NovelToon NovelToon
Dosa Di Balik Gaun Sutra

Dosa Di Balik Gaun Sutra

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:193.6k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Salsa sangat mencintai Arkan, tapi Arkan tidak sama sekali. Dia sudah punya kakasih sebelum menikahi Salsa karena perjodohan.

Ditambah, Salsa adalah wanita yang sombong, jahat, serakah, manja, namun cintanya sangat besar pada Arlan. Selama satu tahun pernikahan, Arlan tidak pernah menyentuh Salsa sama sekali, hingga Salsa menggunakan cara licik agar bisa tidur dengan Arkan.

Arkan semakin murka, dia semakin membenci Salsa karena menjebaknya dan membuat hubungannya dengan kekasihnya semakin berantakan. Hingga Arkan mengusir Salsa dari rumah.

Beberapa tahun berlalu, Arkan bertemu kembali dengan Salsa di jalanan dalam keadaan GILA, namum Salsa bersama dengan seorang gadis kecil yang begitu mirip dengannya.

Ternyata dulu saat dia mengusir Salsa, Salsa sedang hamil. Timbullah penyesalan yang tiada tara dari Arkan dan dalam keadaan gila, Salsa selalu mengatakan....

"Apa salahku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Neraka

Arkan merasa seperti sedang memegang serpihan kaca yang sangat tajam dengan telapak tangan telanjang. Semakin ia mencoba mengerahkan tenaganya untuk menggenggam Salsa dan Ayu, semakin dalam serpihan itu menembus kulitnya, mengalirkan darah, dan membuat hatinya terluka hingga tak berwujud lagi.

Ia memaksa mereka masuk ke dalam mobil mewah miliknya, sebuah kendaraan berharga miliaran rupiah dengan fasilitas nomor satu yang dulu, enam tahun lalu, mungkin akan sangat disukai dan dibangga-banggakan oleh sosok Salsa yang sombong dan gila hormat. Namun sekarang, segalanya telah mati.

Salsa sama sekali tidak takjub. Wanita itu hanya duduk meringkuk di pojok jok kulit yang empuk dan harum, menarik kedua lututnya ke dada sembari memeluk boneka plastiknya dengan tubuh yang gemetar hebat karena ketakutan melihat ruang tertutup.

Sementara itu, Ayu duduk tepat di antara mereka. Sepasang mata bulatnya menatap Arkan dengan sorot kewaspadaan yang teramat tinggi, tidak sedetik pun beralih, seolah-olah Arkan adalah sosok predator kejam yang siap menerkam dan memisahkan dirinya dari sang ibu kapan saja.

"Salsa, kita pulang ke rumah ya? Di sana hangat. Kamu tidak akan kedinginan lagi seperti di jalanan!" Bujuk Arkan dengan suara yang serak, nyaris habis karena terlalu banyak menangis. Dengan gerakan perlahan, ia mencoba meraih tangan Salsa yang kotor dan dipenuhi daki hitam.

Salsa tersentak hebat. Ia menjauhkan tangannya dengan sentakan kasar, menariknya ke dada seolah-olah kulit Arkan baru saja menyentuhnya seperti bara api yang membakar.

"Rumah? Tidak, rumah itu punya Ratu yang jahat" Racau Salsa dengan bibir yang komat-kamit, tatapannya menyisir langit-langit mobil mewah itu dengan ketakutan.

"Aku tidak boleh ke sana. Mas Arkan bilang... Mas Arkan bilang aku wanita murahan. Wanita murahan tidak boleh punya rumah. Wanita murahan tempatnya di jalanan..."

Arkan seketika memejamkan matanya rapat-rapat. Ia meremas dadanya sendiri, merasakan sesak yang luar biasa hebat hingga kepalanya pening.

Kata-kata hinaan yang ia lontarkan dengan penuh kebencian dan keangkuhan enam tahun lalu saat menyeret Salsa keluar rumah, kini kembali bergema di dalam mobil itu sebagai kutukan abadi yang menghantui pendengarannya.

Kata-kata itu telah menancap begitu dalam di tengkorak Salsa, menjadi fondasi kehancuran jiwanya.

