NovelToon NovelToon
BISULAN (Bima Sultan Andaksa)

BISULAN (Bima Sultan Andaksa)

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Tunangan Sejak Bayi / Romansa / Tamat
Popularitas:433.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rita Tatha

Sultan sudah dijodohkan sejak kecil dengan Nabila oleh sang mama. Namun, Sultan menolak dengan tegas karena ia tidak mencintai Nabila. Lagi pula, ada wanita lain yang sudah mengisi hatinya.

Akan tetapi, keputusan itu sudahlah bulat. Hingga akhirnya Sultan melakukan segala cara untuk membuat Nabila pergi jauh darinya.

Sanggupkah Sultan membuat Nabila pergi? Atau justru dirinya yang menjadi terpikat dengan wanita itu?

Kisah ini merupakan Kisah Baby Bisul, putra pertama Kurap dan Panu.
Jadi, jangan sampai kalian melewatkan 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bisul 15

"Hallo, Kay. Ada apa?" 

Sultan mengalihkan perhatian ketika mendengar Nabila sedang bertukar suara dengan Kayla. Walaupun ia kembali terlihat fokus dengan layar ponsel, tetapi Sultan diam-diam menajamkan pendengarannya. 

"Nanti, ya. Gue capek banget, Kay. Ntar sore deh gue temenin lu," kata Nabila. Setelahnya, panggilan itu pun terputus karena Nabila mematikannya terlebih dahulu setelah menganggap Kayla tidak akan berbicara apa pun lagi. 

"Kayla?" tanya Sultan saat Nabila sudah kembali memainkan jari di atas layar ponselnya.

"Ya. Dia ngajak main. Apa gue boleh pergi dengan Kayla, sore nanti?" tanya Nabila. Menatap Sultan penuh harap. 

"Terserah. Kalau lu mau pergi ya tinggal pergi saja. Lu enggak perlu minta izin sama gue." Sultan masih berbicara setengah ketus. 

"Em, baiklah. Gue pikir karena udah ada suami, jadi gue harus izin jika mau pergi ke mana pun," timpal Nabila lirih. "Tapi, ternyata gue masih dibebasin aja." 

"Karena itu enggak berlalu untuk kita. Lu bebas pergi ke mana pun yang lu mau tanpa harus minta izin sama gue," kata Sultan. Nabila mengangguk mengiyakan lalu kedua orang itu pun saling sibuk dengan ponsel mereka. 

Dengan sengaja mereka tidak keluar kamar jika tidak waktunya makan. Hal itu dilakukan agar tidak ada yang curiga dan semua orang akan berpikiran bahwa pengantin baru itu sedang menikmati masa-masa memadu kasih. Padahal pengantin baru itu sedang sibuk dengan ponsel masing-masing. Memadu kasih dengan ponsel mereka sendiri. 

"Hanum," gumam Sultan. Mengalihkan perhatian Nabila. 

"Kenapa dengan Hanum?" tanya Nabila penasaran. Meskipun dalam hati ada rasa panas yang menjalar, tetapi Nabila berusaha agar tetap terlihat biasa saja. 

"Gue belum ngabarin dia seharian ini. Sepertinya gue harus ke panti untuk menemui dia," kata Sultan. Ia bergegas bangun, tetapi Nabila segera menahan lelaki itu dengan cepat. "Kenapa?" 

"Jangan pergi dulu. Gue bukannya mau ngelarang lu ketemu Hanum, tapi gue cuma enggak mau kalau sampai papa dan mama curiga. Besok, lu boleh nemui Hanum sebebasnya, tapi jangan sekarang." Nabila berusaha menahan. Ia merasa apa yang dilakukannya adalah untuk kebaikan mereka karena Nabila sudah sangat paham bagaimana papanya.

"Lu enggak ada hak buat ngelarang gue." Sultan kesal. Ia merasa geram kepada Nabila karena gadis itu sudah menahannya dan menganggap Nabila terlalu ikut campur urusannya. 

"Em, baiklah tunggu sebentar. Kalau gitu gue ganti baju dulu, setelah itu kita akan pergi bersama-sama." Nabila pun bangkit berdiri dan berjalan mendekati ke lemari pakaian. 

"Gue enggak mau lu ikut. Gue takut Hanum akan curiga dengan hubungan kita," tolak Sultan mentah-mentah. 

Nabila mengembuskan napas kasarnya. "Gue enggak akan ikut lu ketemu Hanum. Takut gue cemburu ntar. Haha." Nabila tertawa hambar. "Gue cuma bantuin lu. Bilang aja kita mau pergi berdua biar mereka enggak curiga, dan lu bisa nurunin gue di mana pun, dan kalau lu udah selesai ketemuan sama Hanum, lu bisa kabari gue dan kita pulang bareng. Ide bagus, 'kan?" 

