NovelToon NovelToon
Suamiku Spesial

Suamiku Spesial

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Fantasi / Perjodohan
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Liora terpaksa menandatangani perjanjian pranikah dan dinikahkan dengan Alexander, seorang pria berkebutuhan khusus yang diasingkan keluarganya di sebuah desa terpencil. Ia pun pergi ke desa itu untuk merawat suaminya yang asing baginya. Namun, semakin lama merawat Alex, Liora mulai menyadari ada keanehan dan ketakutan dari warga sekitar terhadap pria itu. Ia pun curiga, jangan-jangan Alex tidak seperti yang terlihat. Di balik keterbatasannya, Alex ternyata menyimpan rahasia besar yang menjadi alasan keluarganya membuangnya. Liora kini harus mengungkap kebenaran di balik pengasingan suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Mandi Bersama di Air Terjun

Hari-hari berlalu dengan semakin hangat. Setelah malam-malam yang penuh gairah, hubungan Liora dan Alex berubah menjadi lebih dekat dan lebih lengket. Mereka tidak lagi merasa canggung satu sama lain. Liora mulai terbiasa dengan sentuhan Alex, dan Alex semakin sering menunjukkan kasih sayangnya dengan cara yang sederhana—seperti mengelus rambut Liora, atau mencium keningnya saat pagi hari.

Rumah itu tidak lagi terasa asing bagi Liora. Ia mulai merasa bahwa desa ini, dan Alex, adalah tempat di mana ia bisa menjadi dirinya sendiri.

Pada suatu pagi yang cerah, Liora dan Alex memutuskan untuk kembali ke air terjun. Tempat itu begitu indah dan menenangkan, dan mereka ingin menghabiskan waktu bersama di alam.

Sebelum berangkat, Liora mempersiapkan bekal makanan. Ia membuat roti lapis dengan isian telur dan sayuran, memotong beberapa buah-buahan segar, dan membuat minuman lemon dingin. Alex membantu dengan membawa keranjang piknik dan tikar.

"Rama, kami akan pergi ke air terjun. Kami akan kembali sore hari," kata Liora kepada Rama yang sedang membersihkan kandang.

Rama tersenyum. "Hati-hati di jalan, Nona. Nikmati waktu kalian berdua."

Liora mengangguk. "Terima kasih, Pak Rama."

Mereka berdua berjalan menyusuri jalan setapak yang sudah tidak asing lagi. Pepohonan rimbun di kiri kanan, suara burung yang berkicau, dan aroma dedaunan segar memenuhi udara. Liora merasa sangat bahagia. Ia sudah tidak lagi merasa terpaksa berada di desa ini. Ia merasa ini adalah rumahnya.

Setelah berjalan sekitar tiga puluh menit, suara air terjun mulai terdengar dari kejauhan. Suara itu semakin keras, dan semakin dekat.

Dan akhirnya, mereka tiba.

Air terjun itu masih sama indahnya seperti pertama kali. Airnya jatuh dari tebing batu setinggi empat meter, menciptakan suara gemuruh yang menenangkan. Kolam di bawahnya berwarna biru kehijauan, dan cahaya matahari yang menembus dedaunan menciptakan kilauan di permukaan air.

Liora menggelar tikar di bawah pohon rindang. Ia mengeluarkan bekal makanan, menatanya rapi di atas tikar.

"Alex, ayo makan dulu," panggil Liora.

Namun, Alex sudah berlari menuju pinggir sungai. Ia melepas sandalnya dan mulai bermain air dengan penuh semangat. Ia mencipratkan air ke sana kemari, tertawa dengan bahagia.

"Alex, makan dulu!" seru Liora.

"Sebentar lagi, Liora! Alex mau main air dulu!" jawab Alex sambil terus mencipratkan air.

Liora tersenyum melihat tingkah Alex. Ia duduk di tikar, menatap Alex yang bermain dengan riang. Alex tampak seperti anak kecil yang tidak memiliki beban sama sekali.

Namun, setelah beberapa saat, Alex berhenti bermain. Ia berjalan mendekati Liora, dan duduk di sampingnya.

