NovelToon NovelToon
Kesempatan Ke Dua

Kesempatan Ke Dua

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Chicklit / Tamat
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Amwa

Terlempar ke tahun dimana Fania bertemu kembali dengan Iwan, orang yang membuat dirinya harus balas berada di situasi yang paling dia benci namun Fania sangat berterima kasih bisa hidup walau dalam tubuh orang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ternyata

Mata Fania tertuju pada sosok pria yang sangat amat mencemaskan Rahma, apakah mungkin yang menyelamatkan Rahma adalah Al? Jika suaminya Rahma seperti nya tidak deh.

" Jangan bilang jika kamu yang menyelamatkan diriku dari Iwan?" Al mengangguk saja, setidaknya dengan cara ini Non Rahma akan mengurungkan niatnya untuk kembali ke rumah itu, Al hanya tidak ingin Non Rahma sakit karena membela pria yang sama sekali tidak pernah membela istrinya ini.

" Non kira suami Non itu, suami Non yang Non sayangi itu... " Tampak amarah yang keluar dari mulut Al. Tampaknya memang dialah orang yang membawa Rahma ke rumah sakit deh. Rampak raut wajah khawatir yang tidak bisa terelakkan.

Kenapa malah aku yang kena marah sih, kan aku hanya bertanya, saja! Hah tampaknya Al sangat amat perhatian pada Rahma hingga dia tidak menginginkan aku untuk kembali, apakah mungkin Al takut jika aku akan di sakiti oleh Iwan. Apakah dia tidak bisa melawannya?

" Aku sih lebih percaya sama kamu sih dari pada sama orang lain!" Amarah Al mereda.

Mengapa Non tiba tiba percaya atau lah dia hanya ingin membuat aku tidak marah lagi?

"Mengapa Non masih percaya dengan saya?"

Pertanyaan konyol. Kenapa dia malah mengatakan hal itu? Bukankah aku memang lebih percaya dengan Al di bandingkan orang lain. Aku tidak ingin kembali terjebak dengan tipuan orang yang hanya main-main padaku.

"Apakah perasaan sayang Non Rahma pada Tuan Iwan sudah luntur?" Fania bingung nih anak masih saja tidak mengerti juga.

" Rasa sayang? Pada Iwan? Kenapa kamu malah bertanya padaku?" Al seakan tidak mengerti lagi karena apa Non Rahma pastinya akan lebih membela suaminya di banding mendengar ucapan dan penjelasan darinya kok tiba-tiba Non Rahma percaya dengan dia walau pun tanpa adanya bukti yang jelas.

" Non ini seperti tidak tahu siapa yang saya maksud kan? Tidak mungkin Non akan begitu saja melupakan orang yang sangat Non cintai kan?" Jika itu adalah Rahma mungkin bisa jadi rasa cinta nya akan mengebu tapi

..... Inikan adalah Fania orang yang dahulu pernah dekat dengan Iwan tapi malah hanya mengingat kebaikan dan ucapan dari Al dan itu juga entah mengapa.

" Sungguh......!!! Aku tidak tahu apa yang sedang ingin kamu bicarakan padaku Al.... " Al seakan masih saja tidak percaya bagaimana tidak sedetik saja tanpa kehadiran suami tersayang nya itu pasti nih Nona akan kelabakan dan entah mengapa hari ini Nona ingin mengajak dia untuk kembali ke rumah yang sudah kayaknya neraka itu.

" Nona jangan selalu saja membuat saya sendiri bingung.... " Yang lebih bingung adalah Fania kan dia juga sudah mengatakan dan menjelaskan bahwa dia itu tidak akan pernah mempercayai Iwan lagi tapi seperti nya meyakinkan Al sangat sangat lah susah. Nih anak dengan cara apa lagi agar dia itu bisa tahu jika yang ada di hadapan nya ini bukanlah Rahma melainkan Fania.

Fania kan hanya percaya dengan Al saja.

" Al bisa tidak antar aku pulang?" Al tidak ingin melukai dengar kata kata itu lagi yang ada nanti Rahma Nona nya ini akan mendapatkan masalah yang lebih rumit lagi. Dan Al tidak ingin hal itu terjadi.

" Tidak Non... " Al menggeleng pelan.

"Al!! Mengapa kamu tidak ingin mengantarkan aku kembali... " Al diam seribu bahasa karena tidak mungkin akan ada yang merawat dan menjaga Nona jika Nona kembali ke tempat itu lagi.