Nabila mengedipkan sebelah mata seolah idenya itu sangat brilian. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa senyuman Nabila terlihat penuh paksaan. Sultan tidak berbicara apa pun, ia hanya diam ketika Nabila sudah menggandeng tangannya dan mengajaknya pergi dari kamar. 

Sultan merasa ide Nabila tidak terlalu buruk. 

***

"Lu yakin bakal turun di sini?" tanya Sultan saat mobilnya sudah berhenti di taman kota. "Apa lu mau ketemu Kayla?" 

"Enggak usah. Nanti yang ada Kayla akan curiga. Mendingan gue batalin aja pergi dengan dia," kata Nabila sambil menulis pesan untuk Kayla. 

"Jangan, lu bisa pergi dengan Kayla biar enggak kelamaan nunggu," cegah Sultan. Entah mengapa, ia merasa tidak enak hati. 

"Enggak papa. Lu nikmatin aja waktu bersama Hanum, gue santai kok." Nabila menyimpan ponselnya kembali lalu menyodorkan tangannya ke depan Sultan tanpa berbicara apa pun.

 

Sultan yang merasa bingung, segera mengeluarkan dompet dan mengambil beberapa lembar uang seratus ribuan lalu menaruhnya di telapak tangan Nabila. Namun, ia terheran ketika Nabila justru tergelak keras. 

"Gue bukan mau minta uang sama lu, Sul." Nabila masih terus terkekeh. 

"Terus?"

"Gue cuma mau salaman aja. Tapi, karena uang ini udah di tangan gue, anggap aja bonus." Nabila menyimpan uang itu ke dalam tas lalu kembali menyodorkan tangan. Kali ini, Sultan menyambutnya. Ia hanya terdiam ketika Nabila mencium punggung tangannya. 

"Dah, gue turun. Hati-hati di jalan. Bye-bye." Nabila melambaikan tangan saat sudah turun dari mobil. Setelahnya ia menghela napas panjang ketika mobil Sultan melaju meninggalkannya. "Mendingan gue jajan aja buat balikin mood." 

Nabila pun bergegas pergi ke minimarket terdekat untuk membeli banyak camilan. 

Sementara itu, Sultan tidak tenang ketika harus meninggalkan Nabila sendirian. Ia terus saja merasa khawatir kepada wanita itu. Namun, ia berusaha menepis rasa khawatir itu karena baginya Hanum lebih penting dari Nabila. 

"Buat apa gue mikirin si Kadal, toh, dia udah bisa jaga diri sendiri," ucap Sultan lirih dan berusaha kembali fokus mengemudi. 

1
Arin
/Heart/
Rita Juwita
luar biasa...
Nur Rofikoh
nabila benar benar kayak. zaenab...
Nur Rofikoh
bisul jangan jahal. sama kadal...
Herlina Anggana
inget dulu papanya Jeje dan mama mu liburan 1 Minggu tidur di kamar yang sama meskipun beda kasur... tapi Gatra ttep gak move on dari kurap,kan kasian zeti
Herlina Anggana
kadal bisulan dah punya buntut
Herlina Anggana
masih berat di Hanum aja hatinya, begitu penat baru inget kadal 🥴.... kawatir Ama kadal juga karena takut Ama ortunya...
Herlina Anggana
berati ini bisul tu cintanya habis di Hanum demi menuruti keinginan orang yg dia cintai dia rela kembali dengan istri ya dan berusaha menerima istrinya urusan cinta nyusul gitu ....
Herlina Anggana
move on jalur ilfil sih cpet sembuhnya
S
judulnya woyyy 🤣
Lee 0893
astogeeeee ,, w rasa si Nesya yg pantes jd ank ny Agnes ,, tingkah ny sama ,, yg sbar yx je ,, 🤣🤣
Lee 0893
bang bisul kebakaran jenglottt ,, uupppss jenggot maksud ny ,,
mau d panggilin damkar gx bang ,,
🤣🤣🤣
Lee 0893
bawang gratis ,, bawang gratiss/Sob//Sob/
Lee 0893
gunakan waktu mu sebaik mungkin mas sultan ,, sebelum Dy menyerah karena lelah ,,
Lee 0893
waah ni kyaknya ank2 4sekawan somplak bibit unggul semua ,,

awas sul nanti di tuking si Ariel Bru nyesel km ,, 😄
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
yah kurang seru dikit thor, hrse dibikin nabila pergi dl biar si bisul ngerasa kehilangan, hrsnya ortu mereka ngumpetin nabila biar si bisul bingung nyari
Betri Betmawati
aku JD nangis bombai baca nya, tulis bgt cinta Nabila buat lu sul, jgn lu sia2 kn, lu ngk kn dpt lg kyk bgtu
Betri Betmawati
kenapa sikurap mksa bgt anak nikah SM Nabila, jatuh egois bgt orang tua nya
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
🤣🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
Ariel mengingatkanku dengan Gatra dulunya yang cinta mati ke Rasya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!