"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUA PULUH TIGA
Hari-hari Aluna lalui dengan hati yang terasa kosong. Rasanya tidak bersemangat untuk menjalani hidup
Wanita cantik itu mengusap perutnya yang sudah sangat besar, persalinannya sekitar dua bulan lagi dan hal itu membuatnya sudah tidak sabar
"Apa kalian akan marah sama Mama? Jika kalian tau berasal dari wanita seperti Mama kalian pasti akan sedih"
Aluna tersentak saat merasakan tendangan dari buah hatinya, ia senang jika mengetahui bayinya bergerak karena itu artinya keduanya sehat
"Maafkan Mama nak, tapi kalian pasti akan hidup lebih baik jika bersama Papa, Papa sangat sayang sama kalian"
Aluna kembali menatap taman hijau dari balkon kamarnya, hatinya terluka saat mengingat jika dirinya akan berpisah dari kedua buah hatinya
"Bona"
"Iya nyonya" Gadis berkulit sawo matang itu mendekat
"Saya mau ke mall, saya mau belanja keperluan bayi saya" Kata Aluna
"Tapi tuan Arjuna belum memberikan izin, dan tuan Joseph sedang tidak dirumah, beliau memiliki pekerjaan" Jelas Bona
"Saya hanya ingin memilih keperluan bayi saya sendiri, kamu minta izin saja sana sama tuan Arjuna"
Aluna merasa bosan, ia ingin keluar dari penjara mewah ini dan menikmati hidupnya. Ia ingin anak-anaknya memakai pakaian yang ia pilihkan
"Tapi Nyonya"
"Persalinan saya dua bulan lagi, perlengkapan bayinya belum ada. Memangnya anak saya mau pakai apa? Spanduk pecel lele?"
Aluna benar-benar dibuat kesal, apa untuk masalah sepele seperti ini saja harus meminta izin? Menyebalkan
"Saya akan telepon tuan Joseph" Ujar Bona pada akhirnya
Jika ingin menelepon memang melalui Joseph karena tidak ada pelayan yang berani mengganggu waktu sang tuan
"Baiklah Nyonya, tuan Arjuna mengizinkan. Kita diberi waktu hingga sore" Ucap Bona setelah menutup telepon
"Itu lebih baik, saya siap-siap dulu!" Aluna berlalu ke kamarnya, dirinya butuh menenangkan diri dengan belanja
Setidaknya dapat mengurangi rasa rindu pada pria yang merupakan ayah dari bayinya
Dirinya sudah muak, kenapa juga ia merindukan pria yang bahkan tidak mengabarinya
Aluna sangat yakin jika pria itu tengah bersenang-senang dengan istri pertamanya yang cantik, dibandingkan dengan wanita hamil dengan tubuh bak badak seperti dirinya ini, jelas saja Arjuna akan memilih istri pertamanya
Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam, mobil mewah berwarna putih itu terparkir di basement sebuah gedung pusat perbelanjaan
Aluna terlihat senang berada disini, wanita cantik itu lansung menuju toko perlengkapan bayi
Disana terpajang pakaian bayi laki-laki maupun perempuan, semuanya tersusun rapi dan berbagai warna, rasanya Aluna ingin membeli semuanya
"Ini bagus Nyonya! Tuan muda pasti akan sangat tampan" Bona memuji dua pakaian bayi lucu berwarna biru muda
"Ya, saya suka"
Aluna ikut memilih, pakaian bayi, sepatu serta topi rajut, semuanya dibeli. Bahkan Aluna membeli pakaian hingga usia dua tahun
Beruntung sekali mereka membawa seorang supir dan seorang pengawal. Jadilah dua pria itu yang bertugas membawa barang belanjaan sang nyonya yang begitu banyak
Arjuna memang memberikan kartu unlimited pada istrinya, jadi Aluna bisa menggunakannya sesuka hati
"Kamu pakai kartu ini jika ingin belanja" Arjuna menyerahkan sebuah kartu berwarna hitam kepada istrinya
"Waah, apa uang disini sangat banyak?" Tangan wanita itu bahkan sampai gemetar karena tidak pernah melihat kartu yang hanya dimiliki oleh orang-orang kaya saja
"Jika kamu ingin membeli mall nya sekalian juga bisa"
"Apa saya bisa gunakan uangnya untuk membayarkan utang saya pada tuan?" Tanya Aluna tiba-tiba membuat suaminya mengernyit
"Memangnya kamu punya utang apa?"
