NovelToon NovelToon
The Love Story Of Two Q

The Love Story Of Two Q

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Terlarang / Penyesalan Suami
Popularitas:26.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Qiarra dan Queen Gallagher adalah kembar identik yang sangat dekat satu sama lain. Hingga mereka berusia 25 tahun, dan sudah menjadi dokter, salah satu rekan bisnis opanya ingin menjodohkan cucunya dengan salah satu dari si kembar. Sang cucu bernama Jupiter Samudra Prawira jatuh cinta dengan Qiarra tapi Queen lah yang jatuh cinta pada Samudra. Saat menikah, Queen menggantikan Qiarra yg tidak mencintai Samudra. Usai pernikahan, Qiarra terbang ke Hokkaido dan menjadi dokter di desa nelayan disana. Qiarra tidak mau Samudra mencarinya dan memakai nama depannya, Nabila. Di desa itu Qiarra bertemu dengan nelayan bernama Kaito Yamada yang tidak suka melihat gadis bule tapi jago bahasa Jepang itu menjadi dokter disana. Dua orang keras kepala itu akhirnya jatuh cinta.
Sementara Samudra merasa dibohongi karena bukan Qiarra yang menikah dengannya, marah besar. Samudra hendak menceraikan Queen tapi gadis itu meminta agar mereka menikah selama enam bulan dulu.
Bagaimana kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dokter Harry Gregg

Glasgow University Hospital

Queen tersenyum ke arah Ron Walcott yang memarkirkan mobilnya di area parkir rumah sakit. Wanita itu melihat bagaimana rumah sakitnya sedikit berbeda dengan rumah sakit milik keluarganya. Gedungnya mungkin bisa dibilang sudah berabad-abad usianya.

"Wow! Gedungnya sangat ... Classic," puji Queen.

"Memang. Ayo masuk. Kita temui Professor Harry Gregg," ajak Ron sambil membuka pintu mobilnya.

Queen pun mengikuti Ron. Keduanya pun keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah sakit. Ron menyapa beberapa orang yang mengenali dirinya.

"Kok kamu dikenal banyak orang?" tanya Queen.

"Gimana ya ... Aku tuh antara nepo baby tapi bukan nepo baby. Ayahku memang direktur rumah sakit ini tapi aku juga sekolah sungguh-sungguh. Ayahku sangat galak, kamu tahu! Didikan old fashion. Meskipun aku anaknya tapi kalau tidak qualified, ya coret!" jawab Ron.

"Bagus dong!" puji Queen.

"Iya. Kata Daddy, beliau hanya menerima orang yang bisa kerja. Bukan yang penting kerja. Beda konteks," lanjut Ron lagi.

Queen mengangguk. Sama dengan Daddy.

Mereka pun tiba di ruang kerja merangkap praktek dokter Harry Gregg. Ron mengetuk pintunya dan tak lama membukanya setelah mendapat izin.

Dokter Harry Gregg tersenyum ke arah Queen yang berdiri di sebelah Ron.

"Queeny," sapanya ramah dan pria paruh baya itu memeluk Queen erat.

"Aku tidak tahu kalau Anda sudah menjadi Professor," kekeh Queen sambil membalas pelukan seniornya.

"Biar kamu tidak insecure," kekeh dokter Harry Gregg.

Keduanya saling tertawa sambil menguraikan pelukannya. Pria yang sebaya dengan Eléonore itu menatap wajah Queen.

"Are you okay? Are you happy?" tanya dokter Harry Gregg sambil memegang wajah Queen.

"I'm fine." Queen tersenyum manis.

"Ron, bagaimana kamu bisa kenal Queen?" tanya dokter Harry ke Ron.

"Long story," kekeh Ron.

***

Setelah Ron pergi meninggalkan dokter Harry dan Queen, pria paruh baya itu mulai memasang wajah serius. Dia mulai mempelajari kondisi Queen dari wajahnya tampak tidak yakin.

"Queeny, ini jenis yang agak agresif. Kamu kan tahu ... tidak mungkin kamu tidak tahu. Bagaimana kondisi badan kamu? Apakah suamimu tahu?" tanya dokter Harry.

"Tidak. Suamiku tidak tahu. Aku hanya ingin menikmati pernikahan aku selama enam bulan, Dok. Setelahnya, aku akan melakukan semua prosedur... Baik kemo atau apapun," jawab Queen.

"Dokter Billy dan Elle tahu?"

Queen menggelengkan kepalanya. "Hanya Qiarra yang tahu."

