NovelToon NovelToon
AYO BERCERAI, MAS!

AYO BERCERAI, MAS!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Romansa / Drama / Rumah Tangga
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yehppee

"Ayo bercerai, Mas!"

kalimat itu Anna ucapkan tepat di hari ulang tahun pernikahan mereka yang ke lima.

Bukan karena hadirnya orang ketiga. Bukan pula karena Jeevan Aditya pernah mengangkat tangan kepadanya.

Anna hanya...lelah.

Lelah menjadi perempuan yang harus selalu mengalah, selalu kuat, selalu tersenyum, dan selalu memenuhi harapan orang lain hingga perlahan kehilangan dirinya sendiri.

Dan pada akhirnya ia memilih bercerai.

Namun, hidup ternyata tidak semudah itu.

Saat karirnya mulai bersinar, sebuah kejadian merenggut harga dirinya. Di saat yang sama, seorang teman SMA yang diam-diam mencintainya muncul sebagai pengacara yang siap membela. Sementara itu, seorang pria misterius berhelm hitam terus mengikuti setiap langkahnya.

Siapakah dia? Penguntit atau pelindung?

Temukan jawabannya di novel ini👋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yehppee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 18, Mas Jeevan Tidak Mungkin Selingkuh, Anna!

Matahari siang menggantung tenang di ufuk jakarta ketika pintu ruang rawat akhirnya terbuka. Setelah dua hari menjalani perawatan akhirnya dokter memperbolehkan Anna untuk pulang. Wajahnya memang belum sepenuhnya kembali menyala, tetapi pucat yang sempat melekat kini mulai memudar, berganti rona tipis yang mengisyaratkan tubuhnya sedang perlahan berdamai dengan rasa letih.

Jeevan berdiri di samping ranjang sambil membawa tas berisi pakaian istrinya.

"Sudah siap?" tanya Jeevan.

Anna mengangguk pelan. "Iya, Mas."

Tak banyak percakapan mengiringi langkah mereka menyusuri koridor rumah sakit. Aroma antiseptik masih masih memenuhi udara, berpadu dengan suara roda brankar yang sesekali melintas. Di sepanjang lorong, Jeevan berjalan sedikit lebih lambat dari biasanya, seolah tanpa di sadari ia tengah menyesuaikan kecepatan langkah Anna yang belum benar-benar pulih.

Bu Ratih yang sejak kemarin menemani Anna telah terlebih dahulu kembali ke rumahnya pagi tadi. Sebelum pulang, perempuan paruh baya itu sempat berpesan agar Anna benar-benar menjaga kesehatan.

Meski cara penyampaiannya tetap terdengar tegas, Anna tahu perhatian itu tulus.

Mobil taksi meluncur meninggalkan halaman rumah sakit.

Jakarta kembali memperlihatkan denyut kehidupannya. Gedung-gedung menjulang bagai barisan penjaga langit. Kendaraan saling mengejar waktu. Lampu lalu lintas berganti warna tanpa pernah lelah mengatur arus manusia yang sibuk mengejar tujuan masing-masing.

Selama perjalanan, Anna lebih banyak memandang jendela. Sesekali ia memejamkan mata, menikmati semilir pendingin udara yang membelai wajahnya.

Jeevan sibuk dengan ponsel pintarnya, beberapa kali ia membalas pesan asistennya itu terkait peluncuran inovasi baru yang sedang di jalankan oleh perusahaan mereka tempat bekerja.

"Mas," panggil Anna yang entah sejak kapan menatap suaminya.

Jeevan mematikan layar ponsel dan mengalihkan pandangannya. "Ya, ada apa?"

Anna diam sesaat lalu kemudian menggeleng kecil. "Tidak, nanti saja."

💞

Tidak lama kemudian mereka sampai di apartemen. Begitu pintu terbuka, aroma ruangan yang bersih langsung menyambut keduanya. Anna mengembuskan napas panjang.

"Akhirnya pulang juga...." gumam Anna serya mengenakan sandal rumah.