"Utang untuk pengobatan ibu saya, saya akan ganti uang tuan dan saya bisa bebas lagi" Seketika Aluna berteriak saat sang suami menyentil dahinya
"Kamu mau bayar utang kamu pada saya dengan uang saya sendiri?"
Wanita cantik itu malah menyengir, ide tadi hanya terlintas saja. Jika Arjuna setuju maka ia akan sangat bersyukur
"Bagaimana dengan yang ini, nyonya?" Bona melihat majikannya itu yang sepertinya melamun "Nyonya!"
Suara Bona menyadarkan Aluna dari lamunannya, ia tidak sadar dan malah mengingat masa lalu dimana ia dan suaminya masih terasa hangat
"Itu bagus, aku juga mau tempat tidurnya!' Ujar Aluna saat melihat tempat tidur bayi yang menurutnya sangat lucu, ini akan cocok berada dikamarnya
"Kita perlu beli stroller?"
"Tentu saja, beli yang paling bagus!"
Karyawan toko perlengkapan menunjukkan beberapa kereta dorong bayi berbagai jenis dan warna
Pilihan Aluna jatuh pada kereta dorong konvertibel, yang cocok digunakan oleh orang tua yang memiliki bayi kembar
"Gak pa-pa kan aku habisin duitnya? Ini kan untuk anak-anak nya juga" Aluna melanjutkan kegiatan belanjanya
Walaupun mulut sudah mengatakan jika semua akan baik-baik saja, tetap saja ia merasa khawatir karena telah menggunakan uang suaminya dalam jumlah yang sangat besar
Bagi gadis yang terbiasa hidup sederhana, menghabiskan lebih dari seratus juta untuk perlengkapan bayi sangatlah berlebihan
"Saya lapar, kita makan siang dulu!" Aluna bersama Bona serta dua orang bodyguard keluar dari dalam toko perlengkapan bayi
Aluna sudah memberi alamat tempat tinggalnya dan perlengkapan bayinya akan diantarkan kesana
Keempatnya berada disebuah restoran, dua bodyguard Aluna telah memisahkan diri, sekarang meja ini hanya tersisa Aluna dan Bona
Aluna makan dengan sangat lahap, dari posisinya duduk, ia dapat melihat pengunjung lain yang berlalu-lalang
Aluna tersenyum saat melihat anak laki-laki yang merengek sambil berusaha ditenangkan oleh seorang pria yang sepertinya adalah ayahnya
Sejenak ia terpaku, apa anak-anaknya akan tumbuh menggemaskan seperti itu? Membayangkannya saja sudah membuat bahagia
Namun kenyataan kembali menamparnya dengan sangat keras, Aluna tidak akan pernah melihat momen itu karena dirinya akan berpisah dari buah hatinya setelah bayi-bayi ini lahir
Aluna kembali menikmati makanannya, saat kembali melihat kedepan, matanya menangkap seorang pria yang begitu ia kenal
Pria yang ia rindukan itu tengah menemani istrinya belanja, bahkan Arjuna menenteng beberapa paperbag yang Aluna yakini adalah milik istrinya
Rasa percaya diri Aluna benar-benar hilang saat melihat secantik apa istri pertama suaminya
Dirinya bahkan tidak seujung kuku wanita yang ketahui bernama Zoya itu, bagaimana ada wanita yang begitu cantik? Aluna yang wanita saja mengakuinya
Bagaimana bisa Arjuna lebih memilih dirinya ini dibandingkan dengan wanita secantik itu
"Ada apa nyonya? Makanannya tidak enak?" Tanya Bona yang membuat Aluna tersentak
"Ah tidak, saya hanya melamun saja" Aluna kembali menikmati makanan nya, saat ia kembali melihat kedepan sang suami sudah tidak terlihat lagi
Aluna mengusap perutnya saat bayi didalam kandungan nya bereaksi
"Ada apa? Kamu seneng yaa lihat calon mamamu yang cantik?" Aluna bergumam sambil mengusap lembut perut buncitnya