NovelToon NovelToon
Kontrak Hamil Anak Bos

Kontrak Hamil Anak Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Sinopsis

Sarah Lestari, seorang personal assistant, menerima tawaran kontrak untuk mengandung anak bosnya, Samudra Grayson, CEO muda pemilik berbagai perusahaan di Eropa. Awalnya hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan, tetapi seiring waktu benih cinta tumbuh di antara keduanya. Saat kontrak berakhir, mereka harus memilih antara menepati perjanjian atau memperjuangkan cinta yang tak pernah direncanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: Pagi di Villa

Matahari pagi menyinari Villa Toscana dengan cahaya keemasan. Badai semalam telah berlalu, meninggalkan udara yang segar dan aroma tanah basah yang menenangkan. Burung-burung berkicau di pepohonan taman, dan ombak di laut terdengar berdebur pelan, jauh lebih tenang dari semalam.

Di kamar tidurnya, Sarah baru saja terbangun. Ia mengucek matanya, melihat jam di nakas meja. Angkanya menunjukkan pukul 09.30.

Sarah langsung duduk, matanya membelalak. "Astaga! Saya bangun kesiangan!"

Ia melompat dari tempat tidur, segera mengganti pakaiannya. Di lemari, ia menemukan setelan blus putih dan celana panjang berwarna beige yang masih baru. Ia memakainya dengan cepat, merapikan rambutnya yang agak berantakan, lalu bergegas turun ke lantai bawah.

Saat ia melangkah memasuki ruang makan, Samudra sudah duduk di ujung meja panjang, di hadapannya ada sepiring roti panggang, telur orak-arik, dan secangkir kopi hitam. Ia sedang membaca tablet sambil sesekali menyeruput kopinya.

Samudra menatap Sarah yang masih terlihat sedikit terburu-buru. "Selamat pagi."

Sarah langsung menunduk, wajahnya memerah karena malu. "Selamat pagi, Pak. Maaf, saya bangun kesiangan. Saya tidak tahu jam berapa saya tidur semalam, mungkin karena kelelahan."

Samudra tersenyum tipis, sebuah senyuman yang jarang ia tunjukkan. "Tidak apa-apa. Kamu memang butuh istirahat. Semalam kamu terlihat sangat lelah. Aku sudah menduga kamu akan bangun siang."

Sarah merasa sedikit lega karena Samudra tidak marah. Ia duduk di kursi di seberang Samudra, dan seorang pelayan villa segera menyodorkan sepiring sarapan yang sama: roti panggang, telur, dan segelas jus jeruk segar.

"Makanlah. Kamu butuh energi," ujar Samudra.

Sarah mengangguk dan mulai makan. Suasana di meja makan terasa hangat. Di luar, cahaya matahari masuk melalui jendela besar, menerangi ruangan dengan indah. Sesekali, Samudra menatap Sarah, lalu kembali ke tabletnya, tapi ia tidak bisa sepenuhnya fokus.

Setelah sarapan selesai, Samudra membersihkan mulutnya dengan serbet. "Sarah, kita belum bisa pulang sekarang. Aku ada Zoom meeting dengan tim dari Jerman. Ada rapat penting yang tidak bisa aku tinggalkan. Rencananya, kita akan pulang jam satu siang, sekitar waktu makan siang."

Sarah mengangguk. "Baik, Pak. Saya bisa menunggu."

"Tapi, jangan hanya duduk di dalam kamar. Kamu bisa jalan-jalan di sekitar villa," tawar Samudra. "Cuaca pagi ini sangat cerah. Lihatlah taman di belakang villa. Pemandangannya sangat indah. Ini bisa membantumu rileks. Aku tahu, duduk lama-lama di dalam ruangan tidak baik untuk kehamilan."

Sarah tersenyum. "Terima kasih, Pak. Saya akan keluar sebentar."

Samudra pun beranjak menuju ruang kerjanya di lantai atas untuk mempersiapkan meeting. Sedangkan Sarah melangkah keluar dari pintu belakang villa, menuju area taman.

Begitu ia melangkahkan kaki ke luar, Sarah langsung terkesiap. Pemandangan yang ia lihat sangat luar biasa. Di depannya, terbentang hamparan laut biru yang berkilauan di bawah sinar matahari pagi. Ombak berdebur pelan di tepi pantai. Pasir putih berkilauan, dan angin laut bertiup lembut, membawa aroma garam dan bunga.

Taman belakang villa itu juga sangat indah. Ada beberapa pohon zaitun yang berbaris rapi, dikelilingi oleh berbagai macam bunga berwarna-warni. Ada bunga lavender yang harum, mawar merah, dan bunga matahari yang menjulang tinggi. Di sudut taman, ada sebuah kolam ikan kecil yang airnya jernih.

