NovelToon NovelToon
Menikahi Pembunuh Kekasihku

Menikahi Pembunuh Kekasihku

Status: tamat
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Obsesi / Tamat
Popularitas:224k
Nilai: 5
Nama Author: ShasaVinta

Dituduh sebagai pembunuh wanita yang menjadi kekasih dari calon suaminya, entah bagaimana nasib rumah tangga Seanna dan Noah nantinya.

Namun memendam cinta selama 3 tahun kepada Noah, membuat Seanna menutup mata dan menulikan telinganya. Ia serakah hingga ingin memiliki pria itu hanya untuk dirinya sendiri.

Bagaimana Seanna bisa tiba-tiba menjadi tersangka pembunuhan di mata Noah, suaminya?

Mampukah Seanna menghangatkan rumah tangganya bersama Noah yang sedingin gunung es?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Pekerjaan Baru

Adakah pagi yang lebih indah dari hari ini?

Itulah yang terpikirkan oleh Alfio saat pertama kali netranya terjaga.

Gila! Lagi-lagi batinnya menggerutu. Merutuki dirinya yang tak bisa menghentikan senyumnya saat memikirkan bagaimana ia akan melewati hari ini.

“Alfio, kendalikan dirimu! Ingat, dia adalah istri orang.” Pria itu menatap pantulan bayangan dirinya di cermin. Lalu sedetik kemudian, “Sempurna. Kamu memang tampan, Alfio!” Pujinya pada diri sendiri.

Alfio terlonjak saat ponselnya berbunyi. Bukan karena ada panggilan penting, tapi karena alarm yang sengaja ia setel sejak semalam. “Aku harus bergegas, semuanya harus siap sebelum dia datang,” gumamnya.

Mobil Alfio melaju, membelah jalanan yang masih sepi menuju Kafe Venus. Tak butuh waktu lama untuk Alfio sampai di sana. Baru saja mobilnya memasuki area parkir, hampir seluruh karyawan yang menanti di depan pintu berdiri menyambut sang bos.

Setelah turun dari mobilnya, Alfio melangkah diiringi dengan siulan yang terdengar begitu ceria dari bibirnya. Telunjuknya memutar-mutar kunci mobil seolah benda itu adalah mainan yang begitu mengasyikkan.

“Selamat pagi,” sapanya bersemangat.

“Kenapa pada lesu semua sih? Ayo, semangat dong!” Sengaja Alfio bertepuk tangan beberapa kali untuk menaikkan semangat karyawannya.

Mau tak mau, karyawan Alfio juga akhirnya menuruti keinginan sang bos. Memaksakan senyum dan semangat mereka.

Tak salah jika pria itu mengira jika dirinya sudah gila. Mungkin karyawannya pun akan berpikir seperti itu setelah mengetahui alasan sang bos mengumpulkan mereka sepagi ini.

Semalam, Alfio menghubungi seluruh karyawannya untuk hadir paling lambat pukul 05.30 pagi di kafe. Hal itu segera ia putuskan setelah Sea mengiriminya pesan jika wanita itu setuju dengan usulan Alfio.

Briefing pagi pun dimulai. Meski kafe ini hanya lah kedok yang ia gunakan untuk mendekati Sea, namun Alfio tak pernah bermain-main dalam hal bisnis. Bagi Alfio di setiap bisnisnya, ada tanggung jawab besar yang ia emban untuk memenuhi hak para karyawan yang bekerja untuknya.

“Pertama-tama, saya ucapkan terima kasih ya kalian semua sudah bersedia hadir lebih awal hari ini,” tutur Alfio. Berwibawa namun tetap santai adalah ciri khas dirinya yang selalu ia pertahankan. “Alasan saya mengumpulkan kalian semua di sini, karena ada pengumuman penting,” imbuhnya.

Dua belas orang karyawan seketika saling pandang, banyak dugaan tak beralasan kini bersemayam di benak mereka.

Apakah bos berniat menutup kafe ini?

Apakah ada PHK besar-besaran?

Apakah ada pembagian bonus?

Dan masih banyak lagi pertanyaan yang timbul dalam benak mereka.

Alfio menarik napas panjang lalu tersenyum selebar yang ia bisa. “Hari ini akan ada karyawan baru yang bergabung bersama kita. Mungkin kalian mengenalnya atau sudah tak asing lagi dengan sosoknya.”

“Dia, Sea. Mahasiswi dari kampus Cipta Bangsa,” sambung Alfio.

“Ooohhhh ....” Hanya itu respons yang diterima Alfio. Belum menyadari hal itu atau entah ia peduli atau tidak dengan respons karyawannya, Alfio melanjutkan pengumumannya.