"Liora, Alex mau ajak Liora mandi bersama di sungai," kata Alex, matanya berbinar.

Liora mengangkat alis. "Mandi bersama?"

"Iya! Airnya sejuk dan segar. Liora pasti suka!" kata Alex.

Liora menatap sungai yang jernih itu. Airnya memang terlihat sangat menggoda. Dan cuaca hari itu cukup panas, jadi mandi di sungai terdengar sangat menyenangkan.

Tapi Liora masih ragu. "Tapi kita belum membawa baju ganti, Alex."

"Tidak apa. Nanti kita bisa mengeringkan pakaian di bawah matahari. Atau Liora bisa memakai pakaian dalam saja," jawab Alex dengan wajah polos.

Liora tersipu. Ide itu terdengar sedikit memalukan, tetapi Alex sudah berlari kembali ke sungai dan melambai-lambai padanya.

"Ayo, Liora! Jangan takut!" teriak Alex.

Liora menghela napas, lalu tersenyum. Ia berdiri dan melepas sandalnya. Ia berjalan mendekati pinggir sungai.

"Baiklah, Alex. Tapi Liora hanya akan bermain di pinggir, ya," kata Liora.

Alex tersenyum lebar. "Tidak boleh! Liora harus masuk ke air!"

Liora tertawa. Ia perlahan mencelupkan kakinya ke dalam air. Airnya terasa dingin, tetapi segar. Ia melanjutkan langkahnya hingga air mencapai lututnya.

Alex mengambil air dengan kedua tangannya dan mencipratkannya ke arah Liora. Liora terkejut, lalu ia membalas dengan mencipratkan air ke Alex.

Terjadilah perang air yang seru. Mereka saling mencipratkan air, berlari-lari di pinggir sungai, dan tertawa tanpa henti.

Air sungai itu semakin membasahi pakaian mereka. Liora tidak lagi peduli. Ia menikmati permainan ini. Ia merasa bebas, dan ia merasa bahagia.

Setelah beberapa saat, mereka berhenti. Napas mereka tersengal-sengal, dan pakaian mereka sudah basah total.

Alex menatap Liora yang berdiri di dalam air. Pakaian Liora yang basah menempel di tubuhnya, memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhnya. Alex menelan ludah.

"Liora," panggil Alex, suaranya lebih rendah.

Liora menatap Alex. "Ya, Alex?"

Alex mendekat. Ia menatap Liora dengan tatapan yang dalam. "Liora sangat cantik saat basah."

Liora tersipu. "Alex..."

Alex tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia mendekati Liora, dan dengan lembut ia mencium bibir Liora. Ciuman itu lembut, tetapi penuh dengan perasaan.

Liora membalas ciuman itu. Air sungai yang mengalir di sekitar mereka, dan matahari yang bersinar di atas, menjadi saksi bisu momen itu.

Setelah ciuman itu berakhir, Alex menatap Liora dengan senyuman. "Liora, Alex ingin mandi bersama Liora."

Liora menatap Alex. Wajahnya masih merah, tetapi ia tidak lagi merasa malu. Ia mengangguk.

"Baiklah, Alex. Tapi jangan terlalu jauh, ya," kata Liora.

Alex tersenyum lebar. Mereka berdua bermain air bersama, saling mencipratkan air, dan sesekali berpelukan di dalam air yang jernih.

Mereka tidak peduli dengan waktu. Tidak peduli dengan pakaian basah mereka. Yang mereka pedulikan hanyalah kebahagiaan yang mereka rasakan bersama.

1
Ilfa Yarni
oooo jadi gitu tp syukurlah udah ga ada rahasia lg diantara mereka dan jg bisa bersikap sebagaimana mestinya dan skr kalian bisa menghadapi masalah bersama2
Ilfa Yarni
aku jg penasaran bukan km saja liora
wulaniii
gais like dan komen kalo bisa tonton yah biar dapet komisi 🤣
Alia Chans
Hadir Thor, penasaran banget ama lanjutan nya ...🤭🤭

saling support sabi kali😉
Muhajir Al musyaffa
halo kak aku punya karya loh mampir yu kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!