NovelToon NovelToon
Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Oh No! Calon Ibu Tiri Kami Ternyata Bu Guru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / CEO / Duda
Popularitas:18.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kepindahan Arumi ke sekolah elit di ibu kota membawanya menjadi wali kelas Azzam dan Azzura, si kembar anak konglomerat yang dikenal paling bermasalah. Dengan ketulusan dan kesabarannya, Arumi berhasil mengubah mereka menjadi pribadi yang lebih baik.
Takdir kemudian mempertemukannya kembali dengan Zaky Tanuwijaya, ayah si kembar sekaligus cinta pertama yang pernah menghancurkan hatinya di ambang pernikahan. Kini, Zaky yang telah menjadi duda ingin menebus kesalahan masa lalu dan memenangkan kembali hati Arumi.
Namun, ibunda Zaky terus menanamkan ketakutan kepada Azzam dan Azzura bahwa ibu tiri hanyalah wanita yang mengincar harta. Di tengah penolakan si kembar dan luka lama yang belum sembuh, mampukah Arumi membuka kembali hatinya dan membuktikan bahwa kasih sayang tulus mampu mengalahkan prasangka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18

Keesokan paginya, matahari bersinar cerah menyiram kompleks perumahan elit tempat keluarga Tanuwijaya tinggal. Zaky sengaja bangun lebih awal dan menyiapkan pakaian olahraganya. Pagi ini, ia memiliki sebuah misi penting, ia ingin mengajak Azzam dan Azzura berjoging santai di sekitar kompleks sekalian membicarakan masa depan hubungan pribadinya.

Mendapat ajakan mendadak dari sang ayah, Azzam dan Azzura tentu saja menyambutnya dengan sangat antusias. Mereka langsung bersiap dengan sepatu lari masing-masing.

Saat ketiganya mulai berlari kecil menyusuri jalanan aspal kompleks yang teduh, pemandangan itu seketika menjadi perhatian beberapa tetangga yang juga sedang berolahraga. Ini adalah pemandangan yang teramat langka. Biasanya, seorang Zaky Tanuwijaya selalu berjoging seorang diri dengan wajah dingin tanpa ekspresi, dikawal ketat dari kejauhan. Namun pagi ini, ia tampak begitu hangat berjalan dan berlari kecil diapit oleh kedua anak kembarnya.

Setibanya di taman kompleks yang sangat luas dan megah, mereka memutuskan untuk berjalan santai di bawah rindangnya pepohonan untuk mengatur napas. Merasa momennya sudah pas, Zaky mendehem pelan dan mulai membuka obrolan yang perlahan menjurus ke arah pendamping hidup.

"Azzam, Azzura..." panggil Zaky lembut. "Kalian berdua sekarang sudah semakin besar, sudah beranjak remaja. Papah mau tanya sesuatu... Bagaimana menurut kalian jika... jika suatu saat nanti Papah mencari seorang pendamping hidup? Seseorang yang bisa merawat Papah, dan juga menyayangi kalian."

Mendengar pertanyaan itu, langkah kaki Azzam dan Azzura seketika terhenti. Kehangatan yang tadi terpancar di wajah mereka mendadak lenyap, berganti dengan raut wajah yang kurang bersahabat dan mengeras. Doktrin dan racun pikiran dari sang nenek semalam seketika berputar kembali di kepala mereka.

"Apa maksud Papah itu adalah menikah lagi?" tanya Azzam. Intonasi suaranya mendadak meninggi satu oktaf, menyiratkan rasa tidak suka yang amat besar hingga membuat Zaky mengernyitkan keningnya heran. "Papah mau menikah lagi dengan wanita lain dan membawa orang asing ke rumah kita? Benar begitu, Pah?!"

Zaky tertegun melihat reaksi protektif putra sulungnya. "Azzam, kenapa bicaramu seperti itu? Papah hanya..."

"Aku tidak setuju kalau Papah menikah lagi!" potong Azzura tiba-tiba. Suara remaja perempuan itu bergetar hebat. Air mata kecemasan yang dipicu ketakutan akan dibuang oleh ibu tiri seperti yang dikatakan neneknya kini tumpah membasahi pipinya. "Pokoknya aku tidak mau punya ibu tiri! Aku benci ibu tiri!" teriak Azzura histeris.

Tanpa memberikan kesempatan bagi Zaky untuk menjelaskan, Azzura langsung berbalik dan melengos pergi, berlari kencang sambil menangis menuju arah rumah, meninggalkan ayah dan kakak kembarnya di tengah taman.

