NovelToon NovelToon
Tiba-Tiba Jadi Istri Juragan

Tiba-Tiba Jadi Istri Juragan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Nikahmuda
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

Berawal Dari sebuah kutukan. dari Hana yang mengutuk habis Tokoh kedua wanita bernama Elsa. Elsa (20thn) seorang gadis yang di jadikan jaminan hutang oleh orang tuanya. Elsa yang di dalam cerita di katakan terpaksa menikah menjadi istri kedua juragan Tama. pria tua. tak terima...pada akhirnya memilih berselingkuh pada bawahan Tama yang bernama Ardana. Nasib malang menimpa hana, gadis itu di tarik masuk oleh takdir, masuk kedalam buku Novel _The Jurag's Wife_ dan menjadi Tokoh Wanita yang sudah dia maki habis-habisan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halaman 09

"Teh, ayo turun dulu..." bisik Ibu Elsa cemas seraya menarik pelan lengan putrinya.

​Elsa tersentak kaget dengan kedatangan wanita paruh baya yang tiba-tiba menghadang di atas pelaminan ini. Dengan polosnya, Elsa menatap wanita itu lalu bertanya santai, "Eh... Ibu siapa, ya?"

​Wajar saja Elsa bertanya begitu. Hana yang kini bersemayam di dalam tubuh Elsa sama sekali belum sempat mengingat detail wajah kedua orang tua kandung Elsa asli.

​"Ya Allah, Teh! Ini Ibu... Masa sama Ibu kandung sendiri lupa?!" sahut ibunya dengan nada dramatis, matanya berkaca-kaca syok.

​Jantung Elsa langsung berdisko gila-gilaan. 'Aduh, mampus! Bisa ketahuan kalau aku bukan Elsa yang asli!' batinnya panik. 'Enggak, enggak bisa! Aku harus cari cara buat kabur dari situasi darurat ini.'

​Beruntung, otak cerdas Hana langsung menemukan satu trik jitu yang paling sering muncul di drama-drama televisi: memingsankan diri sendiri! Ya... walaupun ini cuma pura-pura.

​Bruakk!

​Elsa sengaja melemaskan seluruh otot tubuhnya dan ambruk begitu saja di atas panggung pelaminan.

​"Eh, aduh! Kenapa ini?! Ayah... Tolongin ini, putri Ayah pingsan!" teriak Ibu Elsa histeris, memicu kehebohan di antara para tamu undangan yang langsung merubung.

​Di bawah tenda, Pak Kades dan Juragan Tama yang sedang asyik mengobrol seketika terkejut melihat ke arah panggung pelaminan yang mendadak ricuh.

​"Ada apa ini?" tanya Pak Kades tegas. Sebagai tuan rumah yang punya acara, tentu saja dia bertanggung jawab penuh atas kenyamanan tamunya.

​"Pak Kades! Itu anaknya Pak Ujang, Neng Elsa, tiba-tiba pingsan!" seru Bu Haji yang ikut panik di dekat panggung.

​"Hah? Pingsan?" Pak Kades terkejut. Dia refleks menoleh, melemparkan pandangan penuh arti ke arah Juragan Tama—seolah memberi kode rahasia yang hanya dimengerti oleh mereka berdua mengenai status Elsa di rumah sang Juragan.

​Juragan Tama menangkap kode tersebut lalu mengangguk paham.

​"Baiklah kalau begitu. Tolong beberapa orang bantu angkat Elsa masuk ke dalam mobil Juragan Tama. Kebetulan beliau mau ada urusan ke arah kecamatan, jadi bisa sekalian dibawa ke puskesmas terdekat," perintah Pak Kades dengan cekatan mengondisikan situasi.

​Mendengar instruksi itu, Ibu Elsa makin panik. Dia berbisik pada suaminya, "Aduh, Ayah... Si Kades malah menyuruh Si Teteh dibawa sama Juragan Tama lagi. Ini gimana dong?"

​"Sudah, biarkan saja. Berdoa saja semoga Si Teteh enggak diapa-apain di sana," sahut Ayah Elsa pasrah sembari menatap cemas putrinya yang mulai digotong.