"Lalu, dimana Qiarra?" tanya dokter Harry.

"Jepang. Hokkaido."

Dokter Harry menghela napas panjang. "Qiarra sering menghubungi kamu?"

Queen menggeleng lagi. "Qiarra tidak akan menghubungi aku karena ponselku disadap Mommy. Qiarra sudah mengganti nomornya."

"Apakah percakapan kita semalam, Elle tahu?"

"Tidak. Mommy tidak tahu."

Dokter Harry Gregg menghela napas panjang. "Seharusnya mereka tahu Queeny."

"Jika mereka tahu, Mas Samudra tahu, semua akan menuduh aku yang bukan-bukan. Padahal aku serius dan tulus mencinta Mas Samudra." Queen menatap serius ke dokter Harry. "Bisakah Anda memberikan obat atau apapun untuk mengobati aku sementara ini?"

"Kita periksa kondisi kamu sekarang. Pola makan kamu gimana?" Dokter Harry mengajak Queen untuk check up lengkap. "Jika perlu, harus operasi. Kamu tahu itu, Queeny."

Queen hanya mengangguk. "Aku selalu makan pola makan sehat. Anda lihat kan, aku periksa tidak di rumah sakit keluarga aku."

"Mumpung baru stadium satu," lanjut dokter Harry lagi.

"Kita lihat ya Dok."

***

Queen duduk tenang di ruang pemeriksaan onkologi sambil menatap layar monitor yang menampilkan hasil mammografi, USG payudara, dan MRI yang baru saja selesai dilakukan. Meski berprofesi sebagai dokter, kali ini ia berada di posisi pasien. Perasaan yang selama ini berhasil ia sembunyikan perlahan berubah menjadi kecemasan.

Pintu ruang konsultasi terbuka. Dokter Harry Gregg, ahli bedah onkologi senior yang juga merupakan mentor Queen sejak masa residensi, masuk sambil membawa map berisi seluruh hasil pemeriksaan.

"Silakan duduk, Queeny," ucapnya lembut sambil duduk di sebelah wanita itu.

Queen mengangguk pelan.

Dokter Harry membuka hasil biopsi dan membacanya sekali lagi sebelum menatap murid kebanggaannya itu.

"Aku sengaja memeriksa semuanya secara detail. Mammografi, USG, MRI, biopsi, hingga pemeriksaan penyebaran. Syukurlah belum ada tanda penyebaran ke kelenjar getah bening maupun organ lain," senyum dokter Harry.

"Itu berarti ... benar masih stadium satu?" tanya Queen dengan suara pelan.

Dokter Harry mengangguk. "Ya. Ini kanker payudara stadium satu. Kita menemukannya pada tahap yang sangat dini, dan itu kabar baik."

Queen mengembuskan napas lega, tetapi dokter Harry belum selesai berbicara. "Namun, justru karena masih stadium satu, kita memiliki peluang terbaik untuk menyembuhkannya. Aku tidak ingin menunggu terlalu lama."

Queen menatap mentornya. "Maksud Dokter...?"

"Aku menyarankan operasi secepatnya." Dokter Harry menatap serius ke Queen.

Ruangan kembali sunyi. Banyak hal yang dipikirkan Queen.

"Tapi ukurannya masih kecil." Queen melihat ke arah layar monitor.

"Benar. Justru itulah alasannya. Semakin cepat diangkat, semakin kecil kemungkinan penyakit ini berkembang atau memerlukan penanganan yang lebih berat di kemudian hari." Dokter Harry ikut melihat posisi sel kanker itu b

Queen menundukkan kepala, mencerna setiap kalimat yang diucapkan dokter Harry.

Sebagai dokter, dia memahami alasan medis tersebut. Namun sebagai pasien, keputusan menjalani operasi tetap terasa berat.

Dokter Harry meletakkan map di atas meja. "Queen, selama bertahun-tahun kamu menyelamatkan banyak pasien. Sekarang izinkan kami melakukan hal yang sama untukmu."

Mata Queen mulai berkaca-kaca. "Aku takut," ucapnya jujur.

Dokter Harry tersenyum hangat. "Takut itu wajar. Tapi kau tidak akan menghadapi ini sendirian. Tim terbaik akan mendampingimu. Dan aku sendiri akan memastikan kamu mendapatkan penanganan terbaik."

Beberapa saat kemudian Queen mengangguk perlahan. "Kalau begitu... aku akan menjalani operasinya."