Sarah berjalan perlahan, menikmati setiap sudut taman. Ia menunduk, mencium aroma lavender yang menenangkan. Ia berjalan ke tepi pantai, membiarkan air laut membasahi ujung sepatunya. Angin membuat rambutnya bergerak-gerak, dan ia menutup matanya, merasakan kedamaian yang luar biasa.

"Ini sangat indah," batin Sarah. "Semalam aku tidak bisa melihatnya karena hujan badai. Hari ini, aku bersyukur bisa menikmatinya."

Ia duduk di atas sebuah bangku kayu di tepi taman, menatap laut, membiarkan pikiran dan perasaannya tenang. Tangannya secara otomatis diletakkan di atas perutnya, yang masih rata. Ia tersenyum.

"Halo, kecil. Lihatlah. Pemandangan ini sangat cantik," bisiknya pelan. "Aku berharap kamu bisa merasakan keindahan ini."

Di lantai atas villa, Samudra sedang berada di ruang kerjanya. Ia telah memulai meeting Zoom dengan tim Jerman. Di layar laptopnya, terlihat wajah-wajah serius para manajer Jerman yang sedang membahas laporan keuangan.

Namun, pikiran Samudra tidak sepenuhnya ada di rapat itu. Ia terus melirik ke arah jendela. Dari atas, ia bisa melihat taman belakang, dan di sana, ia melihat Sarah sedang duduk di bangku, menatap laut. Angin membuat rambutnya tergerai indah. Gaun yang ia kenakan berwarna putih, membuatnya terlihat sangat cantik dan tenang.

"Signor Grayson? Signor Grayson, apakah Anda mendengar?" suara seorang manajer Jerman dari layar laptop memecah lamunannya.

Samudra tersentak. "Ya, saya mendengar. Tolong ulangi poin terakhirnya."

Ia mencoba fokus, tetapi matanya kembali mencuri pandang ke luar jendela. Sarah baru saja berdiri dan berjalan menyusuri garis pantai, kaki kecilnya sesekali menendang air. Ia tertawa kecil, mungkin karena airnya dingin. Suara tawanya tidak terdengar, tapi Samudra bisa membayangkannya.

"Kenapa aku tidak bisa fokus?" batin Samudra. "Ini meeting penting. Tapi... lihatlah dia. Dia begitu bahagia. Kapan terakhir kali aku melihat kebahagiaan seperti itu?"

Salah satu manajer Jerman kembali berbicara. "Signor Grayson, kami perlu persetujuan Anda untuk pengadaan material baja. Angkanya sudah kami buat di dalam proposal."

Samudra menelan ludah, mengalihkan pandangannya ke layar. "Setujui. Tapi tolong revisi harga pengirimannya, terlalu tinggi."

Ia berhasil menyelesaikan meeting tersebut, meskipun ia tahu ia tidak memberikan perhatian penuh. Setelah meeting selesai, Samudra menutup laptop, lalu berdiri dan berjalan ke jendela.

Sarah masih berada di pantai. Ia sekarang sedang memunguti kerang-kerang kecil di pinggir pantai. Samudra tersenyum melihat tingkahnya yang sederhana. Ada sebuah ketenangan yang ia rasakan saat melihat Sarah bahagia.

"Dia bukan hanya asisten kontrak," bisik Samudra dalam hati. "Dia adalah Sarah. Dan aku... aku tidak tahu apa yang terjadi pada diriku."

Samudra turun ke lantai bawah dan melangkah keluar ke taman. Ia berjalan ke arah Sarah yang masih sibuk dengan kerang-kerangnya.

"Sarah."

Sarah berbalik dan melihat Samudra. Ia tersenyum. "Pak, meetingnya sudah selesai?"

"Sudah. Aku sengaja mengakhirinya lebih cepat," jawab Samudra. "Bagaimana taman dan pantainya?"

"Sangat indah, Pak. Saya bahkan tidak ingin beranjak dari sini," jawab Sarah jujur.

Samudra tersenyum. "Kalau begitu, kita makan siang di sini saja. Aku pesan makanan di meja taman. Kita tidak perlu buru-buru pulang. Jam satu nanti, kita akan berangkat."

Sarah mengangguk, matanya berbinar. "Pak... terima kasih untuk semuanya. Untuk villa ini, untuk sarapan, untuk hari ini. Saya tidak pernah membayangkan akan menginap di tempat seindah ini."

Samudra menatap Sarah. Ada sesuatu yang bergemuruh di dadanya. "Kamu pantas mendapatkannya, Sarah. Pantas mendapatkan keindahan."

Kata-kata itu terdengar begitu tulus, dan Sarah merasakan hangat di hatinya. Meskipun ia tahu Samudra masih bersikap profesional, ada sedikit perubahan yang ia rasakan. Dan ia tidak menolak perubahan itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!