Enam tahun lalu, Kenzo Roman De Luca kehilangan seorang wanita yang tak pernah berhasil ia lupakan. Yang tak pernah ia ketahui, wanita itu pergi membawa dua kehidupan yang tumbuh menjadi anak-anak genius.
Takdir mempertemukan mereka kembali.
Namun, sebelum Kenzo mengetahui kebenarannya, seorang bocah laki-laki yang tak sengaja bertemu dengannya dengan berani menawari sesuatu padanya.
"Asal Anda siap menikah dengan Mommy kami. Maka saya siap bekerja sama dengan Anda," ujar Mateo enteng.
Kenzo terpaku, dia tak tahu anak yang sedang memohon kepadanya itu adalah putranya sendiri. Akankah, Kenzo setuju atau justru sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 01
Lampu-lampu kota Jakarta masih menyala terang ketika sebuah mobil mewah berwarna hitam keluar dari basement Royal Crown Bar, salah satu bar eksklusif milik De Luca Group.
Tempat itu dikenal sebagai surga bagi para pebisnis kelas atas. Banyak kesepakatan bernilai miliaran rupiah lahir di balik denting gelas kristal dan alunan musik jazz. Tidak sedikit pula wanita cantik yang dijadikan alat untuk melancarkan kerja sama.
Namun, semua itu tidak pernah menarik perhatian Kenzo Roman. Baginya, orang-oranglah yang harus datang menghadap. Mereka yang membutuhkan dirinya, bukan malah sebaliknya.
Di usia tiga puluh lima tahun, Kenzo telah mengambil alih seluruh kerajaan bisnis keluarga setelah sang ayah, Alex Roman Vasillo, memilih pensiun dan menetap di Berlin bersama istrinya. Kini, perusahaan investasi terbesar di Asia Tenggara berada di bawah kendalinya.
Begitu pula seluruh jaringan dunia bawah yang selama puluhan tahun dibangun keluarga Vasillo. Kasino, bar keamanan dan distribusi. Semua berada dalam satu komando. Meski begitu, Kenzo memiliki satu aturan yang tak pernah bisa ditawar.
Tidak ada narkoba dan perdagangan manusia di wilayah kekuasaannya. Siapa pun yang melanggar akan berurusan langsung dengannya.
"Tuan." Digo membukakan pintu mobil.
Kenzo baru saja hendak masuk ketika sebuah bayangan berlari dari arah lorong parkiran. Pintu belakang yang telah terbuka, membuat seorang gadis muda menyelinap masuk ke dalam mobil dan langsung berjongkok di lantai kabin.
"Nona?" gumam Digo terkejut.
Kenzo mengernyit, tatapan tajamnya beralih kepada gadis asing yang napasnya memburu. Rambut panjangnya berantakan. Gaun hitam yang dikenakannya tampak kusut, sementara kedua tangannya gemetar hebat.
"Tolong..." Suaranya nyaris tak terdengar.
"Jangan keluarkan saya, tolong..."
Belum sempat Kenzo bertanya, suara langkah kaki terdengar mendekat.
"Itu dia! Cari ke sana!"
Beberapa pria bertubuh besar berlari memasuki area parkir. Salah seorang dari mereka menghampiri Digo.
"Maaf, apa Anda melihat seorang wanita memakai gaun hitam lewat sini?"
Digo memasang wajah datar. "Tidak." Ia lalu menunjuk emblem berbentuk huruf V di kap mobil.
"Ini mobil Tuan Kenzo, apa kalian kira kami akan menyembunyikan seseorang yang kalian cari?"
Nama itu seolah menjadi ancaman. Wajah para pria langsung berubah pucat.
"M-maaf."
Tanpa berani berkata lebih banyak, mereka segera pergi meninggalkan basement.
Di dalam mobil, gadis itu masih memeluk dirinya sendiri. Tubuhnya gemetar, wajahnya memerah tidak normal. Kenzo memperhatikannya beberapa detik.
"Apa yang terjadi padamu?"
Gadis itu mengangkat wajah perlahan. Matanya tampak berkaca-kaca.
"Saya, saya tidak tahu...." Ia memejamkan mata sambil menggigit bibir.
"Tolong, tubuh saya terasa panas...."
Ucapan itu membuat Digo saling pandang dengan atasannya.
"Tuan..."
Kenzo memahami situasinya. Seseorang kemungkinan telah memasukkan sesuatu ke dalam minuman gadis itu.
"Turun!" Perintah Kenzo singkat.
Digo membuka pintu belakang. Namun, gadis itu justru bergerak mendekati Kenzo seolah mencari tempat berlindung.
"Tolong jangan tinggalkan saya...." Napasnya semakin tidak teratur.
Kenzo menghela napas pelan. "Digo."
"Ya, Tuan."
"Tinggalkan kami beberapa saat."
Digo terdiam, selama bertahun-tahun menjadi tangan kanan Kenzo, ia belum pernah menerima perintah seperti itu.
"Tuan, apa Anda yakin?"
Tatapan Kenzo tetap tenang. "Saya tahu apa yang saya lakukan."
Digo akhirnya mengangguk.
"Baik."
Ia menutup pintu mobil dan menjauh dari kendaraan, menyisakan keheningan di dalam kabin.