••••••••••••••

​Singkat cerita, tubuh lemas Elsa berhasil dipindahkan ke kursi belakang mobil mewah milik Tama. Mobil itu pun segera melaju membelah jalanan, meninggalkan pesta hajatan megah milik Pak Kades—yang rupanya, Jihan sang pengantin wanita adalah anak kandung Pak Kades sendiri sekaligus sahabat kental Elsa.

​Di dalam mobil yang hening, Andini langsung meluapkan kekesalannya. "Tuh, kan! Dasar bocah tengil, tahunya cuma nyusahin orang aja! Dia yang datang ke acara, ujung-ujungnya malah kita yang repot," gerutu Andini sebal dengan melipat kedua tangannya di dada.

​Namun, Tama hanya diam seribu bahasa, mengabaikan gerutuan ketus istri pertamanya itu.

​Perlahan, mobil memasuki halaman luas kediaman megah sang Juragan. Begitu mobil berhenti sempurna, sopir pribadi mereka bergegas turun dan membukakan pintu.

​"Aku duluan ya, Mas. Aku capek... Ditambah pusing lihat kelakuan anak ini," ketus Andini yang langsung melenggang turun dari mobil, seolah enggan berlama-lama berada di satu ruangan yang sama dengan Elsa.

​Tama mengangguk mengizinkan. Pria berusia 38 tahun itu masih duduk terdiam di kursinya. Dia memejamkan mata sejenak sembari memijit pangkal hidungnya yang terasa pening.

​"Juragan, Si Neng mau dibantu angkat ke kamarnya?" tanya sang sopir yang bernama Pak Trimo dengan sopan.

​"Tidak usah, Pak Mo. Nanti saya sendiri saja yang menggendong dia masuk. Bapak silakan langsung beristirahat," ujar Tama dengan suara beratnya.

​Pak Trimo mengangguk patuh, lalu pamit mengundurkan diri. Setelah memastikan suasananya sepi, Tama membalikkan tubuhnya ke belakang, menoleh lurus pada Elsa.

​Pria itu memperhatikan deru napas Elsa yang berembus teratur... persis seperti orang yang sedang tidur pulas. Dan ya, tebakannya seratus persen akurat! Gadis itu memang ketiduran. Niat awalnya cuma mau pura-pura pingsan agar terhindar dari interogasi ibunya, tapi karena embusan AC mobil yang terlampau sejuk ditambah kasur mobil yang empuk, Elsa justru bablas tertidur beneran.

​Keheningan malam itu mendadak terasa berbeda. Perlahan, jakun Tama bergerak naik-turun. Pria itu menelan air liurnya dengan kasar saat pandangannya turun menyapu tubuh Elsa. Dalam balutan kebaya brukat yang ketat, lekuk tubuh indah milik Elsa tercetak sempurna, bahkan bagian atas dadanya sedikit terekspos, memberikan pemandangan yang teramat menggoda iman pria dewasa mana pun.

​Pikiran Tama mendadak berputar pada kejadian di pelaminan tadi. Dia ingat betul bagaimana mata bernafsu dari pria tinggi hitam itu menatap lurus ke arah punggung mulus Elsa saat mereka berfoto ria. Rasa tidak suka yang membakar dadanya sejak di pesta kembali bergejolak.

​"Dasar bocah bandel," umpat Tama lirih, menatap intens wajah tidur Elsa yang tanpa dosa.

1
Wahyuningsih
kok q syuka bingit ama mak lampir menyebalkn skli... thor buat istri pertama di ceraikn krna jht bingit sellu cari gara2 ama elsa
Wahyuningsih
lanjut thor.... dtnggu upnya yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk inaaak menunggu.... srhag sellh jga keshtn tetp 💪💪💪💪 n makaciiiih tuk upnya
Wahyuningsih
mampus langsung di skak mat
Wahyuningsih
dtnggu upnya thor yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk enak menunggu... sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 dlm upnya
Wahyuningsih
mampir q thor
Ummanya Hil_Ziy: Makasih Beb' sudah singgah di lapak baruku. di jamin cerita ini, gk kalah seru juga dengan lapakku yang lain😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!