluasa aja. Emang kenapa? atau kamu capek tah nyetir dari tadi. Jika kamu capek, biar aku aja yang nyetir. Kita gantian." Jawab Anabel.
"Aku bukannya capek, aku cuma nanya aja Bel. Aku masih kuat kog nyetir." Ucap Ferdi tersenyum. Yah di dalam hatinya Ferdi malah merasa bersyukur banget bisa satu mobil dengan Anabel karna jarang jarang Anabel mengajak dirinya pergi jauh dengan berduaan seperti ini. Walaupun tujuan Anabel adalah meeting dan bertemu dengan Aldi, tetep saja membuat Ferdi bahagia. Bisa satu mobil dengan orang yang ia cintai tanpa ada gangguan dari orang lain. Siapa yang gak suka coba? Memang sih Ferdi gak boleh berharap lebih tapi mencintai seseorang itu bukan sesuatu yang di larang. Toh Ferdi sudah berusaha untuk menghilangkan rasa cintanya tapi apa boleh di kata, rasa cinta itu semakin hari bukannya semakin menghilang tapi malah semakin bertambah dan itu membuat Ferdi harus bisa mengendalikan dirinya sendiri jangan sampai Anabel tau tentang perasaan yang ia rasakan karena ia tak ingin mengecewakan Anabel. Anabel sudah mau memaafkan dirinya dan mau menjadi sahabatnya aja, itu sudah membuat Ferdi senang. Tapi jika suatu saat tuhan menyatukan dirinya dan Anabel, yah itu adalah takdir dari yang maha kuasa.
"Syukurlah. Oh ya Fer aku mau nanya nih. Menuru kamu hadiah apa yang cucok untuk Aldi?" tanya Anabel.
"Kamu mau ngasih hadiah untuknya?" tanya Ferdi.
"Iya, dia kan besok ulang tahun. Aku ingin kasih dia hadiah tapi aku bingung mau ngasih hadia apa. Menurut kamu cowok itu paling suka di kasih kado apa sih?" tanya Anabel serius.
"Aku gak tau Bell. Aku juga bingung." Jawab Ferdi kesal. Entahlah kenapa ia merasa begitu kesal, ia seperti merasa cemburu mendengar Anabel mau membelikan hadiah untuk Aldi. Tapi Ferdi harus berusaha tenang, jangan sampai rasa cemburu yang ia rasakan akan menghancurkan kebahagiaan Anabel. Ferdi senang melihat Anabel senang walaupun hatinya teriris. Ferdi memang sudah berusaha untuk mengikhlaskn Anabel untu Aldi tapi tetep saja ia merasa sakit jika Anabel peduli dan perhatian banget sama Aldi.
"Hemmm gimana jika jam tangan?" tanya Anabel.
"Boleh juga."
"Iya sudah sekarang antarku aku ke toko terbesar yang jual jam tangan branded. Kamu pasti tau kan tempatnya di mana?" tanya Anabel sambil menoleh ke arah Ferdi. Ferdi hanya menganggukkan kepala sebagai jawabannya. Ia pun segera melajukan mobilnya menuju Toko terbesar seperti yang di inginkan oleh Anabel. Setelah 45 menit, akhirnya mereka puun sampai juga di toko itu.
Anabel dan Ferdi turun dari mobil dan pergi untuk memilih milih jam tangan yang super duper mahal.
"Bel, kamu yakin mau belikan jam tangan untuk Aldi di sini. Ini muahal pol loh." Ucap Ferdi. Ia tau betul jam yang di jual di toko mewah ini harganya di atas 1 M.
"Iya aku yakin." Jawab Anabel dngan mantap.
Ferdi pun hanya bisa menghela nafas. Ia gak menyangka jika Anabel akan membelikan jam tangan mahal itu hanya untuk Aldi yang masih berstatus sebagai pacarnya tapi mengingat Anabel sekarang hanyalah seoran Miliader, uang 1 miliar mah seperti urang 100 ribu.
Anabel pun mulai memilih jam yang menurunya pas untuk dipakai oleh Aldi.
"Fer , menurut kamu jam ini bagus gak sih?" tanya Anabel sambil memperlihatkan jam yang ia pegang.
"Bagus sih tapi harganya selangit..." Jawab Ferdi.
"Jangan mempermasalahkan harga Fer. Harga gak jadi masalah buat aku." Ucap Anabel tersenyum.
"Terserah kamu Bel. Jika kamu mau yang itu, beli aja. Itu bagus kog." Ujar Ferdi berusaha untuk tersenyum.
"Baiklah, aku pilih yang ini. Sekarang aku mau pilih jam buatku. Melihat jam jam yang bagus dan unik ini bikin aku juga pengen beli." Ucap Anabel, ia pun memilih jam tangan sesuai seleranya. Setelah sekitar 10 menit, akhirnya ia pun menemukan jam yang pas untuk ia pakek.
"Fer, ini jam nya bagus gak? Cucok gak kalau aku pakek ini?" tanya Anabel. Lalu ia pun memperlihatkan jam yang ia pilih.
"Kamu gila Bel, itu mahal Bel...Kamu yakin mau beli jam seharga itu?" tanya Ferdi yang benar benar gak habis fikir. Anabel rela mengeluarkan uang miliaran rupiah hanya untuk sebuah jam.
"Santai aja kali. Gak usah kaget gitu. Lagian aku kan jarang beli barang Branded. Beli sekali kali gak papa kan?" ucap Anabel. Ia pun memilih jam satu lagi untuk Ferdi.
"Nah coba kamu pakai jam ini." Ujar Anabel
"Gak ah. Aku gak mau."
"Kalau kamu gak mau berarti kamu menginginkan persahabatan kita berakhir sampai di sini."
"Kamu kog gitu sih Bel?"
"Salah mu sendiri gak mau nurut sama aku. Sekarang cepat pakai." ucap Anabel tersenyum, ia belum pernah membelikan Ferdi barang mewah jadi hari ini Anabel ingin berbagi dengan Ferdi.
Ferdi sendiri akhirnya pun dengan amat sangat terpaksa mau memakai jam pilihan Anabel.
"Nie udah." Ucap Ferdi sambil memperlihatkan jam yang ia pakai.
"Wow, cucok deh. Iya sudah, aku akan belikan jam itu buat kamu." Ujar Anabel.
"Kamu yakin mau beliin jam ini untuk aku?" tanya Ferdi.
"Iya, aku sangat yakin. Iya sudah sekarang kita bayar jam nya setelah itu ktia lanjutkan perjalanan kita menuju Bandung." Ucap Anabel. Ferdi hanya bisa menggeleng gelengkan kepala melihat sikap Anabel yang mau membeli 3 jam tangan sekaligus dan harganya jika di total hampir 10 M. Ini benar benar gila. Dia butuh waktu bertahun tahun untuk bisa mengumpulkan uang sebanyak itu tapi Anabel.
Tiba tiba Ferdi ingat gimana dulu ia sangat menghina Anabel di sekolah hanya karena Anabel berpenampilan biasa tapi sekarang Ferdi sangat malu sama dirinya sendiri mengetahui siapa Anabel yang sebenarnya.
"Ayo, pulang jangan bengong." Ucap Anabel setelah ia selesai membeli jam tangan yang ia pilih.
Ferdi hanya mengangguk, ia langsung pergi bersama Anabel menuju ke area mobil yang ada di parkiran.
Ngapain Anabel masih mau terima Ferdy
mending JD janda
ikutin jg bukalah hatimu untukku ya...
ttp smangat.....😘