Perempuan ia berjalan pelan menuju dapur. Baru beberapa langkah, suara Jeevan menghentikannya.

"Mau kemana?" tanyanya seraya menoleh ke arah istrinya.

Anna menoleh. "Masak buat makan malam."

Jeevan menghela napas pendek. "Kamu baru keluar dari rumah sakit, Na. Baiknya kamu istirahat saja."

"Tapi aku udah baikan." Jawab Anna.

Jeevan berjalan menuju lorong tempat cuci, meletakkan pakaian kotor di sana.

"Untuk hari ini kita pesan antar aja. Lagian, Mas lagi ke pengen makan masakan luar. Tapi Mas malas buat keluarnya." Ujar Jeevan seraya beranjak menuju sofa keluarga.

"Tapi kan sayang uangnya..." ucapnya pelan, ia mengingat perkataan ibunya sendiri sewaktu berkunjung pada acara tahunan di kampung halamannya.

Anna pernah memesan antar makanan karena sedang ingin, namun ibunya langsung menegur kalau memesan makanan lewat aplikasi itu pemborosan. Seorang istri harus bisa memberikan kenikmatan lidah dari masakan kita sendiri. Terlebih, pesan makan antar cukup mahal.

Jeevan tersenyum tipis. "Sekali-kali kan gak papa, Na."

Anna tampaknya terlihat gagu. "Tapi..."

"Ibuku yang bilang? Gak usah kamu dengerin ucapan ibu. Kita ini menjalani rumah tangga hanya kita, bukan bareng ibu atau ayah." Jawab Jeevan enteng seraya menyalakan televisi lewat remot.

Anna mengangguk, ia memilih berjalan mendekat ke arah suaminya dan duduk ikut menonton.

Jeevan terlihat merogoh ponselnya dari saku celana berbahan kain.

"Kamu mau pesan apa?" tanya Jeevan seraya membuka aplikasi pesan antar.

"Aku...kita masak aja ya," ucapnya.

Jeevan menoleh. "Kamu baru aja pulang, Na. Lagian kamu kenapa sih? Kata Mas, kamu gak usah dengerin omongan orang. Termasuk ibu! Biaya pesan antar gak seberapa, kalau kamu tumbang lagi, biaya rumah sakit lebih mahal."

Kalimat itu membuat Anna kehilangan alasan untuk membalas. Beberapa detik kemudian, sudut bibirnya justru melengkung.

"Ya udah, aku pesan sup ikan sama capcay kuah aja deh." Jawab Anna.

"Oke, Mas pesankan."

Anna menoleh. "Loh, Mas gak makan?"

"Makan, kita samain aja." Ujarnya.

Tak sampai lima belas menit, pesanan sudah di pilih. Sore itu tidak ada suara talenan di pukul pisau, tidak terdengar bunyi minyak mendesis, tidak pula aroma bumbu yang tercium seperti biasa yang memenuhi apartemennya.

Sore itu, mereka makan malam sederhana. Setelah minum obat, keduanya memilih beristirahat lebih awal.

💞

Pagi berikutnya, jarum jam baru menunjukkan pukul lima lewat lima puluh lima menit ketika Anna membuka mata. Cahaya fajar mengintip malu-malu dari balik tirai kamar. Ia mengusap wajahnya lalu perlahan turun dari tempat tidur.

Sisi ranjang sebelah kanan telah kosong, bahkan selimut yang di pakai Jeevan sudah terlihat di rapikan.

"Astaga...aku kesiangan, pasti Mas udah berangkat." Gumamnya seraya menuju luar kamar.

Langkahnya otomatis berhenti ketika pandangannya mengedar seisi rumah. Tidak ada debu sekalipun di sana, gelas-gelas yang mereka gunakan malam tadi sudah tersusun rapi di rak gelas, bahkan wastafel dapur bersih tanpa satu pun piring kotor.

Anna mengerutkan kening. "Mas Jeevan bersih-bersih?"

Pandangan itu kemudian jatuh ke atas meja makan. Di sana terdapat semangkuk sayur, lauk yang di tutup tudung saji, dan sepiring ayam goreng ketumbar, juga secarik kertas.