“Sea akan membantu di bagian kasir,” jelas Alfio. “Dan saya harap kalian bisa membantunya beradaptasi dengan pekerjaan ini. Buat dia merasa nyaman, dan tolong jangan menyusahkannya.”

Mendengar kata tolong terucap dari bibir tipis sang bos, membuat mereka saling pandang. Perintah Al yang awalnya tak mereka pedulikan, kini menjadi sumber rasa penasaran mereka.

Apa hubungan si bos dengan gadis itu, hingga ia bertindak berlebihan seperti ini? Pertanyaan yang sama dalam benak setiap karyawan Alfio.

......................

Detik demi detik berlalu sangat lama bagi Alfio. Baru kali ini, hanya menunggu jarum jam bergerak dari angka 6 menuju angka 9 terasa sangat menyiksa batin Alfio. Tentu saja menyiksa, sebab pria itu menunggu kehadiran Sea dengan rasa cemas. Tanpa sadar dalam hatinya ia berdoa agar wanita itu tak berubah pikiran dalam semalam.

Sementara wanita yang sukses membuat hati Alfio resah sedang berjalan mendekat ke arah kafe. Dalam hatinya ia terus saja menyemangati dirinya sendiri.

Aku harus memikirkan diriku sendiri. Jika Mas Noah bisa menemukan kebahagiaannya dan aku tak ada di sana, maka aku pun harus bisa mencari kebahagiaan yang lain. Kebahagiaan tidak melulu soal cinta, bukan?

Benaknya terus meyakinkan langkah kakinya yang bimbang. Kekecewaan pada suaminya semakin membuncah saat semalam pria yang ia nanti tak kunjung pulang. Hanya kabar dari kedua mertuanya yang memberi tahu jika suaminya sedang ditugaskan ke luar kota. Entah mana yang benar dan mana yang salah, yang pasti Sea lelah.

Lelahnya Sea menuntunnya untuk mengambil keputusan jika dirinya harus mencari ketenangan. Untuk berhenti atau menyerah dalam mencinta, rasanya sangat sulit.

Maka pilihan untuk menemukan hal menyenangkan lain untuk dilakukan adalah pilihan bijak. Dan pilihan Sea jatuh pada bekerja di kafe Alfio.

“Kamu pasti bisa, Sea!” gumamnya tepat di depan pintu kafe. Tangannya yang terkepal ke udara semakin menambah kepercayaan dirinya.

Rupanya yang dilakukan Sea mengundang senyum Alfio yang sudah memerhatikan wanita itu dari dalam. Dan ketika pintu berhasil ia buka, bunyi konfeti mengejutkannya. Tak hanya itu, karyawan kafe lainnya juga hadir untuk menyambutnya di hari pertama ia kerja.

Apakah semua karyawan baru akan disambut seperti ini? Batin Sea.

Meski bingung dan tak siap dihadapkan pada keadaan seperti saat ini, namun tak bisa Sea pungkiri hatinya menghangat. Wanita itu merasa diterima dengan baik setelah akhir-akhir ini hanya penolakan yang ia terima.

Belum cukup dengan segala kemeriahan itu, datang pula Alfio membawa sebuket bunga mawar merah yang ukurannya sangat besar. Sontak saja semua karyawan yang menjadi penonton dibuat riuh bersorak kegirangan.

“Selamat bergabung, Sea. Semoga kamu betah ya bekerja bersama kami di sini,” ujar Alfio.

Dengan ragu Sea menerima sebuket bunga pemberian bosnya. “Terima kasih, Kak.”

“Terima kasih, aku sangat tersanjung dengan sambutan kalian. Mohon bimbingannya ya,” ujar Sea menatap kepada rekan kerjanya nanti.

Hari itu adalah hari pertama Sea bekerja. Syukur baginya sebab di sana ia dikelilingi dengan rekan-rekan kerja yang baik. Terutama si bos Alfio yang terang-terangan menunjukkan perhatiannya pada Sea.

“Sea, sudah saatnya kamu makan siang!” Begitulah ucapan Alfio saat jam makan siang tiba.

Atau saat Sea mengalami kesulitan, dengan sigap Alfio akan datang dan berkata, “Mari kubantu!”

Dan sorenya, Alfio akan membawa secangkir teh hijau hangat dan sepotong brownies panggang ke meja Sea.

Semua perhatian Alfio pada Sea, ia lakukan secara terang-terangan. Sea dibuat dilema antara nyaman dan tak nyaman. Ingin menolak, namun dirinya merasa segan. Namun jika terus menerima, dirinya takut suatu saat ada hati yang akan terluka.

Puncak dari semua perhatian dan sikap manis Alfio hari ini adalah saat pria itu menawarkan tumpangan untuk Sea.