Zaky terpaku di tempatnya berdiri, tubuhnya menegang seiring napas berat yang ia hembuskan dari sela bibirnya. Sorot matanya dipenuhi rasa syok dan kekecewaan yang mendalam. Ia menatap nanar punggung putrinya yang kian menjauh.

'Kenapa Azzura dan Azzam bisa bersikap sekeras dan se reaktif ini? Dari mana mereka mendapatkan ketakutan seolah-olah pernikahan seburuk itu?' batin Zaky tak percaya, sama sekali tidak menyadari bahwa benteng penolakan itu sengaja dibangun oleh ibunya sendiri di dalam rumahnya.

*

*

pagi ini, tubuh Arumi akhirnya tumbang. Akibat didera kelelahan dari padatnya aktivitas mengajar, ditambah waktu akhir pekan yang seharusnya ia gunakan untuk beristirahat justru habis untuk mengajar les privat, daya tahan tubuhnya merosot drastis. Arumi terbangun dengan kepala yang teramat pening dan tubuh yang menggigil karena serangan flu berat.

Melihat kondisi sahabatnya yang memprihatinkan, Ayu dengan sigap membantu Arumi bersiap dan memapahnya pergi berobat ke klinik terdekat dari kontrakan mereka. Sekembalinya dari klinik, Ayu langsung merebahkan tubuh lemah Arumi ke atas kasur.

"Sudah kubilang apa, Rum! Jangan memforsir tenagamu sampai seperti ini," omel Ayu sembari menyelimuti tubuh Arumi hingga sebatas dada. Suaranya terdengar jengkel namun tersorot jelas rasa khawatir yang mendalam. "Harusnya weekend kemarin kamu itu istirahat, bukannya malah menuruti perintah Kepala Sekolah untuk jadi guru les anak-anak itu. Sekarang lihat hasilnya, kamu malah sakit begini."

Arumi hanya bisa memejamkan matanya rapat-rapat, membalas ucapan Ayu dengan anggukan lemah tanpa tenaga untuk mendebat.

*

*

Di kediaman Tanuwijaya, kabar mengenai sakitnya Arumi ternyata mengalir sangat cepat. Zaky yang selama ini diam-diam menaruh mata dan telinganya di sekitar lingkungan Arumi demi memastikan keselamatan wanita itu mendapatkan laporan instan dari orang kepercayaannya. Laporan itu menyebutkan bahwa pagi-pagi sekali Arumi harus dipapah ke klinik karena drop.

Zaky yang saat itu sedang termenung di kursi ruang kerjanya langsung tersentak. Sejak pagi, pikirannya sebenarnya sedang kalut memikirkan penolakan keras dari Azzam dan Azzura yang menentangnya untuk menikah lagi. Isakan tangis Azzura di taman kompleks masih terngiang-ngiang jelas di telinganya. Namun, begitu mendengar Arumi jatuh sakit, segala kepenatan tentang penolakan anak-anaknya seketika sirna, berganti dengan rasa panik yang luar biasa.

Tanpa banyak bicara, Zaky menyambar kunci mobilnya dan bergegas melangkah keluar kamar. Di area ruang tengah, langkahnya sempat dihadang oleh Nyonya Maya yang menatapnya penuh selidik.

"Kamu mau pergi ke mana lagi, Zaky? Hari libur begini kenapa buru-buru?" tanya sang ibu curiga.

"Ada urusan penting yang mendesak, Mah. Zaky pergi sendiri, tidak akan lama. Tolong titip anak-anak ya, Mah," jawab Zaky cepat tanpa menanti respons ibunya. Ia langsung melesat menuju garasi, memilih mengemudikan mobilnya sendiri tanpa ditemani sopir pribadi agar bisa bergerak lebih cepat menuju kontrakan Arumi.

Menjelang siang hari. Ayu benar-benar mendedikasikan waktunya untuk mengurus sahabat terbaiknya. Di dapur kontrakan yang sempit, ia baru saja selesai membuat semangkuk bubur ayam kampung hangat, resep andalan yang dipercaya ampuh untuk memulihkan stamina orang yang sedang didera flu berat.

Ayu menuangkan bubur itu ke dalam mangkuk dengan hati-hati. Namun, tepat saat ia hendak membawa mangkuk tersebut ke dalam kamar Arumi, suara ketukan pintu depan mendadak terdengar memecah keheningan kontrakan.

Tok! Tok! Tok!