Anna mengambil kertas memo yang menempel pada tudung saji tersebut dengan perlahan. Tulisan tangan Jeevan memang tidak terlalu rapi, tetapi cukup mudah di baca.

..."Jangan lupa sarapan. Kalau sayur dan ayamnya dingin, panaskan saja di microwave. Kalau nanti malam kamu masih lemas, kamu gak perlu repot masak. Kita pesan antar lagi, Mas berangkat kerja dulu."...

Tidak ada kata-kata romantis, atau emoticon yang di bubuhkan oleh pria itu di dalam kertas memo. Namun bagi Anna, bentuk kepedulian suaminya lebih dari apa pun. Jeevan memang tidak pandai merangkai kata seperti pria-pria romantis pada umumnya.

Jeevan memiliki kemampuannya sendiri untuk selalu membuat Anna jatuh hati padanya. Bahkan, saat mereka memutuskan menikah pun, Jeevan sama sekali tidak mengeluarkan kata-kata gombal seperti; aku janji akan membahagiakan Anna, aku janji tidak akan membuat tangan putri Anna terluka.

Melainkan, pria itu malah mengatakan kalau Jeevan tidak akan pernah menghalangi keinginan istrinya. Karena menurut Jeevan, tanpa menghalangi jalan Anna adalah suatu kebahagiaan Anna yang perlu di hormati.

Entah mengapa dadanya terasa penuh, lalu tiba-tiba suara Sherly terngiang di telinganya beberapa hari lalu saat ia masih di rawat di rumah sakit.

"Anna... laki-laki yang benar peduli itu kadang tidak pandai mengucapkan sayang. Mereka menunjukkannya lewat tindakan. Jadi, mana mungkin Mas Jeevan selingkuh."

Kala itu Anna tersenyum hambar. kini, setelah melihat apartemen yang telah di bereskan, sarapan yang sudah di siapkan, dan secarik pesan sederhana itu, keyakinannya perlahan tumbuh seperti matahari yang mengusir kabut.

"Mas Jeevan tidak mungkin mengkhianati aku, kan?"

...💞💞💞...

Kira-kira, benarkah Mas Jeevan tidak selingkuh?

Tunggu jawabannya di bab selanjutnya 🫶

...BERSAMBUNG...

1
💞Putri Chania💞
ayo ana..lepaskan semuanya..semangat sembuh
Fatma Yulia
pleeasee jgn pisah ya thor, karna cinta mereka dalammmm bgt
💞Putri Chania💞
duuh ..sama" mencintai d dalam hati...sama" terluka...jd sad..tapi kesendirian juga bisa menyembuhkan luka..
Uthie
Mampir 👍
🍀 YEHPPEE 🍀: makasih, semoga betah🙏
total 1 replies
Gemuruh riuh
bagus ceritanya thor, kakak aku aja sering ngeluh sama kelakuan keluarga suaminya 👍
Gemuruh riuh
jleb banget
Gemuruh riuh
ucapan senjata para suami cuek
💞Putri Chania💞
Oalah...ternyata yg nyelamatin Anna adalah pria yg mencintainya dalam diam....spertinya makin serru nih tambah pemeran baru Thor..
💞Putri Chania💞
apakah pria itu Abimanyu..?
💞Putri Chania💞
cerita yg bagus dan banyak terjadi pada kaum hawa..yg merasa baik" saja ...pada hal..
🍀 YEHPPEE 🍀: makasih, semoga betah bacanya sampe tamat☺️
total 1 replies
💞Putri Chania💞
lanjut thor
Mymy Zizan
apa yg mau di lompatin thor... 7 bab aja masih krng, pngen lebih
💞Putri Chania💞
cerita nya bgus Thor...tidak sedikit yg mengalami kasus sperti Anna...
🍀 YEHPPEE 🍀: hai makasih udah mampir lagi 😁🙏
total 1 replies
Gemuruh riuh
elu sendiri yang bikin stres ibuuuu
Gemuruh riuh
pertanyaan horor ibu mertua 😲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!