Kenzo memandangi wanita yang kini terduduk lemas di sampingnya. Napasnya memburu, pipinya memerah, dan tatapannya mulai kehilangan fokus. Jelas, ada sesuatu yang telah dicampurkan ke dalam minumannya.
Wanita itu mengangkat wajah perlahan. Meski kesadarannya mulai kabur, sorot matanya masih menyimpan keberanian yang aneh.
"Tuan..." lirihnya, dia bergerak mendekat, seolah hanya Kenzo yang bisa menjadi tempat berlindung.
Kenzo menahan kedua bahunya agar tetap menjaga jarak.
"Jangan mendekat."
"Tapi, tubuh saya tidak nyaman."
"Saya tahu."
Wanita itu menggeleng pelan. "Saya tidak pernah seperti ini."
Kenzo mengembuskan napas panjang. Selama bertahun-tahun hidup di dunia malam, ia sudah berkali-kali melihat perempuan menjadi korban obat terlarang. Namun, untuk pertama kalinya ia merasa sulit bersikap setenang biasanya.
Entah karena wajah wanita itu, atau karena keberaniannya yang masih tersisa di tengah keadaan yang kacau.
"Saya ingin bertanya sesuatu."
Wanita itu mengangguk lemah.
"Kau masih perawan?" Pertanyaan itu membuat wanita tersebut berusaha menegakkan tubuhnya.
"Saya baru lulus kuliah tahun ini." Suaranya terdengar bergetar, tetapi tegas. "Bagaimana mungkin saya sengaja menggoda laki-laki? Saya ini dijebak!" Dia menekan telunjuknya pada dada Kenzo.
Tatapan Kenzo berubah. Di balik wajah yang memerah dan tubuh yang kehilangan kendali, gadis itu masih berusaha mempertahankan harga dirinya.
"Itu sebabnya kau dikejar?"
Wanita itu mengangguk pelan.
"Saya kabur, sebelum mereka berhasil membawa saya. Saya ditawarkan sebuah pekerjaan tetapi malah berakhir seperti ini,"
Keheningan memenuhi kabin mobil. Beberapa detik kemudian, wanita itu tersenyum tipis.
"Kalau dipikir-pikir..." gumamnya lirih. "Saya tidak terlalu rugi kalau malam ini bersama Anda."
Kenzo mengangkat sebelah alisnya.
"Oh?"
"Setidaknya, Anda terlihat bersih dan tampan."
Ucapan polos itu membuat Kenzo nyaris kehilangan ekspresi datarnya.
"Tapi justru saya yang akan rugi," balasnya singkat.
Wanita itu terkekeh pelan, dengan gerakan lambat, ia mengangkat telunjuknya lalu menempelkan ujung jari itu di bibir Kenzo.
"Sst, jangan katakan itu, Tuan!"
Jantung Kenzo berdetak lebih cepat. Selama hidupnya, tidak pernah ada seorang wanita yang berani menyentuhnya sedekat ini. Tatapan mereka bertemu, untuk beberapa saat, dunia di luar mobil seolah menghilang.
Di kejauhan, Digo yang berdiri menjaga hanya bisa memandang mobil itu dengan wajah penuh tanda tanya. Ia belum pernah melihat atasannya menatap seorang wanita selama itu.
Entah keberanian dari mana wanita itu langsung naik ke pangkuan Kenzo yang duduk di depannya. Tangan kanan menyentuh bahu Kenzo, tangan lain bermain di dada bidang pria itu. Napasnya memburu, wajahnya kian memerah merasakan detak jantung yamg terus berdegup.
"Berhenti, atau kau akan menyesal?!" suaranya kecil tetapi tegas dalam memerintah.
"Menyesal? Aku tidak akan menyesal. Justru aku menyesal jika aku berhasil dibawa oleh pria di luar sana," wanita itu menyentuh wajah dan bibir Kenzo dengan ibu jarinya, tatapan tajam Kenzo kini berubah menjadi sesuatu yang melunakkan. Lalu, tangannya perlahan bergerak mencengkram rambut wanita itu, dan langsung mendorongnya berbaring di jok mobil.
Tangah kasar menarik dasinya hingga longgar, lalu bibirnya kini menyentuh leher putih bersih wanita itu seraya berkata, "ku pastikan kau tidak akan menyesal,"
"Tidak akan, Tuan!" kedua tangannya memeluk leher Kenzo.
"Ah! Tuan, saya perawan! Tolong lebih pelan,"
"Kau salah masuk sarang, harusnya kau tidak akan berani datang padaku, setelah esok kau tau siapa aku!"
Malam itu, Kenzo telah gagal menjaga apa yang selama ini dia banggakan. Semenjak Organisasi Vasillo, berubah menjadi De Luca Organisasi, hidup Kenzo jauh lebih menantang dari sebelumnya. Dunia bawah tanah yang kini di pimpin oleh Kenzo Roman De Luca.
diumumkan begitu aja
anugerah apa bencana yaaa?😱🤣🤣🤣
Kenzo nih tipe orang yg GK suka basa basi muter muter,, cus pokoknya lgsg beres ya kan 🤭
Setuju,,... pengumuman pernikahanmu harus segera d sebar luaskan ....,, biar ga ad yg berani godain mommy Tara 😅