"Tidak, Salsa. Kamu bukan wanita seperti itu. Kamu istriku, kamu wanita baik-baik. Aku yang salah, aku yang jahat Salsa. Maafkan aku" Ratap Arkan, namun suaranya sama sekali tidak menembus dinding delusi di kepala Salsa.

Salsa tidak mendengarkan ucapan Arkan. Wanita itu justru memalingkan wajahnya ke arah jendela, lalu mulai menyanyi kecil dengan nada yang teramat sumbang. Itu adalah sebuah lagu nina bobo untuk boneka plastik kumal di pelukannya.

"Tidur.... tidurlah... Ayunya kecil Ibu. Ayah sedang sibuk di luar dengan wanita cantik. Kita tidak boleh mengganggunya... kalau kita ketahuan, nanti kita dimarahi....nanti kita diusir lagi..." Gendingnya dengan suara parau yang menyayat hati.

Ayu, yang asli, menatap ibunya dengan tatapan dewasa yang teramat memilukan untuk anak seusianya. Setelah mengelus pelan punggung Salsa untuk menenangkannya, Ayu beralih menatap Arkan yang duduk di sisi lain.

"Kenapa Om dari tadi menangis terus?" Tanya Ayu dengan kepolosan anak-anak, namun sorot matanya teramat tajam.

"Ibu sering bilang padaku saat aku menangis di jalanan, Ibu bilang kalau orang dewasa menangis, itu karena mereka baru saja melakukan dosa yang sangat besar. Apa Om baru saja menyakiti seseorang sampai orang itu terluka?"

Pertanyaan yang keluar dari mulut mungil anak itu bagaikan sebilah belati yang menghujam tepat di ulu hati Arkan. Pria itu tak sanggup berkata-kata.

Lidahnya kelu seketika. Ia hanya bisa menatap mata Ayu, mata yang bulat, indah, dan bersinar yang persis seperti milik Salsa di masa lalu, dan menyadari dengan rasa perih yang teramat dalam tentang betapa banyak waktu, kebahagiaan, dan hak yang telah ia rampas dari anak kandungnya ini demi sebuah ego dan dendam yang salah sasaran.

Sesampainya di kediaman besar milik keluarga Arkan, sebuah istana megah berpilar tinggi dengan halaman yang sangat luas, para pelayan rumah tangga telah berkumpul di area lobi utama dengan wajah-wajah yang dipenuhi keterkejutan luar biasa. Terutama Bi Inah dan Bi Sumi, dua pelayan senior yang sudah bekerja di sana sejak Arkan masih lajang.

Mereka semua tercengang, tidak percaya melihat tuan besar mereka yang selalu tampil rapi, higienis, dan berwibawa, kini pulang ke rumah dalam keadaan jas yang kotor oleh debu, wajah sembap, sembari menuntun seorang gelandangan gila berambut gimbal dengan pakaian compang-camping dan seorang anak kecil yang kotor tanpa alas kaki.

"Panggil dokter pribadi saya ke sini sekarang juga!" Perintah Arkan dengan suara yang menggelegar ke seluruh penjuru ruangan. Sosoknya yang otoriter dan tegas seketika kembali terpasang demi menyembunyikan hatinya yang sudah hancur lebur menjadi serpihan abu.

"Tapi maaf Tuan, ini siapa?" Tanya Bi Sumi dengan bibir bergetar, menatap takut-takut ke arah Salsa yang terus menunduk sembari menciumi boneka plastiknya di lantai lobi.

Arkan menarik napas berat sebelum menjawab dengan suara yang bergetar penuh penyesalan.

"Ini Salsa Bi. Dia nyonya kalian. Nyonya rumah ini telah kembali"

"Apaa?! Nyonya Salsa?!"

Bi Sumi dan Bi Indah benar-benar terperanjat mundur, membekap mulut mereka masing-masing dengan mata yang membelalak lebar.

Mereka tidak mampu menyembunyikan rasa syok yang teramat sangat. Bagaimana bisa wanita anggun nan glamor yang dulu selalu tampil sempurna dengan barang-barang bermerek, kini berubah rupa menjadi seorang tunawisma yang kehilangan akal sehat?

