NovelToon NovelToon
Penyesalan Sang CEO

Penyesalan Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yuni Denara

Selama tiga tahun Keyra berkorban demi mendukung karier Arkan dari nol hingga sukses menjadi CEO. Namun setelah berada di puncak, Arkan justru mencampakkannya demi wanita kaya. Di tengah keterpurukannya, Keyra dipertemukan dengan Devan, konglomerat papan atas yang mengubahnya menjadi wanita bersinar tak tergapai. Saat Arkan menyadari berlian yang telah dibuangnya kini milik pria yang paling ditakutinya, penyesalan pun tiba. Apakah pintu maaf Keyra masih terbuka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Denara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai yang Mulai Menerjang

Keesokan paginya, kota itu terbangun oleh sebuah gempar yang luar biasa di jagat maya. Sebuah video wawancara eksklusif yang dirilis oleh salah satu media gosip terbesar mendadak menjadi viral dalam hitungan menit. Di dalam video berdurasi sepuluh menit tersebut, tampak sosok Arkan dengan wajah yang sengaja dibuat layu dan penuh penyesalan, duduk di sebuah ruangan rahasia sembari memegang mikrofon.

Dengan suara yang bergetar fiktif, Arkan mengucapkan setiap baris skenario yang telah ditulis oleh Valerie Wijaya. Dia menceritakan bagaimana Keyra—wanita yang kini wajahnya terpajang anggun di berbagai reklame kosmetik Alister Group—sebenarnya adalah seorang wanita gila harta yang manipulatif. Arkan memfitnah bahwa Keyra kerap menjual diri kepada pria-pria kaya sejak mereka masih tinggal di kontrakan sempit, dan bahwa posisi Keyra saat ini di Alister Group hanyalah hasil dari jebakan rayuan maut yang sukses menjerat Devan Alister.

Dampaknya langsung terasa instan dan masif. Di media sosial, nama Keyra langsung menduduki peringkat pertama dalam daftar topik terpopuler. Ribuan komentar hujatan, makian, dan cibiran dari netizen yang menelan mentah-mentah berita tersebut mulai membanjiri akun resmi Alister Group. Masyarakat yang awalnya mengagumi sosok Keyra sebagai simbol inspirasi, kini berbalik arah memandangnya dengan pandangan penuh rasa jijik.

Di dalam kantor VVIP Alister Group, atmosfer ruangan terasa begitu dingin hingga menusuk tulang. Leon berdiri di depan meja kerja besar dengan kepala yang sedikit menunduk, sementara di hadapannya, Devan Alister duduk dengan rahang yang mengeras sempurna. Sepasang mata elang pria itu memancarkan kilatan amarah yang begitu pekat dan mematikan, seolah siap menghancurkan siapa saja yang berani berdiri di depannya.

Brak!

Devan menggebrak meja kaca tebal di hadapannya hingga menimbulkan suara dentuman yang keras. "Bagaimana bisa sampah seperti Arkan keluar dari penjara dan video menjijikkan ini lolos ke publik tanpa ada pencegahan dari tim media kita, Leon?!"

"Maafkan kelalaian kami, Tuan Muda," ucap Leon dengan nada suara yang bergetar. "Pihak rutan melaporkan bahwa ada intervensi tingkat tinggi yang menggunakan jaminan penangguhan penahanan bersyarat untuk Arkan tadi malam. Seluruh administrasi dan utangnya dilunasi tunai oleh pihak ketiga. Dan setelah kami telusuri aliran dananya, semuanya bermuara pada satu nama: Valerie Wijaya."

"Valerie..." desis Devan, menyebut nama itu dengan nada yang teramat dingin dan penuh dengan kebencian mendalam. Kepalan tangannya di atas meja begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. "Wanita ular itu benar-benar bosan hidup rupanya. Dia pikir dia bisa menggunakan pion murahan seperti Arkan untuk mengusik wanitaku?"

Tiba-tiba, pintu ruangan kerja terbuka perlahan. Keyra melangkah masuk dengan gaun kerja berwarna putih formal. Wajahnya tampak sedikit pucat, dan tangannya yang menggenggam ponsel pintar bergetar pelan. Dia baru saja membaca ribuan komentar kejam yang menghujat harga diri dan masa lalunya di internet. Pengalaman masa lalu saat ditindas kembali membayangi pikirannya, membuat dadanya terasa sesak.

Melihat kehadiran Keyra, aura mengintimidasi dan kemarahan yang meluap-luap di wajah Devan seketika luntur, digantikan oleh rasa khawatir dan kelembutan yang teramat sangat. Devan langsung berdiri dari kursi kebesarannya, melangkah cepat mendekati Keyra, dan tanpa ragu langsung menarik tubuh wanita itu ke dalam dekapan dadanya yang hangat dan kokoh.

"Jangan dilihat, Keyra. Jangan dengarkan apa pun yang mereka katakan di luar sana," bisik Devan lembut, mengusap punggung Keyra dengan telapak tangannya yang besar untuk menenangkan badai di dalam hati wanita itu.

Keyra menyandarkan wajahnya di dada bidang Devan, menghirup aroma maskulin suaminya yang selalu memberikan rasa aman. "Devan... mereka memfitnahku dengan sangat kejam. Seluruh kota kini menganggapku sebagai wanita yang kotor dan tidak terhormat. Hubungan bisnis kita, lini kosmetik yang baru kita bangun... semuanya terancam hancur karena masa laluku dengan Arkan."

Devan melonggarkan dekapannya, lalu memegang kedua pundak Keyra agar wanita itu menatap langsung ke dalam sepasang matanya yang memancarkan keyakinan mutlak tanpa keraguan sedikit pun. "Dengarkan aku, Keyra. Lini kosmetik itu tidak ada artinya dibanding seujung kukumu. Biarkan seluruh dunia menggila dan membencimu, tapi mereka tidak akan pernah bisa menyentuhmu selama aku masih bernapas. Aku yang membawamu ke atas panggung ini, dan aku pula yang akan menghancurkan siapa saja yang mencoba menurunkanmu."

Devan membalikkan tubuhnya menghadap Leon yang masih berdiri tegap di tengah ruangan. "Leon, kumpulkan seluruh tim hukum terbaik Alister Group sekarang juga. Kirimkan surat tuntutan pidana atas pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong kepada media yang merilis video itu, serta sita seluruh aset penyiaran mereka jika mereka menolak menghapusnya dalam waktu satu jam."

"Dan untuk Valerie serta Arkan..." Devan menarik napas panjang, sebuah senyuman kejam yang teramat dingin terukir di bibir tampannya. "Mereka pikir mereka sudah memenangkan permainan ini dengan membuat skandal. Mari kita beri mereka panggung yang lebih besar, sebelum aku sendiri yang akan menjatuhkan hukuman mati bagi karier dan seluruh hidup mereka di kota ini. Siapkan konferensi pers resmi Alister Group besok pagi!"

Keyra menatap sosok Devan yang berdiri tegap bagai pilar pelindung di hadapannya. Rasa takut yang sempat menjalar di dalam hatinya perlahan memudar, digantikan oleh rasa percaya yang mendalam. Badai yang dikirimkan oleh Valerie dan Arkan mungkin besar, namun mereka lupa bahwa Keyra tidak lagi berdiri sendirian; dia kini memiliki penguasa tertinggi kota yang siap meratakan apa pun demi melindunginya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!