"Tuan dan Nyonya sudah tiada Non, siapa yang akan melindungi Non jika Tuan Iwan selalu kasar pada Non. " Ratapan mata Fania seakan tidak percaya bahkan kedua orang tua perempuan ini sudah tiada jangan bilang jika orang yang sama. lah yang telah melenyapkan mereka berdua.

" Maksudnya ayah dan ibu mereka sudah meninggal?" Al tahu pasti ini sangatlah berat bagi Non Rahma terlebih Non Rahma juga sampai hari ini masih belum bisa melupakan orang tuanya yang sudah tiada karena kecelakaan.

Bahkan sampai hari ini Non masih tidak Terima jika Tuan dan Nyonya sudah tiada.

" Bukannya mereka masih hidup?" tanya Fania yang hanya ingin tahu orang tua siapa yang sudah meninggal itu.

"Non yang sabar ya, Tuan dan nyonya susah meninggal lama sekali mungkin sudah 2 tahun Non. Saat itu pernikahan Non baru menginjak satu bulan Tuan dan nyonya meninggal. "

" Jadi yang dimaksud sudah meninggal itu adalah orang tua Rahma? Sampai hati Iwan melakukan hal itu, sudah betapa banyak orang yang dia bunuh hanya karena ingin melancarkan aksinya. Apakah dia itu tidak ada rasa bersalah?

Al hanya bisa melihat Nona yang terdiam tatapan matanya berkaca kaca apakah mungkin Nona masih memikirkan tentang Tuan dan Nyonya?

Aku harus bisa membalas dendam pada Iwan dan membalas dendam Rahma juga. Pria itu harus dapat balasannya tapi bagaimana caranya aku membalaskan dendam Rahma dan juga membalas kan dendam ku??

" Orang tua ku memangnya sakit apa sih? Bukan kah mereka tidak memiliki penyakit apa pun?" Al juga tahu akan hal itu.

" Nona ini lupa atau bagaimana?" Fania terkejut apa yang dia lupakan sih?

" Apa? Aku memangnya aku melupakan apa sih?"

Bahkan kejadian yang seharusnya di ingat Nona bahkan dia juga tidak mengingatnya.

"Menurut pihak kepolisian Tuan dan Nyonya meninggal karena mobil yang di kendarai Tuan mengalami Rem blong. "

Kenapa aku seakan tidak terlalu yakin jika rem blong, atau jangan jangan ada yang menyabotase mobil hingga seolah olah mobil itu mengalami rem blong.

" Terus apa yang kamu lakukan dan orang gila itu lakukan demi mengungkapkan kebenaran?" Al sedikit tersenyum mana kala Nona ini malah mengatakan orang gila padahal itu kan ya suaminya kan? Haduh Nona Nona kadang dia ini memang wanita yang sangat susah untuk di tebak, kadang marah kadang juga aneh dan ini malah lebih aneh lagi.

" Saya sih mendapat bukti yang sangat banyak dan siapa yang Nona maksud orang gila itu Non?" Fania hanya tersenyum saja.

" Tidak mungkin kan Non mengatakan jika suami Non gila?. Tapi dia itu memang gila kok Non... Eh maaf lancang!!" Fania yang tadinya membuatkan mata malah tertawa mendengar ucapan dari Al.

" Hahha.... kamu ini kenapa sih... Memang suami ku kan gila!"

Al hanya bisa terdiam.

"Barang bukti apa yang kamu temukan pada saat di lokasi kejadian dan suami ku menyelesaikan masalah itu kan?"

" Nona bisa tidak bertanya-tanya nya itu sedikit dulu jangan banyak banyak bagaimana saya menjawabnya. "

"Eh.... Benar juga ya... Gini deh bukti apa yang kamu dapatkan? " Al tersenyum saja.

"Saya mendapatkan bukti CCTV" Memandang ke arah Rahma dengan tatapan takut.

Nih anak seakan tidak ingin mengatakan apa. pun padaku, bilang saja siapa gitu jangan membuat aku penasaran gini dong.

1
tenny
semangat Thor, wajar KL ada pembaca yg pro dan kontra
tenny
bahasanya thor lebih diperbaiki supaya lebih enak dibacanya
Marselina Bulfena
nggak nyambung cerita mutar ajah
Ambar
sabar... enggak boleh marah marah 😄
nadira ST
sumpah pengen ak pites kamu al dbilangin gak percaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!