"Ya Tuhan... Nyonya..." Isak Bi Inah, air matanya seketika menetes karena merasa iba melihat kondisi mantan nyonya rumahnya tersebut.

"Sudah, jangan banyak membuang waktu! Sekarang bantu saya antar Nyonya ke kamar utama di lantai atas!" Perintah Arkan lagi.

"Baik, Tuan!"

Proses pemindahan itu awalnya berjalan lancar karena Salsa hanya menurut saat lengannya dituntun lembut oleh Bi Indah. Namun, petaka sesungguhnya terjadi saat mereka menapakkan kaki di ambang pintu kamar tidur utama yang besar dan mewah tersebut.

Begitu pintu jati itu terbuka lebar, langkah kaki Salsa mendadak berhenti total di ambang pintu. Sepasang matanya yang tadinya kosong dan redup, mendadak melebar dengan sangat ekstrem penuh dengan urat-urat merah ketakutan.

Fokus matanya tertuju lurus pada sebuah tempat tidur berukuran king size yang dilapisi sprei sutra putih bersih, sebuah tempat yang sama, ruangan yang sama di mana malam kelam enam tahun yang lalu terjadi, malam di mana ia memohon cinta namun dibalas dengan siksaan fisik dan batin sebelum dilemparkan ke gerbang rumah sakit jiwa.

Memori kelam itu tampaknya terpelanting kembali ke permukaan benak Salsa yang rusak. Tubuhnya mulai bergetar hebat, jauh lebih hebat dari sebelumnya. Gigi-giginya bergemeletuk menciptakan suara yang mengerikan.

"Tidak! Jangan di sini! Jangan masukkan aku ke sana!" Salsa tiba-tiba berteriak histeris dengan suara yang melengking tinggi, memecah kesunyian istana megah tersebut.

Dengan gerakan panik yang brutal, ia melempar boneka plastik kesayangannya ke atas lantai hingga berbunyi benturan keras, lalu kedua tangannya bergerak menjambak rambut gimbalnya sendiri dengan sangat kuat hingga beberapa helai rambutnya tercabut putus.

"Bau obat! Tempat ini bau obat! Aku tidak mau disuntik lagi! Sakit... kepalaku sakit!" Pekik Salsa, matanya bergerak liar menatap setiap sudut kamar tidur yang mewah itu layaknya melihat sebuah sel isolasi yang mengerikan.

"Mas Arkan! Tolong aku, Mas Arkan! Aku janji tidak akan menyentuhmu lagi! Aku berjanji akan pergi sejauh mungkin dari hidupmu! Aku tidak akan meminta cintamu lagi, Mas! Tolong... tolong jangan masukkan aku ke dalam sel gelap itu lagi! Jangan suntik aku!"

Salsa jatuh terduduk di atas lantai marmer yang berkilau. Ia menangis meraung-raung, mengeluarkan seluruh jeritan keputusasaan dari lubuk jiwanya hingga suaranya serak dan habis di tenggorokan.

Dalam puncak histerisnya yang dipenuhi trauma masa lalu, Salsa merangkak maju, lalu menjatuhkan kepalanya, bersujud tepat di atas kedua kaki Arkan.

Pemandangan itu persis seperti apa yang terjadi enam tahun yang lalu di ruangan yang sama. Namun, kali ini ada perbedaan besar yang menampar kesadaran Arkan hingga hancur.

Enam tahun lalu, Salsa bersujud untuk mengemis cinta dan memohon agar tidak diceraikan. Namun kali ini, di dalam kegilaannya, wanita itu bersujud dan menyembah kaki Arkan untuk meminta ampunan karena rasa takut yang teramat mendalam akan siksaan penjara rumah sakit jiwa yang dikiranya digawangi oleh Arkan.

"Ibu! Jangan takut! Ada Ayu di sini! Ibu bangun!"

Melihat ibunya berteriak dan menyembah pria asing di depannya, Ayu kecil langsung berlari kencang.

Anak itu menjatuhkan tubuh kecilnya di atas lantai, memeluk erat leher ibunya yang sedang bersujud, mencoba menjadi tameng dan pelindung bagi wanita dewasa yang seharusnya bertugas melindunginya.