Sambil mengernyitkan dahi heran, Ayu menaruh kembali mangkuk bubur di atas meja makan, lalu melangkah cepat menuju ruang tamu untuk membuka pintu.

begitu daun pintu kayu itu terbuka, kedua matanya Ayu membelalak bulat. Ia terpaku di ambang pintu, benar-benar terkejut setengah mati. Di depannya kini berdiri sosok pria tampan nan rupawan mengenakan pakaian kasual, tengah berdiri dengan napas yang sedikit memburu. Kedua tangannya membawa sebuah keranjang buah berukuran sangat besar, sementara gurat kecemasan tergambar jelas di wajah tegasnya.

"Bagaimana keadaan Arumi, Mbak Ayu?" tanya Zaky langsung tanpa basa-basi, suaranya dipenuhi nada khawatir yang teramat sangat.

Ayu mengerjapkan matanya beberapa kali, seolah memastikan bahwa pria di depannya itu bukanlah halusinasinya.

"P... Pak Zaky? Bagaimana... bagaimana Anda bisa tahu kalau Arumi sedang sakit?" tanya Ayu tak percaya, terkejut dengan kedatangan sang CEO yang begitu mendadak dan tahu segalanya.

Bersambung...

1
Patrick Khan
zaky br sadar klo ada ayu😁😁😁..nyok tanya jawab ke ayu. siap2 ayu ngajak taworan ngegas jawabnya🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tau aje 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
aristi
wow Brebes itu kampungku thor😄
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: wah, apa kabar warga Brebes 🤗
total 1 replies
Nar Sih
pilihan yg tepat zaky,buruan temuin ayu minta tolong pada nya dia pasti tau sebab mslh kamu knpa arumi berubah pada mu
Nar Sih
jgn menyerah zaky,cri tau sebab arumi berubah
mimief
hayooo Zaki
sekarang si tinggal terserah lu
masih mau ga berjuang
Arumi mah udah pasrah Ama takdir
toh...gw juga bisa kok selama ini tanpa lu
mimief: lanjut Thor 🤭
total 2 replies
Uba Muhammad Al-varo
Zaky........dari dulu sampai sekarang kenapa otakmu lemot dan kau nyonya Maya yang sombong yang membiarkan anaknya Zaky menjadi duda karatan dan tak tersentuh, hadeuh dasar si nyonya ogeb/Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Oalah duda karatan 🤣🤣🤣
total 1 replies
mamayasna
syuuliitt dahh
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
neny
selidiki ath zaky. atas apa yg terjadi sm arumi,mengapa sikap nya berubah,,tanya sm ayu,,km kan pintar,masa gtu ajh mesti dikasih tau
neny: ya iya lah,,hanya bertanya tanya dlm hati doang mah gk akan ada jawaban nya🤣🤣
total 2 replies
Teh Euis Tea
Zaky, ibumu biang keroknya, ibumu jg yg nyekokin biar km ga nikah lg
dasar nenek lampir
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh, mak lampir 🤣🤣
total 1 replies
Teh Yen
yah Zaky engg tau dong ibunya udh ngelabrak Arumi yah
Teh Yen
duh yg CLBK (cinta lama bersemi kembali) brasa muda kembali sampe.engg sadar senyum" sendiri hihii 🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Nar Sih
zaky ..cri tau sja knpa sikap arumi berubah ,dan itu grgr ibu mu
Nar Sih
jatuh cinta berjuta rasa nya ,kebayang,,bila ngk jumpa 😂😂
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali kak 🤣🤣
total 1 replies
Teh Euis Tea
ya ampun Bu Maya bkn Arumi loh yg deketin putramu tp si Zaky sendiri yg msh ngejar Arumi
Arumi lawan jgn diam aj, cabein aj mulut kotor Bu Maya klu ga berani suruh othor yg maju duluan ntar aku bantuin doa dari jauh 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: weh, aku di tumbalin 🤣🤣🤣/Cleaver//Cleaver//Cleaver/
total 1 replies
mimief
gas yu...yg model beginian mah jangan kasih kendor 🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh siap 🤣🤣
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
ayolah Ayu jaga Arumi dari kekejaman mulutnya nyonya Maya,kalau dia menyakiti Arumi lawan Ayu jangan diam aja udah terlalu banyak penderitaannya Arumi akibat nyonya Maya karena fitnahnya Citra
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😄
total 1 replies
neny
sabar ya rum,,nanti jg kebenaran akan terungkap,,cepat atau lambat,,semangat💪😘
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: semangat juga kak 😀
total 1 replies
Teh Euis Tea
baru di senyumin Arumi aj udah serasa dunia milik km sendiri Zaky 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah itu dia, apalagi klo yg lain, bisa pingsan 🤣🤣
total 1 replies
neny
ter arumi arumi...🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh kak🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!