“Terima kasih, Kak. Tapi maaf, aku tak bisa menerima tawaran kakak.” Tolak Sea. “Aku akan mengemudi sendiri dengan mobilku,” imbuhnya.

Meski kecewa, namun akhirnya Alfio mengangguk. Pria itu tak ingin dicap sebagai lelaki pemaksa.

“Hati-hati, Sea. Tolong kabari aku jika kamu telah sampai!” Tangan Alfio melambai mengiringi mobil Sea yang semakin menjauh hingga hilang dari ppandangannya

......................

Sementara di kediaman keluarga Myles, sejak satu jam yang lalu Noah tampak sangat gelisah. Pria itu bahkan berjalan mondar-mandir entah yang ke berapa kalinya. Hingga terdengar deru mobil yang ia kenali sebagai tanda jika yang ia nanti telah datang. Seketika rasa cemas dan gelisah itu seolah menguar ke udara.

Noah mengembuskan napas lega, ada apa denganku? Apa aku menantinya? Tanya Noah dalam hati.

Belum juga sempat menjawab pertanyaannya sendiri, pintu kamarnya telah dibuka. Kedua insan yang menyimpan 1.000 tanya dalam benaknya saling menatap tanpa ada sepatah kata yang bisa terucap.

“Mas,” sapa Sea.

“Hemm,” balas Noah dengan dehaman.

Tanpa ada pembicaraan lagi, Sea bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Berendam air hangat untuk mengusir lelahnya. Lelah fisik, pikiran, dan hatinya.

Satu per satu Sea melakukan ritualnya sebelum tidur, dari memakai skin care, menyiapkan segelas air minum di atas nakas, menyetel alarm, hingga memadamkan lampu utama. Semua gerak-geriknya itu di awasi oleh kedua netra elang Noah, suaminya.

Sea sudah berbaring di salah satu sisi tempat tidur dengan posisi membelakangi Noah. Dirinya tahu jika sejak tadi Noah memerhatikannya. Entah tebakannya benar atau tidak, sepertinya ada yang ingin disampaikan Noah.

“Apa ada yang ingin Mas Noah bicarakan denganku?” tanya Sea dengan kedua matanya yang terpejam.

“Hemm, bukan sesuatu yang penting,” balas Noah.

“Jika seperti itu, bisakah kita membicarakannya besok saja? Aku sangat lelah hari ini,” pinta Sea.

“Ehmm ....” Hanya dehaman Noah yang menjadi akhir perbincangan mereka malam itu.

Dalam hati Noah mencoba menebak-nebak. Apa Sea sudah melihat unggahan si wanita gila itu? Jika sudah, mengapa dia tampak begitu tenang? Jika belum, mengapa dia sedingin ini?

...----------------...

1
Sunny Kwok
Luar biasa
@ Teh iim🍒🍒😘
Siap mampir
Ades Astiti
panas ..panass...panasss...kipas mana kipas....hhuhh
Santi Olak
Lumayan
Santi Olak
Luar biasa
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
Hadeeh masalah datang, it pasti Roy dan pasti minta Alesandra buat ngancurin hubungan Sea dan Noah dengan ancaman video yg Roy punya, 😌
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
penasaran jadi nya sm Kisah Tessa, pengen ke sebelah tapi ini belum kelar, 🤭🙈😅
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
Alfio kah pria it, 🤔😌
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
hubungan Noah dan Sea semakin baik apalgi jika bneran Sea Hamil, tpi ad raa khawatir akan badai yg akan menerpa, krna g mungkin akan adem ayem aj, entah apa yg disiapkan Al dan Alesandra buat memisahkan mereka berdua, 😌
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
Sperti nya Sea dan Tessa lagi ngidam ya 🤔😏
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
Masalah akan dtang lagi di Antara Sea dan Noah nih, 😌
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
jadi tau ternyata Al ini lah yg buat Tessa hamil dan Akhirnya Owen yg menikahinya,, 😌
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
dasar sableng iih, 🤭
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
Al kamu harusnya mencoba buat nyari kebenaran atas meninggalnya Aneesa kamu harus cari tau kenapa dia akhirnya memutuskan untuk bunuh diri, 😌 tanpa harus menyalahkan Noah,
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
Ayoo lah Al, sadar kalau Sea it sdh punya seseorang, jangan coba merusak kebahagiaan mereka deh, 😌
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
Iiish kesel bnget sm Alfio, 😌
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
bner Al, Roy ud mulai jatuh cinta ke Alesandra😌
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
Aduh Roy jangan jadi penghianat ya, 😌
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
lupa sama kesalahan ya Alesandra
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
apa wanita ini Alesandra ya, 🤔🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!