Ayu kemudian menolehkan kepalanya ke arah Arkan. Wajah kecilnya yang kotor seketika memerah, sepasang matanya berkilat memancarkan kemarahan dan kebencian yang meluap-luap yang belum pernah Arkan lihat dari anak seusia itu.

"Pergi! Om jahat! Ibu takut karena ada Om di sini! Jangan sakiti Ibuku lagi! Pergi dari sini!" Teriak Ayu dengan suara lantang yang bergetar karena menahan tangis kedukaan.

Arkan terpaku di tempatnya berdiri, tubuhnya kaku layaknya patung bernyawa. Air matanya mengalir deras tanpa suara melihat anak dan istrinya meringkuk ketakutan di bawah kakinya sendiri. Penyesalan itu kini menjelma menjadi monster yang mencekik lehernya hingga ia kesulitan bernapas.

Dengan gerakan perlahan dan lutut yang gemetar, Arkan mencoba menurunkan tubuhnya, berlutut di dekat Ayu untuk meraih anak itu ke dalam pelukannya.

"Ayu, dengarkan Om Nak. Om ini... Ayahmu, Nak. Aku... Ayah kandungmu" Lirih Arkan dengan suara yang terputus-putus oleh isak tangis.

"Bukan! Ayahku sudah mati!" Teriak Ayu dengan lantang, memotong ucapan Arkan tanpa ragu sedikit pun.

"Ibu selalu bilang kalau Ayahku adalah sebuah bintang yang letaknya sangat jauh di langit tinggi, bintang yang tidak akan pernah bisa turun ke bumi untuk menyentuh atau memeluk kami! Om bukan bintang! Om hanya orang jahat yang membuat Ibuku menangis ketakutan!"

Arkan seketika terdiam, tangannya yang menggantung di udara perlahan jatuh terkulai di atas lantai. Kata-kata dari mulut putri kandungnya itu mengunci seluruh argumen dan pembelaan diri yang ingin ia ucapkan.

Pria itu menatap sekeliling kamar utamanya yang luas, megah, dan dipenuhi barang-barang mewah bernilai tinggi.

Detik itu juga, sebuah tamparan kenyataan yang teramat pahit menghantam batinnya. Arkan menyadari satu hal yang mutlak, meskipun ia memiliki kekuasaan dan harta berlimpah untuk membawa raga Salsa dan Ayu masuk ke dalam istana megahnya ini, ia tidak benar-benar berhasil membawa mereka pulang.

Jiwa dan pikiran Salsa telah tertinggal jauh di masa lalu, terkunci rapat di dalam lorong-lorong gelap dan dingin sel isolasi rumah sakit jiwa yang menyiksanya.

Sementara itu, pintu hati Ayu telah tertutup rapat, digembok oleh dinding kebencian dan trauma yang teramat tebal, dinding yang anak itu bangun sendiri demi bisa bertahan hidup menghadapi kerasnya aspal jalanan kota selama enam tahun ini. Istana mewah milik Arkan ini tidak lebih dari sebuah neraka baru bagi anak dan istrinya.

*

*

Karena banyak yang minta lagi, otor tambah satu lagi yaaa....

Tapi jangan lupa dong tipnya🥰🥰🥰

1
🍀🌸WINA🌸🌿
Arkan dan julian bersaing merebutkan salsa, arkan mendekati salsa melalui putrinya...
siapakah nanti yg akan dipilih sama salsa klo ingatannya kembali, arkan/julian tapi aku setujunya sama arkan aja. arkan dan salsa telah memiliki anak ayu keduanya pasti ingin bersatu lagi.
walaupun arkan telah menjadi penyebab salsa menderita dulu, semoga arkan di berikan kesempatan kedua lagi memperbaiki kesalahannya...
arkan dan salsa saling mencintai arkan ingin menebus semua kesalahannya, membuat membahagiakan salsa dan ayu menjaga dan melindunginya....
Aysah Meta
Semangat kann..aku mendukungmu??hempaskan sejauh mungkin,kalau perlu..buang ke samudra atlantik sana,si dokter abal² satu ini.
Aysah Meta
Nyonyor Kon Julll..Iya thoo,cinta sampai mokad,tapi selera makan ajj ndk tahu🤣🤣🤣🤣

pura² ajj jadi Superman buat salsa..lama² jg akan tahu salsa ke depannya,siapa dirinya,siapa ayu dan siapa Arkan.