Dokter Harry tersenyum lega. "Itu keputusan yang tepat. Kita akan segera menjadwalkan operasi setelah seluruh pemeriksaan praoperasi selesai. Dengan kondisi seperti sekarang, peluang keberhasilan pengobatan sangat baik."

Queen menerima map berisi hasil pemeriksaannya. Meski perjalanan pengobatan baru saja dimulai, dia merasa sedikit lebih kuat karena dokter Harry ada bersamanya.

Namun satu hal yang membuatnya gelisah adalah, bagaimana dia harus mengatakan pada Samudra dan kedua orang tuanya.

"Dok, apakah tidak bisa ditunda?" tanya Queen.

"Kenapa?"

"Apakah aku bisa operasi tanpa persetujuan suamiku?" tanya Queen lagi.

"Kamu benar-benar tidak mau suamimu tahu?"

***

Yuhuuu up malam yaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
heidiy
semangat buat queen
Meeta Baggio
Bener Queen, saat ini kamu fokus sama pengobaatan dan kesembuhan kamu aja dan hempaskan Sam yg tak pantas mendapatkan cinta tulus dr mu
Elsa Fanie
🤲🤲🤲 Alhamdulillah semua keluarga udah tw,,💪💪💪 Queen pasti bisa sembuh, bener itu jauhi sakit hati g usah mikir samudera gendeng lagi sekarang fokus sama kamu dan kesembuhan mu j 💪💪
Ani
bener kata Nenek Okada kehilangan hewan peliharaan itu nyesek banget apalagi pas lagi seneng main kan 😢😢😢😢😢 lagi...
Ani
pengen lihat wajah terkejot nya mamas Yamada 😄😄😄😄
Yuli Budi
semangat queen
Rohmatul Kusumaningayu
semakin penasaran sama kisah queen 😍
Rohmatul Kusumaningayu
ayo kak lanjuttt 😍
amilia amel
kamu benar-benar sudah bodoh sebodoh-bodohnya
kamu pasti akan sangat menyesal Sam

Alhamdulillah semua keluarga mendukungmu queen
cepat sembuh ya queen, gapai bahagiamu lagi dengan laki-laki yang tulus menyayangimu
D_wiwied
yups kamu emang bodoh Sam, benar2 bodoh melepaskan berlian hanya demi memuaskan egomu..
dukungan keluarga ke Queen smg bs menjadi penyemangat utk sembuh dan ingat hati yg gembira adalah obat
dan akhirnya keluarga pun tau Qia ada di furubira yg amaze nya mlh pada gatau itu ada di mana, sama nek aku 🤭 soale kalo di Osaka ntar gampang cepet ketahuannya 😆😆
D_wiwied: bener banget, ga ada tempat buat orang egois sombong di keluarga Pratomo
total 2 replies
Yuli Budi
suster ami jangan pengsan ya!
heidiy
semoga queen cepat sembuh. nanti dapat jodoh yang lebih baik.
Meeta Baggio
Bener2 idiot kamu Sam, apa yg sudah terjadi tak bisa di ulang, semoga semua keluarga bisa menerima keadaan Queen,
amilia amel
ya Allah queeny
untung aku bacanya pagi habis sarapan
coba kalo belum, bisa nggak jadi sarapan aku😭😭😭😭
kamu kuat queeny😓😓
sefi dwi handriyantin
nikmati penyesalanmu Sam.. kamu kuat Queen.. segera sembuh dan raih bahagiamu..
~AruN~
mantaaaabbb
Ani
🤣🤣🤣🤣 kaget ya Ami...
kira kira Jodoh Queen ada yang baru atau masih Samudera yang pikirannya cupet , Mbak Hana ?
Ani: bisa jadi.. carikan muhallil dulu kalau mau balikan..
total 3 replies
Rohmatul Kusumaningayu
angkat dagumu queen. raih mahkota mu.
D_wiwied
ya ampun.. malam2 mau tidur tp mataku kenapa basaaaah😭😭😭😭😭 be strong Queen n don't worry masih byk yg sayang sama kamu, fokus ke proses penyembuhanmu aja dulu dan anggap aja Sam sebagai slh satu slide slm kehidupanmu, suatu saat nanti kamu bakal ketemu cinta sejatimu 🤗🤗
Elsa Fanie
😭😭😭😭😭😭😭kuat y Queen kuat, semoga ucapan dok harry terkabul aamiin 🤲 xx ikatan batin saudara kembar yg sangat kuat,y jelas ada dua suster Ami orang mereka kembar identik 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!