dokter tapi kelakuannya udah nyalahin kode etik🤣
Ningsih Nengnong
halah halah,,, jul, pada akhir nya kamu juga akan kalah. salsa itu ibunya ayu. mau sejauh apapun kamu memisahkan mereka, nyatanya ikatan seorang ibu dan anak itu sangat kuat. good arkan, lanjutkan perjuanganmu
🍀🌸WINA🌸🌿
Julian sangat cemburu arkan sama arkan, apalagi makanan dibawakan arkan sangat salsa makan sangat menikmatinya...
makanan yg dibawa julian tidak dimakan sama salsa, arkan bisa tahu selera salsa ya. maklumlah salsa dan arkan saling mencintai tahukah makanan kesukaan salsa...julian kamu tuk sekarang ini bisa memiliki salsa dalam keadaan amnesia, tapi suatu saat nanti salsa ingatan kembali. hanya dihati salsa hanya ada arkan...
walaupun arkan pernah menyakiti salsa, tapi cinta salsa arkan sangat besar dan tulus. apalagi ada ayu pasti pengen orgtuanya bersatu...

kebohongan gak akan lama julian, semoga secepatnya salsa ingatannya kembali....
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
idiihhhh ngaku2
Cahaya
lanjut prang
Cahaya
hemmm ...........hemmmmm lanjut
Ari Atik
menyenangkan....
kita lihat,siapa pemenangnya....🤔
Ari Atik
julian .....😡😡
semoga gagal dapatkn cinta salsa...
Yulay Yuli
Apa mungkin kl Ayu manggil ayah, ada sisi memory salsa yg bisa diingat🤔🤔🤔
Felycia Fernandez
sepandai-pandai nya Julian mengalihkan dunia Salsa,yang pasti Arkan tetap pemenangnya..yang tau luar dalam Salsa
🍀🌸WINA🌸🌿: wkwkwk🤣🤣🤭dokter jiwa kepincut sama pasiennya🤭
total 3 replies
Yhenny Pudji
klau papa sasa kembli ke Indonesia dan bertemu dengan sasa tamat sudah dokter sakit jiwa itu
SasSya
kamu yg lebih murahan juuuullll
licik kaya serigala
SasSya
juuulll
kepemilikan my itu semu
nyatanya kamu Blas tidak memahami salsa
selera makanan saja kau meleset
huh

Arkan
begitu mudahnya kau meminta maaf pada orang yg sudah kamu buat berantakan hidupnya
klo jadi Bramantyo sangat sulit untuk percaya lagi pada mu
bahkan dia blm tau kehidupan apa yg di jalani anaknya
setelah pelariannya
kesengsaraan Meraka itu ulah mu
maka akan semakin sulit kamu meraih Salsa
Klo pak Brahmantyo blm bisa memaafkan walaupun dia kembali nanti
itu semata-mata untuk anak sembuh
bukan untuk meNerima Kamu jadi anggota keluarga lagi
butuh perjuangan extra lagi
Agnezz
Arkan kok tau selera makan Salsa padahal dulu cueknya minta ampun. Julian yg dokter aja gak notice sama selera makan Salsa, dia pilih makanan yg sesuai seleranya sendiri😅
Agnezz
Tuan Brahmantyo gak akan percaya gitu saja ucapan Arkan. Tapi kalo Arkan mengatakan kondisi Salsa , apakah tuan Brahmantya akan penasaran akan nasib Salsa.? Atau malah acuh saja.
🍀🌸WINA🌸🌿: bisa jadi begitu kak salsa tidak mudah ditindas, salsa yg kuat dan tanggung...
total 7 replies
Agnezz
wah ini pertandingan seru antara Akran dan Julian memperebutkan Salsa. Kira2 siapa yg menang? 🤔🤔 kayaknya Arkan yg menang deh pada akhirnya.
Agnezz: tapi jadi semakin seru, ayo semangat Arkan demi Ayu putri kalian💪
total 4 replies
Nureliya Yajid
semangat thor
Nureliya Yajid
lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!